DARK INVITATION 9


CreditposterbyAndinarima@CafePoster

CreditposterbyAndinarima@CafePoster

DARK INVITATION 

part 9

Main Cast  ||  Park Jiyeon feat Kim Myungsoo

Support Cast  ||  Oh Sehun / Bae Suzy / Centaur {OC}

Genre ||  Comedy / Fantasy

Length   ||  Chaptere

Rated  ||  G

Diaclaimer ||  I own nothing but the story !

>>>dark invitation<<<

 

 

Myungsoo meringis. Penjaga gerbang ini sungguh cabul. Pikirnya. Mana mungkin dia mau melihat para siluman mandi.

 

“Aku rasa aku akan menunggunya di tempat yang jauh saja “

 

“Dan mengintip mereka, maksudmu ?”  Centaur itu menggoda hasrat Myungsoo.

 

“Tidak. Aku tidak akan mengintip, tapi kalau terpaksa, apa boleh buat…!”  jawab Myungsoo.

 

 

>>>dark invitation<<<

 

 

Myungsoo berjalan di sisi mahluk berpostur tegab dengan aura angker itu. Bayangan tubuhnya yeng tertimpa cahaya bulan yang sebenarnya tidak terlalu purnama lagi itu seperti melambai di tanah-tanah lembab.  Myungsoo meneliti dengan kegelisahannya kenapa begitu banyak siluman di tempat ini. Mengapa mereka berkumpul di tempat aneh ini. Ah, ya baiklah. Mereka juga mahluk yang aneh, jadi kenapa harus repot dengan tempat yang aneh ini.

 

“Apa benar kau keturunan dewa ?”  tanya sang Centaur dengan berbisik.

 

“Benar. Aku keturunan dewa. Kenapa ?”  

 

“Kau harus lebih berhati-hati di sini. Karena konon katanya dewa dan para rahib merupakan makanan yang lezat untuk para siluman carnivor. ” ujar Centaur itu sambil bola matanya melirik ke kanan dan ke kiri. Dia melihat dengan jeli ke seluruh tempat, memeriksa kalau-kalau ada siluman yang sedang mengincar Myungsoo.

 

Myungsoo langsung menyilangkan tangannya di dada. Ternyata jenis-jenis siluman sungguh beragam. Kalau ada siluman carnivor, berarti ada siluman herbivor, dan omnivor. Kenapa merasa seperti berada di dalam sebuah rantai makanan ya ? 

 

“Siluman carnivor ?  Hh..ada-ada saja. Aku pernah dengar tentang siluman semacam itu, tapi mereka bukan tandinganku. ”  Dia sama sekali tidak terlihat takut.

 

“Kau tidak takut ?”  Centaur itu mendengus heran.

 

“Kenapa harus takut. Aku bisa menghanguskan tubuh siluman itu dengan pukulanku.” jawab Myungsoo. 

 

prok–prok—prok ! Centaur itu bertepuk tangan. 

 

“Kau benar-benar keren. Baiklah kalau begitu. Aku jadi tidak khawatir dengan keberadaanmu di sini. Aku hanya bisa mengantarmu hingga pohon beringin itu. Kau jangan takut, setelah melewati pohon beringin itu, nanti akan ada tiga ekor laba-laba berkepala kera.  Mereka akan menawarimu rokok, sebaiknya kau tidak usah menerimannya…”  ujar Centaur itu. 

 

“Kenapa ?” tanya Myungsoo.

 

“Karena mereka memang penjual rokok. Memangnya kau pikir kenapa ? Tapi kalau kau memang merokok, tidak masalah.” 

 

Huk–huk–huk –huweek–

 

Myungsoo terbatuk-batuk di tempat sambil memukul dadanya.

 

“Tenang saja, Aku tidak merokok, karena merokok akan merusak kesehatanku. Lagipula bisa membuat wajahku kering dan tidak bercahaya. Aura ku sebagai keturunan dewa akan pudar. ”  

 

Brrrrrhhhhh….. 

 

Centaur itu tertawa. Dia mengangkat kaki depannya ke atas sambil berjingkrak-jingkrak tak karuan. Suara tawanya membubarkan segerombolan burung hantu yang sedang meeting di pohon beringin. 

 

“Apakah kau tertawa ?”  tanya Myungsoo.

 

Centaur itu menarik nafasnya dan berhenti dalam hitungan ke tiga. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya. 

 

“apa kau belum pernah mendengar Centaur tertawa ?” 

 

“Belum, tapi kalau kuda mungkin sudah. Tawamu memang seperti kuda.” 

 

“Andweeh, ketawaku lebih seksi dari pada kuda. ”  protes centaur itu .  Myungsoo melirik aneh.  

 

“Oke !”  Jawab Myungsoo mengiyakan. Dia tidak mau mencari masalah dengan Centaur itu, karena tujuannya bertemu dengan Jiyeon belum tercapai.

 

“Baiklah, aku meninggalkanmu di sini. Kau silahkan melanjutkan perjalananmu. Dari sini, kau tinggal mengikuti jalan setapak ini, menuju pada tikungan dengan sebuah rambu-rambu bergambar sapu terbang. “

 

“Apa maksudnya sapu terbang ?”  

 

“Di situ ada ojeg sapu terbang. Kau bisa menggunakan jasa sapu terbang di situ dengan tarif siluman, yaitu satu keping gigimu. Kalau tidak mau menanggalkan gigimu, kau tidak usah menggunakan jasa ojeg sapu terbang itu. Kau bisa berjalan kaki dan menikmati pemandangan dari darat. Mudah, kan !”  ujar Centaur itu sambil mengerlingkan matanya. Sementara Myungsoo hanya menutupi mulutnya. 

 

“Baiklah. Tidak boleh menerima rokok, dan tidak usah naik ojeg sapu terbang. Oke !”  Myungsoo tersenyum.

 

“Dan Ada lagi !” Ujar Centaur itu sebelum meninggalkan Myungsoo di Pohon beringin itu.

 

“Apa ?”  tanya Myungsoo. Dia sudah khawatir akan ada tempat-tempat ganjil lainnya yang harus dia waspadai.

 

“Sampaikan salamku lada kelincimu ya g cantik itu. Sebaiknya jangan ke sini lagi. Meski di sini memang indah, tapi di sini sangat membingungkan. Dia bisa terjebak di dunia ini selamanya tanpa bisa kembali lagi ke dunia nyata. Seperti aku. Hiks..hiks…aku sungguh rindu pada keluargaku.”  ujar Centaur itu sambil berpaling. Dia meninggalkan Myungsoo sendiri. Dia hanya berdoa semoga Myungsoo bisa menemukan kekasihnya. 

 

“Hei..Hei..!”  panggil Myungsoo pada Centaur yang berjalan meninggalkannya dengan tangis buayanya itu.

 

 

 

 

.

.

.

.

 

Myungsoo melangkah dengan langkah yang pasti. Dia memperhatikan arah jalannya. Dan benar yang dikatakan centaur itu, ketika baru saja sepuluh langkah dia meninggalkan pohon beringin itu, seekor laba-laba berkepala kera datang mendekat. 

 

“Selamat malam Tuan !”  sapa Spimonk itu/spidermonkey/ itu sambil menghalangi jalan Myungsoo. 

 

“Selamat Malam !”  sapa Myungsoo ganti.

 

“Apa Tuan pendatang di sini ?” tanya spimonk itu dengan suara meggeram.

 

“Ya. Saya pendatang.”  jawab Myungsoo. Lalu Myungsoo melihat dua spimonk lagi muncul dari atas pohon, bergelantungan dengan ekor keranya.  Mahluk yang aneh. Pikir Myungsoo.

 

“Tuan, mau rokok ?” tanya Spimonk itu sambil mengeluarkan kotak yang berisi rokok, tissue, permen dan minuman gelas lainnya. Ya ampun! ada pedagang asongan di sini. Pikir Myungsoo geli.

 

“Saya tidak merokok.”  ujar Myungsoo.

 

“Yang lainnya Tuan !” tawar Spimonk itu lagi.

 

“Tidak terimakasih. Apa saya boleh lewat.”

 

“Boleh, tapi Tuan harus mendengarkan teman saya menyanyi dulu.” ujar Spimonk itu.

 

“Kenapa ?” tanya Myungsoo.

 

“Karena dia pengamen Tuan. Dia mencari uang dengan mengamen. ” jawab spimonk dengan santai.

 

“Tapi saya buru-buru.”  ujar Myungsoo.

 

 

“Kenapa buru-buru , Tuan ?’ Apa Tuan akan menetap atau hanya ingin berjalan-jalan ?” tanya spimonk itu lagi.

 

“Saya tidak akan menetap. ”  

 

“Kenapa tidak menetap ” 

 

“Saya hanya mencari seseorang. ” jawab Myungsoo sambil mewaspadai spimonk lainnya yang terlihat begitu ganas melihat ke arahnya. Dan Myungsoo mulai tersulut emosi. Spimonk ini benar-benar preman. Mereka memaksa sekali !

 

“Sayang sekali, kalau saja Tuan ingin menetap, saya bisa membuatkan tanda pengenal dengan mudah untuk anda. “

 

“Maksudnya ?” myungsoo memiringkan kepalanya.  Dan sekarang mereka bersikap seperti seorang calo. Apa-apan ini !

 

“Tuan, di sini birokrasi pembuatan tanda pengenal penduduk asli sungguh sulit. Selain di tarik biaya yang cukup tinggi, Tuan juga harus menyogok siluman gajah yang bekerja sebagai petugas kependudukan di tempat ini.”  ujar spimonk itu. 

 

Myungsoo terdiam sebentar. Dia hanya berpikir dan mencoba untuk mengingat-ingat tentang siluman gajah yang dimaksud oleh spimonk itu. Apakah siluman gajah yang dulu pernah datang kepadanya untuk mengajukan dirinya sebagai calon istri myungsoo itu. 

 

“Tuan Monyet Laba-laba !”  sebut Myungsoo.

 

“Kenapa Tuan memanggil saya begitu ?”   tanya mereka hampir bersamaan.

 

“KArena bentuk kalian seperti itu !” jawab Myungsoo.

 

“Kenapa Tuan tidak menayakan nama, kami ?  Kami sudah begitu baik memanggil Anda dengan sebutan Tuan, tapi Tuan memanggil saya dengan sebutan yang merendahkan martabat kami.” 

 

“Lho..kenapa kalian marah ? Bentuk kalian memang seperti itu”

 

“Baiklah, begini saja Tuan.”  Sang Spimonk yang sepertinya terlihat seperti pemimpin itu berjalan mendekat.

 

“Apa ?” tanya Myungsoo tanpa rasa takut sedikitpun.

 

“Bagaimana kalau Tuan meninggalkan beberapa lembar uang di sini untuk kami, lalu kami akan mempersilahkan Tuan melewati jalan ini dengan selamat !”  

 

Ow, jadi begitu ! Mereka bukanlah mahluk yang baik-baik. Mereka preman di sini, dan mereka berniat memeras Myungsoo.

 

“Kalian butuh uang rupanya!”  Myungsoo bersiap-siap dengan kepalan tinjunya. 

 

Dan ketiga laba-laba berkepala kera yang besar tubuhnya itu hampir sebesar lemari tiga pintu/sorry, ga ada alternative lain, jadi pintu dipake/ itu mendekat ke arah Myungsoo. Seperti yang sudah pernah Myungsoo lakukan, tangannya mengepal dengan kencang, dan seluruh energynya terpusat pada kepalan tangannya. Ketiga mahluk aneh itu tidak menyadari hal itu sehingga mereka semakin mendekat. Myungsoo semakin meningkatkan tenaganya. Dan seluruh alam semesta seperti berada dalam kuasanya. Bentuk cahaya electric terpancar dari kepalan tangannya. Dan ketika mahluk itu menyerang dengan kaki-kaki mereka , Myungsoo mengangkat kedua tangannya membentuk sebuah lingkaran dan seluruh mahluk itu terpental dengan energy cakra yang mampu menumbangkan pepohonan di sekitarnya. Beruntung ketiga mahluk itu hanya terjungkal lima meter dari Myungsoo. Hheuh..hanya lima meter. Myungsoo kecewa. Biasanya dengan tenaganya tadi, paling tidak dia bisa melemparkan musuhnya hingga dua puluh meter. Baiklah, diulangi !!!  

 

Myungsoo bersiap-siap lagi, tapi mereka para laba-laba berkepala kera itu sudah bangkit berdiri dan berlarian. 

 

“Hei…aku belum puas !”  teriak Myungsoo.

 

.

.

.

 

Myungsoo mendengar tawa yang riang dari sebuah tempat di kejauhan. Sayub-sayub dia merasa tempat yang dia tuju sudah semakin dekat. Myungsoo sedikit mempercepat langkahnya. Bulan purnama memang sudah berlalu berhari-hari. Namun entah kenapa Cahayanya masih seterang purnama penuh saat Myungsoo menemukan tubuh Jiyeon menjadi kelinci. Apakah berbeda,  purnama di dunia manusia dan dunia siluman. 

 

Myungsoo mengintip dari balik semak-semak ke arah danau teratai. Di sana banyak siluman yang sedang mandi dan bercengkrama. Dan Myungsoo melihat Jiyeon sedang duduk dipinggiran danau, menatap siluman -siluman lain yang mandi dengan asiknya. 

 

“Syukurlah Jiyeon tidak mandi.” batin Myungsoo lega. Jadi dia tidak harus melihat hal-hal yang nantinya akan membuatnya merasa senang. Myungsoo mengerutkan dahinya. SENANG ? 

 

SWIIIIIINGG…SREEEK..SREEK…CIIIIIITTT….GUBRAKH….

 

Sebuah sapu terbang mendarat di sisinya. Dan dia melirik seseorang turun dengan sempurna. 

 

“Ajudan Sehun !”  sebut Myungsoo senang. 

 

“Tuan Myungsoo !”  jawab Sehun. Dan…

 

“Oh Ajudan Sehun, kenapa kau harus naik sapu terbang ?”  tanya Myungsoo menyayangkan. Dia melihat gigi depan Sehun tanggal satu.

 

“Tidak apa-apa, Tuan Myungsoo. Gigi saya akan beregenerasi !”  ujar Sehun santai. Dia sibuk memperhatikan ke arah danau.

 

“Kau pikir gigimu buntut cicak !”  gerutu Myungsoo.

 

“Sehun, hentikan !”  Lanjut Myungsoo sambil menarik tangan Sehun untuk menjauh dari danau. Dia tidak mau ajudannya ini nanti jadi sasaran empuk para siluman.

 

“Bagaimana ceritanya kau bisa sampai ke sini ?”  tanya Myungsoo bingung.

 

“Tuan sudah pergi begitu lama. Bagaimana saya tidak cemas. ” ujar Sehun khawatir.

 

“Ajudan Sehun, aku baru saja pergi selama lima sampai enam jam. Bagaimana kau bilang lama.”  Myungsoo duduk pada sebuah batang kayu.

 

“Tuan Myungsoo. Apa Tuan tidak tahu, satu jam di dunia siluman itu ibarat satu bulan, di dunia manusia. Tuan sudah pergi selama enam bulan. Bahkan saya sudah berbulan madu dengan Suzy, Tuan.”  ujar Sehun meyakinkan. 

 

Pok!

 

Myungsoo menepuk dahinya. Dia membenarkan ucapan Sehun. Jadi memang seperti itulah perhitungannya. Aigoo…

 

“Ajudan Sehun. Kau sungguh setia padaku. Aku sangat bangga mempunyai ajudan sepertimu ! Dan selamat atas pernikahanmu dengan Suzy. Maaf aku belum memberi ampao. ”  ujar Myungsoo senang.

 

“Tidak apa-apa Tuan Myungsoo, saya mengerti ? Maksud saya nanti saja kalau dudah kembali ke dunia manusia, Tuan bisa memberi saya Ampao.”  jawab Sehun.

 

“Kau sungguh pengertian.Dan juga perhitungan ternyata…”

 

Sehun meringis.

 

“Lalu bagaimana Tuan Myungsoo. Apakah Tuan sudah menemukan Jiyeon ?” tanya Sehun. Matanya masih melirik ke arah danau.

 

“Ajudan Sehun kau sudah menikah dengan Suzy. Jadi hentikanlah sifat mata keranjangmu itu !”  hardik Myungsoo sedikit geram. Dan Sehun meringis lagi.

 

“Baik Tuan. ”  

 

Myungsoo kembali melihat ke arah danau. Dan melihat Jiyeon yang sedang duduk di pinggir sana. Bagaimana caranya memberikan isyarat agar Jiyeon mengetahui keberadaannya.Myungsoo terdiam.

 

“Tuan, biar saja saya yang ke sana. ”  Sehun menawarkan dirinya dengan senang.

 

“Ajudan Sehun, kau bisa di makan siluman carnivore jika menampakkan diri di sana.”  

 

“Benarkah ?”

 

“Kau jangan sembarangan di dunia siluman ini!  Kita ini dianggab penyusup, menegerti!” 

 

“Iya, Tuan. Mian !”  

 

.

.

.

 

 

Lama mereka berpikir, tapi sepertinya tidak penting, karena kemudian Jiyeon muncul. Dia berjalan mendekati mereka. Dan Myungsoo terpana. 

 

“Jiyeon !” panggil Myungsoo. Jiyeon menoleh tapi dia tertegun. 

 

“Aku ?”  tanya Jiyeon sambil menunjuk dirinya.

 

“Ya. Kau Jiyeon-ku !” serbu Myungsoo sambil mencoba untuk memeluk gadis kelinci itu.

 

“Ma..maaf Tuan. Anda ini siapa ?”  tanya Jiyeon bingung.

 

“Jiyeon ! ini aku Myungsoo, kekasihmu, sayangmu, cintamu…”  ujar Myungsoo lebay. Tapi Jiyeon masih belum sadar juga. Apa dia amnesia ?

 

“Nona Jiyeon, Anda kenal saya ?” tanya Sehun.

 

“Ah, Tuan Sehun !”  sambut Jiyeon, dia langsung mendekat pada Sehun.

 

“Kau tidak lupa padaku Nona Jiyeon ?”  tanya Sehun

 

“Tidak. Kau kekasih kakakku, Suzy.” 

 

“Ya. Benar !” 

 

“Jiyeon, kenapa kau tidak lupa padanya, tapi malah melupakan aku ? Bagaimana ini ?”  Myungsoo panik.

 

“Tuan, saya sungguh tidak ingat Tuan. Maaf.”

 

“Kenapa bisa begitu ? Apa kau marah padaku, Jiyeon ? Kau pasti kecewa padaku karena aku tidak jadi datang melamarmu waktu itu. Aku sangat menyesal, Jiyeon. Aku tidak sengaja melakukan hal itu. Ada hal penting yang harus kulakukan Jiyeon. Tolong mengertilah !” 

 

“Tuan Sehun, sebenarnya dia itu siapa ?”  tanya Jiyeon pada Sehun. 

 

“Nona, dia adalah Tuan Myungsoo. Calon suami Nona. ”  jawab Sehun. Jiyeon menunduk malu. 

 

“Benarkah ?”  ujarnya lembut.

 

“Iya. Kenapa kau bisa melupakan aku ?” Myungsoo mendekat dan meraih jemari Jiyeon yang terlihat seperti kelinci yang malu-malu.

 

Jiyeon Tertegun memikirkan perjalanannya menuju ke dimensi ini. Apa yang telah terjadi dengannya. Apa karena perasaan putus asanya dia menjadi seperti ini. Kenapa ingatannya tentang Myungsoo bisa hilang ditengah jalan. Terkikis oleh dinding-dinding lorong waktu.

 

“Jiyeon, aku senang telah menemukanmu lagi. Ayolah kita kembali ke dunia manusia.”  ujar Myungsoo.

 

“Tapi Tuan, aku ini siluman. Di sinilah tempatku.”  ujar Jiyeon.

 

“Pulanglah bersamaku. Kita akan menikah. Kasihan Ahjuma sudah menunggumu. Apa kau tidak ingat padanya.”  

 

“Ahjuma !”  pekik Jiyeon. 

 

“Ya, dia yang mengatakan bahwa kau pergi meninggalkannya. “

 

“Baiklah, aku akan kembali. Tuan, ajaklah aku kembali.”  ujar Jiyeon.

 

“Dan menikah denganku ?”  Myungsoo tersenyum.

 

“Itu terserah Tuan saja !” jawab Jiyeon malu-malu.

 

.

.

.

 

Mereka berjalan melewati tempat-tempat yang tadi dilalui. Jalan setapak, pegunungan dan beberapa tikungan. Tapi kenapa mereka justru kembali ke tempat semula. Aigoo, dunia di sini begitu aneh. 

 

“Tuan, lihatlah warna bulannya begitu merah . Apa artinya itu ?”  tanya Sehun.

 

Myungsoo dan Jiyeon melihat pada bentuk bulan yang berwarna merah. Dan mereka juga tidak menegrti.

 

“Tuan, apa sebaiknya kita tidak bertanya pada seseorang di sini, ke mana kita harus menuju. Sepertinya kita akan terjebak di sini ?”  Sehun terlihat sedikit cemas. 

 

“Tenanglah ajudan Sehun. Aku mempunyai ajian yang bisa membawa kita kembali ke dunia kita.” ujar Myungsoo.

 

“Ah Tuan, kenapa tidak bilang dari tadi. Jadi kita tidak perlu capek-capek jalan kaki ke sana ke sini !”  keluh Sehun sambil mendesah.

 

Myungsoo tertawa.

 

“Aku lupa, Ajudanku yang tampan ! Baiklah, kalau begitu mari kita pergi dari sini !”  Myungsoo mengajak Sehun dan Jiyeon berpegangan. Mereka membentuk lingkaran kecil dan memejamkan mata.

 

SITI TULI JAGAT BISU KABEH BUWANA BUNGENG NGENG KABEH BUNGENG BISU SAKABEH

( Author tidak menjamin kalau ada bagian tubuh yang hilang setelah membaca mantra di atas ) 

 

Myungsoo merapalkan mantranya. Dan mereka menghilang.  Lalu beberapa saat kemudian mereka membuka mata.

 

Myungsoo meneliti tempat yang mereka pijak. Sungguh ini adalah tanah. Namun…

 

“Kalian sedang bermain apa ? Aku boleh ikutan ?”  tanya sebuah suara. Ketiganya langsung terkejut dan menoleh dengan kemunculan Centaur.

 

“Ah, kenapa masih berada di sini ?”  tanya Myungsoo pada dirinya sendiri. Kesal!  

 

“Kalian sedang bermain apa sebenarnya ?” tanya Centaur itu lagi.

 

“Kami tidak sedang bermain, kami sedang bingung Tuan Centaur !”  jawab Myungsoo.

 

“Kupikir kalian sedang bermain . Aku mau bergabung. Kelihatannya asik. Dari tadi melompat ke sana melompat ke sini sambil berpegangan tangan.  Hehe…”

 

“Iya. Kami sedang berusaha untuk kembali ke dunia kami, Tuan Centaur. Tapi sepertinya ilmuku tidak bisa membawa kedua orang tercintaku ini !” 

 

“Ah Tuan, bisa saja ! Akupun mencintai Tuan Myungsoo!”  Sehun memukul dada Myungsoo manja.

 

“Ajudan Sehun, kau menjijikkan !”  gertak Myungsoo.

 

“Maaf, Tuan !”  ujar Sehun malu. Dan Jiyeon hanya tersenyum melihat adegan lucu itu.

 

“Oh jadi begitu ceritanya. Kalian ingin kembali ke dunia manusia.”  timpal Centaur itu mengerti.

 

“benar.” jawab Myungsoo.

 

“Aku bisa membantumu, Tuan Myungsoo. “

 

“Benarkah ?”  Jawab mereka hampir bersamaan. 

 

“Ada satu syaratnya. ” ujar Centaur itu sambil menyilangkan tangannya di dada.

 

.

.

.

.

.tbc

 

 

a/n

 

Hi…kayaknya next chapter ending deh! 

Oke ! see you again!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

26 thoughts on “DARK INVITATION 9

  1. oh ya ampun.bagaimana ini lan,q baca tu mantra dan bagian tubuhku hilang…kuku jariku karna dipotong..

    hahahaha…

    ya walau kata2nya ngawur tapi sangat menghibur ngakak bacanya dri awal ampe akhir .

  2. lcu…lcu…q bca ff niech ktwa” ndri…dr awl mpe akhr da” z tngkh mrk yg bkin q trtwa
    hehe
    hmzzz kra” syrat ap yg d ajukn centaur k myung?
    trs mrk bsa kmbli ga k dnia mnusia n mnkh?
    keke
    next…
    gumawooo pw’y n mhon izn u/ bca ff lain’y

  3. ehh ada pedagang asongan,ojek sapu pengamen komplit euyyy asa lg naik metromini preman pun ada hahaha :) :D mantranya mistis bin horor :D kira2 apa syarat yg bakal di ajukan centaur?? jgn2 minta kiss sama myungsoo hahaha :D :D

  4. ff tergokielll wkwkwk~
    sampe ajudan sehun udh bulan madu myungsoo belom pulang juga haha keenakan sehunn~
    Dan ternyata siluman Spimonk itu pdgang asongan merangkap Calo Ktp juga wkwkwk~
    aaahhh eonnie daebak bgt mantranya (y)

  5. Hahaaaaa..myung benar ” gokil.. Kira” syarat apa ya yang di minta centeur pada myungsoo..jangan bilang minta duit buat beli roko sama spimonk, atau buat ke toilet hahahaa..

  6. Waw
    Lana mang bener” semua dundang mulai dr pedagang asongan,pengamen mpe ojeg sapu pun ada….itu lain dr yg lain ( baru denger ojeg sapu )
    Sehun setia banget mpe nyusul tuan’na bahkan rela ninggalin suzy pdhl kan dy pengantin baru..
    Tapi ko bisa jiyeon ga inget sm myungsoo???

    • Haha..iya, di sini semua maen. Kecuali gepeng ….. KNAPA DIA LUPA? Nah, Jiyeon tadinya kecewa banget pas Myung ga jadi ngelamar, seperti hilang kepercayaan, trus ketika dia melakukan self tranformation ke dunia siluman, dia jadi amnesia. Yah ceritanya begitu aja. Emang ga terlalu dalam menguak tabir Jiheon d ff ini , kebanyakan Sehun dan Myung. Haha…ga tau lah..ff somplak gini, aq juga jd bingung. Btw thank u !

  7. Cekakak! tengah malem perut dibikin koclak perkara dark invitation nya lana. makin laper dah nih perut! :3 beuh,,
    krn nyadar maksud dari spimon itu singkatan dari spider dan monkey asli jadi makin ngakak.
    ohh ajudan sehun tersayang yang sungguh multi fungsi! setia, perhatian dan perhitungan. wkwk. perhitungan kalender antara dunia siluman dan dunia manusia parah bgt jeng xD
    kalau si Centaur bisa bantu myungsoo kembali ke dunia manusia kenapa dia sendiri harus terjebak tanpa bisa pulang di dunia siluman. eleh eleh….
    aku nantikan apakah syaratnya itu? :D

  8. mwo wae mesti pke syarat sgla c..,,
    myungsoo ikut pabo nya j klo udh bcra dgn ajudan nya..

    smoga mrk bs kmbali..n myungsoo scpat nya mnikahi jiyi..

  9. Ga kebayang myungsoo baca mantra itu😝😝😝 wkwkwk
    Yeeee akhirnya ketemu juga jiyeonnya😃 tapi kenapa dia lupa sama myungsoo doang ya? Ah yaudahlah yg penting dia ga nolak aja pas diajak nikah😁
    Emm kira kira apa ya syarat nya?

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s