[Freelance Ficlet] Beautiful In White

cover

 Beautiful In White

Author: Jesicha Cho

Length:Ficlet

Rating:PG – 16

Genre:Angst, AU

 

CAST/Main Cast:

Lee Jieun as IU

Byun Baekhyun of EXO

 

 

~~Happy Reading~~

 

All Baekhyun Pov~~

 

 

Semuanya terjadi tanpa bisa kukontrol. Seperti mimpi dikala lelapku, aku tak bisa membayangkan ini semua. Disaat Tuhan mengangkatku sampai keatas, membuatku terbang dengan semua yg kupunya, kebahagiaan dengan orang yg kucintai,, disaat itu pula aku takut bila Tuhan bisa saja menghempaskan itu semua sampai hancur tak tersisa.

 

*

*

*

*

*

*

*

*

Disini,, aku mengembangkan senyum tulus kearahnya. Memandang wajahnya dengan lekat disaat dia sedang dirias.

Cantik. Sungguh dia terlihat sangat cantik. Memakai gaun putih dengan riasan wajah yg tampak terlihat natural. Tuhan, begitu indahnya ciptaanmu. Aku bersyukur, sangat sangat bersyukur karna memiliki wanita sebaik dan setulus dia.

Lee Jieun, namanya..nama yg seakan telah tertanam mati dihatiku, nama yg bisa dikatakan ‘permanen’ dan tak akan terhapus oleh berjalannya waktu.

Aku mencintainya, sangat sangat mencintainya…

Aku menyayanginya lebih dari aku menyayangi diriku sendiri..

 

Didunia ini memang tak ada manusia yg sempurna, tapi bagiku dia adalah wanita yg paling sempurna yg kumiliki. Terdengar berlebihan memang, tapi itulah kenyataan yg ada dan aku akui itu.

 

“dia…sangat cantik kan??” tanyaku membuka suara pada seorang wanita paruh baya yg sedang meriasnya. Dia dengan telaten merias wajah wanitaku.

Bibi itu menoleh padaku dan mengangguk lalu tersenyum.

 

“hmm nona Jieun sangat cantik, tuan beruntung memilikinya” jawab bibi lalu melanjutkan kegiatannya –merias wajah Jieun-

 

Aku dan bibi itu sama-sama tersenyum, sedangkan orang yg dipuji hanya tetap diam tak bersuara.

 

Aku beralih menatapnya dalam, mungkin sudah tergambar jelas tatapan yg paling menyedihkan yg terpancar dari kedua mataku.

“kau cantik bila memakai gaun,, sangaattt….cantik” kataku mengelus sayang rambut halusnya yg tergerai indah.

“dan…akan lebih cantik bila kau tersenyum kearahku saat ini..” lanjutku menunduk.

‘Jangan..BYUN BAEKHYUN..jangan pernah kau coba untuk menangis saat ini’ kataku keras dalam hati.

 

Setelah beberapa jam, bibi yg merias Jieun sudah keluar dan meninggalkan kami berdua dengan kesunyian.

Kesunyian ini semakin menambah kesan miris diantara kami. Aku tetap diam tapi pandanganku tak pernah lepas dari sosok itu. Diam. Wanitaku tetap diam dengan wajah tenangnya.

 

“sayang….su-sudah kubilang kau terlihat cantik memakai gaun pengantin itu…..kau tak mau berkata apa-apa untukku? Berkata trima kasih atau memelukku,, kau tak mau???” kataku bergetar. Sial. Aku semakin tak bisa menahan tangis ini. butiran hangat itu seolah-olah sudah berteriak ingin keluar dari sela mataku. BYUN BAEKHYUN kalau kau menangis Jieun akan marah..!

 

“Bodoh” umpatku.

“Bodoh, bodoh, bodoh… jelas-jelas Jieun tak akan pernah bisa menjawabmu Byun Baekhyun..” aku mengumpat tak jelas. Kurasa aku sudah kurang waras saat ini.

 

Aku menunduk dalam dengan tubuh yg bergetar. Tanganku menyentuh benda persegi panjang yg didalamnya terdapat wanita yg kucintai.

Aku menangis setelah sedari tadi sekuat tenaga menahan agar tidak menangis dihadapannya. Ya, aku menyerah….menyerah dengan air mata ini.

Tak apa bila semua orang mengataiku sebagai pria yg cengeng atau apalah yg semacam itu, aku tak peduli…yg penting semua yg tertahan dihatiku bisa kukeluarkan walau dengan tangisan.

Semua ini terasa memilukan untukku, dadaku terasa sesak, sangat sesak bila menatap wajah sendunya.

 

“nona Lee… seharusnya kau memakai gaun pengantin ini disaat pernikahan kita,, bukan kau pakai untuk tidurmu saat ini”

Tes.

Air mataku jatuh tepat diwajah damainya itu. Aku menangis keras. Bisakah ini semua hanya sekedar mimpi buruk untukku? bisakah?

Tolong bangunkan aku! pasti ini hanyalah mimpi burukku..!!

 

“maaf sayang,, oppa menangis dihadapanmu. Jangan menertawakan oppa dan mengejek oppa cengeng,, mengerti??” kataku sambil menghapus air mataku yg jatuh diwajahnya. Dingin. Itulah yg kurasakan saat menyentuhnya.

Arrggghhh aku benci saat-saat seperti ini.. AKU BENCI!! SUNGGUH!!

Kenapa kenyataan ini begitu menyakitkan untukku? Kenapa ini semua begitu menyesakkan untukku? Ingin sekali aku ikut dengannya dan pergi meninggalkan dunia ini.

 

Lee Jieun, wanita cantik dan berhati malaikat, wanita yg menjadi kekasihku selama 3 tahun. Aku tak menyangka kalau dia akan pergi mendahuluiku begitu cepat. Selama setahun dia berjuang melawan penyakit leukemia yg bersarang ditubuhnya, sampai dia tak sanggup lagi dan menutup matanya untuk selamanya.

Aku ingin menyalahkan Tuhan karna sudah mengambil orang yg sangat berarti bagiku itu, kenapa Dia membuat Jieunku pergi? Kenapa harus Jieun yg mendapat penyakit sialan itu? kenapa harus wanita sebaik dan setulus Jieun?

Tapi sejenak aku berpikir, bahwa akulah yg salah. Tak seharusnya aku menyalahkan Tuhan karna sudah mengambilnya. Mungkin ini semua sudah menjadi takdirku dengan Jieun. aku harus menerimanya.

Jieun, kau sudah tak sakit lagi kan sayang? Kau disana pasti sudah tersenyum dan tak akan menangis lagi karna penyakit itu. Tuhan pasti sudah mencabut semua penyakitmu.

‘Jieun-ah….oppa bahkan sudah merencanakan pernikahan kita dengan sebaik mungkin. Memilih gaun yg cantik untukmu. Tapi kenapa kau memakai gaun itu disaat kau tidur? Seharusnya kau memakainya dihari pernikahan kita…!!’ batinku melolong pilu.

 

 

“Baekhyun-ah..” ujar seseorang tiba-tiba menepuk pundakku.

Tanpa melihatpun aku sudah tahu siapa itu. Dia pasti Donghae hyung, kakak satu-satunya Jieun.

Aku menoleh kearahnya dengan senyum piluku, dia memandang nanar kearahku.

 

“kau baik-baik saja kan?” tanyanya khawatir.

Aku ingin sekali berteriak dan menjawab, TIDAK HYUNG! Keadaanku bahkan jauh lebih buruk. Akupun tahu benar, kalau hyung juga sedang tidak dalam keadaan yg baik, tapi hyung malah menutup semuanya dibalik senyum hangat itu.

Aku mengangguk lemah.

 

“sudah saatnya….” Katanya pelan seraya menunduk.

“kau tak bisa menahannya lagi, Jieun harus segera dimakamkan..” lanjut Donghae hyung yg seketika membuat jantungku berpacu lebih cepat.

 

DAMN!!! Kenapa harus secepat ini??

Aku masih belum puas untuk bersamanya, aku masih belum puas untuk menatap wajahnya, mengingatnya kedalam memoriku..

Kumohon…bisakah Jieun bertahan lebih lama lagi disisiku?

Arrggghhh…tapi aku tak bisa egois. Aku harus merelakannya pergi. Aku harus bisa hidup tanpanya disini. Tapi apa bisa? Apa bisa aku hidup tanpa belahan jiwaku yg hilang? Bisakah??

Tuhan, bisakah kau hentikan waktu saat ini juga? Aku masih ingin bersamanya….

 

“Byun BaekHyun…kau mendengarku??” lamunanku dibuyarkan oleh suara Donghae hyung.

Aku tersenyum paksa kearahnya “baiklah…”

“tapi bisakah hyung meninggalkanku bersamanya?” tanyaku memelas.

Donghae hyung mengerutkan alisnya.

 

“hanya 5 menit dan Jieun bisa dibawa ke pemakaman” lanjutku dengan suara pelan disaat mengucapkan kata pemakaman.

Dia tampak berpikir lalu setelah itu mengangguk mengiyakan permintaanku.

 

“jangan lama-lama,, ingat…hanya 5 menit. Semua orang sudah menunggu diluar” katanya mengingatkan lalu berlalu pergi.

Aku mengangguk.

 

 

Dan inilah saatnya, saat dimana aku tak akan pernah bisa melihatnya lagi, saat dimana aku tak akan bisa menggenggam erat jemarinya, mendekapnya kedalam pelukanku.

Aku mendekat kearah peti yg sudah terbaring wanita yg sangat kucintai.

 

Chuu~~

 

Aku mengecup lembut tepat dipuncak kepalanya cukup lama, lalu memakaikan sebuah cincin tepat dijari manisnya. Cincin yg seharusnya kupakaikan dihari pernikahanku bersamanya.

Aku tak mau menyesal seumur hidup karna tak akan bisa memakaikan cincin itu dijarinya. Meski keadaannya sudah berbeda saat ini, aku sudah sangat bersyukur bisa melihat Jieun memakai cincin itu. cincin yg selalu diimpikannya dari dulu. 

Aku mendekatkan wajahku ketelinganya dan membisikkan kata untuk yg terakhir kalinya. Ya, aku tahu bila dipikir pakai logika, itu semua tak akan didengar Jieun, tapi aku yakin kalau dia pasti mendengarnya.

 

 

“Terima kasih, karna sudah terlahir menjadi belahan jiwaku, melengkapi kekosongan hatiku, menemani hari-hariku sehingga menjadi lebih bermakna, menjadi wanita yg paling cantik bagiku,,….” Aku berhenti sejenak,, menarik nafas dalam-dalam lalu kembali memandang matanya yg tertutup sempurna.

 

“….. meski hanya sebentar waktu yg kita lalui bersama…… tunggu oppa disurga sayang… SARANGHAE Lee Jieun…”

 

-FIN-

2 thoughts on “[Freelance Ficlet] Beautiful In White

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s