PINK FAIRY : 1- Like A Fantasy Creature

PINK FAIRY NEW

PINK FAIRY

LIKE A FANTASY CREATURE

1st Series

by Risuki-san

SHINee’s Onew as Lee Jinki & IU as Lee Jieun

Chaptered | PG-15 | Fantasy, Romance

© Risuki-san

.

‘Dengan setiap kalimat kasar yang kuucapkan, kuputuskan untuk melindungimu’

-Lee Jinki-

.

Pink Fairy

Hanya mampu melihat tanpa bisa menyentuh, meneguk air liurnya yang sepertinya siap tumpah kapan saja. Memilih untuk menelan makanan yang ada dihadapannya, mendengus sebal kala sebuah suara menyapa telinga miliknya.

“Kuatkan imanmu, kau tak boleh minum, atau masa depanmu akan hancur”

Memilih untuk menatap datar sosok disampingnya, sosok yang dua tahun lebih muda darinya, sosok dengan mata bulat dan sebuah lesung di pipinya, sosok bernama Choi Minho yang kini tengah tersenyum penuh arti.

Berniat mengintimidasi lelaki itu namun gagal karena sebuah suara menginterupsi.

“Manager Lee, ayo bersulang”

Otak miliknya berpikir keras, bersulang? Jinki, ia ingin melakukannya. Tapi…

DRRT DRRT DRRT

Ponsel silver miliknya berdering, menampakan layar yang menyala dan…nama itu!

MINHO KODOK CALLING…

Baiklah Choi Minho itu…ternyata memiliki otak juga.

“Ya? Baik, aku akan kesana…” dan bla ba bla, mengucapkan apapun yang kini ada di otaknya. Demi apapun, mengarang beberapa kalimat itu ternyata sangatlah sulit!

Mengerahkan kemampuan akting terbaiknya, meraih mantel tebal dan tas coklatnya lalu…

“Maaf semuanya, aku ada urusan, aku harus pergi sekarang” berucap singkat dengan masih memasang ponsel ditelinganya. Melangkah menjauh, semakin jauh lalu berhenti dan…

“Menyebalkan!” menggerutu pelan dengan memasang  muka yang ditekuk. Menatap arloji mahal miliknya.

22.00 KST

“Seharusnya aku mabuk-mabukan sampai pagi! Aish kenapa aku jadi seperti lelaki yang sudah beristri??!!…” dan bla bla bla melanjutkan gerutuan yang semakin menjadi-jadi.

Mungkin saat ini ia tengah menggerutu, tapi nanti?

.

.

.

Melangkah pelan setelah sebelumnya melepas sepatu, menatap sosok itu, sosok yang kini tengah tertidur dilantai. Ingin mengabaikannya tapi…itu hanya karpet. Hanya karpet tipis yang menjadi alas tidurnya.

Memutuskan untuk mendekat, menatap sosok itu lebih dekat. Mata kecil yang selalu berbinar kini terpejam, bibir mungil yang selalu tertarik keatas, kini…hei, ia masih tersenyum bahkan saat tidur?

Memilih untuk mengangkat tubuh mungil itu, menggendongnya ala bridal style dan…

BRUKK

Mereka terjatuh.

Lee Jinki itu…sifat cerobohnya sudah stadium akut!

Menatap khawatir pada sosok itu, sosok yang…masih tertidur? Bahkan setelah jatuh? Bahkan setelah tubuh tegap Jinki sempat menindihnya?

.

.

.

#Flashback

Menatap hamparan gedung dihadapannya, menarik otot-otot sendinya yang sempat kaku karena seharian penuh terus bersama dengan setumpuk dokumen itu.

Memutusan untuk melanjutkan langkah menuju restoran favoritnya. Tersenyum senang jika mengingat bahwa…Jinki, ia akan bertemu kekasih sejatinya.

Dan senyum itu semakin lebar kala mata sabitnya menangkap sebuah papan nama restoran itu, restoran yang akan menyajikan berbagai masakan ayam, kekasih sejatinya. Namun…

“Jangan menggangguku!” sebuah suara menarik perhatian lelaki itu. Menoleh sebentar, mendapati sosok gadis dengan pakaian yang aneh lalu rambut itu, rambut panjang dengan warna merah jambu?

IU Wait 기다려 lyrics 가사

Terlihat seperti sosok dari dunia fantasi. Apa ia seorang putri duyung? Ada apa dengan pakaiannya? Tanya Jinki dalam hati.

“KUBILANG JANGAN MENGGANGGUKU!!” teriak gadis itu lebih keras, Jinki, ia terkejut. Memutuskan untuk mendekat. Menatap dua sosok laki-laki dengan pakaian khas sekolah yang tak bisa dikatakan rapi.

“Ahjussi, berikan kami uang”

“A..ahjussi?” tanya Jinki tergagap. Apa mereka buta? Tak bisakah mereka lihat muka tampanku? Apa muka tampanku ini pantas disebut ahjussi? Tanya Jinki dalam hati.

Mendengus sebal karena dua anak sekolah..ahh, ralat. Mereka preman! Preman yang memanggilnya ahjussi, sungguh tak bisa dimaafkan. Tapi…

“Pulanglah atau kulaporkan pada polisi” memilih untuk mengalah karena…Jinki, ia tak suka berkelahi.

“Bilang saja tak punya uang, lihatlah pakaiannya, terlihat mewah tapi ternyata…” dan bla bla bla. Dua bocah preman itu kini sedang menghinanya?

Mata sabitnya menatap tak percaya, setelah dipanggil ahjussi, kini mereka menghinanya? Lalu..

BRUKK BRUKKK

Memukulnya kala dapat ia tangkap tangan kotor itu menyentuh paha gadis lugu disampingnya.

“Kalian menghinaku aku masih bisa bersabar, tapi kalian melecehkan perempuan!” berteriak lalu memukul dua bocah preman itu. Tapi…meski dengan status pelajar disana, kekuatan dua bocah itu tak bisa diremehkan!

Jinki, kini ia tersungkur dijalan setelah mendapat pukulan telak. Namun itu tak berlangsung lama karena…

BRUK BRUK BRUK

Tiga sosok lelaki bertubuh tegap dengan jas hitam ditubuhnya kini tengah menghajar dua bocah preman itu. Jinki, mata miliknya sedikit membulat karena terkejut. Perlu ditekankan, hanya sedikit karena seterkejut apapun Jinki, matanya hanya akan berakhir segaris.

“Tuan muda, anda baik-baik saja?”

Jinki, ia tak percaya, bahkan disaat usianya sudah menginjak dua puluh enam tahun, ia masih diikuti pengawal?

.

.

.

Berusaha menikmati makanan yang kini tersaji dihadapannya. Hei, bukankah ini ayam favoritmu? Tapi kenapa kau makan dengan tidak bersemangat, Lee Jinki?

Memilih untuk menatap sosok di depannya yang kini pun tengah…memperhatikannya?

“Makanlah, jangan melihatku terus” berucap singkat lalu lebih memilih untuk melanjutkan makannya. Tapi…

PLUKK

Sepotong ayam favoritnya…jatuh?

Menatap sosok di depannya yang kini tengah memasang sebuah senyum manis pada Jinki. Lalu dapat ia tangkap tangan putih gadis itu yang…seperti baru pertama kali memegang sumpit. Jangan katakan jika…gadis itu bukan orang Korea?

Tapi…mata kecil dan kulit yang putih itu. Bukankah mata dan kulit khas Asia Timur? Bukankah setiap orang di Asia Timur makan dengan sumpit?

“Apa kau tinggal lama di luar negri? Kau tak bisa memakai sumpit?” tanya Jinki dengan masih menatap gadis dihadapannya.

“…”

 “Namamu?”

“…”

“Usiamu?”

“…”

“Alamatmu?”

Hanya diam dan tersenyum manis…kau baru menyadarinya sekarang? Bukankah gadis itu hanya melakukan dua hal itu saja? Diam dan tersenyum…manis. Iya kan, Jinki?

Memilih untuk menatap gadis itu. Gadis yang kini tengah memakai jas milik pengawalnya karena…Jinki, ia tak tega jika harus membiarkan tubuh gadis itu ditatap oleh tiap pasang mata karena hanya ditutup kain sebatas pangkal paha!

Memilih untuk menyudahi acara makan siangnya. Acara makan siang paling singkat dalam hidupnya!

Melangkahkan kaki tegapnya santai dan…berhenti lalu berbalik, menatap gadis itu.

“Kenapa kau mengikutiku? Pulanglah!”

.

.

.

Lagi-lagi terkejut karena…sosok itu. Sosok gadis aneh yang tak sengaja ditemuinya beberapa saat lalu kini berada dihadapannya. Tepat di depan pintu ruangannya!

Dan lagi-lagi dengan tersenyum. Apa gadis itu hanya bisa memasang ekspresi tersenyum saja?

“Tuan muda”

Sejak kapan gadis itu jadi pengawalnya?

Memilih untuk mengabaikan gadis itu lalu melanjutkan niatnya untuk pulang ke apartemen kesayangannya. Mendengus sebal kala otak miliknya mengingat suatu fakta bahwa, hari ini, ia tak membawa mobil. Berusaha myakinkan dirinya bahwa itu bukan masalah, pulang dengan naik bis juga terdengar menyenangkan. Tapi…

BRUKKK

Merasakan tubuh tegapnya terjatuh tepat…diatas gadis itu. Merasa bingung, kenapa bisa?

Tak mampu menyadari jika sebuah mobil hampir saja menghempaskan tubuh tegapnya  hingga ke Busan jika saja gadis itu tak menyelamatkannya.

Bangun secepat mungkin, tak berniat sedikitpun untuk membantu gadis dihadapannya yang masih saja tersenyum bahkan disaat setiap orang kini menatap sesuatu yang…

Jinki, ia menoleh sebentar dan…

“Kenapa lelet sekali??!!” berucap dengan nada marah lalu menarik tubuh mungil itu cepat kala dapat ia tangkap tatapan lapar dari pria hidung belang disana kala menatap pakaian itu tersibak.

“Apa kau gadis murahan?”

“…”

“Kenapa memakai pakaian seperti itu?”

“…”

“Kau ingin menjual tubuhmu?”

Lee Jinki itu, ia sedang bertanya atau sedang menghinanya?

Menarik bahu sempit gadis itu dengan kasar, melangkah cepat lalu memberhentikan sebuah taksi. Bahkan dengan setiap kalimat kasar yang keluar dari bibir apel itu, Jinki, ia memilih untuk melindunginya.

#Flashback end

.

.

.

Menatap gadis itu, gadis yang kini masih tertidur damai, gadis bernama Jieun. Namun…

TES TES TES

Panik, itu yang ia rasakan. Hanya mampu menatap sosok Jieun yang kini terlihat pucat. Pucat? Bukankah kulit gadis itu selalu terlihat pucat?

Tangan kekarnya memerah karena…darah!

Jieun, kepalanya berdarah setelah terbentur lantai. Memutuskan untuk meletakkan gadis itu di lantai, meraba nadinya, lalu detak jantungnya, nafasnya dan hasilnya.

NIHIL

Ia tak bernafas, jantungnya tak berdetak, nadinya tak berdenyut. Hanya mampu menatap tak percaya pada gadis itu. Jadi, Jieun, ia tewas semudah itu?

Jieun, ia bahkan tak memberi lelaki sabit itu kesempatan untuk membawanya ke rumah sakit!

Apa setelah ini, Jinki akan dipenjara?

TIDAK! Karena…

Mata kecil itu terbuka lalu…

“Tuan muda, kau sudah pulang?” bertanya dengan senyum manis seperti biasanya.

Jinki, ia mengerjapkan matanya lucu. Jadi, Jieun, ia masih hidup?

Tentu saja! Mana mungkin Jieun mati semudah itu, iya kan?

Memeluk tubuh itu begitu erat, tersenyum hingga mata sabit miliknya tenggelam. Jinki, ia terlalu bahagia saat ini. Mendapati bahwa Jieun, ia baik-baik saja, ia masih bernafas.

Memastikan apa yang ada otaknya bahwa gadis itu masih hidup, meraba lengan Jieun, meraba dadanya, daerah antara hidung dan mukanya. Dan hasilnya…

NIHIL

Tak ada yang berbeda. Gadis itu tersenyum manis, tapi…detak jantungnya? denyut nadinya? Jieun, ia juga tak bernafas.

To be continued…

8 thoughts on “PINK FAIRY : 1- Like A Fantasy Creature

  1. lucuuuu wakakak. Gatau ya merasa lucu aja gtu. Jalur cerita unik dn penyampaian bahasa yg mudah dimengerti menurut aku. Ga sabar nunggu kelanjutannya >< keepworkingthorrr ♡

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s