(Chapter 7) Find Love to Find Life (F.L.T.F.L)

wpid-img1397901424739.jpg

wpid-img1397901424739.jpg

wpid-1424598564576.jpg

Title  : Find Love to Find Life Chapter 7

Author : Chunniesthttp://fandreamstory.wordpress.com/

Genre : Romance, Fantasy

Cast :

* Jung Hyunji (OC)

* Min Yoongi / Suga (BTS)

* Seok Jin Ah / Jin (BTS)

* Jung Ho Seok / J-Hope (BTS)

* Yoon Bo Mi / Bomi (A Pink)

* Son Naeun (A Pink)

* Park Ji Min (BTS)

* Oh Hayoung (A Pink)

* Jeon Jeong Guk / Jungkook (BTS)

* Kim Tae Hyung (BTS)

* Kim Nam Joon (BTS)

* Kim Sunkyung as Queen Soye

* Son Naeun / Han Yeonmi (A-Pink)

* Cho Seongha as King Jeongjo

Annyeong readersdeul…….

Author tidak menyangka akan menulis sampai sejauh ini. Gomawo readersdeul yang sudah mengikuti ff ini dan berkomen ria atau ber-like ria. Meskipun dengan sangat bersusah payah membuatnya tapi author tidak menyerah untuk menulis.

Author ingin membocorkan sedikit pada readersdeul. Sebentar lagi ff ini akan tamat ( YYYEEEE!!!!!!) Karena itu author ingin tahu bagaimana kesan-kesan readersdeul dengan ff ini. Bagian mana yang readersdeul sukai dan bagian mana yang readersdeul tidak sukai.

Tolong komennya ya!!!!!

Happy reading >_<

DON’T BE A SILENT READERS!!!!!

 

*   *   *   *   *

 

TTOOKK… TOKK… TOKK….

Sebuah ketukan pintu menyadarkan Suga. Terdengar pintu terbuka dan Bomipun berjalan masuk menghampiri Suga.

“Untuk apa kau datang kemari?” Tanya Suga dengan nada dingin.

“Apa kau masih marah padaku Suga?”

Suga diam tak menjawab pertanyaan Bomi membuat gadis itu menghela nafas.

“Aku tidak melakukannya Suga. Terserah kau mau percaya atau tidak, aku hanya ingin kau tahu hal yang sebenarnya.”

Suga masih terdiam tak menanggapi ucapan Bomi. Gadis itu menghela nafas kembali melihat reaksi Suga. Tangan Bomi terulir dan meletakkan sebuah guci kecil berwarna putih dengan corak bunga berwarna biru di meja Suga.

XXV779

“Tidak masalah kau tidak mau percaya padaku. Tapi kumohon bawalah obat ini.”

Suga melihat guci itu lalu tatapannya beralih pada gadis petir itu.

“Yang mulia ratu Soye memerintahkanku untuk membuat ramuan penawar racun ini untukmu. Yang mulia mengkhawatirkanmu. Satu hal lagi Suga. Berhati-hatilah pada Jungkook, dia bisa menjadi teman sekaligus musuh.”

Bomi tersenyum tipis sebelum akhirmya meninggalkan Suga. Suga mengambil guci itu dan menatapnyanya. Pikirannya di penuhi ucapan Bomi. Suga ingin percaya pada teman yang sudah lama di kenalnya namun terkadang Bomi tak bisa di tebak.

TOOK…TOKK… TOOKK…

Suga menoleh mendengar ketukan pintu kembali. Kali ini Jin yang masuk ke dalam kamar Suga.

“Apakah anda memanggilku tuan Suga?” Tanya Jin.

“Ne. Aku akan berangkat ke Istana matahari dan aku ingin kau ikut denganku Jin.”

Jin terkejut mendengar ucapan Suga. Tidak biasanya Suga menyuruhnya untuk ikut dengannya ke Istana Matahari.

“Aku tahu kau bertanya-tanya kenapa aku mengajakmu. Aku mempunyai tugas saat kau berada di Istana Matahari.”

“Tugas?”

“Ne. Tugasmu adalah untuk menjaga Hyunji.”

“Nona Hyunji?”

“Tapi bukankah tuan Suga mengajak nona Yeonmi ke istana matahari?”

“Ne. Aku memang memilih Yeonmi untuk mendampingiku, tapi Hyunji juga akan berada di sana. Jadi aku ingin kau menjaganya. Mengerti?”

“Ne tuan Suga.”

Jin berjalan keluar tanpa bertanya lebih lanjut. Tatapan mata Suga bertambah kelam saat merasakan Hyunji tak lagi berada di Istana Air.

“Perang akan segera dimulai.” Gumam Suga.

*   *   *   *   *

“Yang mulia, Nona Bomi sudah memberikan ramuan itu pada tuan Suga.” Ucap Rin di dekat Ratu Soye.

“Terimakasih Rin. Apa kau sudah memberitahu Seungjo untuk ke istana bulan? .”

“Sudah yang mulia, sesuai perintah anda. Tapi yang mulia…”

Ratu Soye menatap Rin yang menunduk seakan tak berani melanjutkan kata-katamya.

“Katakan Rin, ada apa?”

“Raja Jeongjo juga mengundang tamu lain selain tuan Suga yang mulia.”

“Tamu lain?”

“Siapa?”

Rin memainkan tangannya terlihat jelas peri kecil itu tampak gelisah.

“Calon pengantin tuan Suga, Jung Hyunji.”

Terlihat jelas ekspresi Ratu Soye terkejut mendengar ucapan Rin.

“Hyunji? Untuk apa Raja Jeongjo mengundangnya?”

“Saya tidak tahu yang mulia. Saya hanya melihat nona Hyunji memasuki Istana Matahari bersama tuan Jungkook.”

“Jungkook? Sudah kuduga tabib itu tak dapat di percaya. Tapi untuk apa Raja Jeongjo membawa Hyunji?”

Ratu Soye memikirkan berbagai kemungkinan yang akan dilakukan Raja Jeongjo dengan menggunakan Hyunji sebagai alatnya namun tetap saja kemungkinan-kemungkinan itu tak masuk akal.

“Apa rencanamu Jeongjo.” Gumam Ratu Soye.

*   *   *   *   *

“Oppa…. Oppa….”

Jimin yang sedang berlatih memanah menoleh dan melihat Hayoung berlari menghampirinya. Wajah Hayoung terlihat panik membuat Jimin mengerutkan dahinya. Hayoung berhenti tepat di hadapan Jimin. Gadis itu terengah-engah dan berusaha mengatur nafasnya.

“Ada apa Hayoung-ah?”

“Hyunji…. Hyunji, Oppa.”

“Hyunji? Ada apa dengan Hyunji?”

“Hyunji menghilang Oppa. Aku sudah mencari ke seluruh istana tapi aku tak bisa menemukannya. Aku akan mengatakannya pada Suga.”

“Jangan.” Cegah Jimin menahan tangan Hayoung.

“Ada apa Oppa? Aku harus segera memberitahu Suga.”

“Suga sudah mengetahuinya Hayoung-ah. Diapun tahu dimana Hyunji berada.”

Hayoung menatap kekasihnya itu penasaran.

“Jadi di mana Hyunji?”

“Hyunji, dia ada di Istana Matahari.”

“Istana Matahari? Jadi Suga mengajak Hyunji?”

Jimin menggeleng. “Tidak. Suga tetap mengajak Yeonmi sebagai pendampingnya.”

“Lalu apa yang Hyunji lakukan di istana matahari?”

“Ini adalah bagian dari rencana Raja Jeongjo.”

Jimin bisa melihat kekhawatiran di wajah Hayoung. Diapun menggenggam kedua tangan kekasihnya itu.

“Jangan Cemas, Suga sudah mengetahuinya karena itu dia mengajak Jin.”

Hayoung menghela nafas.

“Kita juga harus ke Istana matahari Oppa. Aku merasakan akan ada hal yang buruk akan terjadi.”

Jimin kembali menggeleng. “Tidak Hayoung-ah. Kita akan tetap berada di sini menjaga istana ini sampai Suga kembali.”

Jimin mrlihat kekasihnya itu menghela nafas.

“Kuharap Suga dan Hyunji bisa kembali ke istana Air bersama dengan selamat.”

Jimin tersenyum dan menarik kekasihnya ke dalam pelukannya.

“Aku juga berharap begitu Hayoung-ah.”

*   *   *   *   *

Jungkook mengamati Hyunji yang tertidur pulas. Sinar matahari yang masuk melalui jendela mengenai tubuh Hyunji yang terbungkus selimut. Jungkook mengulurkan tangannya menyentuh pipi Hyunji. Hyunji mengerang dan Jungkook bisa melihat mata Hyunji bergerak lalu terbuka perlahan. Jungkook menyunggingkan senyumannya.

“Selamat pagi Hyunji-ah.” Sapa Jungkook.

Hyunji melihat wajah Jungkook dan tersenyum padanya.

“Selamat pagi Oppa.”

Di balik senyumannya Jungkook merasa puas mendengar Hyunji memanggilnya Oppa. Pertanda ramuan itu sudah bekerja.

“Apa kau lapar?”

Hyunji mengangguk. “Ne Oppa, aku merasa belum makan dalam waktu yang lama.”

“Baiklah aku akan memanggil pelayan.”

Jungkook berdiri dan hendak meninggalkan Hyunji namun langkahnya terhenti saat merasakan tangannya tertahan.

“Jangan pergi Oppa. Aku merasa tidak aman jika sendirian.”

Jungkook kembali duduk di samping Hyunji dan mengelus rambut hitam gadis itu.

“Kau tenang saja aku tidak akan membiarkan orang lain menyakitimu ne?”

Hyunji mengangguk dan Jungkookpun meninggalkan gadis itu.Hyunji terbangun dan duduk di ranjangnya. Gadis itu memegang kepalanya saat tiba-tiba sebuah bayangan melintas di pikirannya.

Dalam bayangan itu Hyunji melihat seorang laki-laki memeluk tubuhnya dari belakang namun wajah kaki-laki itu tak terlihat jelas.

“Selamat datang kembali Hyunji.” Ucap laki-laki itu.

Hyunji ingin sekali melihat jelas wajah itu namun semakin gadis itu memaksakan diri semakin kepalanya terasa sakit.

MP08-00270

“Kau tidak apa-apa Hyunji-ah?”

Hyunji mendongak dan mendapati Jungkook berdiri dengan membawa nampan ditangannya. Hyunji berusaha tersenyum untuk menunjukkan gadis itu baik-baik saja.

“Aku tidak apa-apa Oppa, hanya sedikit pusing.”

Jungkook meletakkan nampan itu di pangkuan Hyunji dan duduk di samping gadis itu.

“Itu karena semalam kau belum makan. Jadi sekarang isilah perutmu agar kau tidak pusing lagi.”

Hyunji mengangguk dan mengambil sumpitnya. Gadis itu mulai makan makanan yang sudah disediakan Jungkook. Pikiran Hyunji kembali ke bayangan tadi. Ingin sekali Hyunji melihat jelas wajah laki-laki itu. Bentuk tubuh tinggi melebihi tinggi tubuhnya membuat Hyunji yakin laki-laki itu bukanlah Jungkook karena tinggi tubuh Jungkook tidak jauh dari tinggi tubuhnya. Namun sayang gadis itu tak bisa memaksakan diri untuk mengingat.

*   *   *   *   *

Suga melihat keluar jendela kereta kuda yang tengah membawa dirinya dan Yeonmi. Yeonmi yang sedari tadi sibuk membenarkan penampilan menyadari laki-laki di sampingnya tengah melamun.

“Kau memikirkan apa Suga?” Tanya Yeonmi menyadarkan Suga.

“Tidak aku hanya sedang menikmati pemandangan awan putih dan langit biru saja.”

Yeonmi mengangguk lalu tatapannya beralih ke jendela di sampingnya. Terlihat Jin tengah mengikuti Suga dengan menaikki Jujak.

“Suga?”

“Hhmm?”

“Sebenarnya untuk apa kau mengajak Jin?”

Suga terkejut dengan pertanyaan Yeonmi namun dewa air itu segera menyembunyikan ekspresinya itu.

“Jin adalah pengawalku tentu saja dia ikut. Apa kau tidak nyaman bersamanya?”

Yeonmi yang sedari terus mengamati Jin langsung menoleh dan berusaha tersenyum.

“Tidak, aku hanya tidak dekat saja dengannya.”

Yeonmi kembali mengamati Jin hingga laki-laki itu menoleh ke arahnya membuat tatapan mereka bertemu. Keduanya saling menatap tanpa menunjukkan ekspresi apapun. Sedangkan disampingnya Suga kembali mengamati pemandangan langit dan pikirannyapun tertuju pada gadis lain yang saat ini semakin dekat dengannya.

Tak lama kemudian kereta kuda Suga sampai di Istana Matahari. Suga dan yang lainpun disambut para pengawal istana yang membungkuk memberi hormat pada Dewa air. Seorang laki-laki memakai jubah berwarna-warni menghampiri Suga bersama rombongannya.

“Yang mulia Raja Jeongjo sudah menanti kehadiran tuan Suga.”

Tanpa mejawab Suga memasuki istana diikuti Yeonmi dan Jin. Sesampainya di depan pintu kedua pengawal membukakan pintu untuk Suga dan yang lain. Dari kejauhan Suga bisa melihat Raja Jeongjo berdiri dan bertepuk tangan menyambut Suga dan yang lain.

“Akhirnya kau datang juga.” Ucap Raja Jeongjo beranjak turun dan memeluk tubuh kecil Suga.

Dalam pelukannya Suga hanya terdiam tak bereaksi sedikitpun.

“Kulihat kau tak berubah Suga.”

“Bukankah anda tahu sampai kapan aku akan bertubuh kecil seperti ini yang mulia.,.”

Tawa Raja Jeongjopun meledak dan diapun menepuk bahu Suga.

“Jadi kau masih menyalahkanku atas kutukan ini Suga?”

Suga mengangkat kedua bahunya.

“Tentu yang mulia.”

Tawa Raja Jeongjopun terhenti. Diapun menatap Suga tajam.

“Kau baru saja datang sebaiknya kita lupakan pembicaraan ini. Hyunjeong antarkan tamu kita ke kamarnya. Dan bersiaplah sebentar lagi kita akan makan bersama. Aku ingin mengumumkan hal yang penting saat acara makan ini.

“Nikmatilah tinggal di sini Suga.” Ucap Raja Jeongjo menyembunyikan senyum misteriusnya.

*   *   *   *   *

Bomi terus mengamati kereta kuda yang membawa Suga pergi. Seakan tak ingin kehilangan moment itu dia tak ingin mengalihkan pandangannya. V menghela nafas mengamati Bomi.

“Aku akan mengikuti mereka.” Ucap V menyadarkan Bomi.

“Benarkah?” V mengangguk menjawab pertanyaan Bomi.

V mengulurkan tangan menyentuh pipi Bomi yang terlihat khawatir.

“Aku akan memenuhi janjiku untuk menjaga Suga, jadi kau bisa tenang sekarang.”

Bomi menyentuh tangan V yang berada di pipinya.

“Masuk kembali ke istana matahari setelah kau diusir akan sangat brrbabaya untukmu V. Tapi kau akan melakukannya agar aku bisa tenang. Gomawo V.” Untuk pertama kalinya sejak V menginjakkan kakinya di kerajaan air, Bomi bisa tersenyum padanya.

“Kumohon jagalah Suga.”

“Ne. Aku pergi dulu. Bomi-ah….”

Bomi mengangguk. Lalu Vpun melepaskan tangannya dan merubah dirinya menjadi wujud rusa dan terbang mengikuti kereta Suga. Wajah Bomi menjadi tenang melihat V pergi karena gadis itu percaya V akan menjaga Suga.

“Gomawo V. Kuharap kau bisa pulang dengan selamat bersama Suga.” Ucap Bomi.

*   *   *   *   *

Di dalam Istana matahari Raja Jeongjo, Suga dan Yeonmi tengah menikmatai makan bersama. Di tengah mereka tampak peri-peri kecil terbang menari dengan indahnya. Serbuk bercahaya yang mengelilingi tubuh mereka meembuat peri-peri itu tampak cantik.

“Bagaimana Suga apa kau menyukai tarian peri itu?” Tanya Raja Jeongjo.

“Ne. Yang mulia. Tarian itu sangat cantik.”

“Kau benar tarian mereka sangat cantik.”

Mereka kembali melihat tarian peri-peri itu. Jeongjo melirik ke arah Yeonmi. Senyuman penuh arti menghiasi wajah raja itu.

“Jadi siapa gadis di sampingmu Suga? Kau belum mengenalkannya padaku.”

“Dia adalah Yeonmi calon pengantinku.”

“Benarkah? Cantik sekali.”

Yeonmi tersenyum lalu menunduk pada Raja Jeongjo.

“Terimakasih pujiannya yang mulia.”

Seorang pelayan mendekati Raja Jeongjo dan membisikkan sesuatu padanya. Suga berusaha menguping pembicaraan pelayan itu namun tak bisa. Senyuman senang terlihat di wajah Raja Jeongjo tepat setelah pelayan itu menyelesaikan pembicaraannya.

“Kita kedatangan tamu lain Suga.” Senang raja Jeongjo.

Suga melihat ke arah pintu dan seketika nafasnya tercekat saat melihat Hyunji berjalan memasuki istana. Yang lebih membuatnya terkejut adalah Hyunji tengah menggandeng tangan Jungkook.

“Selamat datang di istana matahari Jungkook-ah. Apakah gadis itu calon pengantinmu?”

“Benar yang mulia. Perkenalkan dia adalah Jung Hyunji.”

“Selamat datang Hyunji, duduklah dan nikmati makan bersama.”

“Terimakasih yang mulia.” Jungkook dan Hyunji membungkuk sebelum akhirnya duduk di seberang Suga.

Merekapun menikmati makan bersama. Suga yang terdiam dari tadi tak melepaskan tatapannya dari Hyunji. Merasakan dirinya diawasi Hyunjipun mendongak dan melihat Suga seakan bertanya siapakah dia. Jungkook tersenyum puas melihat Suga menatap kesal ke arahnya. Bahkan Suga mengepalkan kedua tangannya di bawah meja berusaha menahan diri agar tak memukul Jungkook dan membawa Hyunji pergi.

Dari sudut matanya Raja Jeongjo terus mengamati reaksi Suga. Dalam hati dia tersenyum puas melihat reaksi Suga sama seperti yang diduganya.

*   *   *   *   *

Seorang pengawal menghampiri Raja Jeongjo yang sedang meminum teh.

“Yang mulia. Dewa bumi ingin bertemu dengan anda.”

“Bawa dia masuk.”

“Baik yang mulia.”

Pengawal itu keluar ruangan lalu datang kembali bersama seorang laki-laki tua dengan rambut yang sudah memutih semua. Wajahnya yang tua namun masih terlihat kuat. Raja Jeongjo tersenyum melihat dewa itu.

“Sudah lama tidak bertemu Seungjo-ya.”

“Benar yang mulia. Anda masih tetap sehat sama seperti dulu.”

“Terimakasih Seungjo-ah. Jadi apa yang membuatmu datang kemari?”

“Aku sudah tahu kapan gerhana matahari itu akan terjadi.”

Tubuh Raja Jeongjo mematung mendengar ucapan Seungjo. Peristiwa itu adalah peristiwa yang raja Jeongjo tunggu-tunggu.

“Jadi kapan hari menyebalkan itu akan terjadi?”

“Satu minggu lagi yang mulia.”

Raja Jeongjo tampak terkejut mendengar hari yang akan membuat seluruh kekuatannya menghilang.

“Satu minggu lagi?” Tanya raja Jeongjo kaget.

“Benar.Jadi yang mulia harus segera bersiap.”

“Terimakasih kau sudah memberitahukannya, Seungjo-ya.”

“Yang mulia sudah pernah menolongku yang terkena bencana jadi sekarang saya ingin membalasnya yang mulia. Saya harus segera pergi yang kuliah. Sangat berbahaya jika aku terlalu lama meninggalkan singgasanaku.”

“Terimakasih Seungjo-ya.”

Seungjo membungkuk dan beranjak pergi. Lalu seorang pengawal kembali masuk.

“Yang mulia, tabib Jungkook ingin bertemu dengan anda.”

“Untuk apa tabib tak berguna itu kemari. Biarkan dia masuk.”

“Baik yang mulia.”

Tak berselang lama Jungkook masuk menghadap raja Jeongjo.

“Ada apa Jungkook-ah.”

“Kenapa yang mulia tidak langsung membunuh Suga? Bukankah tadi adalah kesempatan bagus untuk membunuhnya?”

Tawa Raja Jeongjo  pecah membuat Jungkook bingung.

“Meskipun kau tabib namun ternyata kau tidak sepintar itu.”

“Apa maksud anda yang mulia?”

“Apa menurutmu ramuan penakluk yang diberikan Yeonmi itu bekerja?”

Jungkook berpikir mengingat acara makan bersama tadi. Suga terus saja melihat ke arah Hyunji bahkan tak sedikitpun melirik ke arah Yeonmi yang sudah memberinya ramuan pemnakluk.

“Suga adalah dewa air. Cairan apapun bahkan itu racun sekalipun dia bisa memgendalikannya.” Tambah Raja Jeongjo.

“Jadi maksud yang mulia Suga hanya berpura-pura takluk pada Yeonmi?”

“Ne. Jadi kurasa racun cair tak berguna untuknya. Tapi aku sedang menciptakan racun yang lain.”

“Racun apa itu yang mulia.”

Raja Jeongjo tersenyum sinis.

“Apa kau pikir aku akan memberitahu rencana rahasiaku?”

“Tidak yang mulia.”

“Baguslah jika kau tahu. Tugasmu hamya membuatnya marah dengan begitu aku bisa dengan mudah membunuhnya.”

“Baik yang mulia.” Tanpa bertanya kembali Jungkook keluar ruangan Raja Jeongjo.

*   *   *   *   *

Hyunji menyusuri jalan dalam istana matahari. Kegelapan malam tak mengurangi panas yang ada dalam istana itu. Hyunji menikmati pemandangan isatana yang gersang. Tiba-tiba suara riakan air terdengar menghentikan langkah Hyunji. Gadis itu melihat ke sekelilingnya namun tak seorangpun yang terlihat.

Riakan air terdengar kembali, Hyunjipun menajamkan pendengarannya dan mengikuti asal suara itu. Gadis itu menyingkirkan dahan yang menghalangi jalannya. Langkahnya pun terhenti saat melihat seorang laki-laki keluar dari danau. Tubuhnya yang hanya dibalut celana panjang putih tampak basah kuyup. Tatapan Hyunji tertuju pada gambar naga di dada laki-laki itu. Tiba-tiba bayangan-bayangan merasuki pikiran Hyunji. Gadis itu memegang kepalanya yang mulai terasa sakit

Nafas Hyunji tercekat melihat seorang laki-laki keluar dari air dengan rambut dan tubuh yang basah namun wajahnya yang samar membuat Hyunji tak dapat melihatnya dengan jelas.. Dadanya yang telanjang memperllihat sebuah gambar naga berwara hitam di dada kanan laki-laki itu..
“Aku tidak tahu mengintip adalah salah satu kegemaranmu.” Laki-laki itu berkata mengetahui kehadiran Hyunji. Hyunji keluar dari tempat persembunyiannya.
“Bagaimana kau tahu aku berada di sini?”
Laki-laki itu keluar dari air dan Hyunji segera berbalik merasa malu melihat tubuh telanjangnya.
“Kau tak perlu malu karena aku tidak telanjang sepenuhnya.”
Hyunji berbalik dan benar apa yang laki-laki itu katakan, laki-laki itu memakai celananya. Dia menggerakan tangannya seakan menarik air yang membasahi celana. Tetes-tetes air keluar dari celananya dan celana itu kering kembali seperti semula.

“Hyunji-ah…” Panggilan itu menyadarkan Hyunji.

Gadis itu terkesiap melihat laki-laki itu sudah berdiri di hadapannya.

“Ba-bagaimana kau bisa tahu namaku?”

“Apa kau melupakanku?”

“Nde?”

LTM13avi_001974507

Yoon mengulurkan tangan menyentuh pipi Hyunji. Entah mengapa jantung Hyunji berdetak lebih cepat saat kulit laki-laki itu menyentuh pipinya. Tangan laki-laki itu begitu hangat di kulit Hyunji berbeda sekali dengan tangan Jungkook yang terasa dingin baginya.

“A-apakah aku mengenalmu?”

Hyunji melihat wajah laki-laki itu tampak sedih mendengar pertanyaan Hyunji.

“Hyunji-ah.”

Hyunji menoleh dan melihat Jungkook menghampirinya. Seketika Yoon menarik tangannya dan wajahnya berubah kesal.

“Apa yang kau lakukan di sini chagi?” Tanya Jungkook menarik bahu Hyunji dengan sengaja.

“Aku mencarimu Oppa.”

“Maafkan aku sudah meninggalkanmu di kamar tadi.”

“Gwaenchana Oppa.”

Jungkook beralih menatap Yoon. Senyuman ramah Jungkook tersirat sindiran membuat Yoon menahan kesalnya.

“Kau tidak menyakiti Hyunjiku bukan Yoon?”

Tangan Yoon terkepal mendengar Jungkook menyebut Hyunji adalah miliknya.

“Kau tenang saja Jungkook-ah aku tidak menyakitinya. Karena yang bukan miliknya akan kembali pada pemiliknya kembali.” Ucap Yoon berjalan pergi.

Jungkook terdiam di tempat tampak kesal sedangkan Hyunji melihat kepergian Yoon dan merasakan sesuatu yang aneh. Gadis itu merasa Yoon adalah orang yang penting baginya tapi Justru Jungkook yang berada di sampingnya.

“Oppa. Siapa laki-laki tadi?” Tanya Hyunji menyadarkan Jungkook.

Jungkook menghadap Hyunji dan memegang kedua bahu gadis itu.

“Hyunji maukah kau berjanji untuk tidak menemuinya lagi?”

Hyunji menatap Jungkook bingung.

“Kenapa Oppa?”

“Dia orang yang jahat. Dia adalah orang yang sudah menyakitimu?”

Dahi Hyunji berkerut tak mempercayainya.

“Benarkah? Tapi kenapa aku tak mengingatnya.”

“Ne. Kau tak perlu mengingatmya. Aku tidak ingin Yoon menyakitimu lagi. Jadi berjanjilah.”

Hyunji mengangguk. “Ne. Oppa.”

“Dan satu hal lagi. Kau ingat anak laki-laki yang siang tadi kita temui saat makan bersama?”

“Ne.”

“Dia adalah Yoon?”

Dahi Hyunji berkerut tak mengerti ucapan Jungkook.

“Apa maksudmu oppa? Bagaimana bisa dua orang yang berbeda adalah orang yang sama?”

“Suga sang dewa air terkena kutukan yang membuatnya menjadi anak kecil di siang hari tapi menjadi wujudnya semula di malam hari. Dan orang yang menyakitimu adalah orang yang sama. Suga lebih memilih gadis yang berada disampingnya dan menyingkirkanmu. Tapi aku tidak akan membiarkannya menyakitimu lagi Hyunji-ah.”

Jungkook memeluk Hyunji seakan melindungi gadis itu namun bibirnya menyunggingkan senyuman penuh arti yang tak dilihat Hyunji.

*   *   *   *   *

Di jendela kamar Bomi tampak menghela nafas bosan seraya melihat istana air yang sepi.

“Suga pergi, Hyunji pergi, Jin pergi, Jungkookpun juga pergi. Istana ini jadi sepi Bomi-ah.” Keluh Hayoung.

Bomi yang sedang melukis melihat sekilas ke arah Hayoung.

“Bukankah Jimin tidak pergi?”

“Jimin Oppa memang tidak pergi tapi aku bosan. Aku merindukan Hyunji. Apa menurutmu Suga akan kembali bersama Hyunji?” Tanya Hayoung menoleh ke arah Bomi.

Bomi bersyukur pada kanvas yang menutupi wajahnya dari Hayoung. Mendengar Hayoung begitu bersemangat masalah Suga dan Hyunji membuat gadis itu sedih. Dia jadi berpikir kenapa Hayoung tak mendukung Suga jika bersamanya. Tapi mengingat situasi saat ini, berharap Suga selamat sudah cukup bagi Bomi.

“Asal Suga tetap selamat, tidak masalah jika gadis itu bersamanya.”

“Kau benar Bomi-ah.”

“Hayoung-ah…. Hayoung-ah…. Dimana kau?” Panggil Jimin.

“Aku harus pergi Bomi-ah.” Ucap Hayoung melesat keluar.

Bomi tersenyum melihat tingkah Hayoung. Lalu senyumnya memudar diapun melihat kejendela yang memperlihatkan langit yang terang.

“Pulanglah dengan selamat Suga.” Ucap Bomi dengan nada sedih seakan itu adalah permintaan terakhirmya.

~~~TBC~~~

18 thoughts on “(Chapter 7) Find Love to Find Life (F.L.T.F.L)

      • bagian yang aku suka tuh, waktu Hyun Ji gak sengaja bertemu Yoon. disitu Yoon baru keluar dari dalam air dengan wujud lelaki dewasa.
        bagian yang gak aku suka tuh, waktu makan bersama diistana matahari. gak suka Suga duduknya disamping Yeon Mi dan gak suka Hyun Ji duduknya disamping Jung Kook…

        ditunggu lanjutannya yah…
        Fighting !

  1. Next eon… Donsaengmu ini pengen tau kelanjutan ff nya… :D
    Ff nya makin seru di setiap chapternya…

    #Fighting eon….!

  2. Bgian yg aq suka it wkt suga cemburu ama hyunji. . .^^
    Yg ga aq suka wkt suga barengan ama naeun :( sakit’x disini loh min. .(nunjuk dada)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s