CAPPUCINO KISS

cappucino kiss

CAPPUCINO KISS

A Drabble

By Risuki-san

Kim Soo Hyun & IU | Teenager | Romance, Horor (?)

Inspired by a drama titled ‘Bride of Century’ and upcoming drama by SooU titled ‘Producer’

UYE!!! XD

© 2015 Risuki-san

Note :

Masih belum bisa bikin pink fairy T.T

.

‘Lebih lembut dari busa CAPPUCINO, sebuah ciuman tak terduga’

.

 Cappucino Kiss

Jemari kecilnya menyentuh sebuah tombol, mata kecil yang menatap fokus pada deretan angka….

10…9…8…

Lalu menghentakkan kaki dengan tidak sabar, nafasnya menderu kesal. Berjalan dengan membawa barang-barang miliknya dan segelas cappucino hangat.

Ting

Pintu besi mengkilap menyingkir dan mengundang sebuah senyum kemenangan pada sudut bibir mungilnya.

Melangkah masuk pada sebuah ruang yang mereka sebut lift, meninggalkan sosok tak kasat mata yang berdiri tegak di belakangnya. Tersenyum penuh arti dan sebuah dorongan pelan pada punggungnya, menciptakan hujan lokal cappucino dan tentunya…

“HUWAAA!!!”

Berteriak sekencangnya, nafas yang mengepul tebal, mata kecil yang menyala marah, menatap pada cup cappucino yang ia genggam, kosong, tanpa sisa.

“KAU MENUMPAHKAN CAPPUCINO-KU!!”

Menyalahkan seseorang yang jelas tidak bersalah, dia, lelaki tinggi dengan rambut gelap, berdiri gagah tepat di hadapannya, kokoh bak bangunan dengan beton bertulang, aroma maskulin dan kemeja dengan bercak noda kopi.

Lelaki yang bahkan menjadi korban tapi menjadi pelampiasan amarah yang ia timbun sejak pagi hingga siang menjelang.

Jieun sedang sensitif, itu penyebabnya.

Berusaha mengatur jalur masuk oksigen yang menyerbu rongga dadanya, menghirup udara dengan bar-bar seiring dengan detak jantung yang kian tidak rasional.

“Kau sedang berteriak?? Padaku??”

Sebuah suara bass yang jelas bukan miliknya, bukan milik Jieun.

Suara pelan dengan nada tak terima.

“YA!! AKU SEDANG BERTERIAK!!”

Menatap tajam pada seseorang yang juga sedang bertingkah angkuh, ingin mengintimidasi lelaki itu, kaki mungilnya mendekat, menatap lekat tepat pada sepasang mata di depannya. Mengabaikan fakta jika kemeja putih lelaki dengan marga Kim itu tak lagi putih bersih melainkan dengan noda kecoklatan dan aroma khas cappucino.

Bertingkah dengan tidak masuk akal, menyalahkan lelaki di depannya bahkan saat ia hanya kehilangan segelas cappucino.

“Kau tidak terlihat muda, kau menyukaiku? Kau salah seorang uncle fans-ku? Kau ingin tanda tangan? Berfoto? Aku tahu…”

Dan sederet kalimat yang menurutnya sangat masuk akal, seorang uncle fans yang membuntutinya, sengaja membuatnya menumpahkan cappucino pada pakaian miliknya lalu membuat mereka menjadi lebih dekat.

Demi dewi fortuna yang menghujaninya dengan jutaan keberuntungan, siapapun jangan pernah berani memikirkannya meski hanya sekedar khayalan!

Meraih paksa sebuah benda persegi disana, dompet kulit dengan lembaran won yang tak ia pedulikan.

Membaca dengan teliti, sebuah nama dengan foto yang ya, benar ini kartu tanda pengenalnya.

“Ahh, Kim Soo Hyun-ssi? Apa kau wartawan dispatch?”

Bertanya dengan penuh percaya diri, memandangnya dengan tatapan seolah ia tahu segalanya.

“Kim Soo Hyun-ssi! Ber-“

Kalimat yang menggantung karena…

Ting

Dan kerumunan makhluk yang mereka kira manusia menyeruak masuk, mendorong dua manusia sebelumnya untuk saling mendekat, Jieun terjepit diantara sela-sela sempit.

Memaksa gadis itu berhenti, menahan jutaan kalimat yang ia rangkai dengan segenap perjuangan dan cucur keringat pada sel otaknya, Jieun ingin berteriak dan…

Tidak!

Tidak saat kerumunan manusia yang akan bertindak seperti semut yang menemukan secuil gula diantara hamparan pasir.

Menutup mulut mungilnya cepat, bersembunyi di balik bidang kokoh yang menurutnya sangat harum.

‘Parfum apa yang ia gunakan?’

Jieun mengatakannya, dalam hati.

“YAKK!! AP-“

“Sstt…”

Tangan kecil Jieun menyentuh tepat pada sesuatu yang lembab dan pink di depannya, lalu kedipan mata polos Tuan Kim yang lebih indah dari bunga yang sedang mekar.

Meratapi nasibnya yang hari ini selalu sial, mendapatkan segelas cappucino dengan kerja keras dan berakhir dengan tumpah tanpa sisa, bahkan cup yang kosong dengan titik-titik kopi rasa favoritnya masih ia genggam dengan setia.

“Kau, kau…“

Lelaki itu membuka suara, halus dan pelan, dahi yang mengkerut memberikan isyarat jika ia sedang berpikir keras.

Iya! Dia Lee Jieun!

Solois paling populer di dunia!

“Kau adalah-“

Mata kecil itu mendelik, otot-otot yang meninggalkan jejak timbul pada permukaan kulit. Menatap lelaki di depannya, memberikan isyarat yang sama sekali tidak bisa di mengerti oleh siapapun.

Jangan mengatakannya!

Jangan pernah berani mengatakannya!

Bibir yang membuka, hampir mengucap satu kata tapi sebuah dorongan kuat pada punggung tegapnya seolah berkata lain.

Lalu sepasang mata kecil yang mengedip lembut, ada aura terkejut dan aroma cappucino yang menguar. Merasakan betapa halus busa cappucino yang melapisi permukaan bibir mungilnya.

Ini…untuk sesaat mereka tak ingin mengakhirinya.

Jieun kaku karena kejutan yang terlalu mendadak, ini lebih halus dari bulu anjing favoritnya, lebih nyaman dari menghirup udara segar saat pagi.

Ini menyenangkan…

Sebuah senyum kemenangan oleh sosok yang lagi-lagi tak kasat mata.

Lebih lembut dari busa cappucino, sebuah ciuman tak terduga.

END

Pernah nonton Bride of Century?

Disitu ada hantu yang selalu bikin pemain utama ketemu terus sampe akhirnya saling suka XD ya semacam mak comblang lah XD

14 thoughts on “CAPPUCINO KISS

    • tiap komen di ff ku kmu selalu bilang bingung. apa ff ku segitu jeleknya sampe hanya kata bingung yg bisa kmu temukan? aku bukan hanya mndengar kritik yg membangun tapi aku bener2 melaksanakannya. aku perbaiki kalo aku bisa. aku bahkan pernah mengganti cerita ff yg sudah dipublish krn seorang reader yg bilang g puas sm akhir ceritanya. dan terima kasih untuk setiap komen menjatuhkan yg kmu kirim untuk 3 ff ku.

      • Mianhae q gak bermaksud untuk menjatuhkanmu. Q ga sadar klo q komen gtu d ffmu trs. Mianhae. Q hanya bermaksud untuk menilainya tapi maaf jika penilaianku sudah membuat kamu tersinggung. Q benar-benar minta maaf. Klo boleh q kasih saran sih menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti pembaca saja. Tapi jangan tersinggung. Ini hanya saran klo km tidak mau mennggunakan saranq tidak masalah. Tapi q benar2 minta maaf sudah bikin km marah.

  1. Duh Mba’e jadi berantem gini ya…

    Mungkin kalo aku di sini cukup mengerti. Aku sudah terbiasa dengan kata kiasan, kata puitis, bahkan kata slengean.. Pickup..or apalah… Intinya emang butuh energy extra untuk baca ff ini mba’e. Mungkin kalo orang biasa… Agak pusing, karena level yang mba pake itu beneran di atas rata2 ya..

    Kata-kata diksi, kiasan emang memperindah tulisan, dan cerita jauh lebih berbobot. tapi mungkin di sini Mba’e teralu fokus pada kata-kata.. Dan pengertian di dalam cerita jadi samar.

    Pembaca sekrang kritis, dan penulks juga sangat mahir mempergunakan diksi. Kemampuan penulisan seperti mba.. Bisa diacungin jempol deh.

    Mba, ada niat ga..untuk mencoba gaya penulisan yang berbeda… Mungkin seseorang seperti yang di atas bisa memberi komentar berbeda. Hehe..

    Kembali ke cerita. sekarang Jieun selingkuh ya sama Kim So Hyun..wkwkwkw.. Kemana pasangan sejatinya Jieun. # injek Onew../plak/ Mian di tendang deh !

    Hahaha..sekian Mba’e… Mudah2 an komentarku bisa diterima. PIs !

    • aku kalo nulis itu berbelit-belit ya .-. aku pernah mencoba nulis dengan gaya yang berbeda, aku coba pake bahasa yang sederhana, menurut aku bagus tapi setelah di reviewkan ternyata malah dinilai biasa aja T.T *efek kepedean* ff ku itu mungkin terlalu banyak kiasan dan terlalu berbelit. Iya sih aku juga ngerasa kalo isi cerita jadi kurang tersampaikan karena terlalu fokus sama kata2 T.T
      iya, mulai sekarang aku akan instropeksi diri XD makasih alana XD
      tentang jieun yang selingkuh, iya selingkuhnya bentar aja kok, onew masih sabar kekeke

  2. Hai~ ayo kunjungi dan baca fanfic di comeandreadhere.wordpress.com ^^ meskipun blog baru tapi semoga berkesan. Blog yang berisi fanfic exo maupun artis lain. Come and read, please ^^

  3. Nicely written. Walaupun jujur saja, saya dedikit bingung dengan kiasan-kiasan yang kamu pakai. Sebenarnya kata kiasan dalam sebuah karangan memang diperlukan, tapi kiasan itu harus benar-benar bisa menyampaikan hal yang dimaksud oleh penulis sehingga baik orang-orang dengan level diksi yang tidak terlalu tinggi dan yang sudah terbiasa membaca bacaan berbobot berat serta berbelit-belit baca pun ikut nyaman saat membaca karya kamu. Terlalu banyak diksi bisa mengurangi makna dari suatu kejadian.

    Dan juga tolong perhatikan tanda baca. Tadi waktu saya baca, masih ada tanda baca yang berdobel. Lebih baik menggunakan satu tanda baca dengan keterangan si karakter sedang menggunakan nada tinggi atau tidak daripada menulis ulang tanda baca. Itu mengurangi daya tarik tampilan fisik karangan kamu.

    Sekian, dan maaf jika kalimat saya ada yang tidak mengenakkan buat kamu.

    Keep writing!

    • hmm…iya aku akuin emang disini aku terlalu fokus mikir kata-kata jadi makna sesungguhnya malah gak sampai T.T
      Terlalu banyak kiasan jadinya gini ternyata, aku pikir ini gak banyak kiasan tapi ternyata emang susah menempatkan diri jadi orang lain.
      Dan tentang tanda baca itu, ini…”masih ada tanda baca yang berdobel” maksudnya dobel? aku gak ngerti T.T
      Yuhuu gpp, aku malah berterima kasih kamu udah bersedia repot-repot ngetik panjang kayak gini, makasih banget yaa XD

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s