[Ficlet] Count the Stars

count

a ficlet

“Count the Stars”

635 words | Romance?, AU!, Sad | G | starring : Byun Baekhyun & Jung Ae Mi OC

originally posted at https://axyrus.wordpress.com/2014/12/24/ficlet-count-the-stars/#more-673


.

” Kau tahu sendiri, tidak semua orang akan mengingat kita. Tapi kuharap, orang-orang yang kucintai akan selalu mengingatku. Dan, kuharap……. kau juga. “

.

“Baekhyun, lihatlah!” ucap Ae Mi yang tengah berbaring di sebelahku dengan antusias. Tangan kirinya memegang tangan kananku seakan mengecek apakah aku benar memperhatikan kata-katanya. Sementara tangan kanannya sibuk menunjuk ke arah ribuan bintang yang tengah bersinar terang di langit malam.

“Mereka….. banyak.” kataku sambil menoleh ke arah Ae Mi yang masih sibuk menunjuk bintang. Berupaya menanggapinya.

“Ya, mereka banyak. Ayo kita menghitungnya !” ucap Ae Mi lagi. Membuatku terperanjat heran.

“Bagaimana bisa?” tanyaku yang dibalas dengan senyumannya.

“Bukan menghitung seperti itu maksudku.” Lanjutnya seraya mempererat genggaman tangan kami.

“Lalu?” ucapku, mengalihkan pandangan dari langit menjadi menatapnya.

“Nenekku pernah bilang. Jika kau ingin orang yang sangat kau cintai selalu mengingatmu, katakan padanya untuk menghitung bintang yang ada di langit.” ucapnya sambil menatap langit.

“Benarkah? Bagaimana? Ajari aku!” kataku dengan antusias.

“Hm… itu lihatlah! Carilah bintang yang paling bersinar terang di antara yang lain! Bintang itu bukan?”

“Oh, ne.” Tanganku ikut menunjuk ke arah bintang yang paling terang itu, mengikuti gerakan Ae Mi.

“Hitunglah bintang-bintang yang berada di sebelah kanannya, yang seakan berada dalam satu garis lurus. Hitung sampai bintang yang ke-11. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sebelas. Nah, kau sudah menemukan yang kumaksud?” katanya panjang lebar yang mendapat gelengan dariku.

“Ah, sulit !” keluhku kesal.

“Hm…. tidak juga. Sini, aku akan mengulanginya.” Gumamnya sambil meraih tangan kananku dan menggerakkannya, menyuruhku mengikuti intruksi-intruksinya, demi menghitung bintang yang menurutku kurang kerjaan.

“Satu… dua… tiga… empat… lima… enam… tujuh… delapan… sembilan… sepuluh… sebelas !” hitung kami bersamaan dan diakhiri dengan tawa bersama.

“Wah, aku menemukannya.” Ucapku girang sambil mengacak rambut Ae Mi yang tertawa melihatku.

“Tapi kurasa, tidak semua orang bisa menemukannya. Apa itu berarti tidak semua orang juga akan mengingat kita? Lagi pula, mungkin mereka menganggap hal ini kurang kerjaan.” lanjutku.

“Tidak sepenuhnya kurang kerjaan, bisa saja untuk mengurangi rasa sedih bagi yang ditinggalkan. Ya, kau tahu sendiri, tidak semua orang akan mengingat kita. Tapi kuharap, orang-orang yang kucintai akan selalu mengingatku. Dan, kuharap……. kau juga.” Jawabnya. Kemudian menatapku sambil tersenyum lemah.

“Wae? Tentu saja aku akan selalu mengingatmu. Lagipula, kau juga selalu bersamaku bukan?” ucapku-juga menatapnya- sambil tersenyum. Ia membalasnya dengan senyum cerah, bahkan tertawa kecil sebentar. “Ne.” ucapnya.

“Tetapi maksudku, kuharap kau akan tetap selalu mengingatku ketika suatu saat aku harus pergi jauh, dan tak kembali.” Lanjutnya dengan lirih dan nada suara agak bergetar. Aku melihat sorot matanya yang lemah dan terlihat berkaca-kaca. Mungkin ia menyadari pengamatanku, lalu memalingkan muka ke arah langit.

Kalimat terakhir Ae Mi membuatku heran. Aku masih belum mengalihkan pandanganku beberapa saat, hingga akhirnya aku ikut memalingkan muka ke arah langit. Apa itu? Tidak, Ae Mi selalu berada di sisiku. Kusadari, diriku mulai diliputi perasaan takut oleh karenanya.

– – – – – – – –

“Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sebelas !” ucapku seraya menghitung bintang, sebagaimana yang Ae Mi ajarkan padaku.

“Yak! Itu kau kan, Ae Mi ?” kataku lantang, seorang diri.

“Hei, kau! Gadis bodohku! Aku memenuhinya bukan?” lanjutku dengan sura lantang (lagi).

Tanpa sadar, air mata jatuh dari pelupuk mataku.

“Aku mengingatmu. Benar-benar mengingatmu. Bahkan aku seakan tak bisa melakukan apapun karena selalu mengingatmu, Ae Mi-ya.” ucapku dalam hati.

“Hei! Bagaimana kau di sana? Kau melihatku bukan? Kau mendengarku bukan? Apa kau bahagia? Ya, harus!” teriakku lantang seraya memasang wajah semangat yang gagal, karena air mataku yang terus mengalir.

“Satu lagi! Jangan melupakanku ya! Awas jika kau sampai melakukannya, aku akan menjitak dahimu ketika kau kembali!” teriakku lagi sambil tertawa-tawa yang dibuat-buat. Seakan menganggap Ae Mi mengetahuinya dan tersenyum, kemudian beranjak kembali.

Tidak. Tidak. Aku belum gila. Aku tahu ini tidak berguna. Aku menyerah. Tawa palsuku berubah menjadi isakan. Aku menengadahkan wajahku ke langit. DI bawah payungan langit yang penuh bintang bertaburan. Air mataku jatuh semakin deras.

“Ae Mi-ya. Aku merindukanmu. Sangat. Aku mencintaimu, Ae Mi-ya.” ucapku lirih.

FIN.

5 thoughts on “[Ficlet] Count the Stars

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s