Like Petrichor (Chapter 1)

11219560_995263270505683_2746744773496623344_o

Judul: Like Petrichor

Author: Kim Jaemi (@iimwae)

Cast: Bts&Exo

*Kim Tae Hyung ooc (Bts)

*Jeon Jung Kook ooc (Bts)

* Im Jaemi or You

* Min Wang Zi (Author chingu)

Support Cast: Finded when you read it!!

Genre: Teen, Friendship, Romance, and School Life

Length: Chaptered

Disclaimer: No Copas!!No Plagiarism! Happy reading guys ^^ #PeaceUp&V

   Aha!! FF kali ini aku buatnya gak solo, aku duet sama sahabatku. Idenya dari dia Kim Jaemi, aku sengaja authornya pake nama dia, aku Desy Tree a.K.a @Desytrys, disini aku bagian tulis-menulis dan merangkai gitu #Kekeke Bunga kali ya dirangkai. Okelah yuk baca gimana FF duet ini. Jangan lupa ya kritik/saran. Like nya juga readers. Annyeong~V

Aneh rasanya lihat Tae hyung jadi pendiam dan memiliki sifat yang dingin apalagi Jung kook yang cerewetnya naudhubilah. Memang kebalik seharusnya peran Tae hyung di peranin Jung kook dan peran Jung kook di peranin Tae hyung. Aslinya movie yang berbentuk ff yang aku selesaikan pertama kali ini adalah movie yang main castnya Sehun (exo) dan Chanyeol (exo), yang exo-l mungkin tahu Sehun seperti apa dan Chanyeol seperti apa. Di sini Tae hyung menggantikan Sehun dan Jung kook menggantikan Chanyeol. Kebayang gak seorang Jung kook memiliki karacter seperti Chanyeol, dan si cerewet Tae hyung memiliki sifat seperti Sehun. I think noooooo…

Like Petrichor Chapter 1

— AKU TETAP MENYAYANGI KALIAN—

#Jaemi *Pov*

“Pergi kau brengsek?” Geramku pada kedua namja yang sedari tadi mencoba menggoda dan mengganggu kegiatan merokokku. Aku Im Jaemi, salah satu siswi berjurusan komunikasi di Sopa, aku baru berusia tujuh belas tahun. Haha bukankah hal itu membuat seseorang merinding melihat tingkah laku seorang pelajar berumur tujuh belas tahun yang setiap malamnya berkunjung ke sebuah bar.

“Yaa Jaemi-a geumanhe? Kau mau merusak paru-parumu? Eoh?”

“Apa kau ingin aku memesan minuman disini?” gerutuku.

“Apa itu sebuah ancaman? Kau selalu saja mengatakan hal seperti itu.”

“Jika kau menganggapnya sebuah ancaman juga tak masalah. Hem hem.”

“Hiissh… anak ini, kenapa kau selalu pulang larut malam? Kau punya masalah?”

“Anya …” jawabku datar.

“Jika kau punya masalah, kau bisa cerita padaku, arra?”

“Hmm… arraso eoppa, na ganta, terima kasih untuk malam ini. Bye!”

Aku berjalan seorang diri menuju rumahku yang terbilang lumayan jauh, malam ini sudah sangat larut, jalanan terlihat sepi untuk ukuran pelajar sepertiku. Bagiku keadaan seperti inilah yang aku sukai sunyi, sepi dan juga tenang.

“Hey nona…” kulihat ada dua laki-laki berjalan kearahku.

“Nuguseyo(Anda siapa)?”

“Kau adalah gadis kecil yang cantik. Jam segini masih berkeliaran di luar, apa orang tuamu tidak mencarimu?” Bulu kudukku meremang mendengar perkataan pria berbaju coklat itu.

Aku berusaha keras menutupi rasa takutku, aku tau bahwa pria-pria itu sedang kehilangan kesadaran mereka akibat alkohol.

“Ahjushi?” panggilku dengan wajah datar. “Bukankah sebaiknya kau mengurusi anak dan istrimu di rumah?”

“Kau tau apa tentang kehidupanku gadis kecil?” pria itu perlahan berjalan mendekatiku, sebaliknya aku berjalan mundur hingga pada akhirnya aku terpojok di sebuah dinding.

“Lebih baik kau menemani kami.” Lanjutnya.

“Mworaguyo?” mendengar ucapan pria bermata sipit tersebut membuatku mendongakan kepala yang tanpa kusadari juga membentak mereka.

“YA!! Berani sekali kau membentakku.” Teriaknya.

Sekuat tenaga aku berusaha keluar dari kuncian lelaki bermata sipit ini, “Ya!! Lepaskan aku pak tua?”

“DIAM!!” bentaknya.

Memang sulit melawan seseorang saat kondisi fisik lemah, mengingat aku belum makan apapun sejak sore tadi. Saat ini aku hanya bisa berdoa dan berharap ada seseorang yang menolongku.

#Author *Pov*  

Jaemi menjongkokan diri sembari bersandar di tembok, ia juga mencari-cari ponsel dalam ranselnya. Ketika sudah memegang ponsel, segera ia menekan panggilan nomor dua yang tertuju pada pekerja bartender. Pria bermata sipit tahu bahwa Jaemi tengah berusaha menghubungi seseorang, ia mengambil paksa ponsel milik Jaemi.

  -BRUKK-

Tiba-tiba seorang namja memukul pria bermata sipit yang membuat ponsel Jaemi terpental jauh. Walau kalah jumlah namja itu tetap menyerang kedua pria tersebut dengan brutal, beberapa kali ia mendapat pukulan tapi ia tetap bangkit dan mencoba memukul mereka kembali, sedangkan Jaemi berteriak-teriak ketika namja asing itu terjatuh di sampingnya. Namja asing itu memukul pria berbaju cokelat untuk terakhir kalinya kemudian kedua pria yang tadi hendak melakukan hal menjijikan pada Jaemi berlari dan mengancam akan membalas dendam karena telah membuat mereka babak belur.

Perkelahian tersebut dimenangkan oleh namja asing itu, ia mengambil ponsel lalu menghampiri Jaemi yang tengah terduduk, ia juga memberikan ponsel pada yeoja yang terlihat lemas itu. Saat ini Jaemi merasa badannya benar-benar lemas seperti tak memiliki tenaga lagi untuk menopang diri sendiri. Namja itu membantunya untuk berdiri kemudian mengajaknya menuju supermarket dua puluh empat jam terdekat.

Mereka berdua membeli sebungkus mie ramen serta minuman bersoda, Jaemi melihat namja di hadapannya tengah memiliki beberapa luka akibat perkelahian yang baru saja terjadi. Ia kembali memasuki supermarket kemudian membeli beberapa obat luka untuk mengobati namja itu.

“Kemarilah…?” Jaemi menepuk-nepuk bangku di sebelahnya, sedangkan namja itu hanya mengangkat satu alisnya.

“Aiishh… palli?” Akhirnya namja itu pun berpindah tempat duduk di sebelahnya.

“Cha… aku akan obati lukamu dulu, jangan banyak merintih, Arrachi?”

Setelah selesai mengobati luka dan menghabiskan masing-masing makanan mereka, Jaemi berpamitan pulang. Namja itu menawarkan diri untuk mengantarnya, ia tak bisa menolak permintaan dari namja itu. Mengingat kejadian tadi, dirinya benar-benar takut jika harus pulang seorang diri.

“Terima kasih sudah mengantarku pulang.” Ungkap Jaemi.

“Ah… ne, gwenchana… Hmm… perkenalkan aku Huang Zi Tao, panggil saja Tao.”

“Aaah… ne Tao-ssi terima kasih, kalau begitu aku masuk dulu… annyeong.” Pamit Jaemi padanya.

“Og! Changkkaman, kau belum memberitahu namamu.”

“Jika kita bertemu lagi aku akan memberitahu namaku padamu, aku masuk dulu?” Jaemi tersenyum kemudian membungkukan tubuh padanya sebagai tanda terima kasih untuk kebaikan hatinya.

#Jaemi *Pov* 

@Sopa

Saat lima belas menit sebelum bell jam pelajaran pertama berdering, aku berjalan santai menuju kelasku lalu segera duduk di salah satu bangku ujung kelas.

“Ya! Im Jaemi! Apa kau kemaren begadang? Aigoo~ lihatlah ada lingkaran hitam di matamu!” ucap Wang zi histeris.

“Yaa yeoja! Gwenchana?? Apa kau sakit?” Tanya Jung kook polos sambil menempelkan tangannya pada keningku.

“Di saat yang lain mengawatirkanku, kenapa kau hanya diam saja. Hmm…?” tanyaku pada namja teman sebangkuku.

“Tidak perlu bertanya, aku sudah tau pasti kau begadang lagikan.” Tandas Tae hyung tanpa berpaling dari buku yang sedari tadi dibacanya.

“Haiiishh…” jika berbicara dengan namja ini hanya sakit di kepala yang kudapat. Aku tak mau ambil pusing, aku tundukan kepala di atas kedua tanganku, aku hanya ingin tidur sebentar saja sebelum seonsaengnim datang. Mereka adalah sahabat-sahabatku saat aku baru pindah ke Seoul untuk memulai sekolah disini satu tahun yang lalu.

Min Wang Zi itu nama aslinya, kami biasa memanggilnya Wang zi. Aku mengenalnya saat pertama kali memasuki sekolah ini, dia juga keturunan Hongkong Korea. Hobinya hampir sama denganku ke bar, mabuk-mabukan dan yaaah~ yang membedakan kami adalah ‘Namja’. Wang zi terkenal dengan wajah cantiknya dan mempunyai badan yang bisa dibilang sempurna, hal itu membuat Oh Sehun atau yang biasa kami panggil ‘Sehun’ sangat menyayanginya. Wang zi memang menjalin hubungan dengan Sehun sudah lama, tapi kebiasaan buruknya yang suka bepergian dengan namja-namja lain selain namjachingunya sendiri, hal itu membuatku merasa sedikit kasihan pada Sehun.

Jeon Jung Kook atau si golden magnae, namja paling berisik dan aneh. Ia selalu saja membuat kami semua tertawa dengan tingkah konyolnya. Jung kook kami terkenal dengan beragam talenta, mampu menari segala genre, bernyanyi, rapper dan juga seorang dancer yang berbakat, terlebih lagi suara emasnya yang membuat seorang yeoja meleleh ketika mendengarkan suaranya. Ada kelebihan juga ada kekurangan tentunya, kekurangan namja ini adalah sikap manja yang terkadang membuatku pusing, tingkah lakunya pada yeoja-yeoja yang memandangnya genit dan porsi makan raksasanya. Jung kook juga sering mengunjungi bar, mabuk-mabukan dan bermain yeoja, bahkan lebih parah dari Wang zi. Terkadang dia juga suka membuat video gila yang membuat kami bertiga ngakak, ada saja perilaku tolol yang selalu membuat kami tertawa.

Kim Tae hyung, dia adalah namja dingin sekaligus teman sebangkuku. Tae hyung yang paling pendiam diantara kami berempat, jangan salah menilainya yang terlihat pendiam. Walau dia paling pendiam, dia terkenal dengan sifat bengisnya yang suka berkelahi, mabuk-mabukan dan membantah guru. Untungnya dia tidak suka berganti pasangan you know what i mean seperti Jung kook. Di sekolah pun dia selalu menjadi pusat perhatian yeoja-yeoja yang hampir membuatku gila jika berjalan bersamanya, entahlah dia selalu bersikap dingin pada yeoja-yeoja lain. Terkadang pada saat tertentu sikap dinginnya akan berubah 180° menjadi namja yang murah senyum dan bersikap hangat. Jika hal itu terjadi aku lebih memilih menjauhinya, sesaat sikapnya yang seperti itu membuatku ingat pada namja-namja yang pernah dekat denganku. Menurutku jika namja bersikap seperti itu, mereka selalu mempunyai maksud lain pada akhirnya. Dia juga memiliki julukan si pendiam alien, entahlah kenapa itu bisa terjadi, dari smp dia sudah di juluki si pendiam alien.

Walau terlihat dan terdengar buruk, kami berempat adalah siswa dan siswi yang dapat dibilang cukup berprestasi. Tetap saja Wang zi lah yang paling berprestasi diantara kami bertiga, kepintarannya sulit untuk dikalahkan. Untung saja dia dapat diandalkan saat kami bertiga dalam masalah, terlebih lagi untuk Jung kook. Dia memang lebih sering tidak menghadiri kelas, bagaimana bisa mengikuti kelas dengan keadaan setengah sadar, lebih baik tidak hadir daripada harus berhadapan dengan dewan sekolah.

“Kalian ada rencana pergi ke suatu tempat sepulang sekolah nanti?” Tanya Jung kook terdengar antusias.

“Euum… molla.” Mungkin Tae hyung menjawab dengan wajah datarnya.

“Bagaimana kalo nanti malam kita ke bar di wilayah Cheongdamdong?”

Aku syok mendengar ajakan Wang zi, aku hanya membuka mataku tanpa menggerakan secenti tubuhku.

“Kau gila! Aku tidak ingin kesana jika hanya bisa membeli segelas coktail saja. Aku akui memang disana banyak yeoja-yeoja cantik.” Ungkap Jung kook terdengar senang, entah bayangan apa yang berada di otaknya saat ini.

Akhirnya aku membenarkan posisi dudukku “Haah~ jinjja! Apa otakmu hanya bisa berfikir tentang yeoja saja!?” cercaku setelah menendang bangku yang di duduki Jung kook.

Saat Jung kook bersiap membantah, Jin seonsaengnim memasuki kelas terlebih dulu. Tae hyung yang melihat Jin seonsaengnim langsung menyuruh Jung kook membenarkan posisi duduknya. Kelas pun dimulai.

#Author *Pov*

Bell tanda kegiatan sekolah berakhir, keempat remaja ini segera membereskan perlengkapan sekolah mereka dan bergegas meninggalkan sekolah.

“Kita bicarakan rencana nanti malam di kedai bubble tea saja.” ajak Tae hyung sembari mengantongi tangannya.

“Boleh, gaja!” ucap Wang zi sembari menarik lengan Tae hyung untuk segera pergi.

“Ahh… mian. Aku ada acara dengan seseorang hari ini.” kata Jaemi.

“Hmm? Nugu?” Tanya Jung kook, Jaemi tidak memberi jawaban hanya tersenyum dan menggaruk tengkuk kepalanya.

“Yaa! Nuguseyo? Apa dia seorang namja?” Wang zi bertanya dengan nada centil.

“Geure, untuk apa aku membuat janji dengan seorang yeoja?” tandas Jaemi malas.

  -Drrrt…Drrt…Drrt-

“Ne Chunji eoppa.”

“……….”

“Arraso, aku segera kesana.”

  -Plip-

“M-Mwo? Chunji eoppa..? Hah jinjja?” Tanya Wang zi terkejut setelah mendengar nama lelaki yang baru disebut sahabatnya.

“Geure… wae?” jawab Jaemi.

“Dia kan namja incaranku selama ini.” gerutu Wang zi kesal.

“Haha jinjjaeyo? Kau kalah cepat denganku Min wang zi. Aaah… sudahlah aku pergi dulu, dia sudah menungguku di depan. Anyeong.” Jaemi melambaikan tangan dan berlari menjauhi ketiga sahabatnya.

“YA!! Nappeun yeoja!!” teriakan Wang zi membuat anak-anak yang lain melihat kearahnya.

“Hubungi aku jika kalian sudah menemukan tempat untuk kita nanti malam. I love you chingu-ya?” teriak Jaemi dari kejauhan sambil berjalan mundur dan melakukan kiss bay dengan kedua tangannya.

#Malam Hari

 ‘Kemarilah, kami berada di kedai ahjumma! Palli palli. ^^ ‘

Jaemi kembali ke rumahnya yang berada di Cheongdamdong dan bersiap-siap untuk menemui para sahabatnya yang telah mengiriminya pesan beberapa menit yang lalu.

‘Arra.’ balas Jaemi.

Sesaat sebelum ia berjalan keluar rumah, Song ahjumma memanggilnya.

“Nona, changkamannyo.”

“Ne ahjumma.” Song ahjumma memberi tahu bahwa ibunya menelpon dan mencarinya.

“Baiklah aku akan menghubunginya.” Jaemi mengambil ponsel kemudian menghubungi ibunya. Dalam percakapannya di telepon ia diminta pulang untuk menghadiri rapat perusahaan bersama ayahnya.

“Arraso eomma.”

  -PLIP-

“Jangan tunggu aku ahjumma, malam ini aku akan tidur di rumah atap, aku berangkat.”

“Ne… hati-hati nona.”

@Kedai Ahjumma

“Anyeong.” sapa Jaemi sembari menempati tempat duduk di samping Wang zi dan Jung kook.

“Ya nappeune! Kenapa kau lama sekali?” teriak Wang zi sembari meminum sojunya.

“Aaah mian tadi uri eomma menelpon, ahjumma bawakan aku sebotol soju dan semangkok ramyun.”

“Kenapa die eomma menelpon?” Tanya Tae hyung.

“Molla.” jawab Jaemi datar.

Setelah beberapa menit, ahjumma datang dengan membawa pesananan Jaemi.

“Aiigoo… lihatlah pelajar sekarang bukanya belajar malah keluyuran.” Sembari meletakan soju dan ramyun.

“Ahjumma… jangan bilang pada ibu dan ayahku ya?” Wang zi memeluk lengan ahjumma kesayangannya ini.

“Geure-geure arraso, berhentilah seperti anak kecil uri Wang zi.” Ahjumma mengelus lembut pucuk kepalanya, sedangkan ia hanya tersenyum. “Kalau begitu ahjumma akan kembali.” Ahjumma pun keluar dari ruangan tertutup tempat yang di sediakan untuk Jaemi dan teman-temannya.

“Hey napeunne!? Apa saja yang kau lakukan dengan uri Chunji eoppa?” tanya Wang zi meminta penjelasan.

“Aku? Hanya percakapan ringan dan makan bersama di cafe.” Jawab Jaemi tanpa melihat kearah sahabatnya, ia asyik memakan ramyunnya.

“Aaah sudah-sudah memang siapa Chunji itu? Kau ini Jaemi-a mengataiku gila yeoja, tapi kau sendiri gila namja.” Gerutu Jung kook di sela-sela perdebatan antara Jaemi dan Wang zi, disisi lain Tae hyung hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku ketiga sahabatnya ini.

“Geunde Jaemi-a? Apa benar kau tak pernah sekalipun melakukan you know what i mean dengan namja-namja yang kau pacari itu?” Tanya Wang zi.

Pertanyaan Wang zi membuat Tae hyung dan Jung kook menyamankan posisi duduknya dan menajamkan indera pendengaran mereka.

“Eoo…” jawab Jaemi yakin, melihat jawaban yang dirasa kurang memuaskan Wang zi menatap sahabatnya ini dengan tatapan menuntut untuk berkata jujur, Jung kook dan Tae hyung pun melakukan hal yang sama.

“Ya! Kalian tidak percaya dengan ku? Aiisshh~” Jaemi mengisi penuh gelas soju kemudian meminumnya dengan kasar, tidak habis fikir para sahabatnya tidak mempercayai ucapannya. “Aaah… yang jelas jika saja ada yang mengajakku untuk bermalam bersama, hari itu juga, detik itu juga aku meninggalkannya. Harga diriku terlalu mahal untuk namja seperti mereka-mereka.” Jaemi kembali mengisi gelasnya dengan penuh dan kembali meminumnya.

“Bagaimana jika Chunji eoppamu itu pada akhirnya mengajakmu untuk melakukan hal yang kau benci? Kau akan meninggalkannya?” Tanya Jung kook sedangkan Jaemi hanya diam tak memberi respon, terlihat ia sedang berfikir.

“Ku dengar Chunji adalah anak orang kaya kedua di korea, banyak yeoja yang ingin menjadi pacarnya, banyak juga yang pada akhirnya dicampakan olehnya.” tambah Tae hyung.

“Jeongmalo? Sejak kapan kau tau hal-hal seperti itu? Arraso… naega arra, sekaya apapun dan setampan apapun dia, jika dia meminta hal itu aku akan meninggalkannya tanpa rasa penyesalan.” Jaemi berkata sambil menunjuk-nunjuk kedua namja tersebut dengan sumpit ramyunnya. “Dan jika itu terjadi, ya Min Wang zi? Kau boleh mengambil alih Chunji.” tambahnya sembari tersenyum menang.

“Naega? Naega wae? Kau keterlaluan Jaemi-a, tak sekalipun aku menang taruhan denganmu bahkan untuk yang satu ini kau juga yang menang.” Ungkap Wang zi kesal.

“Aaah… mianhe uri chingu? Geunde kapan kau mengajak taruhan untuk mendapatkan namja itu?” sembari memeluk Wang zi dan menepuk-nepuk bahunya. “Kaukan sudah punya Sehun, haruskah aku menggodanya juga?” Jaemi sedikit menggoda sahabatnya yang saat ini bertambah kesal.

“Coba saja jika kau berani? Maka detik itu juga aku akan membunuhmu.” Wang zi semakin kesal kemudian melepas kasar pelukan Jaemi. Mereka pun tertawa.

#Jaemi *Pov*

* Life story *

Wang zi dan Sehun adalah sepasang kekasih, mereka sering melakukan you know what i mean. Kesetian Wang zi mungkin bisa dibilang patutlah untuk di acungi jempol. Meskipun dia sering terlihat dengan beberapa namja, tak pernah sekalipun dia melakukan you know what i mean dengan mereka. Wang zi hanya melakukan you know what i mean dengan Sehun, motivenya mendekati beberapa namja-namja hanya untuk dimanfaatkan saja.

Si golden magnae sering terlihat dengan yeoja-yeoja cantik, terkadang aku jijik melihatnya yang terlihat polos itu mendekati wanita hanya untuk melakukan you know what i mean, mengingat aku seorang yeoja yang selalu menjunjung tinggi kehormatan wanita. Tapi bukan salah uri magnae sih karna yeoja-yeoja itu juga terlihat genit padanya, terlebih lagi para yeoja-yeoja itu mau melakukan you know what i mean bahkan menawarkan diri padanya. Yaah… semua ini pastinya dijadikan kesempatan baginya.

Dan yang terakhir Kim tae hyung, dia memang pernah melakukan you know what i mean dengan seorang yeoja, itu terjadi sebelum dia mengenalku. Dia melakukannya dengan seorang gadis yang polos dan terlihat lugu, Tae hyung pernah bilang padaku “Bahwa aku menyesal telah melakukan itu dengannya, cinta pertamaku.” karena kejadian itu dia selalu merasa bersalah, dia bilang yeoja yang pernah melakukan you know what i mean dengannya menjadi nappeun yeoja. Meskipun terkadang merasa bersalah tetap saja dia bermain yeoja-yeoja cantik, yaah… walaupun aku tahu dia tidak sampai melakukan you know what i mean dengan yeoja-yeoja itu.

Aku dan ketiga sahabatku adalah murid yang nappeun, diantara kita berempat akulah yang sering bergonta ganti pasangan. Terdakang aku juga heran dengan diriku sendiri, sering bergonta ganti tapi tak pernah sekalipun aku melakukan you know what i mean. Mungkin itu kelebihanku, bahkan namja-namja banyak yang bertaruh untuk kehormatanku ini. Mengingat di Seoul minim sekali gadis yang masih perawan, bahkan sahabatku sendiri sering melakukan you know what i mean yang juga bertentangan dengan kepridadianku. Meskipun begitu aku sangat menyayangi mereka.

Bersambung…

Next Episode

“Mereka bolos lagi?” Jin seonsaengnim datang sembari meletakan buku-bukunya di atas meja, sedangkan anak-anak hanya terdiam tak berani menjawab.

“Kau masih ingat kami bocah?” Tanya salah satu dari namja-namja tengah berdiri sembari menyilakan kedua tangannya.

“Aaah… ahjushi waktu itu?”

“Gaja? Itulah akibatnya jika kau bermain-main denganku bocah kecil.” Ungkap seorang namja bermata sipit dengan mendekatkan wajahnya kearahku.

“Hey gadis jalang, kau kemana saja?”

“Berani sekali kau memanggilku gadis jalang brengsek?”

“Kau masih sering ke klub malam?” pertanyaan appa menghentikan makanku, dengan perlahan aku melihat kearahnya.

“Jeon jung kook, Kim tae hyung, Min wang zi dan Im jaemi, dimana Jaemi?”

“Ho ho lihatlah Tae hyung marah, salah sendiri mana ada bolos sekolah dikarenakan ikan mati. Kau benar-benar payah Tae hyung-a.”

“Aku tak habis pikir dengan yeoja itu, kenapa dia terus saja menggangguku?” ucap Tae hyung dengan memainkan asap rokok di mulutnya.

“Hoii… ahjushi?” ungkap ketua dari kelompok kami, dia bernama Kim nam joon yang juga menjadi pekerja bartender. “Masih ingat denganku?”

Don’t be siders…? Kelanjutan cerita ini tergantung suara kalian semua chingu. 

2 thoughts on “Like Petrichor (Chapter 1)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s