[ Freelance-Chaptered] Fire and Ice ~ 3rd

photo-4

Title:

Fire and Ice (Bitter Like Coffee)

Length :

Chapter

Genre:

Romance, School Life

Rating:

PG-15

Author:

Rissa Jung

CAST:

Ok Taeychon

Park Eun Ji (OC)

Shin Hye Kyung (OC)

Lee Sangun (OC)

Kyora Lee (OC)

.

.

 

 

Pagi ini aku hampir telat sekolah. Bis yang biasanya kutumpangi penuh sekali sampai aku harus menunggu bis yang lain. Itu sebabnya aku hampir telat. Aku berlari-lari masuk kelas. 

 

Aku menaruh tasku di kursi favorit dan hendak mencari Lee Sangun ketika tiba-tiba kulihat dia masuk kelas dengan Kyora Lee. Aku mengurungkan niat untuk memanggilnya dan segera keluar kelas. Tiba-tiba aku menabrak seseorang. Dia adalah Ok Taechyon.

 

“Hi, teman sebangku” sapanya 

 

Aku memandangnya datar. Rasanya tidak ingin membalas sapaan Taechyon. Sekarang pikiranku kacau. Saat melihat Lee Sangun dan Kyora berjalan bersama rasanya sakit. Tidak, aku seharusnya biasa saja. kataku dalam hati. Aku tidak boleh cemburu. Aku dan Lee Sangun hanya sebatas teman. Ya, teman. Dan aku seharusnya senang melihat teman baikku akhirnya ada kemajuan dengan orang yang disukainya. Tapi kenapa rasanya begitu sakit disini?

 

Aku pergi ke toilet dan mencuci mukaku. Semoga ini bisa sedikit menenangkan diriku. Aku memandang kaca di depanku. Aku memang menyukai Lee Sangun. Kami adalah teman masa kecil karena rumah kami berdekatan. Kami masuk ke sekolah yang sama dari SD sampai sekarang. Kami selalu bercerita tentang apa saja, tidak ada yang kami sembunyikan. Tapi aku tidak pernah bercerita padanya bahwa aku menyukainya sejak lama. Aku takut persahabatan ini akan hancur. Karena itu aku memilih tetap diam dan berharap bahwa suatu hari dia akan menyukaiku juga.

 

Tapi suatu hari, dia bilang kalau dia suka seseorang. Awalnya dia tidak mau memberitahuku siapa orangnya. Dia bilang pasti aku akan tertawa begitu tahu siapa orangnya. Akhirnya aku mencari tahu sendiri siapa orangnya. Kupikir saat tahu siapa orangnya aku akan puas, tapi ternyata dugaanku salah. Rasanya menyakitkan.

 

Lalu kemarin malam, aku mendapat pesan dari Lee Sangun.

 

Eun Ji-ssi, coba tebak !

Apa?

Kyora akhirnya mau pergi denganku !!

Oh, baguslah. Chukae…

Aku kemarin bertanya kepadanya apakah dia mau pergi denganku dan dia langsung mengiyakan. hebat sekali bukan, Eun Ji-ssi? ^^

Ya, itu bagus sekali. Aku turut senang mendengarnya.

 

Ya, itu bagus sekali. Aku turut senang mendengarnya. Apa-apaan jawaban seperti itu Park Eun Ji? kataku dalam hati. Jangan membodohi dirimu sendiri. Di dalam hatimu, kau pasti sangat sedih bukan?

 

Tiba-tiba terdengar bel masuk sekolah berbunyi. Aku tersadar kembali. Segera ku lap wajahku dan segera kembali ke kelas. Aku sengaja menghindari Lee Sangun hari itu. Entah apa yang ada di pikiranku saat itu, tapi aku sedang tidak ingin mengobrol dengannya. 

 

 

“Kau.. melamun lagi” suara Ok Taecyeon menyadarkanku. 

 

Aku menoleh kearahnya, “Tidak apa-apa.” jawabku

 

“Bohong” katanya sambil menatapku tajam. Rasanya seperti dia bisa membaca pikiranku.

 

“Tidak.” kataku sambil membuang muka-takut dia benar-benar bisa membaca pikiranku.

 

“Yasudah” katanya sambil kembali menatap buku di depannya. Tapi dari sudut mataku, aku melihatnya sering melirik kearahku, mengkhawatirkan keadaanku karena aku begitu pendiam hari ini.

 

Sisa hari itu aku tidak mengobrol dengan Lee Sangun. Saat bel tanda pulang berbunyi, Lee Sangun bahkan langsung keluar kelas tanpa mengajakku pulang bersama. Sudah jelas dia akan jalan-jalan dengan Kyora. 

 

Aku segera membereskan bukuku dan mulai berjalan keluar ketika tiba-tiba lenganku dicekal oleh seseorang. Aku memutar kepala melihat siapa orangnya. Ok Taecyeon.

 

“Apa?” tanyaku

 

“ Berhentilah membodohi perasaanmu sendiri”

 

Aku memandangnya tidak mengerti. Ada apa dengannya? Kataku dalam hati. 

 

 Aku berusaha memasang wajah datar, “Itu bukan urusanmu” jawabku sambil melepaskan tangannya dan pergi. Aku tidak sanggup lagi menghadapi Ok Taecyeon. Air mataku sudah hampir tumpah, aku tidak akan membiarkan Taecyeon melihatku menangis. Tidak akan pernah.

 

 

 

 

…………….

 

 

Aku duduk sambil menatap layar handphone. Sudah seminggu ini aku tidak membalas satupun sms Lee Sangun. Aku ingin cepat-cepat melupakan semua perasaan ini. Memang tidak mudah. Tapi setidaknya aku harus mencoba. Aku yakin lama-lama perasaan ini akan hilang dan keadaan akan kembali seperti semula. 

 

Bunyi bip pelan terdengar dari handphone-ku. Aku mengusap layar untuk melihat siapa pengirimnya. 

 

17 Juni

Eun Ji-ssi, akhirnya, setelah bertahun-tahun, aku berhasil jalan dengan Kyora Lee.. Arghh.. ! Aku sangat senang.

 

18 Juni

Eun Ji-ssi, kau dimana? Tadi pulang sekolah kau  sudah tidak ada di kelas.

 

19 Juni

Eun Ji-ssi, kau kenapa? balas chat dong..

 

20 Juni

Yah, Eun Ji-ssi ! ada apa denganmu sebenarnya?

Yah !

 

21 Juni

Apakah kau marah denganku?

 

22 Juni

Eun Ji-ssi…

 

23 Juni

Eun Ji-ssi, mianhe atas apapun kesalahan yang telah kulakukan.

Eun Ji-ssi, please…

 

Aku hanya menatap layar handphone-ku. Tidak ada keinginan sedikit pun untuk membalas pesannya. Aku ingin melupakannya. Sangat ingin melupakannya..

Isakan pertama keluar dari bibirku. Mataku mulai panas dan kabur karena air mata. Aku membekap mulutku kuat-kuat. Tapi isakan kedua tetap keluar dari bibirku. Percuma saja. Semakin aku menahannya, semakin sesak dadaku. Rasanya seperti akan meledak saja. Aku meringkuk memeluk diriku sendiri. Rasanya aku seperti sangat rapuh dan akan hancur berkeping-keping. Aku menangis kuat-kuat. Semoga setelah ini selesai, maka sakit di hatiku akan hilang juga.

 

 

 

…………

 

Taecyeon POV

 

Aku menatap bayanganku di cermin. Masih teringat dengan jelas bagaiman raut wajah Park Eun Ji hari ini. Aku boleh saja pura-pura tidak peduli dengannya, tapi dalam hati aku tahu bahwa aku tidak bisa mengabaikannya.

 

Aku tahu Eun Ji sekuat tenaga menahan tangisnya hari ini. Saat aku menahannya pulang sekolah kemarin, aku bisa melihat dengan jelas mata Eun Ji. Mata orang yang sedang menahan tangis. Bila disentak sedikit saja, air matanya pasti akan tumpah. Saat dia datang terlambat ke kelas aku juga tahu dia habis menangis di toilet. Dia berpura-pura tegar. Padahal aku tahu dalam hatinya dia begitu rapuh. Ini semua gara-gara Lee Sangun. Kurang ajar benar laki-laki itu ! Sudah tahu bahwa Eun Ji menyukainya, dia malah berkencan dengan Kyora Lee itu. Mungkin Lee Sangun tidak sadar bahwa Eun Ji menyukainya, tapi seharusnya dia bisa melihat perubahan dalam diri Eun Ji dong. Yang benar saja ?!

 

Aku meraih handuk terdekat dan  duduk di sofa, lalu mulai mengeringkan rambutku. Aku melirik HP ku yang tergelatak diatas meja. Aku meraihnya dan mulai mencari kontak Eun Ji.  Jari-jariku mulai mengetik dengan lancar tapi segera kuhapus. Aku mencoba mengetik lagi, kali ini dengan kata-kata yang berbeda tapi segera kuhapus lagi. Akhirnya setelah berkali-kali ketik-tulis-ketik-tulis, aku mengirimkannya juga. Hmph !

 

 

 

…………

Hey, Park Eun Ji

Kau baik-baik saja?

 

 

Teman Sebangkumu

 

 

 

 

 

 

Don’t be silent reader ^^ 

Hope you like it.

 

All characters in this fanfiction are fictitious. Any resemblance to real person, living or dead, is purely coincidental.

 

 

 

*Rissa Jung*

 

 

 

 

 

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s