Extravagaria

 

IMG_20141231_093235

 

 

Extravagaria

By. Alana

Kim Myungsoo and Park Jiyeon

.

.

 

 

Myungsoo bertemu dengan Desembernya kembali. Bayangan musim dingin yang menghantui hatinya yang sepi. Beku, dan semua terlihat begitu kosong untuknya meski semua tampak sibuk menyambut tahun baru yang akan berlangsung besok. Berpikir untuk tidak melakukan aktivitas rutin tapi dia membutuhkan sesuatu supaya bisa berlalu dari pikirannya yang sedikit tegang. Beberapa hari ini dia kesulitan tidur. Pandangannya menjadi kabur, dan samar-samar dia seperti melihat halusinasi di setiap sudut apartementnya. Mungkin karena otaknya lelah sehingga hati dan jiwanya berkelana. 

 

” Myungsoo, …!” panggil sebuah suara. Ketika itu Myungsoo duduk di salah satu sisi sofa berwarna coklat di sudut ruangan, dekat dengan jendela dan jambangan bunga dari China setinggi satu meter. Myungsoo menoleh pada suara yang memanggilnya. Dia seperti berada pada dimensi berbeda. Warna yang dilihatnya seakan-akan berangsur pudar , dan sebuah bayangan wanita menjelangnya dari sudut yang tak jelas. Berdiri di hadapannya.

 

Seorang wanita dengan wajah cantik, berambut panjang. Dia tersenyum ke arahnya dengan tatap mata sesejuk embun pagi. Myungsoo melepaskan kaca matanya. Mungkin dia harus memeriksakan lagi kondisi matanya setelah liburan tahun baru berakhir. Akhir-akhir ini dia sering melihat wanita itu.

 

“Myungsoo!”  panggilnya lagi.

 

“Jangan menggangguku!  aku ingin sendiri. ”  hardik Myungsoo, namun sepertinya wanita itu tidak mendengarkannya. Dia terus berjalan di sisi Myungsoo ketika Myungsoo memutuskan untuk berjalan-jalan di bekunya salju. 

 

Melewati jalan-jalan yang tertutup putihnya kebekuan , begitu dingin dan Myungsoo merapatkan kembali mantelnya. Kakinya terlihat lirih berjalan dengan sepasang boot yang selalu menemaninya sepanjang musim ini. Lupa siapa yang menghadiahkannya beberapa waktu lalu.

 

“Sebaiknya jangan pergi terlalu jauh. Bagaimana kalau kita duduk-duduk di sekitar taman kota. Di sana ramai dan sangat indah. Lampu warna warninya begitu menakjubkan.”  ujar sang wanita dengan melingkarkan tangannya di lengan Myungsoo.

 

“Kau siapa, kenapa selalu mengikutiku ?” 

 

Wanita itu tersenyum. Dia menjentik hidung Myungsoo. 

 

“Aku adalah seseorang yang sangat kau cintai. Kita selalu bersama.”  Ujarnya lembut. Dia terus bergayut di lengan Myungsoo.

 

 

Kebekuan yang begitu mendalam berlangsung diantara sepinya pikiran. Myungsoo masih tidak bisa berpikir tentang wanita itu. Dia masih di sana berjalan diantara salju-salju sementara Myungsoo duduk pada sebuah bangku dingin di bawah pohon yang tidak berdaun. Wanita itu melambai-lambai ke arah Myungsoo.

 

“Kemarilah !” panggilnya.

 

Myungsoo hanya mendengus. Kenapa dengan dirinya. Kenapa dengan dunia yang sekarang melingkupinya. Kenapa semua berbeda meski terlihat sama. Kenapa tidak ada yang mengerti dirinya.

 

 

“Myungsoo hujan salju !” teriak wanita itu. Myungsoo menatap langit yang terlihat gelap. Mungkin karena hari sudah sore juga. Dan lampu mulai memeriahkan suasana. 

 

“Sepertinya aku lapar.”  ujar si wanita yang mengenakan mantel tebal bewarna putih itu. Myungsoo menatapnya. 

 

“Ayo kita makan!”  ajaknya.

 

Dia menggandeng Myungsoo berjalan kembali. Sedikit memaksa kali ini. Dia menarik-narik tangan Myungsoo agar lebih cepat berjalan. Pada sebuah kedai diantara sibuknya pejalan kaki. 

 

“Ajuma, aku mau satu !”  ujar wanita itu. Entah kenapa Myungsoo tidak pernah menanyakan namanya. Atau karena Myungsoo menganggabnya tak nyata. 

 

“Apa kau mau ?”  ujar wanita itu menawarkan tokebi hotdog yang dia pegang. Myungsoo menggeleng. Rasa lapar diperutnya tidak sehebat rasa pening dikepalanya.

 

“Aku mau pulang dan tidur.”  ujar Myungsoo.

 

“Baiklah !”  sang wanita kembali mengikuti Myungsoo.

 

Kembali pada ruangan sepi di dalam apartementnya. Kenapa semakin bertambah sepi rasanya. Myungsoo melepaskan mantelnya, dihempaskannya pada sofa dan dia berjalan menuju tempat tidurnya.

 

“Kenapa kau selalu di sini ?”  tanya Myungsoo pada wanita yang sibuk merapikan selimut untuknya. Myungsoo masih melihatnya antara percaya dan tidak. Namun wanita itu tersenyum.

 

“Karena aku selalu ada untukmu. Kau mencintaiku, itu yang membuatku bertahan di sini.”  ujarnya lembut. Dan Myungsoo menenggelamkan wajahnya pada bantal, mungkin dia akan menidurkan semuanya. Rasa lelah juga kantuknya yang tiba-tiba hadir. Akhirnya. Dan dia masih sempat melihat wanita itu mengecup keningnya.

 

“Tidurlah, dan nanti saat kau terbangun, kau akan tahu alasan apa yang membuatku selalu berada di sisimu. Myungsoo….”  bisik si wanita sambil memeluk Myungsoo dalam dekapannya. 

 

 

////

 

 

Begitu hangat, dan harum. Myungsoo merasakan tubuhnya begitu kaku dan sulit digerakkan. Apa karena wanita itu memeluknya. Dia membuka matanya. Sedikit risih dengan tubuh yang menindih lengannya. 

 

Sulit. Benar-benar sulit. Akhirnya Myungsoo hanya pasrah dan diam menunggu wanita itu terbangun. Tapi di mana ini?

 

Myungsoo menangkap keseluruhan area ruangan dengan warna putih selembut salju. Kenapa dengan dirinya. Ada apa ini ?  Myungsoo menggerakkan lengannya lagi. Kali ini mengusik ketenangan tidur wanita itu. 

 

“Aku di mana ?”  tanya Myungsoo. Dan wanita itu mengangkat wajahnya.

 

“Myungsoo, kau bangun !”  jeritnya tertahan. 

 

“Myungsoo…!”  akhirnya dia berteriak. Kenapa dengan dirinya?  kenapa berteriak sekeras itu.

 

Myungsoo masih mempelajari kondisi dirinya dan tempat dimana dia berada.

 

“Myungsoo, apa kau tidak mengenaliku ?” tanya wanita itu.

 

“Kau selalu bersamaku, namun aku tidak mengenalmu.” jawab Myungsoo sambil meneliti selang infus yang melekat di lengan kirinya, juga perban di kepalanya, dan kenapa dengan kakinya. Myungsoo tidak bisa merasakan kakinya.

 

“Myungsoo, kau mengalami kecelakaan.Dan sudah satu mimggu ini kau coma. Apa kau tidak ingat aku ?”  tanya wanita itu.

 

“Coma ?”  tanya Myungsoo bingung.

 

“Ya. ” jawab wanita itu lirih.

 

Myungsoo menatap lanhit-langit ruangan,mengingat hari-hari yang dilaluinya dalam rasa sepi dan dingin. Benarkah dia berada pada kondisi coma. 

 

“Kau siapa ?” tanya Myungsoo. Dan wajah wanita itu menjadi sepi, murung dan berkabut. Matanya penuh dengan cerita kesedihan yang ingin dia tumpahkan.

 

Myungsoo tidak sanggub melihat semua itu. Dia tahu wanita itu selalu ada untuknya. Namun dia masih belum bisa mengingatnya. 

 

“Kau tahu aku mencintaimu…”  bisik Myungsoo. Wanita itu mengambil tangan Myungsoo dan memeluknya di dada.

 

“Kau sangat mencintaiku. ”  ujarnya.

 

“Kau selalu ada untukku, meski aku tak selalu ada untukmu.” Bisik Myungsoo. Wanita itu menggeleng.

 

“Tidak. Kita selalu bersama.”  jawabnya.

 

“Bahkan ketika aku berada dalam lingkup tak nyata kau selalu ada bersamaku. Sebesar itukah cintamu ?”  

 

“Myungsoo….”  bisik wanita itu.

 

Myungsoo melihat hujan salju di luar sana. Ada keharuan yang besar di dalam hatinya. Pengertian yang tidak bisa dijangkaunya. Bahkan dengan kebekuan itu dia mampu mengambil kehangatan yang masih terselip diantara serpihan dingin salju-salju yang mulai membeku. 

 

Kembali Myungsoo menatap kesejukan senyum di bibir wanita itu. 

 

“Siapa namamu ? “

 

“Myungsoo, kau selalu memanggilku Jiyi. Dan aku selalu memanggilmu Myunggsoo. “

 

“Begitukah ?” 

 

“Ya.”  jawabnya.

 

“Terima kasih !”  bisik Myungsoo.

 

Myungsoo tersenyum. Perasaannya tidak sesepi hari-hari kemarin. Entahlah. Dunia di sini terasa lebih hangat. Meski begitu dingin.

 

“Welcome back !” bisik Wanita bernama Jiyi. Wanita yang aku cintai.

 

 

 

 

end.

 

 

 

 

 A/n

 

Agak sedikit pusing ya ngartiinnya. Hehe..sama aku juga.

Btw, Aq mau ngucapin banyak terima kasih untuk semuanya yang sudah membaca ff q, baik yg berkomentar atau tidak. Tanpa kalian ff q ga ada artinya.

 

Oke miga-moga kalian sehat selalu di tahun yg baru. Dilancarkan rejekinya, dimudahkan jodohnya, dan makin cantik n sexy . FIGHTING !!!!

 

 

peace, Alana

 

 

 

 

 

 

 

 

24 thoughts on “Extravagaria

  1. Jadi itu mimpinya saat koma? Kirain nyata. Dalam hati, gile, sombong bener lu. Mentang2 ganteng dan sexy. Teruuss,,Myung amnesia?? Poor you.

  2. Woaaaahhh myungx koma seminggu.. daebak.. untung aja bgn2 dy ga ngusir jiyi.. myungyeon number 1.. wkwkwk.. plak di hajar minji.. omo saeng.. happy new year ya.. all the best ya.. buat tmn2 readers jg.. dan utk rini eonni yg pasti slalu bc ff lana jg.. kekek.. annyeong..

  3. Syukurlah keduanya ternyata hidup, aku pikir Jiyeon cuma setan yang muncul dalam bayangan Myung, eh ternyata Myung koma. Beruntunglah Myung yang akhirnya menemukan jalan buat sadar kembal :)
    Yah tapi kesian Jiyeon, Myungnya hilang ingatannya. 😭😭😭

  4. haha. bener bgt! persepsi2 gaje nebak2 dr awal ternyata,,, oh begitu, ternyata salah semua persepsinya pas ketemu sama endingnya! Cekaka~ ketipu! aku ditipu lana >.< lol #peace

  5. jd myungsoo koma ? pantes aja agak aneh wktu diawal sm myung ^^ myungyeon emg saling mencintai sampe dialam mimpi aja jiyi ngikut ^^

  6. ow..myungsoo koma,,kirain khyalan j..ktmu m jiyi..ternyata myunyeon sling mncintai bgtu bsar..jiyi pe msuk k’alm bwah sadar myungsoo..terharu hiks..

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s