[Two Shot ] DIVORCE DAY (1st)

IMG_20150206_174247

Judul ||  Divorce’s Day 1st

Main Cast ||  Park Jiyeon feat Kim Heechul

Support Cast || Choi Siwon

Genre || Romance 

Length || Two Shot

Rated ||  M

 

Disclaimer ||  I own Nothing But the story

Thank you somuch for the beautiful  Poster by Risuki’sArt 

 

 

 

 

.

 

Jiyeon pov,

 

Aku dan Heechul menikah lima tahun yang lalu karena kedua orang tuaku berhutang pada keluarga Heechul. Entah kenapa akhirnya aku diharuskan menikah sebagai pembayaran hutang kedua orang tuaku pada orang tuanya. Apakah lucu ? 

 

Orang tuaku mempunyai usaha laundry yang cukup besar, namun tidak di sangka, kalau bangunan yang dipakai untuk berbisnis itu ternyata sudah menjadi agunan atas modal yang yang dipakai oleh kedua orang tuaku. Dan Ayahku tidak bisa membayar hutang dengan tepat waktu. Pihak Bank akan menyita tempat berbisnis Ayahku berikut semua asetnya. Dan di situlah keluarga Heechul muncul. Dia sangat menginginkan wilayah tempat Ayahku berusaha. Dan begitulah kejadiannya, sehingga Tuan Kim memberikan pinjaman untuk Ayahku agar bisa membayar pada Bank. Namun sayang, ternyata Tuan Kim sungguh licik. Dia menginginkan hal lain dalam rencananya. Mereka melakukan sabotase terhadap sistem yang sudah dibangun Ayahku, sehingga usaha Ayahku mengalami kemunduran. Dia pun akhirnya mengutarakan akan meratakan daerah dan bangunan tempat Ayahku melakukan usaha. 

 

Namun keinginan Tuan Kim terhambat oleh bujukan istrinya yang ketika melihatku, dia mencoba untuk mengambil hatiku. Ada satu hal yag di rahasiakan oleh Ny. Kim. Dan hal itulah yang akhirnya membuat mereka mengijinkan aku untuk dinikahkan dengan putra bungsunya. Kim Heechul. 

 

Kim Heechul merupakan putra bungsu yang baru saja menuntaskan pendidikannya di German. Dia saat ini ikut menjabat sebagai dewan direksi di perusahaan yang saat ini masih dipegang oleh Ayahnya. Sungguh sebuah keberuntungan atau kemalangan.  Aku tidak bisa berpikir untuk diriku sendiri, karena pada kenyataannya, nasib Ayahku bergantung padaku. Dan yang ada dipikiranku adalah Ayahku, ibuku, juga adikku, Park Jungsoo. Aku tidak ingin membuat ayahku kehilangan usahanya.

 

Dan akhirnya setelah Ayahku menyetujui pernikahan itu, keluarga Kim memberikan tempat lain untuk berbisnis. Begitulah kisah awalnya aku menjabat sebagai Ny. Kim .

 

 

Aku mendengus merasakan hal itu. Mengingat betapa pahitnya kisah yang aku jalani. Beberapa bulan menjalani pernikahan tanpa ada kesan manis. Semua terlihat terpaksa. Apalagi ketika harus berbagi kamar dan tempat tidur. Dan tentu saja, bagaimana jengkelnya aku menghadapi situsai sebagai kaum tertindas dan teraniaya. Heechul sungguh laki.laki yang egois. Dia selalu berkata-kata seenaknya. Memerintah dengan berbagai macam intonasi yang memancing emosi.

 

Seperti misalnya ketika dia harus disediakan susu sebelum tidur. Atau memakaikan kaos kaki ketika dia akan berangkat bekerja. Apa ini yang di namakan istri. Baiklah, mungkin aku terlalu berlebihan. Mungkin memang seperti itulah kewajiban seorang istri.

 

Tapi dalam khasusku, dia sama sekali tidak menganggabku sebagai istri, tetapi budak. Lalu apakah dia menyentuhku. Hh, ya..itu sudah pasti. Dia selalu menyalurkan hasratnya padaku setiap malam, di minggu-minggu pertama pernikahan kami. Dia sangat mengambil keuntungan dari kondisi ini. Dan apakah aku menikmati? Mungkin iya dan mungkin tidak. 

 

Sebenarnya aku mulai merasakan sesuatu ketika dia mulai menyentuhku dengan lembut. Aku tidak tahu apa yang ada di kepalanya. Namun dia selalu melakukan hubungan denganku dengan penuh kesadaran. Aku melihat matanya saat dia berada di atas tubuhku. Aku merasakan semua cumbuannya dengan penuh debar jantung yang tidak kumengerti. Tapi kenapa semua masih terasa hambar.

 

Tentu saja aku merasakan ada perubahan dalam tubuhku setelah aku dan Heechul melakukan banyak hubungan suami istri. Aku hamil. Aku hamil pada masa usia perkawinanku menginjak usia ke sembilan bulan. Namun aku menyembunyikan hal itu darinya. Aku masih menunggu saat yang tepat untuk mengatakannya. Karena aku tidak tahu, apakah Heechul menghendaki janin ini.

 

Malam itu, Heechul melirikku ketika pulang dari kantor. Kami sama-sama lelah. Dia menyandarkan dirinya di sofa. dan aku memilih untuk merebahkan diriku di dalam kamar. Setidaknya untuk beberapa menit aku terbebas tidak melihatnya. Namun beberapa detik kemudian aku mendengar langkahnya memasuki kamar. 

 

“Apa kau melihat benda kecil di dalam saku jasku tadi pagi ?” tanya Heechul dengan tatap mata yang ganas. Apa dia marah ?

 

Aku hanya menatapnya tak mengerti.

 

“Jiyeon !” hardiknya. Aku menjadi gemetar. Terus terang aku menjadi takut menerima bentakan, apalagi dari seseorang yang selama ini tidak terlalu aku kenal. 

 

“Apa kau mendengarku !” bentaknya lagi, mengundang perih di mataku. Buru-buru aku menyembunyikan kalutku di balik bantal yang kupeluk.

 

Heechul mendekatiku.

 

“Benda apa ?” tanyaku lirih. 

 

“Kunci.” ujarnya. Dia menatapku lekat. Sungguh saat itu aku tidak tahu dengan kunci apa yang dimaksudkannya.

 

“Aku tidak melihatnya, Chullie !” sahutku.

 

“Siapa yang mencuci pakaianku ?” tanyanya datar. 

 

“Aku.” jawabku setengah bergumam. Dia mulai melepaskan dasinya, membuangnya ke lantai bersama setelan jas dan celananya.

 

“Lalu kenapa kau bisa tidak tahu ?”  tanya Heechul dengan lantang. Lirikannya sungguh terlihat kejam. Dia seperti menghakimiku seolah-olah aku sudah berbohong padanya.

 

“Aku benar-benar tidak tahu. Nanti aku carikan . Mungkin terjatuh di dekat mesin cuci. Sebenarnya itu kunci apa ?”  

 

“Kau tidak perlu tau itu kunci apa !” hardiknya lagi. Dia berjalan keluar dari kamar, setengah telanjang Aku mendengus. Lalu aku menyusulnya. Mungkin dia akan mencarinya sendiri. Tapi aku sangat curiga dengan kunci itu.

 

Aku melihatnya dari tempat yang agak jauh ketika Heechul mulai berjongkok dan mengintip ke bawah-bawah kolong mesin cuci, ataupun meja setrika. Dia menghela nafas, lalu melirikku.

 

“Di sini tidak ada. Siapa yang membersihkan tempat ini ?” tanyanya lagi sambil berdiri dan melangkah ke dapur, mengambil air minum dan melewatiku dengan raut dingin. Demi Tuhan, aku sungguh tidak tahan diperlakukan seperti seorang penjahat seperti ini.

 

“Heechul, mungkin kau lupa !” ujarku pelan.

 

“Aku belum pikun Jiyeon !”  dia mulai menggerutu. Ya, malam itu dia benar-benar mengacuhkan aku. Hingga tiga hari lamanya. Suasana rumah yang semula sangat tidak menyenangkan, menjadi kian menegangkan. Aku benar-benar frustasi.

 

Tentu saja aku curiga dengan kunci itu. Berhari-hari aku mencari bentuk kunci itu. Aku sungguh-sungguh mencarinya dan mulai menyelidiki Heechul. Seluruh kegiatannya. dan aktivitas lar kantornya, terlebih hubungannya dengan beberapa temannya, terutama teman wanitanya. Hal itu sungguh mudah karena aku dan Heechul berada di kantor yang sama, walau kami tidak satu departemenent.  

 

Aku ternyata mulai mencurigainya. Apakah kunci itu adalah kunci apartement pribadi miliknya. 

 

Satu hari pertama penyelidikanku, tak menemukan bukti apapun. Dia mungkin terlalu sibuk di kantor. Lalu hari berikutnya. Aku memergokinya sedang berbicara dengan seorang tamu wanita di kantornya. Dia cantik. Sangat berkelas. Rambut ikalnya tergerai dengan iindahnya. Namun pada akhrnya, semua buntu kembali. Mungkin tamu itu memang hanya klient bisnisnya. Baiklah. Aku memutuskan untuk melanjutkannya lagi.

 

Setelah itu, aku memutuskan untuk menguntitnya sepulang kerja.  Aku memberikan alasan untuk tidak pulang bersamanya. Dan dia sepertinya terlihat lega.

 

Semula aku merasa takut. Heechul terlihat begitu hati-hati. Dia sampai berganti taxi sebanyak tiga kali. Tingkahnya sungguh mencurigakan. Aku berpikir, dia pasti menyembunyikan sesuatu. 

 

Dan ternyata benar. Aku melihatnya berdiri di depan sebuah pintu apartement. Suasananya sangat menegangkan untukku. Aku bersembunyi darinya di tempat yang sebenarnya mudah terlihat,namun untunglah dia teramat sibuk dengan konsentrasinya sehingga dia tidak melihatku.

 

Dia membuka pintu itu. Lalu masuk dengan hati-hati. Setelah dia tidak terlihat, dan pintu tertutup, aku menghempaskan nafas legaku. Dalam kepalaku berbagai macam pikiran berkecamuk. Dia sungguh membuatku penasaran.

 

Apakah Heechul mempunyai istri lain ?

 

Aku meraba perutku. Usia kandunganku sudah masuk pada bulan ke dua, dan Heechul belum mengetahuinya. Dia mungkin juga tidak menyadari perubahan fisik yang terjadi pada tubuhku. Seperti bentuk payudaraku yang semakin besar, atau pinggulku yang membengkak. Dia tidak akanmenyadarinya, karena yang dia pikirkan adalah kenikmatan saat berhubungan. Dia sama sekali tidak memahami bagaimana keadaan istrinya.

 

Lalu satu jam kemudian, Heechul keluar dari apartement itu. Dia berjalan dengan santainya seperti tidak terjadi apapun. Dan wajahnya begitu lega. Dia melewatiku tanpa melihatku. Menuju pada lift di ujung lorong. 

 

 

suara ponselku berbunyi nyaring. Ketika aku melihatnya ternyata Heechul menghubungiku. Aku buru-buru menyembunyikan diri di tangga darurat. Dia sempat mendengar suara ponselku, dan menoleh, namun mudah-mudahan dia tidak mengira kalau itu adalah diriku.

 

Ya, sepertinya dia tidak melihatku. Aku menuruni tangga darurat dengan hati-hati. Aku berharap akan tiba di bawah lebih cepat darinya, namun aku begitu terkejut ketika aku melihat Heecul sudah menungguku di dengan pintu tangga darurat dengan raut emosi. Dia menatapku tajam, dingin dan ingin segera menghajarku. Aku digandengnya untuk menaiki tangga darurat. Suara pintu di banting dengan keras.

 

“What are you doing here ?” tanyanya dengan nada tinggi. 

 

“A..aa..aku..!”  kami naik sebanyak delapan anak tangga. Heechul mencengkram pergelangan tanganku.

 

“Kau menguntitku !” bentaknya keras. Mungkin suaranya terdengar hingga keluar.

 

“Aku….” terus terang aku tidak bisa mengatakan apapun. 

 

“Apa kau cukup kompeten untuk melakukan hal ini ?”   Heechul seperti menghinaku.

 

Aku menunduk. Menikmati semua dimensi emosi yang dia kerahkan dengan semua makiannya. 

 

“Heechul, Apa aku tidak boleh mengetahui apa yang kau lakukan di atas sana. Dan siapa yang berada di apartement itu ?”  tanyaku dengan sedikit keberanian. Aku masih punya hak bertanya kan sebagai seorang istri.

 

“Kau tidak akan menyukai itu, jika kau mengetahui apa yang ada di sana.” 

 

“Kenapa ? Apakah itu.. istrimu ?”  aku berpegangan pada pegangan tangga. Sepatu hak tinggiku sungguh mengganggu gerakku. Sementara Heechul terlihat semakin kesal.

 

“Istri ? Apa kau tidak tau hanya kau satu-satunya istriku. Dan karena dirimu aku kehilangan calon istriku yang ingin kunikahi dulu !”  Heechul membentakku lagi. Aku sedikit gusar. Dia menyalahkan aku atas hal yang tidak aku ketahui. Ini sungguh menyebalkan.

 

“Lalu siapa yang kau sembunyikan dariku ?”  tanyaku.

 

Heechul berbalik dengan tatap mata yang tajam.

 

“Sudah kukatakan bukan urusanmu. “

 

Hehcul berusaha untuk berlalu, dia menuruni tangga, namun aku memeganginya. Dia dengan kesal menghempaskan tanganku dan membuatku hilang keseimbangan, lalu setelah itu, aku merasakan tubuhku berguling pada anak tangga. LAlu terjerembab di lantai dengan rasa sakit yang luar biasa. Aku sempat melihatnya menjerit meneriakkan namaku…

 

“Jiyeoooooon !” jeritnya, lalu mataku terpejam.

 

.

.

.

 

Beberapa hari kemudian, aku tersadar di rumah sakit.  Heechul berada di sisiku dengan wajah pucat. Dan ada satu hal yang membuatnya begitu terpukul, dia menyadari bahwa aku tengah mengandung anaknya, namun ternyata aku harus kehilangan janinku ketika aku terjatuh di tangga.

 

“Jiyeon..maafkan aku !”  ujarnya lirih. Suaranya terdengar berat dengan air mata. Apakah benar dia menangis?  batinku janggal.

 

Aku masih mengingatnya, mengingat semua perlakuannya. Dan aku sadar betul, bahwa tidak ada lagi kisah yang harus diselamatkan dari hubungan ini. 

 

“Heechul Oppa, sebaiknya kita bercerai saja.”  ujarku tanpa ekspresi. Baik dia, dan keluarganya menyadari bahwa,  pernikahan ini memang terlalu dipaksakan. Namun kenapa membutnya terlihat sedih.

 

 

Lalu satu bulan kemudian, aku dan Heechul bercerai. Secara baik-baik. Aku tidak menyesalinya, namun Heechul tidak menghadiri sidang perceraian itu. Mungkin dia tidak ingin terlihat lemah. Namun entahlah kenapa kisah itu berawal dari hari itu. Hari di mana kita bercerai. 

 

 

 

#  Flashback end

 

.

.

.

# Author pov

 

 

Sticky note on my board 

 

“Jie-jie Jiyi, what is this ?”  Airin dengan sok Britishnya bertanya pada Jiyeon mengenai stcky note yang dipasang oleh Heechul mantan suaminya. 

 

Jiyeon melirik santai sambil mengerjakan beberapa laporan untuk meeting nanti siang.

 

“Hanya pesan dari ex husband, Dear.” jawabnya tanpa tekanan.

 

Airin membacanya di depan meja Jiyeon.

 

 

 

To, my ex 

 

Please, to day hari jadi kita Sayangku. Ingat kan? kalau tidak, aku ingatkan lagi. 

 

TO DAY HARI JADI PERCERAIAN KITA 

 

hal termanis dalam hidup kita adalah dengan merayakan perceraian kita di tempat biasa.

 

Sincerely, your ex

 

 

 

“My God, Ji… what the hell is this ?”  Airin memutar bola matanya.  Sementara Jiyeon justru merebut sticky note itu dari tangan Airin dan membuangnya ke tempat sampah.

 

“Dia adalah mantan suami tersayangku. “

 

“Kalian ini aneh. Perceraian di rayakan!”  

 

“Untuk mengenang kalau kami sudah bercerai.” jawab Jiyeon.

 

“Hahahaha…” tawa Airin meledak. 

 

“Shut up !”  Jiyeon melempar penanya ke arah Airin. Lalu mengintip ke arah jam tiga dari tempat duduknya. Pada sosok Siwon yang masih menekuni pekerjaannya. Semoga dia tidak mendengar. Sudah satu bulan ini dia berkencan dengannya. Dan Jiyeon tidak mau, namja itu tahu kalau Jiyeon sudah janda dan selalu merayakan hari jadi jandanya bersama ex suaminya, alias duda nya.

 

“Kenapa ?”  tanya Airin.

 

“Sssttt…! tidak usah di bahas.” ujar Jiyeon mengerlingkan matanya. 

 

“Ex husband mu itu sebenarnya sangat tampan?” Airin menghela nafas. Dan Jiyeon merengut.

 

“Kau suka ?” tanya Jiyeon.

 

“Hehe, Ani ! Mana aku berani !” ujarnya berkelit. “Berapa lama kalian menikah ?” tanya Airin lagi.  Dan Jiyeon merengut.

 

“Kau sengaja ingin menginterogasiku ?’

 

“hehe…” Airin cukup menampakkan gigi gingsulnya.

.

.

.

 

Jiyeon dan Heechul sudah bercerai selama empat tahun. Mereka pun sudah merayakan hari perceraian mereka selama tiga kali. Dan jika hari ini terjadi, itu akan menjadi yang ke empat kali. 

 

Pada awalnya Heechul yang tiba-tiba datang menemui Jiyeon di hari perceraian mereka yang ke satu tahun. Lalu kemudian keesokan hari kemudian dia datang lagi.  Dia bertanya, apakah Jiyeon sudah mempunyai kekasih, atau calon pendamping baru. Dan ternyata belum. Hal itu pun di alami oleh Heechul. Dan setelah malam itu, kesepakatan berlanjut. Setiap kali mereka bertemu di hari perceraian mereka setiap tahunnya , jika mereka belum mempunyai calon pendamping, maka mereka harus selalu merayakannya. 

 

Sebenarnya usul itu cukup gila. Karena ternyata pada setiap kali kesempatan itu terjadi, perayaan itu tdak hanya berlangsung seperti perayaan seperti orang normal merayakan ulang tahunnya. Karena pada akhirnya Heechul akan menginap, dan mereka pasti akan melakukan hubungan intim, dan anehmya, Jiyeon pun sangat menyukai ritual yang akhirnya membuatnya merasa bahwa Heechul mungkin belum rela melepasnya sebagai istri atau Heechul mulai mencintainya saat keputusan bercerai itu terlanjur dicetuskan. 

 

Dan hari ini, adalah hari perayaan perceraian mereka. Namun Jiyeon sudah mempunyai Siwon. Ini adalah hal yang akan menjadi rumit. Apakah Heechul akan tetap melakukan ritual itu ?

 

 

Telepon di mejanya berbunyi. Jiyeon melirik Siwon di mejanya. Dia tersenyum.

 

“Hi !” sapa Jiyeon sambil melihat ke arah kekasihnya.

 

“Jiyeon, apa nanti malam kita jadi makan malam ?”  tanya namja tampan itu.

 

“Hm, sepertinya aku ada urusan penting, Siwon !”  jawab Jiyeon

 

“Urusan apa ?” 

 

“Ada teman lamaku akan datang. Dan kami akan   menjenguk ibunya.” 

 

“Aah?  apakah sakit parah ?” 

 

“Mungkin. Dia tidak menjelaskannya.”  Jiyeon merasa bersalah karena berbohong pada Siwon. 

 

“Baiklah , bagaimana kalau lusa saja. “

 

“Oke. Apa kau marah ?” tanya Jiyeon

 

“Tidak. Kenapa aku harus marah ?” 

 

Jiyeon tersenyum dan melambai ke arah Siwon. Lalu menutup telepon. Dia tahu saat ini, Heechul pasti sudah mempersiapkan tempat untuk mereka. Mungkin kali ini sebuah hotel mewah seperti yang dia katakan kemarin. Dia bosan jika harus berada di apartement terus setiap merayakan hari perceraian itu.

 

Aneh.

 

Kenapa dia tidak melamar Jiyeon lagi seandainya dia masih mencintai dan enggan kehilangan Jiyeon. Apa dia hanya ingin mempermainkan Jiyeon. Kenyataannya, Heechul tidak pernah terlihat dengan gadis manapun. Dia selalu sibuk dengan sesuatu di apartement pribadinya. Sampai saat ini, Jiyeon belum bisa mengungkap hal yang sebenarnya di dalam sana.

 

.

.

.

 

 

Mobilnya sudah terparkir di depan halaman parkir. Heechul sepertinya sudah mendahului  Jiyeon keluar dari kantor. 

 

Ketika tiba di depan pintunya, Jiyeon sedikit gugub. Dia mungkin sudah mencurigai tentang hubungan Jiyeon dengan Siwon. Dan Jiyeon sama sekali belum tahu reaksi Heechul mengenai ini.

 

CKLEK

 

Jiyeon membuka pintunya dengan hati berdebar-debar. Sikap Heechul di hari-hari biasa terlihat sangat normal. Dia tidak menunjukkan gejala kalau dia masih mengharapkan kembali utuhnya hubungan suami istri yang dulu pernah terjalin. Namun, dia akan menjadi sangat berbeda, ketika hari perceraian mereka tiba. Seolah.olah dia memang memiliki hari itu. Dia sangat romantis, dan sangat perhatian di hari yang dianggab Jiyeon sebagai hari keramat ini. 

 

Sebuah alunan music mengalun bening di dalam ruangan redup. Heechul sangat menyukai kesan romantis seperti ini. Jiyeon menyeringai. Dia menutup pintu dan berjalan memasuki counter dapur, mengambil air dan memperhatikan ke setiap sudut ruangan. 

 

Dia melihat Heechul dengan kemeja berwarna putih dan segelas sampagne di tangannya, bersandar pada pintu kamar. Dia menatap Jiyeon mesra.

 

“Kau sudah datang ?” tanyanya. 

 

“Kau mendahuluiku.” ujar Jiyeon sambil meletakkan gelas minumnya.

 

Heechul mendekati Jiyeon dan mulai bersikap layaknya kekasih. Dia mendekatkan wajahnya, dan mulai mencari bibir Jiyeon. Memagutnya dan mengulumnya dengan lembut.  Jiyeon menyambutnya. Dia merasa , diapun merindukan bibir Heechul.  Melingkarkan tangannya dan menikmati setiap desahan Heechul ketika mempermainkan lidahnya.

 

Sepertinya malam ini, akan menjadi malam yang sangat menggairahkan. 

 

Kenapa tidak kembali bersatu saja. Pertanyaan itu sudah sering ditanyakan Jiyeon. Namun Heechul merasa itu tidak perlu. Lagi-lagi Heechul akan bersikap seolah-olah sedang menutupi sesuatu. Atau memang betul, Heechul sudah mempunyai istri. 

 

“Jiyeon-ah !”  bisiknya dengan tatap mata sendu.

 

“Yes..?”  tanya Jiyeon.

 

“Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan ?” tanya Heechul.

 

“Apa ?” tanya Jiyeon dengan perasaan was-was. Apakah Heechul menyadari tentang keberadaan Siwon di antara mereka.

 

“Hm, aku mendengar dari teman-teman kantor, kalau kau dan…”

 

“Ya. Aku dan Siwon memang menjalin hubungan.”

 

Lalu Heechul melepaskan pelukannya. Dan seperti yang sudah Jiyeon pikirkan, Heechul akan memasang muka dingin dengan alis terangkat satu. 

 

“Aku sudah mempunyai seseorang.” ujar Jiyeon sambil mengambil gelas sampagne dari tangan mantan suaminya, lalu menenggaknya sampai habis.

 

“Secepat ini..?”  

 

“What? kau bilang empat tahun itu cepat ?”

 

“Jiyeon,…aku belum rela kau dimiliki oleh laki-laki lain.”

 

“Kenapa ? Bukankah kau tidak mencintaiku. Dan kita juga tidak mempunyai hubungan apapun. Kita hanya sekedar merayakan ritual konyol yang menurutmu begitu penting. Apa kau memang seegois ini? Kau bahkan tidak pernah mengatakan kau mencintaiku saat kita bercinta.” 

 

Heechul terlihat frustasi. Dia sepertinya merasa kalau dia benar-benar ingin Jiyeon hanya untuknya, namun ada sesuatu yang tidak bisa dia jelaskan.

 

“Aku tidak menyukai Siwon. Dia bukan laki-laki seperti yang kau pikirkan. Aku mendengar kabar, kalau dia pernah di tuduh menganiaya teman kuliahnya karena cemburu. Dan apa kau tahu, teman wanitanya itu di aniaya hingga nyaris tewas. “

 

“Kau menakut-nakuti aku. Kenapa kau mengatakan hal yang berlebihan seperti itu. Siwon terlihat baik.”

 

“Aku akan mencari bukti.”

 

“Kau tidak usah merepotkan diri seperti itu. Kau sendiri mepunyai rahasia yang sampai saat ini belum mau kau katakan.”  ujar Jiyeon dengan nada menyindir. Dan Heechul terlihat seperti terpojok.

 

“Aa..aaku, memang mempunyai satu rahasia. Akan kukatakan padamu saat kau dan aku…”  Heechul terdiam.

 

“Kau dan aku apa ?”  kejar Jiyeon.

 

“Suatu hari nanti, setelah aku siap mengatakannya. “

 

Heechul terlihat tenang kembali, dia duduk di sofa dan menatap Jiyeon. 

 

“Duduklah !”  ajaknya lembut. 

 

“Apa kau marah ?” 

 

“Mengenai kau dan Siwon ?” selidiknya

 

“Ya.”

 

“Aku memang marah. Tapi apa aku punya hak untuk melarangmu. Aku hanya ingin membuktikan sesuatu, bahwa Siwon bukan laki-laki yang tepat untukmu.”

 

“Lalu apakah kau laki-laki yang tepat. Hubungan ini, semuanya. Kenapa sikapmu justru berubah saat kita bercerai. Kau terlihat sangat mempesona, kau baik dan perhatian, dan mencintaiku. Namun kau tidak pernah mengatakannya. Kau membuatku berada di posisi yang tidak menguntungkan. Aku hatus bagaimana? Katakan !!”  

 

Heechul merengkuh Jiyeon dengan mesra. Dia menyandarkan kepala Jiyeon di bahunya.

 

“Aku telah membuatmu kehilangan bayi kita. Aku sungguh dihantui rasa bersalah. Aku membutuhkan banyak waktu untuk menghukum diriku. Seandainya aku tahu, saat itu kau sedang mengandung anakku, pasti aku sangat berhati-hati menjagamu.”  

 

Heechul terlihat ingin menangis ketika mengatakan hal itu. Terlebih Jiyeon. Dia merasa sangat terpukul mengingat hari di mana dia terjatuh dari tangga karena ulah Heechul. Matanya terpejam. Mencoba untuk menahan air matanya.

 

Lalu apa yang akan terjadi sekarang ?

 

.

.

.

 

Keesokkan paginya, Jiyeon melihat Heechul masih tertidur di sisinya. Seperti biasa, Jiyeon memang selalu merayakan perayaan hari perceraian dengan bermalam bersamanya. Mantan suaminya.  

 

Matanya masih redup lagi, ketika dia melihat ponselnya berkelap kelip. Siapa yang sudah menghubunginya di pagi buta seperti ini.  Sambil membatin, dia meraih benda berwarna putih itu.

 

Siwon.

 

“Siwon !” Jiyeon langsung menyapanya. Dia berdiri di pinggir jendela. Melihat pada hawa pagi di depan apartementnya yang masih sepi.

 

“Aku ingin sekali menjemputmu. Apa kau sudah siap ?” tanyanya.

 

“What ? A..aku…masih baru bangun. Kau di mana ?” 

 

“Aku sudah di lobby apartementmu. Aku pikir, kita bisa sarapan berdua.” ujar Siwon tenang.

 

“Aa..tunggulah di situ. Aku bersama temanku. Dia pasti malu. Kau tunggu saja di situ. Nanti aku akan segera turun. Aku ingin sarapan di Sally’s .”  ujar Jiyeon sambil menyebut tempat di mana dia biasa sarapan dengan menu favoritnya. Bubur ikan tuna. 

 

“O begitu ? baiklah. Aku akan menunggumu.”

 

Jiyeon melihat Heechul yang menatapnya dingin. Dia masih berlindung di bawah selimutnya. 

 

“Putuskan dia sekarang juga, dan aku akan melamarmu lagi untuk menjadi istriku seperti dulu!”  ujarnya tegas. 

 

.

.

.

Tbc

 

 

 A/n

Yang ini ga jelas banget, tapi berhubung lagi keracunan Heechul, apa boleh buat. Wajib hukumnya bikin pairing Heechul sama Jiyeon. Wkwkwk..

 sudahlah. Terima kasih sebelumnya buat yg review.  Pis !

45 thoughts on “[Two Shot ] DIVORCE DAY (1st)

    • Bener, penasaran. Bener kata Dewi eonie, dia kan seneng boneka elsa, frozen. Jadi kayaknya di apartement itu dia nyimpen boneka elsa banyak. Hahaha…. Btw, maksih sangat yow !

  1. Emang Apa Yang Disembunyiin Si Heechul Itu. …???kok kagak ada tanda2nya…(?)
    Hemzz.. ritualnya aneh.. tpi keren #plakk

    kagak tau karakter siwon jahat seperti dibilang siheechul apa sebaliknya. Soalnya authornya ngasih jatah siwon tampi cuma seupil #elah namnya juga pemain pembangu. #waks

    hayooo jiyeon mau kagak itu dilamar lagi ama heechul . Kalaw mau. Ntar heechul bakal balik lagi kagak kayak pas jadi suaminya…???
    Atau bakal bersikap romantis seperti sudah menjadi ex-husband…??

    • Jatah Siwon dikit aja, soalnya dari awal gw ga suka Siwon. Sukanya Heexhul doank! Jadi bisa ketebak nih epep endingnya Jiyeon ma sapa. Hahaha… Pokoknya yg sreg aja di ati gw!
      Thanks Bebz !

    • Makasih Pitri.. Fitri…
      Sebenetnya Heechul baik. Dia cuma merasa tertekan aja pas dijodohin ma Jiyeon. Dan masa lalunya yg bikin stress. Cuma dua shot. Nanti shot terakhir next week. Hari minggu juga. Hehe udah di schedule.

  2. Omo jd ini heechul jiyi ya.. hmm knp sih heechul kyk gt? Ada apa sbnrx dgn dirix? Apa heechul dlux homo? Atau dy knpa? Sakit kah? Huaa penasaran banget.. kekekek..

  3. misterius banget ni heechul,knp q berpikiran kalau h3echul dan siwon punya hubungan ya?jangan-jangan??????Tiiit …..Tittt…

    • gak kuk mba’e, ini tuh bukan Sichul/siwon Hechul/ hehe… Bukan bromance epep. Ini pure straight. Kalo mau baca Siwon Heechul, ntar aku bikinin..kkkkk makasih yow !

  4. Mnjalani prnkhn dg prasaan sprti tu psti stress bgt,
    Tgl dg suami yg slalu bagaikn org asing,
    G̲̮̲̅͡å’ kebayang dech lw ni bnrn trjd,
    Q sedih jiyi hrs khlngn ank na TT_TT
    Hahahahaaa psngn yg uniq, merayakan hri perceraian, DAEBAK .. ^^
    Katain ja lw emg cinta, jgn buang2 umur jiyi gt donk heechul. (⌣̯̀⌣́)

  5. sepertinya q salah menduga :)
    q kira yg di upetin heechul siwon :D :D
    rujuk lagi aja dr pada ngerayain hari perceraian ada2 aja :D

    • Hehe… Ini idenya dari film Hollywood. Ada tuh, tapi lupa judulnya. Tapi jalan ceritanya beda, tapi mereka merayakan hari perceraian mereka. Ini menarik dan menggemaskan. Jadi kepikiran untuk tidak saling membenci walau sudah bercerai. Begitu. Tapi ya teteup aneh!

    • Gak terlalu penting sih rahasianya…hahahaha… Jadi ga enak bikin oenasaran gini. Ya udahlah next hari minggu lagi sambungannya. Thanks ya..

    • ‘Hehe..suaminya siapa ya? heechul… Lha sih kok samaan. Jadi beginilah kita , memang harus siap di madu. Hahaha…thanks ! /triakpake ember/

    • Mungkin yg diumpetin Heechul itu sesuatu yg memalukan untuk dia, juga buat keluarganya. Jadi dia begitu. Sesuatu yg hidup danbergerak… Mungkin aib buat keluarg mereka. Btw, thanks…!

  6. Ah bete guekomen y ilang msa gue msti kwtik lg. Intinya si chul klo km pgn ajak jiyi balikam slg trbuka aja deh jgn aja yg d tutupin.dan heii ayo lah bang siwon yg gntg g setega otu ampe silsa cwe ny ken cmburu.

    • Mungkin kelainan jiwa. Ada kan cowo yg kek gitu.. Dia terlalu posesif,dan terobsesi jadinya ya… Ga bisa mengontrol emosi sendiri, dan gasadar menyakiti orang yg dcintai. Mungkin.. Hehehe… Thank Sist !

  7. sepertinya sejak awal heechul memang mencintai jiyeon, siapa thu isi apartemen pribadi milik heechul itu isinya fto jiyeon semua hehehe…
    mudahan sja mereka blika lagi.

  8. heol…
    apa yng d sembunyikan heechul….
    apa siwon physcopat…?
    apa jiyeon mau kmbali sma heechul…?
    d tnggu thor kelanjutannya….
    jgn lma”yyyyyyaaaaa….. :)

  9. Ada ya orang yang ngerayain hari perceraian nya.and itu cuma hecheul sama jiyeon doang.and ngerayain nya ga biasa lagi kkkkk… Ahh sumpah penasaran rahasia apa ya yang di sembunyiin hecheul?

  10. drama eak~~ nyesek heol… entah aku tak bisa menamakan hubungan mereka sekarang! heechul hanya merasa bersalah lalu terobsesi, mungkin?!
    jangan2 heechul menyembunyikan lelaki lain di apartemen pribadinya itu. Cekakak

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s