An Remember? Chapter 1

1

Judul: An Remember? (CHAPTER 1)

Author: Kim Jaemi (@iimwae)

Cast: Exo

*Oh Sehun (Exo)

* Byun Baekhyun (Exo

* Kim Jaemi or You

Support Cast: Finded when you read it!!

Genre: Teen, Friendship, Romance

Length: Trilogi

Disclaimer: No Copas!! No Plagiarism! Happy reading guys ^^ #PeaceUp&V

An Remember? Chapter 1

—MASALAH YANG BAHKAN AKU SENDIRI TAK BISA MENGATASINYA—

#Jaemi *Pov*

“Aku mungkin sudah gila. Andwe-andwe (tidak-tidak), ini bukanlah diriku.” ucapku pada diri sendiri sembari menepuk-nepuk kedua pipiku. “Apa yang kau pikirkan Jaemi? Fokus dan kerjakan semua dengan benar?” Aku melihat tumpukan makalah kakak tingkat yang harus kupelajari. Aku salah satu mahasiswi di Korea selatan, Kim jaemi itulah nama asliku tapi teman-temanku biasa memanggilku dengan si pucat Jaemi. Yaah… aku keturunan vampire, ayahku sendiri adalah pimpinan vampire yang jatuh cinta pada ibuku yang hanya seorang manusia biasa. Mungkin jika ayah menjadikan ibu vampire aku tak akan terlahir di dunia dan ibu masih hidup sampai saat ini. Aku mengetahui bahwa aku keturunan vampire dua tahun yang lalu dimana nenek yang telah merawatku meninggal dunia. Sebelum nenek meninggal ia menceritakan semuanya padaku bagaimana ibu meninggal saat melahirkanku dan ayah menitipkanku pada nenek dan kakek sampai saatnya tiba. Kini aku berada diantara ayah dan anggota vampire lainnya. Aku masih manusia tapi terkadang aku berkekuatan vampire, anggota vampire lainnya tidak berani untuk menyentuhku atau pun menyakitiku, meskipun terkadang darah manusiaku selalu menggoda dahaga mereka.

@kampus

“Dor…” Aku mendengar suara yang membuyarkan lamunanku, aku mengelus bahuku yang juga terasa sakit akibat dipukul olehnya.

“Yaa jugole (Hey kau ingin mati)?” ucapku pada namja yang saat ini tengah duduk di sampingku.

“Gaja (Ayo pergi)! Lebih baik kita bolos saja, anak-anak sudah menunggu di luar aku belum siap untuk presentasi hari ini.” Dia menarik lenganku membuat lenganku yang terbalut perban di dalam kemeja panjangku terasa sakit, aku rasa dia sadar bahwa aku tengah merintih. “Wae (Kenapa)?” Dia menarik ke atas lengan kemejaku membuat lenganku bertambah sakit.

“Kenapa dengan lenganmu?” Tanyanya khawatir.

“Lepaskan Baek-baek! Gwenchana (tidak apa-apa)… gaja! Kau bilang anak-anak sudah menunggukan?” Aku berdiri, dia malah menarik tanganku membuatku terduduk kembali.

“Apa dia yang melakukannya? Bawa aku ke ayahmu dan suruh dia menggigitku!” Aku memukul kepalanya dengan sangat keras, yaah… memang hanya Baekhyun satu-satunya temanku yang mengetaui bahwa aku keturunan vampire.

“Kau gila? Jika ayah menggigitmu sampai disitulah jantungmu akan berdetak. Arro? Jangan coba-coba memintanya untuk menggigitmu!” Aku berdiri dan meninggalkannya di dalam kelas seorang diri, tak lama kemudian sosoknya telah berada di sampingku.

“Yaa si pucat Jaemi! Cepatlah!”

“Berhenti memanggilku si pucat!” ucapku sembari menaiki mobil milik Krystal (fx).

“Yaa Baek-baek! Kau yang menyetir mobilnya.” Chanyeol turun untuk berpindah tempat duduk. Aku, Jung krystal dan Ricky (teen top) duduk di belakang.

Saat ini kami tengah berada di tempat pengisian bensin, Baekhyun dan Chanyeol kembali berganti posisi untuk menyetir.

“Kita akan kemana?” Tanya Ricky sembari merangkul lenganku membuatku sedikit merintih kesakitan, Baekhyun juga melihat kearahku.

“Kau kenapa?” Tanya Krystal yang masih asyik melihat dirinya di kaca mobil, sedangkan aku tak menjawab. Kini aku tengah asyik menikmati indahnya pemandangan. Kami berlima menuju pulau jeju, pulau indah yang mungkin akan mengobati sedikit luka di hatiku. Sesampainya kami disana aku melihat Krystal turun dari mobil dan memakai kaca mata hitamnya, dia merentangkan kedua tangannya menikmati segarnya udara.

#Author *Pov*

“Yaa! Cepat masuk kita harus memarkir mobil lalu bermain di pantai!” Perintah Chanyeol, dengan kesal Krystal melepas kaca matanya kemudian mendekatkan wajahnya memasuki cendela mobil tepat di samping Chanyeol.

“Apa yang kau lakukan?” Chanyeol menjauhkan wajahnya dari wajah Krystal tapi yeoja itu malah mendekatkan wajahnya kearah Chanyeol.

“Lalu kenapa kau menghentikan mobilku di sini bodoh?” Krystal menoyor kepala Chanyeol. Jaemi membuka pintu mobil kemudian turun dari mobil mendekati pagar pembatas jalan, ia menghirup segarnya udara di sore hari.

“Aaah… Benar-benar yeoja (gadis) yang menyebalkan.” Ungkap Chanyeol kesal, kini Krystal telah bersandar di mobil menghadap kearah pantai.

Jaemi mengelus kedua lengannya dengan kedua tangannya, angin segar menghantam seluruh tubuhnya membuat tubuh mungilnya sedikit kedinginan.

“Kau masih mengingatnya?” pertanyaan Krystal membuyarkan lamunannya.

“Anya (Tidak)… aku hanya menikmati indahnya pantai.” Jaemi tersenyum pada sahabatnya. Kini Baekhyun telah berdiri di sampingnya yang juga diikuti oleh Ricky.

“Kau tidak ingin turun?” Ricky menawari Chanyeol, dengan terpaksa Chanyeol turun dari mobil kemudian membanting kasar pintu mobil.

“Ayo kita selca dulu!” Ajak Krystal yang tengah memasang ponsel di tongsisnya.

“Kau selalu membawa tongsis kemana-mana?” Ledek Chanyeol yang srantan membuat Krystal menatap sinis kearahnya.

“Hana (satu), dul (dua), set (tiga).” hitung Krystal lalu menekan tombol otomatis tongsis.

Beberapa kali Krystal mengajak mereka selca, hanya Jaemi yang terlihat seperti memiliki masalah yang ia sendiri bahkan tak bisa mengatasinya. Berkali-kali juga Krystal menyuruhnya untuk mengarahkan pandangannya kearah kamera.

“Sudahlah simpan batraimu untuk di pantai nanti!” Baekhyun yang sedari tadi terdiam akhirnya membuka mulutnya, mereka memasuki mobil lalu memarkirnya. Jaemi dan teman-temannya turun mendekati pantai, ia dan Krystal membeli buckethead, ia juga membeli kaca mata. Jaemi dan Krystal memakai topi serta kaca mata kemudian mendekati Ricky, Chanyeol dan Baekhyun yang sudah bermain di pinggir pantai. Cuaca hari ini sedikit mendung angin berhembus dengan sangat kencang.

Krystal dan Jaemi duduk di atas pasir melihat ketiga teman namjanya (laki-lakinya) bermain-main air laut, hanya beberapa orang saja yang terlihat di area pantai.

“Krystal-a! Kau mau ikut kesana?” Krystal menggelengkan kepalanya. Jaemi berdiri kemudian berjalan-jalan seorang diri, ia menghentikan langkah kakiknya tepat di depan dua namja.

“Kau bolos juga?” Tanya salah satu namja yang juga menghentikan langkahnya.

“Ayo kita pergi Jae jin-a!” Ajak Sehun pada namja itu. (Jae jin Ft Island)

“Yaa Kim jaemi! Aku akan menghubungimu nanti.” Jaemi melangkahkan kakinya menuju teman-temannya.

“Kau kenapa Jaemi-ya?” Ricky bertanya ketika melihat wajah kusut dan muram yang terpapar dengan jelas di wajah sahabatnya. Sesaat Jaemi hanya terdiam ia tidak ingin mengganggu indahnya pantai dengan menceritakan siapa yang baru saja bertemu dengannya.

“Hari sudah semakin gelap ayo kita pulang!” Jaemi mulai melangkahkan kakinya menuju mobil diikuti oleh teman-temannya yang masih saling tukar pandang bingung akibat tingkah lakunya. Sesampainya mereka di mobil Jaemi dan Sehun tengah saling pandang satu sama lain.

“Ayo cepat pulang aku sudah lapar!” Krystal memasuki mobilnya terlebih dahulu. “Ayo cepat!!!” tambahnya dengan mengeluarkan kepalanya melalui jendela mobil. Baekhyun melangkah mendekat kearah Sehun kemudian memukul tepat di wajah namja itu.

“Jangan pernah muncul di depan kami lagi! Arra?” Ancam Baekhyun.

Dalam hati Jaemi berkata. “Sia-sia kau memukulnya Baekhyun-a. Dia manusia serigala, dia tidak akan merasa sakit jika itu hanya kau yang memukulnya.” Jaemi merahasiakan bahwa Sehun yang sekarang ini adalah salah satu manusia serigala, bahkan namja yang saat ini dilihatnya adalah pemimpin dari manusia serigala.

#Malam hari

Baekhyun pergi menuju rumah Jaemi menemui tuan Kim ayah dari sabahatnya si pucat Jaemi, dia tahu bahwa sahabatnya tengah menginap di rumah Krystal. Kedatangannya kali ini berniat meminta gigitan dari tuan Kim.

Keesokan hari Jaemi tak melihat Baekhyun dimana-mana, ia berpikir mungkin sahabatnya itu tengah menghindari dosen mengingat minggu lalu mereka absen kuliah.

#Jaemi *Pov*

Sudah beberapa minggu aku tak melihat Baekhyun, pasca pertemuanku dengan Sehun di pulau jeju aku tak pernah lagi melihatnya. Kini ketiga temanku tengah sibuk mencarinya, memberi pesan, menelpon tapi dia tidak membalas dan juga tidak mengangkat panggilan dari kami. Bahkan kami berempat juga mendatangi rumahnya, namun dia pun juga tidak ada. Perkataan Byun immonim terngiang di otak kecilku.

“Malam itu dia pamit untuk ke rumahmu dan setelah malam itu dia tak pernah pulang lagi, aku pikir kalian sedang berlibur.” kedatangan kami yang menanyakaan keberadaan anaknya turut membuatnya khawatir. Bagaimana tidak, Baekhyun adalah kakak sepupu dari keluarga ibuku, kami berdua adalah anak satu-satunya di keluarga kami. Di dalam mobil yang dikemudikan oleh Krystal aku masih memikirkan kata-kata bibi Byun.

“Dia ke rumahku? Apa yang dia lakukan di rumahku?” ucapku dalam hati. Aku meminta Krystal memutar haluan untuk menuju rumahku, dua namja yang duduk di belakang melihat bingung kearahku. Dengan cepat Krystal memutar haluan kemudian menancap gasnya menuju rumahku.

“Ayo kita pulang! Eomma mengirim pesan padaku, dia bilang aku disuruh cepat pulang.” Ucap Ricky sesampinya di depan rumahku.

“Aku juga.” Saut Chanyeol dengan cepat.

Mungkin saja kedua namja ini takut dengan rumahku, rumah yang terlihat gelap dan singup dari luar. Aku membuka pintu mobil lalu menawari Krystal untuk masuk, Ricky dan Chanyeol menggelengkan kepala mereka padanya memohon agar menolak permintaanku. Melihat respon Krystal aku segera berlari menuju rumah, sampai di tangga depan rumah, yeoja itu memanggilku dan menghentikan langkahku.

“Yaa si pucat jaemi! Aku akan menghubungimu nanti malam.” Aku hanya mengangguk kemudian bergegas lari membuka pintu, dari dalam aku mendengar suara mobil perlahan menjauhi rumahku. Aku segera mencari ayah di kamarnya, sesampaiku disana aku tak melihat sosoknya. Aku terus mencarinya di berbagai ruangan namun aku tak kunjung menemukannya. Dalam otakku terdapat banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan padanya. Semua ruangan sudah aku masuki tapi tetap saja ku tak melihatnya. Hanya satu tempat yang belum aku masuki, ruang bawah tanah. Yaah… ruang bawah tanah, mungkin saja ayah sedang berada disana. Dengan segera aku menuruni anak tangga menuju ruang bawah tanah. Dugaanku tepat, ayah tengah terduduk di kursi goyangnya dengan membawa gelas berisikan darah sembari memandangi foto ibuku. Aku mempercepat langkah kakiku menuju kearahnya yang saat ini tersenyum manis padaku.

“Ayah!” panggilku yang saat ini berada di pelukannya. “Apa kemaren Baekhyun kesini?” Aku mulai mengajukan pertanyaan yang berada di otakku ini. “Apa dia memintamu untuk menggigitnya?” Pertanyaan demi pertanyaan mulai kuajukan. “Apa itu benar ayah? Lalu dimana dia sekarang?” pikiranku mulai kacau, hanya jawaban “tidak” yang ingin kudengar dari mulut ayahku. Entah kenapa ayah hanya diam dan mulai meminum darah di gelas yang sedari tadi di pegangnya. Aku melihat ayah menganggukan kepalanya, apa maksud dari anggukan ayah ini? Apa ayah menggigit Baekhyun dan membiarkannya menjadi salah satu dari vampire? Membayangkan saja sudah membuatku merinding. Aku dan Baekhyun telah berjanji akan menikah dengan namja dan yeoja yang kami cintai, mempunyai anak dan hidup bahagia bersama keluarga kami.

“Malam itu Baekhyun memohon padaku…”

“Lalu ayah menggigitnya? Apa ayah sadar dengan yang ayah lakukan? Dia keponakanmu ayah?” selaku memotong pembicaraannya. “Dia punya yeojachingu (pacar) yang dicintainya, apa kau ingin membuatnya sama sepertimu kehilangan seseorang yang kau cintai?” Entah setan apa yang merasuk dalam tubuhku, kali ini aku benar-benar marah. Mana mungkin aku membiarkan Baekhyun berkorban demi hidupku.

“Aku mungkin kehilangan ibumu, tapi ibumu telah mengirimmu padaku…”

“Tapi bukan berarti kau mengorbankan Baekhyun kan ayah?” geramku padanya.

“Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu, aku juga tidak mau kehilanganmu. Nantinya dia akan lebih bisa menjagamu jika dia menjadi salah satu dari vampire.”

“Menjagaku? Kenapa dia harus menjagaku?”

“Berhentilah membohongi dirimu sendiri dan sadarlah akan kenyataan ini! Baekhyun tau bahwa teman terbaiknya sudah berubah menjadi manusia srigala.”

“Kau memberi tahunya? Atas dasar apa kau memberitahu semua padanya ayah?” Aku berlari menaiki anak tangga, terdengar suara gelas jatuh dan pecah, dengan cepat ayah telah berdiri di hadapanku.

“Kau mau kemana?” Tanya ayah.

“Bukan urusanmu?” Jawabku penuh dengan tatapan marah.

“Jika kau mencari Baekhyun itu hanya akan membahayakanmu saja. Kau bukanlah vampire sepenuhnya, ingat kau masih memiliki darah manusia!” Aku tak menghiraukan perkataan ayah, seperti memiliki kekuatan aku berlari secepat kilat dan mulai mencari Baekhyun di hutan yang tak jauh dari rumahku. Dengan cepat aku berlari sampai-sampai aku tak menyadari ada seekor srigala mengejarku. Srigala ini bukanlah tandinganku, aku meninggalkan seekor srigala yang sedari tadi mengejarku. Aku melihat gua, mungkin saja Baekhyun berada di gua itu dan mungkin saja dia merasa sesak di jantungnya dan haus akan darah. Jika dia tak segera meminum darah manusia dia akan mati, tapi jika dia meminum darah manusia dia akan menjadi vampire dan hidup untuk selama-lamanya. Andai aku punya jalan keluar untuk menyelamatkannya, tapi setauku tak ada jalan keluar untuk manusia yang telah digigit oleh seorang vampire. Hanya memiliki dua pilihan mati atau menjadi vampire dan hidup untuk selama-lamanya.

Aku mulai memasuki gua yang gelap ini, menyalakan lampu senter yang berada di ponselku. Aku mendengar suara erangan, mungkin saja itu Baekhyun. Aku mengarahkan lampu senter ponselku kearahnya, terlihat Baekhyun dengan kedua taring di giginya, dia mencoba untuk melarangku mendekatinya.

“Baekhyun-a… gwenchana (kau baik-baik saja?)” tanyaku khawatir. Dia terus mengerang-erang memintaku untuk segera pergi. Wajahnya semakin memucat, aku rasa pasca digigit oleh ayah dia belum meminum darah manusia dan berlari ke gua ini. “Apa kau mulai merasakan sakit di jantungmu? Kenapa kau melakukan ini Baekhyun-a?” tambahku sembari menitihkan air mata.

“Untuk melindungimu.” erangannya telah berubah menjadi lemah, aku melihatnya yang memegangi dadanya, mungkin saat ini dia merasa kesakitan.

“Gwenchana?” aku ingin mendekatinya tapi dia malah mengerang kembali dan memintaku untuk menjauh, mungkin dia telah mencium aroma darah manusiaku dan dia tidak ingin menyakitiku. Kini Baekhyun terjatuh ke tanah, dia terus memegangi dadanya yang bertambah sakit. Aku tau jantungnya akan segera berhenti, jika dia tidak cepat meminum darah manusia maka dia akan mati. Aku mencari batu yang sedikit tajam, sekitar tiga menit lamanya aku mencari batu itu, sedangkan Baekhyun terus saja merintih kesakitan. Aku mengarahkan senterku ke seluruh gua, akhirnya aku menemukan batu yang akan aku pergunakan untuk melukai tanganku sendiri. Aku menghentikan aktifitasku kemudian melihat kearahnya yang mungkin mencium aroma darah yang keluar dari tanganku, dia melihat tanganku lalu melangkah hendak mencengkramku. Niatnya terhentikan olehnya ketika melihat wajahku yang merintih kesakitan, dia mundur sampai ke sudut gua dan menyandarkan diri disana. Aku mengambil botol bekas dan memasukan darahku ke dalamnya. Botol terisi setengah, aku membuka syal kerudungku kemudian mengikatkannya di tanganku lalu mendekati Baekhyun.

“Minum ini!” Perintahku sembari meminumkan darahku padanya. “Jika kau tidak tau aturan dalam dunia vampire harusnya kau tidak bermain-main dengan hidupmu. Setelah kau minum darah ini kau tidak akan pernah lagi merasakan jantungmu berdetak, tapi itu lebih baik dari pada aku harus kehilanganmu untuk selama-lamanya.” Ucapku yang masih meminumkan darah padanya. Aku menyuruhnya berdiri kemudian memegang tangannya, dengan cepat aku mengajaknya berlari. Seperti memiliki tenaga super dia menarik tanganku dan membawaku berlari kencang mendahuluiku yang turut membuatku engos-engosan.

“Seperti inikah vampire?” ungkapnya yang telah berhenti di depanku. Aku yang masih engos-engosan hanya tersenyum melihatnya merentangkan kedua tangannya. “Kenapa kau tak menceritakan tentang si brengsek itu padaku?” Tanyanya dengan menatap tajam mataku, aku dapat melihat bola matanya yang sedari tadi berwarna merah.

“Siapa?”

“Jangan berpura-pura! Luka cakar di tanganmu itu, apa dia yang melakukannya?”

“Anya (tidak).”

“Berhentilah berbohong!” Kini dia mencengkram kedua lenganku dengan sangat erat, aku dapat merasakan betapa erat cengkramannya sampai-sampai membuat lenganku terluka dan sakit. Sadar akan tengah membuat lenganku terluka dia melepaskan kedua lenganku kemudian melampiaskan kemarahannya pada pohon di sampingnya. Dia memukul pohon itu sampai berlubang sembari berkata. “Brengsek kau, aku akan membunuhmu.”

“Baekhyun-a hajima (jangan lakukan)?” aku menggelengkan kepalaku memohon agar dia tidak melakukan hal itu.

Aku berjalan-jalan di hutan seorang diri untuk mencari kunang-kunang hewan kesukaanku. Aku bertemu dengan keluarga Song, ia mengingatkanku untuk segera pulang, hutan ini terlalu berbahaya untukku yang hanya seorang diri. Banyak vampire yang menginginkan darahku karena aku adalah anak pimpinan mereka. Vampire-vampire itu beranggapan jika meminum darahku meraka akan menjadi kuat, bahkan lebih kuat dari ayahku. Padahal semua itu adalah anggapan yang salah, mereka harus membunuh ayahku terlebih dahulu kemudian meminum darahnya, barulah mereka akan kuat seperti ayah. Keluarga Song juga menitip salam untuk ketua Kim yang tak lain adalah ayahku sendiri. Tak lama kemudian aku melihat kunang-kunang hinggap di tangan yang memang sudah kupersiapkan untuknya.

“Yaa! Akhirnya aku menemukanmu.” aku berjalan dengan senang dan sesekali berbicara dengan kunang-kunang yang selalu setia mendengarkan curhat-curhatku. Aku menyadari bahwa ada yang tengah mengikutiku, aku mempercepat langkah kakiku kemudian bergegas lari. Dengan tiba-tiba sosok namja telah berdiri memutariku, aku yang masih memegang kunang-kunang berdiri dengan ketakutan.

“Nuguya (kau siapa)?” Tanyaku pada namja yang masih memutariku, keadaan di hutan yang gelap membuatku tak dapat mengenalinya, hanya cahaya bulan sabit yang tak begitu teranglah yang memberi penerangan. Aku membuka kunang-kunang di tanganku lalu mengarahkannya ke wajah namja bertudung hitam di depanku.

“Neo! Nuguya? (Kau! Siapa?)” Tanyaku heran karena aku tak mengenali wajahnya.

“Mengumpulkan bunga sakura di musim gugur, kiyeo anya (kau lupa)?”

“Neo? Kris?” Hanya Baekhyun dan Kris yang mengetahui bahwa aku suka mengumpulkan bunga sakura di musim gugur. Sewaktu kecil kami bertiga selalu bermain di bawah pohon sakura untuk mengumpulkan bunganya. Aku suka dengan warna bunganya yang selalu aku hanyutkan di sungai. Sudah lama sejak kepindahan Kris aku tak pernah lagi melakukan hal itu.

“Apa benar kau Kris? Dua tahun belakangan ini kau menghilang kemana dan kenapa dengan wajahmu?” Aku tak mengenalinya karena wajahnya berbeda dengan aslinya. (Author: Memakai tubuh Lay)

“Karna dia telah membunuhku?”

“Mwo (Apa)? Dia? Nuga (Siapa)?” Aku bingung dengannya, siapa yang dimaksudnya dengan dia yang telah membunuhnya? Dia menceritakan kejadian tiga tahun yang lalu dimana dia berhasil menggigit seseorang, seseorang yang juga berhasil membunuhnya.

“Mworagu (Apa katamu)? Neon micheoso (Kau sudah gila)?” Air mataku terjatuh di kedua pipiku.

“Geure, michouta (benar, aku memang gila). Neo ttaemune (karenamu).”

“Na ttaemune (Karenaku)? Wae? Wae na ttaemune?”

“Kaulah yeoja yang membuatku gila, kaulah yeoja yang aku cintai, aku berniat membunuhnya tapi malah dia yang berhasil membunuhku, aku berniat menyingkirkannya dari hidupmu.”

“Huh.” Aku menghembuskan nafas kekesalanku.

“Karena dialah aku harus meminjam tubuh namja ini, karena dia juga aku tak bisa berkeliaran di siang hari, aku harus menunggu namja ini tertidur baru aku bisa meminjam tubuhnya.”

“Ga (Pergi)!” Perintahku padanya. “Garagu (Pergi kataku)!!! Sebelum aku membunuhmu untuk yang kedua kalinya, anya (tidak) kau sudah mati, sebelum namja yang tak bersalah ini menjadi korban. Ga! Karna aku tak ingin membunuh siapa pun.”

“Tapi itu akan terjadi, di saat itu terjadi aku akan terbebas, terbebas dan bisa kembali ke tubuh asliku.” Aku meninggalkannya, aku mendapati luka cakaran di tanganku. Rupanya ia tak sengaja mencakarku ketika dia menarik tanganku.

“Gwenchana?” Tanyanya khawatir, dengan sakit di tangan aku berlari menuju rumah. Aku mengingat kejadian malam yang membuat tanganku terluka untukku seorang diri. Baekhyun menyadarkanku dengan erangannya, aku juga bisa merasakan betapa kesalnya dan betapa marahnya dia saat ini.

“Untuk beberapa bulan ini kau tinggal saja di rumahku!” Perintahku padanya.

Bersambung…

12 thoughts on “An Remember? Chapter 1

  1. (ad) kesulitan bikin poster ff sendiri? coba cek blog satu ini dulu posterorder.wordpress.com . Gimana? keren-keren kan posternya? tunggu apa lagi? Yuk request poster fanfiction kamu disitu^^

    sorry for spam :)

  2. Ceritanya daebak unnie.. cuma mau kritik dikit. Itu judul nya kan “an remember” nah konteks “an” harusnya dipake diawal huruf hidup bukan huruf mati. Jadinya “a remember” bukan “an remember” :) terus sama yang kata “support cast: finded when you read it” nah di inggris nggak ada kata finded tapi founded :) gamsahamnida :)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s