SIGHT [Chapter – 1]

Joy_V_Sight_2015

SIGHT

Chapter 1: Through The Girl’s Eyes
a story by Yoo Jangmi

Genre: Supernatural; School-life; Romance; Mystery (dikit) | Length: Multi-chapter | Rating: PG15

Cast
Red Velvet Joy (Park Sooyoung) | BTS V (Kim Taehyung) | B.A.P Zelo (Choi Junhong)
and others~

I own nothing but the storyline. Inspired by my own ff (lol) titled “Breathe Again”. Please be a good reader and leave some feedback :3 happy reading~
(nb: this chapter is short, karena baru perkenalan aja. The real thing start after this(?))

No one can see him, but her.


“Hai, aku Park Sooyoung. Aku remaja SMA berusia 17 tahun yang biasa saja, atau mungkin tidak. Aku memiliki “pengelihatan” sejak kecil. Ya, aku bisa melihat mereka, yang biasa kau sebut hantu. Mereka tidak begitu menyeramkan, karena sudah terbiasa kadang aku sulit membedakan mereka dengan manusia. Aku tidak pernah mendapat gangguan sebelumnya, mereka seperti temanku. Tapi, insiden waktu itu adalah hal lain. Itu terjadi setahun yang lalu, dimulai saat pertama kali aku menginjakkan kaki di sekolah baruku…”

Park Sooyoung melangkahkan kakinya tanpa keraguan menuju calon ruang kelas barunya, di sekolah baru yang jauh lebih besar dan bagus dari sekolahnya yang sebelumnya. Sekolah barunya itu merupakan salah satu sekolah elit. Ia akan belajar banyak hal baru seperti pelajaran bahasa asing, yang sangat diminatinya. Sembari melangkah Sooyoung mulai memikirkan seperti apa teman-temannya, dan apakah mereka akan menganggapnya aneh kalau mereka tahu rahasia kecilnya yaitu bahwa ia bisa melihat hantu. Teman-teman di sekolah lamanya banyak yang menganggapnya aneh karena kemampuannya itu, maka Sooyoung menggelengkan kepalanya dan memutuskan untuk tidak menceritakan pada siapa pun soal itu.

Inilah dia. Pintu kelas yang tertutup itu sekarang ada di depan matanya. Dari jendela kecil di pintu, Sooyoung bisa melihat ada seorang guru (yang mungkin wali kelas barunya) sedang berbicara panjang lebar di depan kelas. Sooyoung mengetuk pintu kayu itu perlahan lalu membukanya. Guru itu berhenti bicara dan tersenyum melihat kedatangan Sooyoung, pria berusia 50 tahun-an itu menghampiri Sooyoung lalu menuntunnya ke depan kelas. Semua pasang mata di kelas sekarang terfokus pada Sooyoung, membuat gadis itu gugup.

“Baiklah, perkenalkan, ini anggota kelas kita yang baru Park Sooyoung,” kata pria yang biasa disebut Guru Kim itu.

Sooyoung membungkuk sedikit, melempar senyumannya yang paling manis pada seluruh kelas dan memperkenalkan dirinya. “Halo, aku Park Sooyoung. Um… mohon bantuannya.”

Sejauh ini kelihatannya teman-teman di kelas barunya itu memberikan reaksi positif. Sooyoung lega tidak ada hal aneh atau apapun yang tidak diinginkannya terjadi. Guru Kim menyuruhnya duduk di kursi paling pojok, di dekat jendela. Yang membuat Sooyoung bingung adalah, kursi itu tidak kosong, ia melihat ada seorang murid laki-laki yang duduk di sana. Sooyoung menghampiri kursi itu, ia baru saja akan bicara pada murid laki-laki itu, tapi ia segera menyadari kalau tidak seorang pun melihat laki-laki itu kecuali dia.

Laki-laki itu mengangkat kepalanya. Wajahnya pucat, tak bernyawa. Ia menatap Sooyoung lalu tersenyum. Ia berdiri dari kursi itu dan membuat gestur seolah mempersilahkan Sooyoung duduk di kursinya. Gadis itu tersenyum penuh rasa terima kasih pada si hantu.

“Kau bisa melihatku?” Tanya laki-laki itu.

Ya tentu saja. Pikir Sooyoung. Tapi ia tidak mungkin mengajak bicara hantu itu, semua orang di kelas akan mengiranya berbicara sendiri.

“Aku mengerti, kau tidak mau dianggap gila kan? Aku Kim Taehyung.”

Sooyoung tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menjawab si hantu, lagipula senyumnya manis sekali.

“Park Sooyoung,” bisiknya.

“Kau tidak merasa aneh? Teman pertama yang kau dapatkan malah hantu,” kata Taehyung.

Sooyoung tertawa kecil, “Tidak, sudah biasa. Aku bermain dengan hantu sejak kecil. Bukan sesuatu yang mengerikan.”

Taehyung tersenyum lagi pada Sooyoung, gadis itu bisa menangkap sekilas kesedihan di mata laki-laki itu. Mungkinkah ada sesuatu yang terjadi semasa hidupnya? Sooyoung mulai mengandai-andai. Tapi kemudian ia menggelengkan kepalanya, itu bukan urusannya. Neneknya selalu bilang, tidak sopan bertanya pada hantu soal kehidupannya semasa hidup.

Laki-laki itu sudah hilang sekarang. Sooyoung hanya mengangkat bahunya. Sekarang ia menumpuk buku-bukunya di meja untuk dimasukkan ke loker di belakang kelas. Matanya mulai mengobservasi kelas barunya. Ada gerombolan murid perempuan berdandanan super lengkap, mereka memakai barang-barang mahal. Sepertinya bisa dibilang mereka “geng cantik” kelas ini. Lalu ada juga beberapa anak yang kelihatannya sedang bercakap-cakap serius, mereka gerombolan anak pintar. Murid-murid perempuan di kelas itu terbagi-bagi dalam beberapa kelompok seperti halnya SMA pada umumnya. Tapi murid laki-lakinya terlihat lebih menyenangkan. Mereka mengobrol dan bercanda bersama-sama tanpa memisahkan diri dalam kelompok-kelompok.

Salah satu dari anak-anak itu ada yang menarik perhatian Sooyoung. Namanya Choi Junhong, jika Sooyoung tidak salah mendengar salah seorang temannya memanggil nama anak itu tadi. Sepertinya ia sangat ramah. Tapi Sooyoung tidak akan pernah meninggalkan kursinya untuk menghampiri Junhong dan mengajaknya bicara duluan. Tidak, aku tidak mau. Pikir Sooyoung.

“Sooyoung-ah! Ayo ikut ngobrol dengan kami!” Ajak seorang anak laki-laki bernama Jungkook sambil melambai padanya.

Sooyoung hanya tersenyum kaku, ia tidak tahu harus menjawab apa. Jangan-jangan ia menyadari sejak tadi Sooyoung memperhatikan gerombolan anak laki-laki.

“Enak saja kalian! Sooyoung punya kami!” Seru Chanmi, salah satu dari “geng cantik”.

Sekarang anak-anak perempuan mengerubunginya dan mulai menanyakan pertanyaan-pertanyaan tidak penting pada Sooyoung. []


“Bagaimana hari pertamamu?”

Sooyoung langsung tersedak mendengar pertanyaan ayahnya. Ia meletakkan sumpitnya dan meneguk air, mengurungkan niat untuk mengambil beberapa potong daging lagi.

“Um.. ngga ada yang spesial kok,” kata Sooyoung.

Sebenarnya ia menganggap pertemuannya dengan hantu Taehyung dan rasa tertariknya pada Choi Junhong adalah sesuatu yang tidak biasa. Tapi ia tidak akan menceritakan itu pada ayahnya, pria itu tidak akan peduli ceritanya dan hanya akan menyuruhnya untuk fokus belajar.
Sooyoung segera menyelesaikan makan malamnya tanpa bicara lagi, lalu pergi ke kamarnya di bagian lantai atas rumah.

Kamar Sooyoung adalah satu-satunya kamar tidur di lantai atas, tapi gadis itu tidak pernah takut berada sendirian di sana. Meskipun ia bisa dengan jelas melihat apapun yang berada di kamarnya. Sooyoung membuka pintu kamarnya yang terbuat dari kayu bercat putih itu dengan sedikit tenaga ekstra. Sesuatu sepertinya menyangkut di bagian bawah pintu atau mungkin engselnya berkarat.

“Huh pintu ini harus segera dibetulkan,” gumam Sooyoung sambil cemberut.

Ditutupnya kembali pintu itu dengan susah payah. Setelah itu Sooyoung melempar dirinya ke tempat tidur. Ia mulai melamun, dan berpikir untuk menggambar sosok Kim Taehyung di sketchbook-nya. Maka Sooyoung mengambil sketchbook dan pensil dari laci meja belajarnya, ia meletakkan benda-benda itu di atas meja lalu duduk dan mulai membuat beberapa coretan. Belum lama ia berkutat dengan gambarnya, tiba-tiba lampu kamarnya mati.

Sooyoung menjatuhkan pensil yang sedang dipakainya menggambar tadi. Ia mungkin tidak takut hantu tapi ia takut kegelapan. Tangannya mulai berkeringat, jantungnya mulai berdebar sangat cepat. Tubuhnya terdiam kaku, ia tidak berani bergerak sedikit pun.

Sepertinya bukan hanya kamarnya yang mati lampu, seluruh rumah dan mungkin seluruh komplek tempat tinggalnya juga. Sooyoung bisa mendengar suara ayahnya memanggil dari lantai bawah dengan panik.

“Sooyoung-ah! Kau baik-baik saja? Ayah akan menjemputmu ke atas, tunggu sebentar!”

Sooyoung tidak bisa menyahut panggilan ayahnya. Ia sedang dalam keadaan panik, bibirnya bergetar dan tak satu kata pun bisa keluar dari mulutnya itu.
Sekarang Sooyoung merasakan hawa dingin di sekitarnya. Suhu kamar itu seolah turun beberapa derajat secara drastis. Sooyoung mengenal keadaan ini, ada hantu atau arwah di kamarnya. Ia tetap duduk tak bergerak di kursinya, menarik napas dalam sambil menggigil. Ia tahu ada sesuatu di sebelahnya.

“Sooyoung-ah,” sebuah suara yang agak serak dan samar-samar memanggil namanya.

Sooyoung mengenali suara pemanggilnya itu. Ia pun menoleh ke sebelah kanan dan mendapati hantu Taehyung sedang berlutut di samping kursi belajarnya.

“Taehyung-ssi!” Pekik Sooyoung, “k-kau sedang apa di kamarku?”

Taehyung menatapnya, dengan sorot kesedihan persis seperti yang dilihat Sooyoung tadi pagi di sekolah, “Tolong aku.” []

– TBC –

24 thoughts on “SIGHT [Chapter – 1]

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s