VANILLA LOVE

VANILLA LOVE

A Ficlet

By Risuki-san

SHINee’s Onew & IU | Teenager | High School Romance

Inspired by Onew’s Song titled Vanilla love and Baskin Robbins CF starred by Uri Shining Boy XD

© 2015 Risuki-san

Note :

Sebenernya pengen nulis Pink Fairy, tapi gak tau kenapa otak aku gak bisa diajak negosiasi T.T

.

‘Mulai sekarang aku hanya akan makan es krim vanilla, seperti aku yang hanya akan menyukaimu’

.

Vanilla Love

Gesekan hangat yang menyentuhnya, basah menyapa saat setitik air menetes. Bukan hujan yang diakhiri dengan pelangi melainkan udara panas dengan sinar matahari yang membakar.

Pelipis dengan keringat yang membasahinya, tak mampu menyeka kala seluruh otot tubuhnya kaku. Ia khawatir memikirkannya.

“Apa ini?”

Ia mendengarnya, suara kecil nan halus, suara yang membuat sesuatu di diantara rongga dadanya bekerja dengan tidak rasional.

Berdetak berulang kali, tanpa jeda, sangat cepat, lebih cepat dari kedipan mata.

“Es krim?”

Lagi, melihatnya, gadis dengan pakaian yang sama dengannya, gadis dengan sebuah name tag sederhana pada kemeja putih seragamnya.

 “Hei, Tuan es krim, siapa yang mengirimmu?”

Hanya tersenyum saat mendengarnya, saat ia, Lee Jieun yang ia sukai, berbicara pada sesuatu yang jelas-jelas tidak hidup.

Tidak terlihat sehat maupun normal dan itu yang membuatnya spesial, Lee Jieun sangat spesial di mata sabitnya.

Nafas yang tercekat saat tangan kecil itu mendekat, hendak meraihnya, sebuah kotak yang jaga, ia perhatikan hingga mata sabit miliknya kehilangan daya, tak mampu fokus pada yang lain.

Hanya kotak itu…

Tangan kecil Jieun perlahan mendekat, diikuti tangan besar Jinki yang berkeringat dari kejauhan. Mata sabit yang terus melihatnya, mata sabit itu membuka lebih lebar bersamaan dengan teriakan nyaring yang hampir melumpuhkan sistem sempurna organ pendengarannya.

“YAKK!! TUAN ES KRIM!! KAU MELELEH!!”

Ini bencana…

Rencana paling romantis yang ia bayangkan hancur lebur seperti debu yang tak berharga.

Menatap miris pada tangan bangsawan yang ia lecehkan semalam, bergumul dengan peralatan dapur, terbatuk-batuk saat menghirup partikel serbuk yang sulit ia sebutkan namanya, melukainya, tepat pada sistem penting penunjang kehidupan manusia.

Membunuhnya perlahan, tanpa ampun.

Berpikir jika membuat sesuatu yang manis, akan menemukan sesuatu yang manis pula.

“Siapa orang bodoh di dunia yang meletakkan es krim disini!!”

Memaki seseorang yang pantas menerimanya, tangan dan jok scooter imutnya lengket karena sesuatu yang ia sebut ‘Tuan es krim’ yang nyatanya memanglah sekotak es krim.

Jinki menggeleng frustasi, bagaimana bisa ada makhluk yang seperti itu, selalu manis, bahkan saat marah masih saja manis.

Tapi…

Muka itu, muka yang memerah karena sinar terik matahari, memadam mengerikan, mengobarkan amarah yang meletup-letup.

Mata kecil yang melotot pada seseorang, langkah yang kecil namun cepat pada seseorang. Berkibarlah aura buruk saat kaki dengan sepatu pink disana menginjak tanah secara bar-bar.

“Kau!”

“Ehh…”

“Kau yang meletakkan Tuan es krim menyebalkan ini?”

“Itu…”

Matahari terik membakar kulitnya, bukan panas yang menyiksa tapi aura hangat yang membuatnya nyaman.

Jinki jauh tersesat, melupakan jika es krim yang ia buat dengan segenap pengorbanan justru meninggalkan bencana.

Hanya diam menatapnya, dia yang lebih cerah dari langit musim panas, dia yang mengobarkan aura hitam namun lebih indah dari warna pelangi setelah hujan.

“Jika ingin memberikan es krim, setidaknya berikan yang masih beku.”

Mengucapkannya, menatap Jinki tepat pada mata sabitnya, mengintimidasi Jinki yang seolah terlihat mengecil karena merasa terpojok.

 “Itu…”

Jinki berpikir keras, seluruh sel otaknya melakukan kerja rodi, mencari-cari, merangkai kalimat untuk menanggapi Jieun dan nihil. Terhitung mulai detik ini, Jinki sang pewaris tunggal Lee Corp adalah orang paling bodoh di dunia!

“Eoh? Apa ini?”

Gadis itu bertanya dan demi Dewa Neptunus yang menguasai lautan, Jinki panik lebih dari kawanan semut yang berlarian karena hujan.

Ingin mengambilnya, sebuah kertas dengan warna yang menurut Jinki sama sekali bukan gayanya tepat pada genggaman Jieun.

Dunia hancur, harus hancur!

Tidak, Jinki tak ingin membuka mata untuk menjelang hari esok!

“Aku…”

Jieun mengucapkannya, sebuah kata yang teramat menggantung, menggantung Jinki diantara kematian dan kematian.

Memalukan!

Menyatakan cinta lalu di tolak, itu memalukan!

“Dibandingkan es krim vanilla, aku lebih suka rasa cokelat”

Jinki adalah yang terpintar di sekolah, ia tak pernah salah, sekalipun tak pernah. Dan rekor itu berakhir.

Es krim vanilla dengan sebuah surat pink, sangat kekanakan. Berharap sebuah Helicopter milik keluarga Lee muncul, mendarat tepat di depannya lalu membawa Jinki kabur dari situasi memalukan ini.

“Tapi karena Jinki sunbae yang memberikannya, mulai sekarang aku hanya akan makan es krim vanilla, seperti aku yang hanya akan menyukaimu, Jinki sunbae

Lalu selukis senyum menariknya, terbang jauh keatas langit, menemui awan yang turut bahagia untuknya. Perasaan yang melimpah, memenuhinya, meletup-letup seperti lava saat gunung memuntahkan isi perutnya.

END

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s