White “secrets’ Little Scandal [Chapter 2]

white

Author : morschek96

Tittle : White “secrets” Little Scandal

Genre : Drama, Life, General, Psychology

Cast:

Han Sora, Kim Jong In, Oh Sehun

Others.

FF ini sudah pernah dipublish di KimJongIn Fanfiction, Gallery EXOFF & WP pribadi milik saya sendiri https://morschek96.wordpress.com jadi tidak ada unsur plagiat

.

[one step closer]

***

__

Matahari mulai bergerak turun, terlihat semburat jingga di garis ujung cakrawala. Setidaknya hujan sudah reda, hanya tinggal gerimis kecil yg masih setia mengguyur kota. Terlihat di pekarangan rumahnya tiap tetesan bening tersebut turun ke dedaunan lalu bergerak mulus menuju rerumputan hijau diatas tanah. Sejuk

Ia menatap keluar dari jendela kaca yang telah buram karena embun, sedikit mengaburkan pandangannya. Namun tak masalah, terlihat dari sosoknya yang masih setia melihat keluar dengan tangan menopang dagu. Disaat seperti ini, apa yang harus ia lakukan? Apa yang harus ia rasakan? Sedih? Atau senang? Entahlah. Rasanya garis takdir telah mempermainkannya dengan terlalu jauh, sangat jauh hingga tak dapat lagi ia hitung untuk lebih tepatnya yang telah keberapa kali.

Pandangannya datar, tapi tidak dengan hatinya. Ia merindukan keluarganya, ini adalah pertama kali dihidupnya harus tinggal jauh terpisah dari keluarganya. Eomma.. ia bergumam pelan.

“Sora.. makanan sudah siap”

Sebuah suara dengan sedikit berteriak dari lantai bawah mengganggu lamunannya. Ia balikkan tubuhnya lalu dengan tidak sengaja menatap jam dinding berwarna orange diatas televise, pukul 18.12 ? berarti ia hampir satu jam duduk disini? Pantas saja kaki yang ia tekuk sedari tadi terasa kesemutan.

Ia berjalan dengan perlahan menyusuri tangga, sedikit mengaduh tatkala kakinnya terlalu kencang membentur lantai. Tapi kenapa tangganya banyak sekali? Harus butuh waktu yang agak lama untuk dapat turun kebawah.

“bagaimana hari pertamamu Sora-ya?” ujar Kris setelah melihat Sora duduk berhadapan dengannya. Ia membuka tutup panci berisi ramyeon tersebut dan kemudian terlihat asap yang mengepul keluar.

“sangat baik oppa, aku sudah mempunyai teman”

“ ooh baguslah”

“dan juga ada Sehun yang ternyata bersekolah disana” senyumnya kembali merekah setelah mengingat kejadian tadi siang dimana ia bertemu dengan teman kecil bermarga Oh itu.

Namun bagaimana dengan Kris yang hanya mangut-mangut sedari tadi? Tentu saja ia tidak mengenal siapa itu Sehun. Daripada meminta penjelasan yang akan berlangsung lama, sebaiknya ia makan saja.

.

.

.

***

“Yerim-ah” sapa Sora pada teman sebangkunya tersebut. Dan, ah apa ia harus mengatakannya? Bagaimana bisa seorang siswa yang sedang asik memasang make up padahal ini sudah didalam kelas?

“apa yang kau lakukan eoh?” Sambungnya kembali setelah duduk di kursinya.

“memangnya apa yang kau lihat? Tentu saja sedang dandan” ia membalas kesal, terlihat jelas dari wajahnya Yerim tidak dalam sedang mood yang baik.

“kenapa kau berdandan didalam kelas?”

“haishh kau ini cerewet sekali-“

“memang benar” Sora menjawab cepat.

“hmm.. tadi appaku harus buru-buru berangkat ke kantor, dan alhasil aku tidak sempat dandan. Lalu kubawa saja peralatan make up ku.”

Yerim berbicara cepat seraya menghapus polesan bedak yang dirasa terlalu tebal.

“ooh” Sora hanya mengangguk-angguk dibuatnya. Tidak terlalu berlebihan memang, mereka kan wanita apalagi sudah remaja. Setelah beberapa saat hanya mengamati Yerim yang masih asik berdandan, Sora ingat akan satu hal. Pembicaraannya dengan Yerim yang sempat terputus kemarin.

“Yerim-ah, kau masih berhutang penjelasan padaku”

“penjelasan apa?”jawabnya setelah selesai memberi warna pada bibirnya. Lalu memasukkan semua peralatan make upnya sebelum ada teman lelakinya yang tahu dan akan terjadi perang mengejek selanjutnya, apalagi kalau lelaki itu adalah baekhyun dan chanyeol, uhh pasti ia akan digoda habis-habisan.

“tentang yang kemarin.” Oh hell! apa secepat itu ia lupa? “tentang masalah kekasih sehun dan si kapten basket.”

“ssttt..” mata Yerim langsung terbelak kaget mendengar kalimat yang baru saja keluar dari bibir Sora, tak bisakah gadis ini sedikit memelankan suaranya?

“jangan-keras-keras” ujar Yerim dengan penuh penekanan pada setiap katanya.

“ceritakanlah-padaku” tak mau kalah, kini Sora mengikuti gaya berbicara Yerim.

Terlihat Yerim sangatlah gugup untuk menceritakannya, berkali-kali ia menoleh kesegala arah diruang kelas untuk memastikan tidak ada orang yang mendengar percakapan mereka.

“kau lihat tempat duduk paling belakang dipojok kanan itu?” Yerim menunjuk kearah yang ia tuju.

“ne, ne” dan Sora hanya mengangguk paham.

“menurut rumor yang beredar si pemilik bangku itulah sang pelaku”

“MWO?”

“diamm!” Yerim harus berteriak untuk menyamai suaranya dengan Sora.

“aku lupa memberi tahumu kemarin tentang anak yang bernama Kim Jong In dikelas ini.”

“Kim..? mwo?” ulangnya lagi.

“Kim Jong In” bisik Yerim lebih pelan, nyaris mencicit.

“bisa dibilang dia sedikit.. menyeramkan. Menurut cerita sebagian siswa, dulu Jongin sempat tinggal di Jepang waktu ia kecil, dan ibunya adalah seorang geisha. Ketika Jongin berusia 7 tahun ia harus kehilangan ibunya, dan menurut bukti ternyata ibu Jongin dibunuh oleh suaminya sendiri, ayah Jongin.”

“mengerikan. Lalu apa hubungan Jongin dengan aksi bunuh diri itu?”

“sebentar. Jika dipikir lagi, ayah Jongin adalah anggota geng mafia kelas atas, dan membunuh juga pasti termasuk hal biasa bagi mereka.

Sejak Junior High School Jongin dan Jisub si kapten basket sudah saling bermusuhan. Dimulai ketika Jisub sering mengatai Jongin sebagai anak seorang geisha dan mafia.”

“jadi menurutmu, ini adalah aksi balas dendam, begitu?”

“sepertinya”

“kalau tentang kekasih Sehun?”

“untuk kasus Jiae, kami tidak terlalu banyak tahu. Mengingat Jiae bukanlah dari kalangan siswa popular. Dia hanya beruntung menjadi kekasih Oh Sehun.”

KKRRRIIIIIIIINNNNGGGGG

“hah, kuharap kau berhati-hati jika bertemu dengan Jongin. Karena tidak ada satu orang pun yang berani berdekatan dengannya, apalagi berteman dengannya”

“baiklah”

“tapi sepertinya hari ini ia tidak masuk lagi, sudah 3 hari bangku itu kosong” Yerim kembali menolehkan pandangannya ke bangku pojok ruangan disusul dengan Sora yang ikut menatap kearah yang sama.

oke, mendengar cerita Yerim barusan membuatnya sedikit berdigik akan teman sekelasnya yang bernama Kim Jongin itu. Apakah ia benar-benar semengerikan itu?

Guru Shin kembali memasuki kelas dengan buku-buku tugas yang siap mendidihkan kepala setiap siswa. “Suho, bagikan ini keteman-temanmu” Guru Shin meminta pertolongan pada Suho si ketua kelas untuk membagikan buku-buku tersebut.

“buka halaman 27 dan kerjakan. Waktu satu setengah jam dimulai dari sekarang” ujar Guru paruh baya tersebut kembali. Berselang beberapa menit hingga-

#ceklek

Seseorang membuka pintu dan masuk kedalam memperlihatkan sosok dingin yang berdiri diambang sana.

“maaf saya terlambat saem, tadi saya harus ke ruangan Guru Kang” ujarnya sopan sambil menunduk dalam. Tak menampakkan wajahnya secara keseluruhan, membuat Sora si anak baru harus menebak-nebak siapakah lelaki berambut putih ini. Tunggu- .. mwo? Melihat perawakan lelaki ini membuatya mengingat kejadian kemarin. Bukankah ini lelaki berambut putih yang bersamanya saat dihalte kemarin?

“Kim Jong In, baiklah ini buku tugasmu” Guru Shin memberikan buku tugas yang masih tersisa satu untuk lelaki tersebut yang ternyata bernama Kim Jong In.

“d-dialah Kim Jong In” Yerim berbisik pelan kearah Sora. Sangat pelan nanmun Sora masih bisa mendengarnya.

Sora tak melewatkan satu detikpun untuk terus menatap lelaki itu. Rasanya seperti kemarin, getaran aneh itu kembali muncul ketika menatap ke iris gelap lelaki tersebut. Memang benar jika ada yang mengatakan bahwa Jongin sedikit menyeramkan, nyatanya ia memang menyeramkan. Badan tegap dan rambut putihnya, juga terasa ada aura gelap yang menyelimuti sosoknya. Dengan pandangan tajam juga wajah datarnya, terlihat cool, tapi menyeramkan.

.

.

.

***

“bisa-bisanya.. akh appaa!” Yerim menjerit tertahan setelah beberapa saat mencari sesuatu didalam tasnya.

“kau kenapa?”

“karena tadi pagi harus buru-buru, aku lupa tidak membawa dompet. Aisshh eottokae??”

“pakai saja uangku. Kau ini berlebihan sekali”

“ah, bolehkah?” Yerim tersenyum senang menghadap si sahabat barunya. Tidak salah ia mengenal gadis sebaik Sora. “kau memang baik Sora-ya” ujarnya kembali seraya menunjukkan aegyo gilanya pada Sora, dan membuat Sora harus mati-matian menahan hasratnya untuk tidak melempar sepatunya kearah Yerim.

Sekilas Sora melihat kearah pojok ruangan dimana Jongin duduk dengan ekor matanya. Apa lelaki ini tidak lapar? Dijam istirahat dia malah tidur bersandar dinding dengan memasang headphone. Tak mau terlalu membuang waktu hingga akhirnya ia mengikuti Yerim keluar kelas menuju kantin.

~

~

“Yerim-ah, apakah si Jongin itu selalu bersikap seperti itu?” pandangannya tertuju lurus pada jus apel yang baru saja ia minum seperempat gelas.

“ne. sudah kubilang kan kalau dia tidak punya teman”

“tapi..-

“haish kau ini, kenapa sekarang kau jadi sering bertanya tentang Jongin eoh?” Yerim memicingkan matanya seolah meminta penjelasan yang ia rasa cukup tidak masuk akal. Belum ada yang mau peduli dengan lelaki tan itu sebelumnya.

“a-aku hanya penasaran” Sora menjawab gugup dengan kalimat seadanya. Well, ia juga bingung kenapa ia ingin tahu sekali tentang Kim Jongin, apa kaitan lelaki itu dengannya? Toh tidak ada.

Sora kembali ingin meminum jus apelnya, namun dewi fortuna mungkin belum berpihak padanya. Oh Sehun menepuk pelan bahu gadis itu dan membuatnya kaget setengah mampus. Jika saja tangannya tidak terlalu kuat memegang gelas, maka akan bisa dibayangkan kejadian selanjutnya.

Sora memejamkan matanya sejenak guna meredam emosinya, lalu berbalik menghadap Sehun yang telah duduk disampingnya dengan senyum yang dipaksakan.

“Sehunnie..” ia berujar pelan. “KAU MAU AKU JANTUNGAN??!!” oh tapi tidak untuk kalimat selanjutnya.

Dan itu membuat beberapa siswa yang langsung menoleh kearahnya.

Namun tidak untuk Oh Sehun, ia hanya tersenyum manis menanggapi teriakan gadis teman kecilnya itu. Bisa dibilang ini memang salahnya kan?

“tentu saja tidak. Aku tidak akan membiarkan gadis kecilku ini terluka sedikitpun” oke ini menggelikan. Apa ia bilang tadi? `gadis kecil?`

Demi apapun Oh Sehun, orang yang tidak punya otak pun tahu jika ia sudah besar.

“jika kau kemari hanya ingin menjahiliku, lebih baik tidak usah. aku malas berdebat denganmu”

“s-sebenarnya.. hehe” oke kini ia lebih mirip balita 5 tahun yang ketahuan berbohong.

“aku ingin mengajakmu jalan-jalan Sora-ya” sambungnya saat memberi jeda beberapa sekon.

“jeongmal?” kenapa si cadel ini tidak langsung memberitahu dari tadi saja eoh..? “tapiii- apa Kris oppa memberi izin?”

“Kris oppa? Siapa?”

“anak buah appaku, dia yang menjagaku selama disini. Aku takut jika dia tidak mengizinkaku.” Sora menunduk lesu, membayangkan jika Kris menceramahinya ini itu pasti tidak akan menyenangkan.

“haisshh bagaimana ya? Eottokhae? Eottokhae?” kini Sehun sendiri yang nampak berbicara sendiri bagaikan idiot.

“setidaknya tanyakan dulu pada oppamu Sora-ya. Siapa tahu jika ia mengizinkan?” saran yang cukup bagus dari Yerim yang sedari tadi hanya menjadi penonton. Apa salahnya mencoba kan?

“baiklah, coba hubungi aku nanti malam jika memang kau diizinkan otte?”

.

.

.

***

“kau mau permen kapas?” tawar Sora pada Sehun yang sedari tadi hanya meminum bubble tea. Mereka memang sedang jalan-jalan, setidaknya Sora harus mati-matian membujuk Kris untuk diizinkan keluar sebentar. Tidak lebih dari jam 9 malam katanya, baiklah tidak masalah kan?

“kenapa warnanya kuning? Biasanya berwarna pink”

“tentu saja ini kan rasa lemon” Sora mengambil sedikit dengan tangannya lalu menyodorkan kearah Sehun, dengan tujuan menyuapi si pria cadel tersebut.

Awalnya Sehum memang menolak dengan menggelengkan kepalanya, namun lama-lama ia bersedia untuk membuka mulutnya.

“tidak terlalu buruk” ucapnya setelah menelan permen kapas pemberian Sora.

“iya kan? Kau juga menyukainya.” Ia akan kembali memakan permen kapas tersebut, sedikit membuka mulutnya, dan- MWO? Sehun ikut memajukan wajahnya dan menggigit permen kapas itu disisi lainnya.

“YA! Oh Sehun apa yang kau lakukan eoh?” demi apapun, wajah Sora kini mulai memanas, pasti pipinya akan terlihat memerah saat ini. Namun si lelaki Oh itu malah tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi yang baru saja dilakukannya.

“hahaha wajahmu Sora-ya”

“diam kau Bihun!”

Baiklah, nampaknya teriakan Sora berhasil, Sehun telah menghentikan tawanya.

“Sehun?? Benarkah itu kau?” sebuah suara mau tidak mau harus menyita perhatian keduanya. Terlihat seorang gadis berambut pirang (hasil dicat tentunya) berjalan kearahnya.

“ternyata benar itu kau” gadis itu duduk disebelah Sehun dan kembali bersuara sebelum satu dari keduanya menjawab.

“apa yang kau lakukan disini eoh? Dan- siapa gadis ini? Apakah dia pacar barumu? Pendek sekali, juga tidak pandai berdandan. Tak kusangka setelah Jiae meninggal seleramu jadi seperti ini”

BRAKK!

Sehun memukul kusen kayu yang berada diantara dirinya dan Sora, dan nampaknya itu berhasil untuk membuat gadis cerewet ini bungkam.

“bisakah kau diam?! Aku tidak pernah mengatakan kalau aku membolehkanmu bergabung duduk bersamaku.”

Selanjutnya ia menarik Sora untuk meninggalkan tempat tersebut, sedikit menakutkan memang kalau Sehun sudah marah. Seperti saat ini, tatapan matanya menajam dan pelipisnya yang mulai mengeluarkan keringat pertanda ia sedang menahan emosi.

Mereka duduk di kursi panjang yang berada si sebelah komediputar.

“kau tidak apa-apa kan, jangan pedulikan ucapan Hana tadi eoh?”

“tidak” Sora menjawab singkat. Namun ia berbohong tentunya, siapa yang tidak tersulut emosi jika dikatakan pendek dan tidak pandai berdandan.?

“kalau ada orang lain yang mengganggumu katakana saja padaku otte?”

“ne Sehun-ah. Aku tidak apa-apa sungguh.”

.

.

.

***

“jadi kau berhasil keluar bersama Sehun tadi malam?”

“tentu saja, tapi sulit sekali membujuk Kris oppa untuk memberiku izin kau tahu? Seperti appaku kalau sudah mengoceh”

BRAKK!

“gara-gara kau semalam Sehun membentakku!” seseorang menggebrak mejanya, membuat Sora sontak kaget melihat siapa yang melakukannya, tak sempat ia melayangkan kata-kata protes orang tersebut langsung menumpahkan minumannya dengan sengaja kearah Sora.

Dan apa katanya tadi? Gara-gara kau semalam Sehun membentakku? Tidakkah kau ingat jika semalam Sora tidak melakukan apapun? Berbicara satu katapun tidak. Bukannya dia yang langsung datang mencerocos panjang kali lebar sama dengan luas?

“apa yang kau lakukan gadis gila?!!” Yerim yang tidak terima melihat sahabatnya diperlakukan seperti itu pun mulai bersuara. Dan sedikit mendorong gadis tersebut.

Melihat adanya keributan membuat para siswa berkumpul untuk melihat apa yang sedang terjadi

“sudahlah Hana” salah seorang teman gadis yang telah mengamuk tersebut langsung membawanya pergi menjauh dari meja Sora&Yerim.

“urusan kita belum selesai gadis pendek!!” teriaknya frustasi sambil melangkah terseok karena tengah ditarik oleh temannya.

“Sora, kau tidak apa-apa? Mari ku antar ke toilet”

~

~

Mereka berjalan beriringan menuju ruang kelas. Dan sialnya kini blazer Sora sudah benar-benar basah, akhirnya ia hanya memakai kemeja putihnya tanpa blazer.

Melihat ada yang aneh dengan gadis tersebut seseorang berlari kearahnya, menepuk bahunya dan berjalan beriringan dengannya dan Yerim.

“ada apa denganmu Sora-ya?” suara yang tidak asing Sora langsung tahu siapa pemilik suara ini tanpa menoleh kearahnya.

“tidak ada” ujarnya pelan dengan sedikit menunduk. Apakah ia harus menceritakannya kepada Sehun? tapi bagaimana reaksi Sehun setelah mendengar penuturannya? oh Sora masih ingat bagaimana Sehun ketika sedang marah seperti tadi malam. Lebih baik mungkin ia tidak akan menceritakannya.

“ini semua kelakuan gadis penguntitmu itu eoh.! Dia menumpahkan air lemon ke blazer Sora!”

Damn Yerim! Tidak bisakah kau diam saja?

Lihatlah kini wajah Sehun sudah terbelak sempurna.

“siapa maksudmu Yerim-ah?” Tanya Sehun, ia sudah mempunyai gambaran siapa gadis yang dimaksud Yerim, hanya saja ia masih memerlukan penuturan yang jelas untuk lebih tepatnya.

“siapa lagi? Gadis yang selalu membuntutimu. Im Hana.” Ujarnya lagi, kini terdengar lebih tenang dari sebelumnya.

Kini Sehun benar-benar terdiam sempurna.

“tapi kau tidak apa-apa kan Sora-ya?” raut khawatir jelas terpatri diwajah tampan Oh Sehun.

“tidak apa-apa, kau ini berlebihan sekali Sehun-ah”

***

Lagi-lagi pria itu masih diam ditempatnya sana. Selalu sama setiap saat, sedikit khawatir jika terus-terusan melihatnya seperti ini.

Apakah ia tidak kesepian? Bagaimana bisa seseorang terus berada seorang diri tanpa ada siapapun yang menemani?

Ingin sekali Sora mengobrol atau sekedar menyapa kearahnya. Namun, ia masih sedikit- takut untuk melakukan itu semua.

Kim Jong In. Sora memanggil nama pria itu pelan dalam hatinya. Setidaknya ia sudah pernah mendengar langsung suara lelaki ini ketika berbicara padanya, waktu di halte. Ya, meskipun hanya beberapa kata.

“apa yang kau lihat eoh?” suara Yerim mampu membawa jiwanya kembali ke dunia nyata. Sedikit membenarkan posisi duduknya menghadap depan.

“tidak ada, hanya sedikit melamun” jawabnya jujur.

“tapi mengapa kau melamun seraya melihat kearah Jongin?” shit! Apakah ketara sekali jika sedari tadi ia terus memperhatikan Jongin? Ini memalukan.

Dan sepertinya orang yang memiliki nama tersebut mendengar percakapannya dengan Yerim, terbukti sekarang Jongin tengah menatap kearahnya.

Membuat Sora sedikit salah tingkah dibuatnya,

“t-tidak, aku hanya tidak sengaja melihat kearahnya. Jangan bicara yang tidak-tidak Yerim-ah.”

.

.

.

***

Bagaikan déjà vu , kejadian dan ditempat yang sama kembali terulang. Suasana mendung dengan sosoknya yang duduk dikursi panjang sebuah halte sebelah sekolahnya.

Juga bersama orang yang sama, Kim Jong In.

Hanya saja sekarang ia telah mengetahui nama lelaki tersebut, juga pakaian seragam mereka yang sama, karena pada beberapa hari lalu Jongin hanya memakai celana Jeans dengan jacket berwarna cokelat tua. Dikarenakan memang pada hari itu Jongin tidak masuk sekolah.

Diam-diam sedari tadi matanya sedikit mencuri pandang kearah Jongin, ada hasrat dalam dadanya untuk sekedar menyapa lelaki tan tersebut, bukankah mereka satu kelas?

“kau gemar sekali memperhatikanku eoh?”

Ucapan lelaki tersebut langsung menyadarkan akan berbagai fantasinya dalam kepala. Kenapa dia bisa tahu? Rutuk Sora dalam hati.

Dengan sedikit kikuk Sora bangkit dari duduknya semula dan mengambil jarak yang lebih dekat dengan lelaki itu, duduk berjarak beberapa centi dari sosoknya.

“n-namaku Han Sora” ucapnya pelan, ia harus mati-matian menahan mulutnya agar tidak berteriak seperti orang sinting saat ini. Jujur saja, Sora sedikit- takut pada Jongin.

“kita satu kelas” ujarnya kembali.

Namun lelaki disebelahnya ini hanya berbalik dan menatap datar kearahnya, tanpa ada keinginan untuk berbicara apapun. Terlihat dari bibirnya yang ia katupkan rapat-rapat.

“k-kita juga sempat bertemu beberapa hari yang lalu ditempat ini… apa kau tidak mengingatku?”

Ayolah.. ia bagaikan sedang dikerjai sekarang. Mengapa lelaki ini tidak mengucapkan sepatah kata pun eoh?

“aku mengingatmu”gumamnya pelan seraya melempar pandangan lurus kedepan, oh hell! Mengapa hanya dengan mendengar suaranya saja dapat membuat jantung Sora bertalu-talu sepeti ini?? parasaan macam apa ini? Takutkah?atau lega karena pria ini merespon ucapannya?

“kau gadis yang selalu memperhatikanku secara diam-diam saat dikelas, seperti yang baru saja kalu lakukan”

Matilah kau Han Sora? Bagaimana lelaki ini tahu? Apa ia mempunyai mata lain selain yang Nampak diwajahnya? Oke,itu pertanyaan bodoh.

Tapi bagaimana ia tahu?

“eee bukan maksudku seperti itu.. hanya sajaa..” Sora Nampak berpikir keras dengan tangannya yang menggaruk bagian belakang kepala yang sebenarnya tidak gatal.

Dan sepertinya Jongin ingin mendengar kalimat selanjutnya yang akan keluar dari bibir Sora, Lelaki itu terus menatapnya seolah bertanya apa?. Lalu dengan perlahan ia majukan tubuhnya kearah Sora, dan harus membuat gadis itu memundurkan punggungnya. Mata keduanya pun bertemu, iris mata itu saling menatap satu sama lain, juga terasa hembusan napas masing-masing kian membelai wajah keduanya.

Terjadi cukup lama hingga lelaki itu kembali berujar.

“apa yang kau harapkan selanjutnya eoh?” lalu ia memundurkan kembali tubuhnya dan bersender pada punggung kursi. Ia terkekeh pelan seraya menunjukkan smirknya, smirk liicik seperti yang dimiliki penjahat-penjahat dalam film laga.

“t-tidak”

Tak lama kemudian sosok yang ditunggu pun akhirnya datang, ia hendak melangkahkan kaki menuju Masserati hitam milik Kris namun ada pemandangan lain yang nampaknya rugi untuk dilewatkan.

Ada sebuah mobil juga, Alpart berwarna putih berhenti tak jauh dari ia berdiri. Lalu keluarkah dua lelaki berbadan besar dan memakai setelan serba hitam menghampiri.. Kim Jong In? sebenarnya siapa si Jongin ini? Anak seorang Presiden jika kemana-mana harus didampingi bodyguard? Sora sampai tak habis pikir. Jongin sedikit melirik kearah Sora beberapa saat sebelum ia memasuki mobil mewah tersebut..

.

.

-To Be Continue-

.

.

Hai Hai.. aku lanjut bawa chapter 2nya nih.. hope you like it J

Kritik saran sangat diperlukan, so jangan lupa kasih tanggapan kalian di kolom comment yah.. see you

5 thoughts on “White “secrets’ Little Scandal [Chapter 2]

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s