Accident — Prolog

Accident

Tittle : Accident

Author : Aidennis

Main Cast : Lee Donghae (SUJU) | Nam Jihyun (OC)

Genre : Romance, Hurt

Rating : T

Length : Chaptered

Cover by linervirus on Poster Corp.

Another story on http://mybluedestiny.wordpress.com

Cast is belong to God. But the story is belong to me, JUST ME. So, don’t be plagiator or Copas this Fanfic. Kesamaan judul, tema, tokoh, alur, dan latar hanyalah ketidaksengajaan semata.

Fanfic ini terinspirasi dari novelnya Mbak Ilana Tan yang bertajuk Sunshine Becomes You.

Big thanks buat reader(s) yg udah berbaik hati membaca fanfic ini *bow* maaf kalo ceritanya ga seapik buatan author ternama lainnya -___-

Sorry for typo(s) :p

.

.

.

.

.

Donghae menatap malas pada tumpukan koran yang kini berada dihadapannya. Ibunya, orang tua satu-satunya yang tersisa setelah Ayahnya telah lebih dulu pergi memaksanya untuk segera mencari pekerjaan tetap—seperti pegawai kantoran misalnya. Padahal Donghae sudah merasa cukup dengan penghasilannya sebagai street dancer—yah meskipun tentu saja hasil yang didapatkannya dari manari dipinggir jalan itu tidak pernah stabil, tapi uang itu bahkan sudah lebih dari cukup untuk membiayai kehidupannya sehari-hari.

Ya, Lee Donghae memang merupakan street dancer yang namanya mungkin sudah sangat dikenal dikalangan sesama street dancer. Selain karena kemampuan menarinya yang sudah tidak diragukan lagi, Donghae juga tidak termasuk tipikal orang yang sulit bersosialisasi dengan hal-hal baru. Sehingga siapapun yang baru mengenal Donghae pasti akan sangat mudah mengakrabkan diri dengannya.

“Donghae-ah! Kau tidak pergi menari hari ini??” suara Hyukjae—teman satu kontrakan dan juga satu profesi dengannya membuat konsentrasi Donghae yang tengah mencari lowongan pekerjaan dikoran langsung buyar begitu saja.

Sial! Umpat Donghae didalam hati.

Apa Hyukjae tidak melihat dirinya sedang apa?? Apa tumpukan koran dihadapannya belum cukup untuk menjelaskan apa yang sedang ia kerjakan??

Donghae mengangkat kepalanya—menatap Hyukjae sejenak sebelum akhirnya kembali memfokuskan pikirannya pada koran dihadapannya, “aku sedang mencari pekerjaan.” Baru saja Hyukjae hendak membuka mulut untuk bertanya, Donghae sudah lebih dulu menyela, “jangan ganggu aku, Hyukjae! Aku akan menjawab pertanyaanmu nanti!” membuat Hyukjae langsung menutup kembali mulutnya, hendak pergi meninggalkan Donghae sebelum berhenti untuk berpikir apa dirinya perlu berpamitan atau tidak, tapi akhirnya ia memutuskan untuk tidak melakukannya atau ikan ini akan benar-benar membentaknya. Hyukjae melangkah cepat menuju pintu, kemudian membuka dan menutup pintu itu dengat sangat pelan—mencoba menghindari suara sekecil apapun yang bisa merusak konsentrasi Donghae dan membuatnya mengamuk.

Sepeninggal Hyukjae, Donghae buru-buru mengangkat kepalanya, menghembuskan nafas dengan kasar sambil berusaha tetap berkonsentrasi meski tubuhnya benar-benar ingin menari saat ini.

 

 

 

 

Pekerja bengkel. Karyawan pabrik. Penjaga toko.

Ya Tuhan, apa tidak ada pekerjaan selain ini?? Semua pekerjaan itu, Donghae benar-benar tidak ahli dalam semua pekerjaan itu. Dan untuk kesekian kalinya, Donghae kembali menghembuskan nafas dengan kasar sebelum akhirnya kembali memfokuskan pencariannya—lagi.

Mata Donghae masih terus menelusuri artikel itu sebelum akhirnya pandangannya terhenti pada sebuah kolom yang mencatumkan sebuah pekerjaan yang menurut Donghae lumayan bila dibandingkan dengan pekerjaan-pekerjaan sebelumnya.

Pelayan Cafe.

Meskipun belum pernah berkecimpung dalam dunia ini sebelumnya tapi menurut Donghae lebih baik jika dibandingkan dengan pekerja bengkel yang pasti akan berurusan dengan mesin, karyawan pabrik yang sangat sibuk, dan penjaga toko yang kesibukannya sangat didasarkan pada jumlah pengunjung yang datang. Ya, Donghae harus mendaftarkan diri ke cafe ini jika dirinya tidak ingin terus-menerus mendengarkan omelan ibunya yang sangat tidak menginginkan Donghae hanya menjadi seorang street dancer meski tetap memperbolehkannya melakukan pekerjaan itu kadang-kadang.

Setelah memantapkan dirinya, Donghae bergegas mengambil berkas-berkas yang sudah lebih dulu dipersiapkan dan menaiki motornya menuju cafe yang terletak di kawasan Gwanghwamun tersebut.

“Chogiyo, apa cafe ini masih membuka lowongan pekerjaan??” tanya Donghae setelah sampai di cafe tersebut.

“Ne, masuk dan mintalah tolong pada salah satu karyawan didalam untuk mengantarmu ke ruangan manager!” jawab paman yang berpakaian satpam tersebut.

Donghae membungkuk, “gamsahamnida.”

Kakinya melangkah pasti menaiki tangga cafe yang bernuansa romantis tersebut. Tapi baru beberapa langkah, Donghae dikejutkan dengan suara teriakan yang disusul dengan sesuatu—atau seseorang yang menubruknya, membuat tubuhnya terhuyung kebelakang sebelum akhirnya mendarat mulus diaspal bersama seseorang yang masih menindihnya.

Beberapa pengunjung cafe yang mendengar suara teriakan gadis itu berduyun-duyun mendekat, membantu gadis tersebut berdiri dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi mereka sama sekali tidak menggubris Donghae yang tengah meringis kesakitan, menahan rasa sakit yang menyerang pergelangan tangan kirinya. Dan gadis itu—beserta semua orang yang mengelilingi mereka sepertinya masih belum menyadari hal tersebut sampai akhirnya sang gadis menoleh padanya dan terkejut ketika mendapati Donghae yang tengah menggeretakkan giginya menahan sakit.

“Ahjussi, gwencahana?? Mianhe, aku tersandung tadi, apa kau baik-baik saja?? Apa ada yang sakit??” Dan suara khawatir gadis itu berhasil menyadarkan pengunjung cafe lainnya bahwa tidak hanya gadis itu yang menjadi korban.

“Tanganku,” bisik Donghae sambil menggemeretakkan giginya dan meremas pergelangan tangan kirinya dengan tangan kanannya—mencoba mengurangi rasa sakit yang terasa semakin menyerang pergelangan tangan kirinya.

 

 

NEXT OR STOP

haloo >_< ini fanfic perdanaku disini kan >,< idenya dateng tiba-tiba setelah membaca beberapa halaman novel mbak Ilana Tan yang berjudul Sunshines Becomes You

tapi tentu saja aku nggak sebodoh itu buat ngikutin semua alur cerita novel yang diciptakan penulis ternama kayak mbak Ilana itu -___-

Ok, terimakasih sudah membaca J

give me your feedback yo ;)

karena next enggaknya fanfic ini bergantung pada feedback kalian ;)

find me! ;)

Personal Blog | Facebook | Twitter | LINE : mahfudhoh08

6 thoughts on “Accident — Prolog

  1. Menurutku cukup untuk prolog. Tapi jangan marah atau langsung down ya. Sebenere bagus cuma kurang menggugah keingintahuan readers jadi akan lebih bagus klo d tambahin hal yang bikin readersdeul penasaran. Hanya itu saranku tapi klo mang dah terlanjur part selanjutnya dibuat gtu ja biar readers yg baca penasaran.

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s