[Freelance Chaptered] FIRE AND ICE (chap.1)

photo-4

Title:

Fire and Ice (It’s You)

Length :

Chapter

Genre:

Romance, School Life

Rating:

PG-14

Author:

Rissa Jung

CAST:

Ok Taeychon

Park Eun Ji (OC)

Shin Hye Kyung (OC)

 

 

Aku memilihnya dan dia memilihku

Kupikir aku telah jatuh cinta padanya

Tapi, apakah itu benar?

Sedangkan cinta pertamaku datang,

dan menawarkan sejuta kenangan padaku.

Mampukan aku berkata ‘tidak’ padanya?

Karena pada akhirnya takdirlah yang menentukan

Bukan aku.

 

Tapi aku tahu,

bahwa aku harus memilih

Antara api dan es,

mana yang kusuka?

Sebab aku menyukai keduanya.

 

 

Foreword

 

Saat aku kecil, nenekku pernah berkata, kalau hujan dapat mengabulkan permohonan seseorang. Aku tahu itu terdengar sangat bodoh. Mungkin saja, nenekku hanya membohongiku saja. Aku tidak tahu. Tapi yang pasti aku mempercayainya seolah-olah itu mungkin. Maka setiap hujan aku selalu memandang keluar jendela dan mengulurkan tanganku. Merasakan setiap tetes hujan yang jatuh ke telapak tanganku. Sambil memejamkan mata dan mengucapkan segala permohonan yang kuinginkan. 

 

Tentu saja semua permohonanku tidak pernah terkabul. Aku begitu bodoh waktu itu, tetap mempercayainya walaupun itu tidak mungkin. Maka ketika aku sudah besar, aku tidak lagi memohon banyak hal pada hujan. Tidak pernah sekali pun aku memohon pada hujan lagi. Aku tidak percaya lagi pada dongeng masa kecilku.

 

Tapi hari ini berbeda. Hari ini, aku menatap hujan dengan pandangan yang menuduh. Hujan tidak pernah mengabulkan permohonanku. Membalas permintaanku saja tidak. Tapi aku ingin meminta hujan mengabulkan satu permohonanku hari ini. Hanya hari ini saja. Aku tidak peduli apakah permohonanku selanjutnya akan terkabul atau tidak, aku tidak peduli. Hanya hari ini saja aku akan memohon pada hujan.

 

 

 

Agar aku dan dia bisa bersama selamanya….

 

 

“ Eun Ji-ssi” 

 

Seseorang memanggil namaku dari belakang. Spontan, aku menoleh kearah datangnya suara itu.

 

“Eun Ji-ssi, kau tahu berapa kali aku harus memanggilmu? Kau kenapa sih?” tanya Shin Hye Kyung. Hye Kyung-ssi adalah temanku sejak SMP. 

 

“Ah, kau sudah memanggilku berkali-kali?” jawabku mengulang pertanyaan Hye Kyung-ssi. Aku sudah seperti orang bodoh saja mengulang pertanyaan seseorang. 

 

“Aku tidak apa-apa, kau lihat sendiri aku sehat dan kuat!” kataku ketika Hye Kyung masih memandangku tidak  mengerti.

 

“Lupakan saja.” kata Hye Kyung sambil memutar bola matanya.

 

Kemudian dia mendekat kepadaku dan berbisik lagi, “Eun Ji-ssi, kudengar ada murid pindahan di sekolah kita hari ini”

 

“Benarkah?” kataku heran.

 

“Iyaa benar. Semua orang sedang membicarakannya sekarang. Sekolah kita menjadi sangat heboh karena berita ini, kau tahu? Apalagi katanya murid itu setingkat dengan kita”

 

“Kira-kira, dia akan masuk kelas mana yah?” tanya Hye Kyung lagi lebih kepada dirinya sendiri. Aku hanya diam saja. Jujur aku juga tidak tahu ada murid pindahan di sekolah kami hari ini. Aku tidak peduli. Ada murid baru atau tidak sama saja bagiku. Sekolah tetap akan berlanjut, bukan?

 

Kami akhirnya tiba di kelas. Semua orang sibuk membicarakan murid pindahan ini.

 

“Hei, tahu tidak, ada murid baru hari ini lho”

 

“Katanya murid itu laki-laki”

 

“Ah, semoga saja dia tampan”

 

“Dia akan masuk kelas mana ya kira-kira”

 

“Aku berharap dia sebangku denganku nanti”

 

Aku muak mendengarnya. Apa istimewanya murid baru, kataku dalam hati. Aku lalu menaruh tasku di meja sebelah jendela. Meja favoritku. Aku suka memandang langit, karena itu aku tidak pernah duduk jauh-jauh dari jendela. Semua teman sekelasku sudah paham kebiasaanku itu. Jadi mereka selalu menyisakan tempat duduk dekat jendela untukku. 

 

 

 

 

Teng !

Teng !

Teng !

 

Bel tanda masuk dibunyikan. Semua siswa segera masuk ke kelasnya masing-masing. Semua orang masih sibuk membicarakan tentang murid pindahan itu. Tiba-tiba, Lee Ji Woo-nim, wali kelas kami datang diikuti dengan seorang murid laki-laki di belakangnya. Kelas langsung hening. Terdengar suara wali kelas kami yang lantang 

 

“Selamat pagi anak-anak, hari ini seperti yang telah kalian ketahui, sekolah kedatangan murid pindahan baru” kata Ji Woo-nim sambil menoleh kearah murid pindahan itu. Murid itu hanya diam saja.

 

“Silahkan perkenalkan namamu” perintah Ji Woo-nim.

 

Sejenak kelas hening. Lalu murid pindahan itu maju ke tengah kelas dan tersenyum.

 

“Perkenalkan, nama saya Ok Taeyon. Salam kenal semuanya.”

 

Serentak, kelas langsung heboh. Semua siswa berbisik-bisik sambil menatap siswa baru itu-Ok Taecyon. Aku hanya menatapnya datar. Taecyon memiliki wajah yang khas dan postur tubuh yang tinggi. Kulitnya terbilang sedikit gelap. Mungkin karena dia sering terkena matahari. Rambutnya cepak keatas. Dan, dia memiliki mata yang tajam. Ya, tajam menusuk. Seakan-akan dia bisa tahu apa yang sedang dipikirkan. Aku bergidik pelan.

“Nah, Taecyon-ssi, silahkan duduk di kursi kosong sebelah sana” Kata Ji Woo-nim sambil menunjuk ke kursi disebelahku. 

 

Aku menatap Ji Woo-nim dengan pandangan tidak terima. Tentu saja aku tidak mau sebelahku adalah murid pindahan itu. Aku mengacungkan tangan keatas.

 

“Mianhe Ji Woo-nim, tapi apakah dia tidak bisa duduk ditempat lain?” tanyaku sambil menunjuk kearah murid pindahan itu.

 

Ji Woo-nim memandangku bingung, “Eun Ji-ssi, kau lihat tidak ada kursi kosong lagi di kelas ini. Baik-baiklah pada Taecyon-ssi ya..”

 

Sekarang mataku beralih dari Ji Woo-nim ke murid baru itu. Aku menatapnya galak. Dia balas menatapku juga dengan pandangan datar. Lalu, dia tersenyum kearahku dan berjalan kearahku. Aku hanya bisa menatapnya tajam.

 

Dia menaruh tasnya disebelahku dan menoleh padaku.

 

“Namaku Ok Taecyon”

 

“Aku Eun Ji. Park Eun Ji.”

 

 

 

 

 

 

Don’t be silent reader ^^ 

Hope you like it.

 

All characters in this fanfiction are fictitious. Any resemblance to real person, living or dead, is purely coincidental.

 

 

*Rissa Jung*

 

 

 

 

3 thoughts on “[Freelance Chaptered] FIRE AND ICE (chap.1)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s