My Goddess – (1) The Bad Day

MY GODDESS-indo

Tittle: My Goddess – (1) The Bad Day

Author: Miithayaaaa

Rating: PG-16

Genre: Fantasy, Romance

Length: Chaptered

Main Cast:

  • CNBLUE’s Yonghwa as Jung Yonghwa
  • SNSD’s Seohyun as Pulchram

Note:

Mereka berbeda. Seorang manusia dan seorang Dewi. Seorang manusia yang menjalankan kehidupannya hanya sesuai keinginannya. Dia seorang dewi yang menawan, parasnya yang cantik banyak para dewa yang suka padanya. Hanya satu kesalahan fatal, membuatnya di hukum untuk tinggal di bumi bersama manusia yang sangat dia benci. Apa yang terjadi jika mereka bertemu? Dan apa yang akan terjadi jika mereka tinggal bersama?

 

 

Catatan:

*Pulchram adalah Seohyun. Aku akan menggunakan namanya di Part II.

*Avunculus adalah Kim Woobin. Paman/Pengawal.

*Fratrem adalah Kakak-kakak Seohyun.

*Patrem Dewa Tertinggi/Ayah.

0o0

Kau cantik. Hanya itu yang bisa aku katakan saat aku pertama kali melihatmu.

aku bahkan tidak tahu siapa kau, tapi saat aku melihatmu, aku merasa

seperti mengenalmu untuk tahun yang sangat lama.

Matamu, bagaimana bisa matamu membiusku walau hanya dengan melihatnya saja.

Aku pikir, aku mencintaimu.

-Jung Yonghwa-

Banyak para dewa yang lebih tampan dari mu,

Tapi kenapa hanya kau yang bisa membuat jantungku berdetak cepat.

Aku tidak mengerti, apa yang terjadi padaku.

Kau bahkan menyebalkan, tapi matamu mampu menghangatkanku hanya

dengan melihatnya saja.

aku pikir, aku jatuh cinta dengamu. Tapi, apakah kita bisa bersama?

-Pulchram-

***

Lelaki itu berdiri tidak jauh dari orang yang dia incar. Dia seperti penguntit, atau memang dia seorang penguntit. Dia mengenakan jeans sedikit robek dan kemeja denim, dia membawa kamera di tangannya. Tidak henti-hentinya ia menekan tombol klik untuk mengambil gambar dari orang yang dia incar.

SNSD’s Seohyun.

Itu adalah orang yang dia incar. Dia tertarik dengan kehidupan pribadinya, dan yang lebih membuatnya tertarik adalah kisah cintanya dengan seorang penyanyi dan actor Jung Yonghwa dari CNBLUE.

Sejak akhir dari pernikahan virtual mereka sampai sekarang, gossip tidak pernah mereda yang mengatakan bahwa mereka berkencan untuk nyata. Bahkan fans semakin bertambah seiring berjalan waktu, dan fans yang semakin menupuk di seluruh dunia untuk mendukung mereka. Dan yang membuatnya yakin adalah pengakuan Yonghwa CNBLUE yang selalu mengatakan bahwa mereka tidak berkencan.

Dia juga lelaki, bahkan mereka memiliki nama yang sama. Bedanya, dia seorang artis dan dia seorang wartawan. Oh, diralat. Dia seorang pewaris yang menyamar sebagai wartawan. Dia bisa melihat dari raut ekspresi Yonghwa CNBLUE saat mengatakan mereka tidak berkencan, bahwa dia berbohong.

Apakah dia seorang shipper?

Dan jawabannya adalah Ya. Dia Yongseo shipper, aneh memang, seorang wartawan yang mengeship incarannya sendiri.

“aku pastikan mendapatkan kalian berdua”

Sekarang dia berdiri dibalik dinding Bandara Incheon Internasional, mengintai SNSD Seohyun yang sedang berjalan kearah gang sunyi. Sebagai seorang shipper dan juga paparazzi dia tahu jadwal mereka, SNSD ke LA dan CNBLUE ke Malaysia untuk konser mereka. Senyumnya tumbuh mengembang saat apa yang dilihatnya, ada CNBLUE’s Yonghwa yang menunggu untuknya. Saat dia siap untuk mengambil ngambar, tiba-tiba tepukan pelan dibahunya membuatnya terkejut.

“Hyung? Apa yang kau lakukan disini?”

“Diamlah” Dia berusaha menutup mulut rekan kerjanya.

Rekan kerjanya sedikit memiringkan kepalanya melihat dibalik punggungnya.

“kau sedang melihat apa? Aku tidak melihat apapun disana”

“oh?” dia berbalik dan benar tidak ada siapapun lagi disana. Dia mengutuk dalam hati.

“Yah!! ini semua gara-gara kau. Jika kau tidak datang, aku akan mendapatkan jekpot. Aissh!!”

“apa yang sedang kau incar Hyung? Bukankah kau seharusnya ada di Blue House untuk wawancara kehidupan Presiden?”

“Aku sudah menyuruh Yoona untuk kesana”

“Oh hell, jika si beruang tahu kau akan mati Hyung” Lee Joon berkata khawatir.

“aku tidak peduli, kau lihat, dalam hitungan ke tiga dia pasti menelponku” Dia menunjukkan layar ponselnya didepan Joon. Dan benar, dalam hitungan ke tiga ponsel menyala dan tertera nama ‘Beruang’ di layar ponselnya.

“Oh? Apa yang akan kau lakukan?”

Dia mengangkat bahu santai “Mungkin aku akan menemuinya” jawabnya malas dan pergi.

Dia adalah Jung Yonghwa, pewaris tunggal Kenzo International Magazine. Seorang pria tampan, berkharisma dan membuat hidupnya merasa bebas. Dia tidak memperdulikan apa kata orang, karena itu membuatnya pusing. Dia menjalankan kehidupan sesuka hatinya. Dia benci kenyataan bahwa dia seorang pewaris. Dan dia benci bahwa dia terlahir dengan nama JUNG, tapi dia tetap memakainya untuk menghargai ibunya walaupun dia membenci ayahnya.

Dia heran, kenapa namanya harus sama dengan seorang penyanyi Band terkenal CNBLUE. Apa yang dipikirkan ibunya saat memberinya nama? Apakah ibu dari Yonghwa CNBLUE dan ibunya berteman? Sehingga memberi nama mereka sama. Atau mungkin, mereka kembar? Oh! Itu lebih tidak masuk akal. Hell, dia tidak peduli. Setidaknya nama dia terkenal karena Band CNBLUE walaupun bukan dia yang dimaksud idola.

***

Diatas langit yang cerah, telah terjadi keributan diantara para dewa. Di dalam ruang yang penuh dekorasi putih dan besar terjadi perang pendapat satu sama lain. Dewa penghakiman dan dewa pembela berseteru satu sama lain untuk menentukan mana yang benar dan salah yang membuat dewa tertinggi semakin pusing.

“Patrem kau harus menghukumnya. Kau harus menurunkannya ke Bumi” sahut salah satu dewa penghakiman.

“Patrem, maafkan lah dia. Dia tidak tahu apapun tentang Bumi, dia bahkan tidak tahu apapun tentang manusia. Dia putrimu, apakah kau ingin melihat putrimu menderita di Bumi. Kau harus memikirkannya Patrem” sahut salah satu dewa pembela tidak mau kalah.

“Tapi dia bersalah! Patrem kau harus bertindak adil walaupun dia putrimu”

“Diam!! Aku yang menentukan hukuman buatnya! Dan aku akan bertindak adil” Patrem dewa tertinggi dan berkuasa di langit mengepalkan tangannya menahan amarah.

“Aku akan memutuskannya dihadapan putriku dan kalian semua!”

“Avunculus cari Pulchram dan bawa dia padaku, Sekarang!”

Sebagai perintah, Avunculus langsung pergi dan membawa para penjaga istana untuk mencari Pulchram. dia tahu, Pulchram akan melarikan diri dari istana putih untuk bersembunyi. Dia tahu, Pulchram tidak akan bisa untuk menerima hukuman atas perbuatannya.

Dia dan para penjaga berpencar keseluruh penjuru langit untuk mencarinya. Sebagian penjaga mencarinya ke Timur, sebagian di Barat dan selebihnya ke Selatan dengan dia. Mereka mencarinya ketempat Pulchram biasa kunjungi tapi tidak ada. Sampai akhirnya mereka melihat Pulchram yang berada di pancuran air suci dan mengejarnya saat berusaha kabur.

“Pulchram.. Berhenti! Jika kau menghindar, ini akan mempersulitmu!” Avunculus sedikit teriak.

“aku tidak akan berhenti, aku tidak mau ke Bumi!”

Sebagai mereka terus mengejar dan Pulchram tidak menyerah, Avunculus akhirnya menggunakan kekuatannya. Dia menggerakkan tangannya dan mengucapkan kata sihir padanya. Pulchram kontan berhenti dan berdiri patung.

“Patrem mencarimu, aku akan membawamu padanya”

Pulchram ingin memberontak tapi tubuhnya tidak bisa bergerak sedikitpun karena sihirnya. Dia hanya memelototi tanda dia tidak suka. Dia ingin mengucapkan kata-kata sihir untuk membebaskannya, tapi mulutnya juga tidak bisa bergerak sedikitpun.

“Maafkan aku Pulchram, Ini perintah”

Avunculus dan para penjaga kembali ke istana putih dengan membawa Pulchram di tangannya. Mereka memasuki aula tempat dimana para dewa pembela, dewa penghakiman dan Patrem menunggu mereka. Beberapa dewa penghakim bersorak untuk menghukumnya saat Pulchram melewati mereka.

Pulchram mendengar mereka berbisik tentang dia. Bagaimana bisa dia melakukan kesalahan dan kecerobohan seperti itu. Dia seorang putri dari dewa tertinggi, dia bahkan dikenal dengan sifatnya yang ramah dan anggun, tapi bagaimana bisa dia berperilaku seperti itu.

“Pulchram dengarkan aku, kau telah melakukan kesalahan yang fatal. Dan setiap dewa maupun dewi yang bersalah akan dihukum termasuk kau. Aku juga harus menghukummu walaupun kau putriku” Patrem menghirup nafas. “Kau..akan diturunkan ke Bumi sebagai hukumanmu”

Dewa pembela yang mendengarnya, sedikit kecewa dan sedikit memberikan suara, tidak setuju atas keputusan Dewa tertinggi.

“Patrem, tolong maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya lagi” Pulchram berlutut dihadapannya.

“Aku tidak bermaksud untuk membunuhnya. Dia datang dan berusaha untuk menyalamatkan manusia jahat itu”

“Aku hanya ingin memberi pelajaran pada manusia jahat itu, tapi dia tiba-tiba datang dan, dan.. dan semuanya aku tidak mengharapkan orang itu mati” lanjutnya penuh alasan.

“Bagaimana bisa kau bepikir untuk menghakimi manusia jahat itu Pulchram?!!”

Patrem berteriak dan membuatnya takut. “Aku.. aku..”

“Kau tidak berhak untuk menghukumnya. Disini, kita punya aturan dan kau tidak boleh mencampuri urusan mereka!! Mereka mempunyai takdir mereka sendiri!!”

“Apa kau lupa? Kau putriku, bagaimana bisa kau berbuat seperti itu dan melanggar aturan. Pulchram, kau membuat aku malu dihadapan para dewa dan dewi lainnya!!”

“Maafkan aku Patrem” kata-kata ayahnya berhasil membuatnya meneteskan air mata dan membuat langit yang cerah berubah menjadi mendung.

“Patrem, itu adalah kesalahan pertamaku dan itu sudah sangat lama. Apa kau tidak bisa meringankan hukumanku dengan tidak menurunkan aku ke Bumi? Aku mohon, Patrem” Pulchram memohon dengan kedua tangannya meminta belas kasihan.

Para dewa pembela melihatnya kasihan. Pulchram adalah dewi yang baik dan sangat ramah. Dia tidak pernah melakukan kesalahan apapun untuk membuat ayahnya malu dan marah. Dia sangat cantik dan banyak para dewi yang lain iri padanya. Tidak jarang ada dewi yang mencoba untuk membunuhnya dan mencoba untuk memprofokasinya dalam masalah. Tapi Pulchram selalu berhasil menanganinya. Dia tidak pernah dendam pada siapapun.

Kecantikannya banyak membuat para dewa ingin memilikinya, namun tidak satupun yang ia terima untuk menjadi pendampingnya.

Dia tidak pernah suka dengan manusia, menurut dia semua manusia adalah sama, tidak berperasaan dan memiliki hal-hal licik untuk mendapatkan sesuatu. Dia juga berpikir bahwa manusia tidak pernah bersyukur atas apa yang mereka dapatkan, jika mereka sudah jaya mereka akan lupa dengan hal-hal kecil, membedakan yang kaya dan miskin.

Para pembela percaya Pulchram tidak bermaksud untuk membunuh manusia itu. Para dewa pembela selalu percaya atas tindakan Pulchram. Mereka ingin membantu Pulchram. Tapi, jika Patrem sudah memutuskan, mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa berdoa untuk yang terbaik buat Pulchram.

“Kau akan ke Bumi malam ini” Kata Patrem tegas.

“Kau tinggal disana selama seratus hari, setelah itu kau baru bisa kembali ke sini. Separuh Kekuatanmu akan aku ambil, kau harus hidup sendiri dan belajar tentang mereka”

Pulchram menatap ayahnya dengan pandangan memohon. Dia tahu ayahnya adalah dewa yang adil dan bijaksana. Tapi ini putrinya, tidak bisakah dia untuk memberi belas kasihan?

“Avunculus, aku ingin kau mengurus Pulchram”

“Ya Patrem”

“Kalian dengar, Aku memberikan perintah menurunkan Pulchram ke Bumi selama seratus hari. Ini keputusanku dan aku tidak ingin ada yang menentang. Aku ingin kalian bubar” Patrem menegakkan tubuhnya. Dia berusaha tegas didepan para dewa dan dewi. Dia sebenarnya tidak rela jika putrinya akan dihukum seberat ini sampai meninggalkan langit dan meninggalkannya. Ini yang terbaik, dan Pulchram akan belajar tentang manusia.

Para dewa penghakiman awalnya keberatan dengan keputusan Patrem. Mereka ingin Pulchram tinggal di Bumi untuk selamanya dan menarik umur keabadian darinya sehingga dia bisa mati di Bumi seperti manusia sesungguhnya. Tapi bagaimanapun juga mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa mematuhi keputusan Patrem.

***

“Kenapa kau pergi kesana?” Tanya manager direksi dari Kenzo International magazine Kim Haechul emosi. “aku menyuruh kau ke Blue House untuk mewawancarai Presiden, kenapa kau pergi ke bandara!!”

Yonghwa yang berdiri didepannya tidak meresponnya, dia pura-pura menggali kupingnya terganggu dengan teriakan Kim Haechul.

“Yah!! aku berbicara denganmu! Kenapa ekspresimu seperti itu!”

“Aku tidak tuli, kenapa kau harus berteriak. Kau membuat telingaku sakit” sahut Yonghwa kesal.

“Yah! aku atasanmu, aku berhak memarahimu, kau tidak mengerjakan apa yang aku suruh! Sekarang kau harus kembali ke Blue House”

“Shiro”

“kemudian, kau akan kembali ke Bandara dan mencari mereka?” tanya manager sinis.

“Bingo”

“Sudah aku katakan kau tidak akan mendapatkan apapun dari mereka, mereka dilindungi. Itu pekerjaan sia-sia Yonghwa. Aishh!! Kau membuatku gila, jika kau tidak mengerjakan apa yang aku perintah, kau akan tanggung akibatnya!!” Haechul kembali teriak dengan emosi yang bertambah.

“Apa kau sudah selesai? Kalau begitu aku pamit” Dia berkata tenang, membungkuk dan pergi.

Saat Yonghwa melangkah keluar ruangan, langkahnya terhenti karena seseorang tiba-tiba berdiri didepannya. Ekspresi wajahnya berubah tidak senang. Seseorang yang dia benci seumur hidupnya, seseorang yang menghancurkan keluarganya.

Lelaki itu berdiri gagah dengan tuxedo hitam, tangan di masukkan ke saku celananya.

“Bersikaplah sesuai dengan gelar mastermu Hyung. Sampai kapan kau akan seperti ini”

Yonghwa hanya tersenyum pahit.

“Apa kau tidak terhina dimarahin yang sesungguhnya adalah bawahanmu! Pulanglah, Omma menyuruhmu pulang, dia merindukanmu”

“Jangan mencampuri urusanku, ini hidupku. Kau tidak bisa mengaturku termasuk ibumu. Dan aku tidak akan pulang, jika kau dan ibumu masih disana”

“Hyung!”

“Aku bukan Hyungmu!!” Yonghwa teriak menolak.

“Aku bukan Hyungmu Lee Jonghyun, Ah! Aku salah JUNG Jonghyun” Lanjutnya dengan suara sinis penuh emosi. Jonghyun mengepalkan tangannya menahan emosi.

Yonghwa pergi setelah memberi tatapan mematikan padanya. Tapi langkahnya terhenti saat Jonghyun berkata lagi.

“Abeoji.. dia akan tiba, dia disini. Temuilah dia, dia merindukanmu” Yonghwa tidak berbalik, dia hanya tersenyum pahit mendengarnya.

Tepat Yonghwa sampai di Lobi, dia melihat kelompok orang-orang berjas hitam dan beberapa Karyawan yang disekitar ikut berbaris didepan pintu. Dia tahu, Ayahnya datang. Dia melihat sebuah Mercedes hitam yang berhenti didepan, salah satu orang membukakan pintu untuknya. Orang-Orang membungkuk hormat padanya saat dia lewat. Dia berjalan dengan wibawa dan tersenyum pada karyawannya. Dia baru saja tiba di Seoul setelah perjalanan bisnisnya di Sidney.

Jung Woosung, seorang ayah dan juga seorang Presiden dari Kenzo International magazine yang dulu sangat Yonghwa hormati, yang sangat dia kagumi dengan ketegasan dan kasih sayangnya, kini hilang sudah. Dia membenci ayahnya sejak Ibunya meninggal. Dia mengira bahwa ayahnya telah berubah semenjak menikah dengan teman ibunya. Dia merasa di Khianati oleh ayahnya sendiri. Dia merasa bahwa ayahnya telah melupakan ibunya.

Senyum Woosung menghilang saat melihat Yonghwa berdiri tidak jauh didepannya dengan tatapan penuh kebencian. Dia sangat ingin memeluk anaknya yang telah lama pergi darinya, dia sangat merindukan Yonghwa, dia ingin menjelaskan semua padanya namun Yonghwa tidak pernah ingin mendengarkannya. Dia berjalan mendekati Yonghwa, namun Yonghwa sudah duluan berjalan melewatinya begitu saja, bahkan tidak melihat sedikitpun.

“Maaf Hwejangnim, dia baru disini. Aku akan memberinya peringatan” kata salah satu manager yang menyambutnya.

“Kau tidak perlu, aku mengerti”

Dia berdiri didepan pintu masuk dengan tangan dipinggangnya. Dia merasa hari ini adalah hari sialnya. Tidak ada satupun yang berjalan lancar hari ini. Yonghwa menoleh kebelakang hanya untuk melihat orang-orang yang menyambut ayahnya penuh dengan kegembiraan.

“Aisshh!! Kenapa tiba-tiba hujan di hari cerah” Dia mengutuk pelan melihat langit.

***

Pulchram menangis didalam kamarnya. Semua Fatrem berusaha menenangkannya untuk tetap tenang. Mengatakan kata-kata penuh kasih sayang untuk membuatnya merasa lebih baik. Tapi tetap saja itu tidak membantu, Pulchram semakin kalut. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana dia bisa hidup di Bumi.

“Pulchram tenanglah, ini hanya seratus hari. Kau pasti bisa melewatinya” kata salah satu Fratrem yang memiliki lesung di pipinya.

“Bagaimana aku bisa tenang, aku akan hidup diantara mereka”

“Tidak semua yang kau pikirkan tentang mereka itu benar. Mereka tidak seburuk yang kau pikirkan. Aku pernah bertemu dengan mereka, saat aku bertugas di Bumi Pulchram” Sahut salah satu Fatrem yang terkenal dengan senyum mata indahnya.

Percakapan mereka terganggu saat Avunculus datang dihadapan mereka.

“Aku akan mengambil Pulchram. Berhentilah menangis, Kau sudah cukup untuk membasahi Bumi Pulchram”

“Bisakah kalian meninggalkan kami. Aku akan melakukan tugasku” Lanjut Avunculus.

Para Fratrem bergantian memeluk untuk perpisahan. Mereka sangat sedih untuk berpisah dengan adik kesayangan mereka. Patrem memiliki tujuh orang putri yang sangat dikenal dengan kecantikannya dan Pulchram adalah bungsu. Diantara ketujuh putrinya, Pulchram lah yang memiliki kisah sendiri yang belum terungkap dari Patrem, ayah mereka tidak pernah ingin menceritakan pada putrinya. Hanya Patrem dan Avunculus yang mengetahui tentangnya. Dan hukuman ke Bumi adalah salah satu maksud Patrem untuk memberi petunjuk untuk Pulchram mengetahui kisahnya.

“Avunculus, tidak bisakah kau menolongku?” Avunculus hanya menggeleng.

“Ini adalah yang terbaik untukmu Pulchram, Percayalah”

“Aku tidak percaya, ini terjadi padaku Avunculus” Dia memasukkan kepalanya diantara lekukan lututnya.

“Percayalah padaku, kau tidak akan menyesalinya Pulchram. Kau akan mengetahui banyak tentang mereka yang belum kau ketahui. Mereka memiliki hati yang tulus juga” Avunculus berkata sembari mendekati tempat tidurnya.

Avunculus adalah orang yang sangat dekat dengannya. Pulchram dan dia sering bermain, Pulchram juga mendapatkan kekuatan dari dia. Dia seperti ayah buatnya.

“Di Bumi, kau bisa menemukan kisahmu. Kau akan mengetahui tentang dirimu yang sesungguhnya Pulchram”

“kisah? Apa?”

“Kau harus mencari tahu sendiri”

“Bagaimana bisa aku tahu jika aku tidak tahu apapun di Bumi. Aku bahkan tidak memahami jalan pikiran mereka”

“Aku akan membantumu dan aku akan sering mengunjungimu di sana. Disana, kau hidup seperti bayi yang baru lahir, kau tidak mengerti semua hal disana, karena Patrem menyuruhku untuk melakukannya. Kau menjadi wanita yang polos, tapi kau masih ingat tentang jati dirimu sebagai Dewi. Kau tidak bisa mengatakannya pada mereka bahwa kau seorang dewi, dan kau bisa menggunakan kekuatan untuk melindungimu”

“Maksudmu aku tidak bisa mengerti apapun yang mereka lakukan? Dan aku harus belajar dari mereka?”

Avunculus mengangguk.

“Aku hanya bisa memberimu pengetahuan tata bahasa mereka”

“Apakah mereka mempunyai nama yang sama dengan kita?”

“Tidak, mereka memiliki nama yang berbeda dengan kita. Apa kau tahu Kim Woobin?” Pulchram menggeleng.

“Itu adalah namaku saat aku berada disana. Jadi kau juga harus menemukan namamu juga” Avunculus tersenyum.

“Sekarang berikan tanganmu, dan pejamkan matamu” Avunculus mengambil tangannya dengan tangan kanannya dan satunya lagi berada dikepalanya. Pulchram mengerang sakit. Saat Pulchram membuka matanya, dia melihat ada dua lingkaran yang berbentuk bola-bola kecil di tangan kirinya, dia melihat Avunculus meminta penjelasan.

“Itu adalah hitungan hukumanmu. Bola-bola itu akan menghilang satu persatu seiring berjalan waktu penghukumanmu”

Pulchram juga merasakan tubuhnya terasa lemah, dia tahu bahwa setengah kekuatannya sudah diambil. Sebanyak apapun dia menentang ini, dia tidak bisa melakukan apapun untuk menolaknya karena ini adalah kesalahannya.

“Kau tidak perlu takut, aku akan mengawasimu”

Pulchram hanya menatapnya penuh kesedihan.

“Aku peringatkan, Jangan pernah jatuh cinta dengan mereka”

“Kenapa?” Tanyanya polos.

“Itu akan menyakitimu, dan aku tidak bisa membantumu”

“Aku tidak akan” Dia berjanji pada dirinya sendiri, dia tahu itu tidak akan terjadi karena dia membenci mereka.

“Seperti yang aku katakan, Kau seperti terlahir kembali, jadi kebencianmu terhadap mereka akan hilang. Berhati-hatilah Pulchram” Avunculus mengatakan dengan penuh perhatian.

Pulchram hanya menatap Avunculus diam. Seperti terhipnotis, dia perlahan berbaring ditempat tidurnya dan menutup matanya. Avunculus bergumam kata-kata sihir memegang tangannya. Perlahan-lahan tubuh Pulchram berubah seperti bayangan yang akan hilang begitu saja. Dan dengan sentuhan terakhir jari Avunculus di dahinya, Pulchram hilang dan turun ke Bumi.

Avunculus melihat telapak tangannya, dia tidak percaya kalau dialah mengirim Pulchram ke Bumi. Dia merasa sebagian dari dirinya hilang. Dia telah berpisah pada kekasih hati yang tidak pernah terbalas.

***

Yonghwa duduk di kedai kecil yang tidak jauh dari rumahnya. Kepalanya jatuh diatas meja dan bergumam kata-kata acak. Dia mabuk, dia sudah menghabiskan sepuluh botol soju sendirian. Dia mengutuk dalam diam asal, orang-orang di sekelilingnya merasa tidak nyaman dengannya. Sehingga, pemilik kedai mendatanginya menyuruh dia pulang.

“Nak, pulanglah.. Kau membuat pengunjung lainnya tidak nyaman”

“Ahjumma.. be-berikan aku d~ua botol soju la~gi” Dia berkata dengan kepala bergoyang dan menyengir.

“Kau sudah mabuk, aku tidak bisa memberimu lagi. Sekarang pulanglah” pemilik kedai meminta bantuan untuk membawa dia keluar.

“Lepaskan aku. Aku bisa berjalan sendiri”

Sekarang dia berjalan sendiri di jalan yang gelap menuju rumahnya. Berjalan sempoyongan kekanan dan kekiri, tertawa dan bernyanyi seperti orang gila. Dia juga berteriak sepanjang jalan.

Dia berhenti sejenak menatap langit. Seandainya saja ibunya masih ada, dia tidak akan seperti ini. Air mata berhasil lolos dari ujung matanya. Dia menangis diam menatap langit.

“Bogoshiepo o-omma..” Tenggorokannya terasa kering dan terasa sulit untuk menelan salivanya.

Dia menghela nafas berat dan menghapus air mata dengan punggung tangannya kasar.

Dia kembali melihat langit dan tersenyum “Kenapa bintang terasa dekat, Aku seperti bisa mengambilnya”

Dia ingin melepaskan hari sialnya dengan minum soju dan mabuk. Mungkin dengan itu dia merasa lega dan melepaskan bebannya hari ini. Di hina, bertemu dengan adik tirinya, dan juga melihat ayahnya yang sudah tidak lama bertemu.

Dia ingin memanggil temannya untuk menemaninya minum, tapi dia juga tidak ingin mengganggu temannya yang baru buka bisnis café baru.

Dia mengetuk pintu kayu rumahnya berteriak untuk membukakan pintu.

“Ahjumma~… Buka~ Pin~tu” Dia melihat ada tombol angka sebagai kode akses memasuki rumahnya. Dia memiringkan kepalanya dan menatap itu aneh.

“Ah!! Yonghwa bodoh, Kau tinggal sendiri” Dia menupuk jidatnya.

Dia menekan tombol angka sembarangan, berharap salah satu dari itu berhasil membuka pintunya.

“Aishh!! Kenapa tidak terbuka juga”

“Ah!!” Dia mengayunkan satu tangannya didepan pintu dan berkata “Bukalah pintu.. BUKA” Dia seolah mengucapkan kata sihir untuk membuka pintu.

Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia merasa kesal sebagai pintu tidak terbuka juga. “Itu pasti kau!!” Dia menunjuk kode akses kembali.

Dia kembali menekan tombol angka sembarangan “1255…1898..1591..22065..22..22…06..”

“……226628…”

“Yeah!! Kau kalah” Dia tertawa seperti orang bodoh menunjuk pintu.

Dia masuk kedalam rumah dengan sempoyongan. Dia bahkan menabrak furniture yang ada. Dia memasuki kamarnya yang gelap, dia membuang kemeja denimnya meninggalkan dada telanjang yang menunjukkan otot kuat dan absnya. Dia berbohong diatas tempat tidur mengambil selimut dan tidur.

Keesokan paginya, Yonghwa mengerang sebagai kepala sakit yang tak tertahankan. Dia juga merasa terganggu dengan alarm bunyi disamping tempat tidurnya. Dia menjangkau untuk mematikannya. Dia memegang kepalanya yang terasa sakit. Matanya melotot besar saat mendengar erangan lembut di sampingnya. Dia perlahan melirik kearah samping dan menemukan seorang wanita cantik tidur nyenyak diatas tempat tidurnya.

Dia diam, mengumpulkan indranya untuk memahami keadaan. Dia kembali terkejut melihat wanita disampingnya membuka mata dan mata mereka bertemu. Mereka saling mengedipkan mata kaku.

“aaaaaaaaahhhhh!!!” Yonghwa berteriak membuat wanita itu spontan duduk menghadapinya.

Yonghwa menarik selimut sampai menutupi dadanya. Dia memperhatikan wanita itu aneh, dia memakai baju putih seperti seorang pengantin, dan memakai mahkota bunga yang mengelilingi kepalanya.

Wanita itu mendekati wajahnya. Dia melihat dengan mata anjingnya dan berkedip beberapa kali. Yonghwa semakin takut, dia meremas selimut ditangannya dan mundur hingga punggungnya membentur kepala tempat tidur.

Wanita itu menusuk hidung Yonghwa dengan telunjuknya. Dia memiringkan kepalanya melihat dia. Kemudian dia menusuk pipinya secara bergantian dengan miliknya. Dia tersenyum “Kita sama”

Yonghwa yang masih bingung dengan keadaan, hanya bisa berkedip melihat apa yang dia lakukan. Dia bahkan tidak bisa bergerak sedikitpun, tubuhnya seperti disihir dengan senyumnya yang membuatnya meleleh. Tapi dia tetap waspada.

“Si-siapa kau? Ba-bagaimana bisa ka-kau di tempat tidurku?” Tanyanya gagap.

Perempuan itu tersenyum.

to be continue

Tadaaa!!! Seperti yang aku janjikan, aku kembali dengan cerita baru. Ini fantasy, hahaha. Aku ingin menulis ini satu disini.. Bagaimana menurut kalian? Apa ini cukup untuk awal, aku harap kalian menyukainya..

FF ini pernah aku post di AFF, tapi hanya part 1 saja, dan aku akan melanjutkannya disini.. Seperti biasa, like, share and comment Juseyoooo!!!

Terima kasih^^

14 thoughts on “My Goddess – (1) The Bad Day

  1. ceritanya sama kayak lagu SM Ballad …. tapi suka…..
    sekalian numpang promote yaaa…
    Annyeong Chingu…..
    Kami dari KFFFiction resmi mengajak kalian untuk ikut berkontribusi di blog yang baru saja dibuka. Berhubung masih baru, kami mencari author-author berbakat untuk meramaikan blog ini.… tapi dengan Cast All Fandom… minat bergabung? Klik https://koreanfanbasefanfiction.wordpress.com/
    kami tunggu kedatangan dan partisipasinya :D
    write your imagination!
    Gomawo…. :)

  2. OMG sngt menarik.
    lcu jg mlht prtemuan prtm yongseo yg aneh.
    bgaimna kdpnx yonghwa mnghdpi kpolosan seohyun & bgtupn sblkx?
    next chapx jgn lm2 chingu

  3. Semua tentang yongseo pkoknya suka, kurang begitu greget sih d part awal, tp overall bagus kok, next partnya d tnggu yaa, fighting cingu!!

    • Aku juga suka kalo semua tentang yongseo hihihi
      Kurang greget yaa.. ntar aku bikin yg lebih greget deh di part selanjutnya hihihi..
      Terima kasih ari :*
      Stay with my story :)

  4. aq suka pas bangun mreka lalu teriak bareng2 mirip drma korea thor.. lucu wkt seohyun nusuk2 hidung yonghwa, kok bisa2’y yaa seohyun tiba2 ada d ranjang yg sma dg yonghwa

    kapn lnjut’y thor lama bgt penasarn…

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s