LILY : 2 – ABS

lily 1

1st

LILY

2nd

ABS

By Risuki-san

SHINee’s Onew | IU

Guest Star : SHINee’s Taemin | BTS’s V | BTS’s Jungkook

Teenager | High School Romance, Comedy, Family, Fluff

© 2015 Risuki-san

.

‘Lekukan tipis pada perut Jinki! Jieun benar-benar merasakannya! Hanya Jieun!’

.

Halaman 2

ABS

Bukan rangkaian kata ‘Lily’ yang terukir pada pakaian seragamnya, bukan pula ‘Lily’ yang terpahat rapi dengan tinta hitam diatas akta lahirnya.

Tapi Jieun, Lee Jieun.

Gadis itu, dengan corak garis khas sekolah Kirin yang melekat pada tubuh kecilnya, melangkah pelan dengan tiap bait lagu yang ia lantunkan, mata kecilnya bergerak berkeliling sekitar, menatap dengan tiap cahaya yang ia pancarkan, Jieun berbinar menyaksikan lukisan alam kota Seoul yang sesungguhnya selalu sama.

“Eoh? Lily?”

Mulut kecilnya bergerak, merapalkan sebuah kata. Tangan kecil Jieun meraihnya.

Helaian bunga Lily yang selalu ia sukai, lebih dari apapun.

 “YAKK!! LEE JIEUN CEPAT NAIK!!”

Jieun terkejut saat sebuah suara mengusiknya, mata kecilnya terpejam kesal.

“KENAPA SELALU MENGGANGGUKU!!”

Jieun berteriak, lebih lantang dan lebih keras dari suara halilintar.

Menatap kesal pada sosok dengan seragam yang sama dengan miliknya, Taemin, seseorang yang selalu menggangggunya, bahkan sepagi ini!

Memaksa gadis itu untuk masuk ke dalam mobil, berangkat ke sekolah bersama dan apa yang salah?

“Setidaknya aku sudah menawarkanmu, aku duluan”

Taemin tidak sedang memaksa tapi hanya sekedar menawarkan, dan itu lebih baik. Jieun hanya menatap kesal pada roda-roda yang bergerak cepat, membawa Taemin dengan ekspresinya yang selalu menyebalkan, setiap hari!

Jieun bertanya-tanya, kenapa dia seperti ini tapi Taemin tidak? Bukankah mereka….

NOONA!!”

Jieun ingin melamun, sebentar saja, menikmati keindahan bunga Lily yang menurutnya sangat ajaib, sungguh.

Noona, ayo berangkat bersama!!”

Jieun hanya terdiam melihatnya, dua sosok yang sangat ia kenal. Siswa dengan pakaian yang sekali lagi sama dengan miliknya.

Mereka hanya setahun lebih muda dari Jieun.

Mata kecil gadis itu menatap dua sosok di depannya, memancarkan sesuatu yang tajam dan sangat menusuk.

“Kalian mengikutiku ya?”

Jieun bertanya dan….

BUGH….

Memijak tanah dengan SANGAT KERAS!

Tangan kecil Jieun meraih sesuatu, sebuah stik drum yang entah kenapa berada di dalam tas ransel merah jambu miliknya.

Ujung stik drum yang tumpul menyapa tanah, melukis sebuah lingkaran yang Jieun sebut ‘globe’ yaitu bola dunia.

“Kalian tahu ini apa?”

Alien gila -seperti itu Jieun biasa memanggilnya- menggeleng pelan, mereka yakin jika itu sebuah lingkaran tapi mereka seribu kali lebih yakin jika itu bukanlah sebuah lingkaran biasa, melainkan sesuatu yang spesial, karena Jieun pun spesial.

“Ini adalah sekolah, negara di belahan bumi tengah”

Jieun mengucapkannya lalu menunjuk pada bagian pusat lingkaran.

“Ini kutub utara yaitu rumahku, dan ini kutub selatan adalah rumah kalian. Kenapa berputar-putar untuk pergi ke sekolah?? Untuk mengikutiku??”

Jieun bertanya, tangan kecilnya dengan cekatan menggenggam stik drum, mengarahkannya pada tas ransel, menyimpannya, kembali.

“Jika kalian punya banyak waktu untuk membuntutiku, maka…GUNAKAN SAJA UNTUK BELAJAR!”

Jieun mengucapkannya, sederet kalimat yang menurutnya sangat keren. Mata kecilnya kembali memicing.

“Apa yang kalian tunggu?? Cepat pergi!!”

Jieun tersenyum bangga saat melihatnya, Jungkook dan Taehyung yang melangkah pelan di depannya lalu memberhentikan sebuah bis.

Noona, tidak naik?”

Jieun menggeleng pelan, tidak, Jieun hanya akan berjalan, seperti sebelum-sebelumnya. Dan segaris senyum yang gadis itu sampaikan, memberikan sesuatu yang lebih indah dari mekarnya bunga musim semi.

Jieun kembali sendirian, menapaki jalan setapak, kaki-kaki kecilnya memijak pelan, melangkah dengan tanpa beban meski lima kilometer tengah menantinya.

Jieun hanya telah terbiasa, itu saja.

“Aishh, kenapa aku harus berjalan kaki??”

Sebuah suara yang Jieun sangat kenal, membuat gadis itu terdiam, sudut mata kecilnya bergerak pelan, menuju satu arah.

TIDAK!

Jieun mungkin bisa terkena serangan jantung!

Tetesan bening yang selalu ingin dihapusnya, helaian hitam yang sedikit memerah saat pancaran matahari menyapa, mata sabit yang kian tenggelam seiring dengan tiap intensitas sinar yang menerobosnya, bibir dengan lekuk apel yang bergerak dengan sangat istimewa lalu sebuah benda oranye yang selalu lelaki itu genggam.

Bola basket.

Kaki-kaki kecil Jieun melangkah tanpa arah, bergerak seolah sehelai benang menuntunnya, seperti boneka diatas panggung pertunjukkan, Jieun seolah tak bernyawa, bergerak pelan mengikuti perintah.

Jinki dengan aura merah jambu -yang menurutnya selalu indah- menuntunnya, pesona milik Jinki, hanya Jinki, membawa Jieun, seolah menariknya.

“YAK!! APA YANG KAU LAKUKAN??”

Bibir apel yang bergerak, TEPAT DI DEPANNYA!

Ini…apa?

Jieun tergagap, ini seperti berlari diantara riuhnya gempa, Jieun sangat panik. Sebuah situasi yang membingungkan saat Jieun menemukan dirinya berada di depan kamar ganti siswa, tepat di depan pintu yang terlihat SENGAJA DIBUKA, sedikit.

JIEUN BAHKAN TAK TAHU SEJAK KAPAN IA TIBA DI SEKOLAH!!

“Itu…”

“Kau mengintip ya??”

Jinki mengatakannya, kalimat yang sangat tidak masuk akal.

“Itu…sedikit?”

Jieun sendiri tak yakin, apa ia baru saja mengintip? Benarkah?

“Sebenarnya….”

Jieun mengucapkannya, sel-sel otak di kepalanya berpikir keras. Itu tadi, sebenarnya….

“Aku rasa…tak ada ABS?”

Jinki menahan nafas, mata sabitnya masih terperangkap di dalam, masih memberikan segaris lekuk seperti sebelumnya tapi…

PERCAYALAH JIKA JINKI SANGAT TERKEJUT!

Bukankah ini pelecehan?

Jinki adalah Pujaan sekolah Kirin! Pangeran basket yang sangat tampan dan tak memiliki ABS!

Dunia tahu! Dunia akan segera tahu!

Jinki menggeleng cepat, ini sangat mengkhawatirkan, lebih mendesak dari merawat pasien kritis di ruang ICU.

Ini hanyalah masalah waktu! Jinki hanya BELUM dan bukannya TIDAK memiliki ABS!

Jinki berjanji untuk membentuknya, tak bisakah dunia menunggu?

Otaknya berpikir keras, Jinki hanya terlalu bodoh untuk berpikir di bawah tekanan stress.

“Aku…”

Sekali lagi Jieun membuka suara dan sekali lagi menggantungnya.

Jinki menunggu, tetesan bening yang turun, melintasi permukaan kulitnya dan jatuh membasahi lantai.

Jinki berkeringat dingin.

Menunggu dengan nafas yang tidak normal, menatap lekat mulut Jieun yang hampir bergerak dan….

Jinki melihatnya, tangan putih itu bergerak, pada satu arah.

Pada seragam olah raga miliknya, menyentuh tepat pada….

 “Aku ingin menyentuhnya”

Dan suara halus Jieun yang berdengung di telinga lelaki itu..

“AAAAAAAAAAAAA!!!!!”

Jieun berteriak lalu berlari cepat, meninggalkan Jinki yang terlihat kusut namun masih saja tampan.

Jieun berhenti, punggung sempitnya bersandar pada sebuah tembok, Jieun menengadahkan telapak kecilnya, mengingat memori beberapa detik lalu.

Jieun berteriak hingga hatinya berdengung, ia berdebar saat menggali kembali ingatannya.

Bukankah Jinki telah mengatakannya? Ia hanya belum dan bukannya tidak!

Dan ini, sebentar lagi karena….

Lekukan tipis pada perut Jinki! Jieun benar-benar merasakannya! Hanya Jieun!

.

‘Bukan rangkaian kata ‘Lily’ yang terukir pada pakaian seragamnya, bukan pula ‘Lily’ yang terpahat rapi dengan tinta hitam diatas akta lahirnya’

To be continued…

copyright

One thought on “LILY : 2 – ABS

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s