[Freelance-oneshot] Nerd ? Good Girl !

DESIGN

Title : Nerd? Good Girl!

Author/twitter : Ri-chan (@officialriita)

Main Cast : Park Kyung Ri (OC), Ken (VIXX)

Other Cast : Find by yourself

Genre : friendship, romance

Rating : General

Length : Oneshot

Disclaimer : All story is mine! I hate PLAGIAT! :) Cerita ini murni dari otak author, jadi mohon saran dan kritiknya :D 

Personal Blog : https://officialriita.wordpress.com/

.

.

KyungRi POV

 

Hari ini hari pertamaku masuk kuliah setelah melalui masa ospek yang menyebalkan. Aku berkuliah di Inha University, pilihan ayahku. Sekarang sudah jam pulang kampus. Aku sedang berada di taman.

 

“Hei Yunri, kenapa bengong siang bolong gini?” tanya Naya, teman pertama ku saat ospek berlangsung. Apa kalian bingung mengapa dia memanggilku Yunri? 

 

Yap. Aku menyamar. Semua orang dikampus ini mengenalku sebagai Park Yunri. Aku takut jika diriku dikucilkan seperti dulu, dan sejak aku JHS, aku selalu memakai kacamata tebal dengan rambut selalu diikat. Jarang ada yang mau berteman denganku, ingin berkenalan dengan teman sekelas saja susah. Untungnya aku bertemu dengan Naya dan dia mau berteman denganku.

 

“hai naya” sapaku dengan senyum dibuat-buat

“kau kenapa melamun?” Tanya naya

“aku hanya sedang memikirkan sesuatu” ucapku

“tentang apa? Butuh teman untuk bercerita?” tawarnya 

 

Aku terdiam sejenak. Aku ingin menanyakan sesuatu pada Naya. Hanya saja….. aku takut.

“hm…. Menurutmu……”

Dia terus memandangiku, dan itu membuatku semakin takut untuk bertanya

“menurutmu……. Apa aku……… jelek?” tanyaku dengan suara yang amat sangat pelan“ne? tak terdengar” ucapnya

“menurutmu, apa aku jelek?” 

“menurutku? Kau cantik. Percayalah… kau adalah temanku yang paling cantik yang pernah ku temui” 

“jinjja?” tanyaku ragu“ne! memangnya kenapa? Apa ada sesuatu yang terjadi padamu?” tanyanya penasaran

“saat pelajaran pertama, tak ada satupun yang mau berkenalan dengan ku” ucapku sedih

 

Naya diam. Tak menjawab. Aku yakin pasti Naya bingung mau menjawab apa.

Aku bias aja bilang pada appa kalau banyak mahasiswa disini yang mengucilkanku, dan aku yakin appa pasti akan langsung mengeluarkan mereka, karena appa-ku adalah salah satu donator terbesar di kampus ini. Appa-ku juga merupakan CEO dari Park’s Corp.

 

Namun, eomma-ku berkata “jangan karena kita berasal dari keluarga terpandang, kamu melakukan perbuatan apapun sesuka hatimu. Ingat, tidak selamanya kita berada diatas” 

 

“Naya, mau kerumahku?” tanyaku memecahkan keheningan

“bolehkah? Aku ingin” katanya dengan penuh semangat

“tentu saja boleh. Akan ku kenalkan kau dengan eomma ku. Tapi maaf jika rumahku sangat kecil” ucapku 

“ah, itu tidak masalah yunri-ah” ucapnya

 

 

 

15.30

Setelah menaiki bus, aku dan Naya berjalan kaki menuju rumahku.“Naya.. kau tau Park Corp?” tanyaku memecahkan keheningan diantara kami“tentu saja aku tau. Anaknya, Park Jinhwan. Kau tau? Dia sangat tampan! Aku ingin sekali bertemu dengannya” ucapnya antusias

“mengapa kau menyukai dia?” tanyaku penasaran

“menurutku, dia itu memiliki senyum seperti malaikat yang bisa menenangkan hati. Dan juga, dia itu sepertinya namja yang baik” 

“bagaimana kalau dia sudah mempunyai yeojachingu?” 

“ah jinjja….. mengapa kau bertanya seperti itu yunri-ah” jawabnya memelas

Aku hanya terkekeh 

 

 

Kami sampai dirumahku..

“eommaaaa aku pulang” teriakku sembari mencari eomma

“nyonya sedang tidak dirumah ri-ya” jawab bibi Jung sambil menghampiriku

“kemana eomma?  Huft selalu tidak pernah mengabariku kalau ingin pergi” ucapku kesal

 

“bibi, kenalkan ini temanku” ucapku pada bibi jung

Naya pun membungkuk dan memperkenalkan dirinya

“Kim Naya Imnida” sapanya ramah

“ne, selamat datang.. kau bisa memanggilku bibi Jung”

“bibi, aku kekamar saja ya bersama Naya” ucapku dan hanya mendapatkan anggukan dari bibi. Akupun menarik Naya kekamarku yang sedari tadi mengamati rumahku. Kamarku berada di lantai dua.

 

“maaf jika kamu kurang nyaman disini” ucapku sembari menarik Naya masuk kekamarku

“disini sangat nyaman, kamarmu wangi bunga mawar, aku suka” 

“aku menyukai bunga mawar” ucapku sambil mengambil pembersih muka

 

Aku membuka kacamataku dan membersihkan mukaku. Kulihat Naya sedang mengamati beberapa foto yang terpajang dikamarku.

“sepertinya… aku mengenalnya…” ucap Naya

“dia oppa ku, sebentar lagi dia akan pulang” ucapku sambil melirik jam dari pantulan kaca

“hm begitu… hanya saja… aneh” 

“aneh kenapa?”

“wajahnya tidak asing bagiku”

Aku hanya membalasnya dengan senyum

 

“yunri-ah… mengapa ada foto CEO Park’s Corp bersama istrinya disini?” tanyanya sambil menunjuk kearah foto besar yang terpajang didekat rak buku ku

“mereka….. orang tua ku” ucapku sedikit canggung

“NE!?” jawab Naya kaget

“kumohon Naya, jangan beritahu ini pada siapapun” ucapku sambil menatapnya

“k..ka..kau? anak dari.. Park Kyung Soo dan Park Min Ha?” Tanya nya masih tak percaya

 

~teng tong~

 

Suara bel berbunyi, ku yakin itu pasti oppa. Oppa-ku, Park Jinhwan.

“aku ingin mengganti baju sebentar” ucapku dan tak mendapat jawaban apapun dari Naya. Dia hanya berdiri seperti patung sambil menganga(?) 

Selesai aku mengganti baju, aku melepas ikatan rambutku, kulirik dari pantulan kaca, Naya terus memperhatikanku.

 

“ada apa Naya?” tanyaku sambil menyisir rambutku

“kau… Park Kyung Ri?” Tanya nya

“akan ku jelaskan setelah kita bertemu oppa” jawabku

“Park…. Jinhwan?” 

“ne. bukankah kau mengidolakannya?” ledekku

Naya memelukku kemudian.. aku yakin dia pasti senang 

 

Aku dan Naya turun ke lantai bawah, tapi tak menemukan tanda-tanda ada oppa disini. Aku menyuruh Naya menunggu diruang tamu dan aku mencari oppa kekamarnya.

 

~tok tok tok~

 

Pintupun terbuka setelah aku mengetuknya beberapa kali

“oppaaa” ucapku manja sambil memeluknya

“aigo ri-ya ada apa?” Tanya nya bingung

“sedang sibuk?” tanyaku

“tidak. Kenapa? Ada tugas yang tidak bisa kau kerjakan?” tanyanya

“aniyo, aku ingin memperkenalkan oppa pada temanku yang cantik” ucapku to the point

“kau bermaksud menjodohkan ku seperti eomma?” tanyanya dingin

“aniyo oppa……” 

“aku tak mau”

“kenapa? Apa oppa sudah punya yeojachingu?” tanyaku kecewa

“aku hanya sedang malas saja. Jangan bertingkah seperti eomma yang selalu menyuruhku mencari pasangan dan menikah, aku masih ingin fokus bekerja” ucapnya

“aku hanya ingin memperkenalkan Naya padamu, dia mengagumimu sejak lama. Hanya itu saja” ucapku dan ingin beranjak pergi. Aku kesal padanya karena menuduhku seperti itu

 

Aku membalikan badan bermaksud menunggalkannya, namun ada yang menahan tanganku.

“oppa mandi dulu, tunggulah dimeja makan sekalian makan malam” ucapnya

“ne oppa” ucapku dan pergi kemudian turun kebawah untuk memberi tahu Naya

 

 

18.30 

Aku dan Naya sudah duduk dimeja makan yang sudah disusun rapi oleh bibi Jung. 

Tak lama oppa turun dan duduk berhadapan denganku

“annyeong” sapaku

“ne, ini temanmu?” Tanya oppa sambil melirik Naya

“ne, annyeong haseyo. Kim Naya imnida” ucapnya sambil sedikit membungkuk

“Park Jinhwan imnida, oppa-nya kyungri” 

Naya hanya diam sambil terus memandangi jinhwan oppa, ku senggol lengannya sambil terkekeh

“nikmatilah makanannya, jika perlu sesuatu katakan saja” ucap jinhwan oppa ramah sambil tersenyum dan dibalas anggukan oleh Naya dengan wajah memerah

“oppa, setelah ini bisakah oppa mengantarkan temanku pulang? Tidak baik bukan kalau perempuan pulang sendiri?” tanyaku jail dan mendapatkan death glare dari Naya.

“tentu, aku juga akan menjemput eomma. Jadi sekalian saja” ucap oppa

 

SKIP – 5 bulan kemudian

 

Pagi ini aku terlambat bangun padahal hari ini jinhwan oppa akan mengantarku kekampus

Aku bergegas tanpa sarapan dan langsung menuju mobil jinhwan oppa dan berangkat

 

“gara-gara kau aku bisa telat sampai kantor appa”

“mianhe” ucapku sambil menunduk

“tak taukah pagi ini aku dan appa akan meeting? Bukankah sudah ku bilang kemarin?” ucapnya marah. Aku hanya bisa diam dan menunduk. Ini salahku. Aku tak mendengar bunyi alarm ku karena kemarin aku tidur terlalu malam. Aku yakin aku juga pasti telat masuk. 

 

Sesampai dikampus aku langsung berlari menuju kelas. Pelajaran pertama adalah pelajaran Kang songsaenim, dosen killer yang sangat suka memberikan banyak tugas. Aku sampai didepan kelas, ku ketuk pintunya, dan membukanya….

 

“YAK! PARK YUNRI! MENGAPA KAU TELAT!?” bentak Kang saem

“maafkan aku saem, aku… aku… aku kesiangan” ucapku gugup

“hukum saja si nerd itu saem” 

“bersihkan toilet dan kantin sekarang! Kau tidak perlu ikut pelajaran saya hari ini” ucap Kang saem dingin

“ba..baik saem” ucapku lesu lalu keluar

 

Aku menuju kantin, ada beberapa orang disana sedang asik berkumpul dengan teman-temannya. “Ri-ya, kau kesini hanya akan membersihkan kantin. Tutup kupingmu dan abaikan apapun yang akan mereka katakan nanti. Kau harus bisa Ri-ya” ucapku dalam hati.

 

“lihatlah si nerd itu, memang tidak berguna”

“bukankah dia cocok menjadi office girl di kampus kita?”

“tampangnya mendukung”

Mulai terdengar bisikan-bisikan yang membuat kupingku panas 

 

“hai nerd” ucap beberapa orang yang mulai mendekatiku. Aku hanya memandanginya takut. Dia sunbae ku, Lee Minwoo dan kawannya. Dan juga ada Sohyun sunbae, kekasih Minwoo sunbae

“kau sedang membersihkan kantin?” 

“ne sunbae”

“biar ku bantu” 

 

Mataku membulat saat mendengar itu, kukira dia benar ingin membantuku, tapi….

Mereka, membuang sisa makanan yang meraka bawa ke lantai.

“sunbae.. tolong hentikan” ucapku

Sohyun sunbae mendekatiku dan menjambak rambutku 

“selamat menikmati jus ini, putri Yunri” ucapnya dan mulai menumpahkan jus alpukat kewajahku

Sungguh… aku hanya bisa menangis saat ini… aku benci alpukat, dan ini membuatku mual.

 

“YAK! HENTIKAN!” teriak seseorang yang ku yakini adalah Naya. Namun naya tak sendiri… dia bersama seorang…. Namja?

Setelah teriakan itu, Sohyun sunbae langsung melepaskan jambakannya dan melempar tempat bekas jus itu kebajuku kemudian mereka semua pergi. 

“astaga ada apa ri-ya” Tanya Naya panik

Aku tak bisa menjawab. Aku merasa semuanya menjadi gelap begitu saja

 

 

 

Ken POV

 

Aku membawa gadis ini ketempat yang agak sepi, aku mengikuti Naya -orang yang baru ku kenal- kepohon besar yang ada di ujung taman, memang sepi disini. 

 

Aku Lee Jaehwan, panggil saja aku Ken. Aku sebenarnya mencari gadis bernama Park Kyung Ri, eomma menyuruhku untuk menjemput gadis ini. Eomma bilang, gadis ini adalah teman kecilku saat aku berada di Paris, dan eomma akan menjodohkan ku dengannya. Aku ingin menjemputnya dan membawanya kerumahku karena disana ada Park ahjuma, yang tak lain adalah eomma dari gadis itu.

 

Aku memandangi gadis ini malang. Mengapa dia dibully seperti tadi? Apa karena….. dia…. Berpenampilan seperti nerd? Lalu? Memangnya kenapa kalau dia ini nerd? Mengapa mereka mengganggunya? Dia memang tidak cantik, tapi pasti dia memiliki kelebihan yang belum mereka ketahui.

 

Aku mengambil saputangan ku, ku lepas kacamatanya dan membersihkan mukanya. Entah kenapa sejak tadi Naya belum juga kembali. Dia bilang dia ingin membeli tissue dan air. Wajahnya sudah bersih. Dia tak seburuk yang ku bayangkan rupanya. Lebih manis jika tanpa kacamata.

 

“hei!” aku terkejut karena Naya menepuk bahuku tiba-tiba

Kulihat Naya tertawa dan mulai membersihkan sisa jus yang ada pada tubuh dan baju gadis ini

“dia ini sahabat mu?” tanyaku

“ne. dia orang yang sangat baik dan sangat cantik yang pernah ku kenal” ucapnya

“kalau ku lihat, lebih cantik kau dibanding dia” ucapku asal dan tertawa bersama

“dia jauh lebih cantik daripada aku, oppa” ucapnya

“bisakah kau antar aku pada orang yang kucari?” 

“park kyungri? Kau sudah melihatnya”

“dimana?”

“didepanmu” ucapnya dan membuatku berpikir keras

 

Aku bangun dari dudukku, membalikkan badanku membelakanginya dan mulai berpikir untuk mencerna perkataan Naya.

 

“Naya….” Panggil seseorang dengan suara serak. Kutebak. Pasti gadis itu sudah sadar.

“Ri-ya.. kau tak apa?” 

“ne, aku tak apa. Terimakasih sudah menolongku”

“ne.. lepaskan ikatan rambutmu, akan kubantu membersihkannya”

Ku balikkan badanku dan mengamati gadis itu… benar kata Naya. Dia jauh lebih cantik seperti ini, dengan rambut terurai bebas dan tanpa kacamata. 

 

“Ri-ya… ada yang mencarimu tadi” ucap Naya

“nugu?” tanyanya

“itu…” ucap Naya sambil menunjukku dan membuat gadis itu melihat kearah ku

Apakah dia park kyungri?

“annyeong, Lee Jaehwan imnida” ucapku sambil membungkuk

“nado annyeong, Park Yunri imnida” ucapnya dan sedikit membungkuk

Ah dia bukan orang yang kucari..

 

“a…ada apa mencariku?” ucapnya gugup

“maaf, aku mencari park kyungri. Sepertinya Naya salah mendengar nama orang yang ku sebut tadi” ucapku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal

“ri-ya… bisakah kau tidak menggunakan nama itu? Dia tampan juga” bisik Naya yang masih dapat ku dengar dan itu membuatku bingung

 

 

 

KyungRi POV

 

Ada apa namja ini mencariku? Dan …. Mengapa wajahnya taka sing bagiku?

“ijinkan aku mengganti bajuku dulu” ucapku dan ingin beranjak tapi tangan Naya menahan ku

“ada apa Na-ya?” tanyaku

“tak perlu… hanya tinggal perkenalkan saja dirimu, cepatlah. Sepertinya ini penting” ucap Naya

Ku ikat kembali rambutku, lalu “mian ahjussi, park kyungri imnida, bagapseumnida” kataku dan menunduk

“ahjussi? Apakah aku terlihat setua itu?” ucapnya protes

“ah… ani… hanya saja….”

“jadi kau park kyungri? Anak dari Park’s Corp?” selidik namja itu

“hm…. Ne” jawabku

“lalu mengapa tadi kau menyebutkan dirimu adalah park Yunri?” tanyanya penasaran

“ah… itu…….” Bagaimana ini? Bagaimana aku menjelaskannya?

“baiklah, jelaskan saja nanti. Yang penting ikut aku sekarang” ucap namja itu lalu menarikku

 

Apa-apaan ini? Mengapa aku ditarik seperti ini

“hei, lepaskan!” ucapku

“diamlah, Park ahjumma ada dirumahku dan dia memintaku menjemputmu sekarang juga” ucapnya dan mendorongku masuk kemobilnya

“lalu kau siapa memangnya?” tanyaku saat dia masuk 

“teman kecilmu saat diparis” ucapnya dingin

Aku memutar otakku untuk mengingat siapa dia

 

 

– LEE’s HOUSE –

 

“eomma aku pulang” ucap namja itu

Tak lama eommanya dan eommaku datang menyambut kami dan…. Kulihat wajah eomma kaget melihat penampilanku.

“astaga ri-ya.. apa yang terjadi padamu? Mengapa bajumu kotor hah? Dan kenapa memakai kacamata seperti ini? Kau terlihat aneh sayang” ucap eomma

“a…..itu…..aku….” 

“dia menjadi nerd dikampusnya, dia baru saja dibully oleh seniornya disana” ucap namja itu

Mati aku! Selama ini eomma tak tau kalau aku berpenampilan seperti nerd. Dasar namja pabbo!!!

“jinjja!? Apakah itu benar kyungri?” Tanya eomma marah

Aku hanya bisa mengangguk lemas

 

“sudahlah min ha, ri-ya.. bersihkan dirimu ne? akan eommonim carikan baju yang pantas untukmu. Ken, antarkan park eommonim ke ruang tengah dan minta tolong bibi Han untuk membuatkan teh hangat” kata eommanya namja itu dan dia menarikku ke….kamarnya mungkin

 

“kyungri-ah, bersihkan dirimu ya” ucapnya

“ne, ahjumma. Gomawo” ucapku

“aigo, jangan panggil aku ahjumma, panggil aku eommonim. Kau kan akan menjadi menantuku sebentar lagi” ucapnya

“NE!?” tanyaku kaget dan membulatkan mataku

“apakah eomma mu belum memberitahu masalah perjodohanmu ini?” Tanya eommonim

“belum … eommonim” ucapku canggung

“yasudah, min ha memang pelupa. Cepat bersihkan dirimu” katanya dan aku langsung menuju kamar mandi

 

20menit kemudian

 

Aku menggunakan dress pilihan eommonim, dress selutut tanpa tangan berwarna biru awan, sangat indah. Rambutku ku biarkan terurai karena masih basah. Akupun kembali mengenakan kacamataku lalu keluar dari ruangan itu menyusul yang lain yang sedang berada di ruang tengah.

 

“yak, ri-ya!” kata eomma mengangetkanku. Eomma berjalan menuju kearahku.

“jangan lagi menggunakan ini atau eomma akan menghukummu!” bentak eomma sedikit berbisik. Aku hanya mengangguk tanda mengiyakan. Eomma merapikan sedikit rambutku dan menggandengku menuju ruang tengah.

 

 

Ken POV

 

Aku memperhatikan gadis itu sedari tadi. Cantik. Itulah yang ada dipikiranku.

Dan dia duduk disebelahku sekarang. Dia menunduk saat aku sedang asik memperhatikan wajah cantiknya.

“kalian masih saling mengingat?” Tanya eomma

Dia hanya diam, lalu pandangan kami bertemu saat aku hendak melihatnya. 

“dulu, kalian sering bermain bersama saat diparis” jelas eommonim

“dan kami memutuskan untuk mempersatukan kalian kembali” sambung eomma

“memangnya dulu kami pernah bersatu?” Tanya gadis ini polos

Apakah dia lupa semuanya tentang aku dan dirinya? 

“dulu bahkan kalian sudah saling mengucapkan kata saranghae” ucap eomma membuatku kaget

Kulirik lagi kesebelah, kyung ri juga terlihat kaget

 

“kalian sudah belasan tahun tak bertemu, wajar saja jika lupa. Mulailah membangun perasaan itu dari awal. Kalian bisa mulai dengan bertunangan dulu” jelas eomma

“tak bolehkan pacaran saja dulu?” tanyaku

“baiklah. 1 bulan cukup untuk berpacaran bukan?” ucap eomma yang kemudian pergi bersama eommonim meninggalkanku dan kyung ri. Ku lirik kyung ri sedang menggunakan kacamatanya.. lagi.

 

“hei, kenapa kau suka menggunakan kacamata itu?” tanyaku memulai pembicaraan

“entahlah”

Aku menatapnya. Ku arahkan tanganku untuk melepas kacamatanya lalu menyingkirkan beberapa helai rambutnya yang menghalangi wajahnya

“kau lebih cantik jika tak menggunakan ini”

“lalu? Jika aku menggunakan kacamata itu, kau tak mau berteman denganku?”

“bukan seperti itu…..hanya saj”

“semua sama saja, menilai seseorang hanya dari penampilan saja” ucapnya kesal dan beranjak pergi. Aku mengejarnya sampai kedepan pintu lalu berhasil meraih tangannya

 

“hiks…”

“hei, jangan menangis” ucapku lembut lalu menariknya perlahan kepelukanku, tapi dia terus saja menangis. Akhirnya aku membawanya ke kamarku. Dia pergi kearah balkon dikamarku tetap sambil menangis. Aku pun mengikutinya, aku membalikkan badannya dan mengangkat wajahnya. Ku hapus airmatanya menggunakan ibujari ku, lalu kembali memeluknya dan mengusap rambutnya.

“bagiku, kau tetap cantik mau diapakan juga” ucapku pelan

 

Aku melepas pelukannya, mengambil kacamata digenggamannya dan memakaikannya lagi kewajahnya. Diapun tersenyum padaku untuk pertama kalinya. 

“dulu, kau selalu bilang kalau aku tak boleh cengeng. Kenapa sekarang malah kau yang menangis hm?” tanyaku

“aku………….” Dan diapun mulai bercerita tentang apa yang dialami selama tak bertemu denganku.

 

 

 

2 bulan kemudian

 

“eomma, aku akan melamar kyung ri. Bagaimana menurut eomma, apakah ini bagus?” tanyaku sambil memamerkan cincin yang ku beli duahari lalu.

“ini sangat indah sayang. Ajaklah kyung ri makan malam, baru kau nyatakan” ucap eomma

“ah tidak eomma itu terlalu biasa. Aku ingin melamarnya dikampusnya, ditengah tamannya agar mereka semua tau kalau kyung ri tak pantas untuk dibully lagi” ucapku tegas

“baiklah jika itu kemauan mu sayang, lakukan yang terbaik” ucap eomma

Akupun bergegas menuju kampus kyung ri.

 

Berkeliling kampus adalah hal yang paling ku benci. Mengapa sangat susah menemukan gadis itu. Dimana dia kalau sedang berada dikampus? Bukankah sekarang harusnya dia sudah selesai kelas? Aku ingin membuat kejutan, tak mungkin aku menelfonnya.

“permisi, lihat park yunri?” tanyaku ramah

“oh si nerd? Dia biasanya bersembunyi di perpustakaan. Ada apa? Apa kau majikannya? Dia tidak becus ya jadi pembantu?” ucapnya sambil tertawa bersama temantemannya membuat ku geram

“jangan panggil dia nerd lagi. Dan aku calon suaminya” ucapku dingin

“dimana matamu, tuan? Kau yakin akan menikah dengan gadis yang hampir buta itu? Yang benar saja” ucapnya lagi

“kau yang seharusnya buka matamu” kataku mencoba tenang dan meninggalkan mereka 

 

Aku mencarinya di perpustakaan dan berhasil menemukannya.

“chagi-ya” sapaku. Dia menengok kearahku dan tersenyum

Dan untuk yang kesekian kalinya aku melihatnya menguncir dua rambutnya, menggunakan kacamata, dan hanya memakai kaus polos dan celana panjang. Astaga, tak adakah baju yang lebih bagus untuk digunakan?

“mengapa memandangiku seperti itu?” tanyanya membuyarkan lamunanku

“tak adakah pakaian yang lebih pantas yang bisa kau gunakan?” tanyaku sambil beranjak duduk disampingnya

“ini sudah sangat layak untuk menutupi tubuhku” jawabnya

Aku malas berdebat dengannya, sesegera mungkin aku menariknya keluar menuju taman yang tak jauh dari sana. Aku naik kesalah satu bangku dan menarik kyung ri untuk naik juga.

 

“PERHATIAN SEMUANYA” teriakku dan membuat diriku menjadi pusat perhatian sekarang

Aku melepaskan ikatan rambut dan kacamata milik kyungri. Dia sempat berontak, tapi tetap saja tenaganya tak bisa melawan tenagaku. Aku menggenggam tangannya erat dan berlutut

“PARK KYUNG RI. MAUKAH KAU MENIKAH DENGAN KU?” teriakku 

 

 

 

KyungRi POV

 

Apa-apaan ini? Mengapa dia mengatakan ini didepan banyak orang? Dan lagi? Mengapa dia melepas kacamata dan kunciranku? Aish jinjja namja ini.

“park kyung ri? Apa aku tak salah dengar?”

“park kyung ri anak Park’s Corp?”

“adik Park Jinhwan?”

“si nerd itu jadi cantik!”

“upik abu menjadi Cinderella”

Terdengar banyak bisikan yang membuat telingaku panas

“oppa kau mau mempermalukanku?” tanyaku berbisik dan hanya ditanggapi dengan gelengan

“tidakah kita bertunangan dulu?” jawabku lirih

“kau tak mau menikah dengan ku?” tanyanya

“aku mau… hany” dia langsung berdiri dan mengeluarkan cincin dari kantung jasnya lalu memasangkannya pada jari manis ku. Terdengar banyak yang bertepuk tangan, dan kemudian… ken memelukku.

“aku takkan membiarkanmu dihina dan dibully disini. Berhentilah menggunakan kacamata dan berpenampilan amat sangat biasa seperti ini. Kumohon dengarkan aku” bisiknya

Haruskah aku menurutinya? 

 

Dia melepaskan pelukannya, kulihat masih banyak pasang mata yang memperhatikan ku dan ken. Saat aku mengedarkan pandangan ku, aku melihat jinhwan oppa bersama Naya. Ku hampiri mereka sedikit berlari lalu memeluk jinhwan oppa.

“oppaaaa” rengek ku 

“turuti saja kata calon suami mu. Dia melakukan ini untuk melindungimu. Percayalah” ucap jinhwan oppa, dia lelaki yang peka, bukan? kekeke

“ri-ya, selamat yaaa” ucap Naya dan mengacak rambutku

“kau juga selamat yaaa” ledekku

“selamat apanya pabbo” kata naya sambil menjitakku

“selamat atas jadinya kau dengan oppa-ku” ucapku jahil

“kami belum pacaran, sungguh” ucap oppa

“jangan lama-lama nanti disamber orang” ucapku lagi dan tertawa bersama

 

Dan disinilah aku.. di sebuah altar tempatku mengucapkan janji suci untuk hidup bahagia bersama jaehwan oppa.

 

 

 

The end~

 

Haiii… maaf ya kalau alur ceritanya kurang menarik dan terlalu biasa

Aku berencana mau buat sequel.. tapi sebelumnya aku mau minta kritik dan saran nih dari chingueul hehe maaf kalau banyak kekurangan dan halhal yang kurang berkenan dan yang terpenting, maaf kalau ada typo._. thanks for reading~ 

 

Regards,

Ri-chan

3 thoughts on “[Freelance-oneshot] Nerd ? Good Girl !

  1. Karena mau dibikinnya oneshoot pasti jadi alurnya cepet. Menarik sih memang benar cerita seperti ini sudah sangat biasa tapi tetap menarik kok. Tapi kadang q bingung siapa yang ngomong gtu. Mianhae.

  2. Ceritanya emang keren thor tapi ada sedikit koreksi, kalo boleh coba author pake sedikit permainan kata dan majas pasti bakalan lebih keren ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s