Sajaegi Chapter 1

sajaegi1

Title: Sajaegi

Author: Kim Jaemi (@iimwae)

Credit: Gitawa @ Diamond of Paradise

Cast: Park Jimin (Bts)

*Han So Mi / Silla Geongju (Author Chingu)

*Baek Seung Hoon (Aktor)

*Im Jaemi or You

*Park Ri ni (Author Chingu)

Support Cast: Find them when you read it!!

Genre: Teen, Friendship, Romance, Bullying, Memorise and School Life

Length: Chaptered

Disclaimer: Story Request!!No Copas!!No Plagiarism! Happy reading guys ^^ #PeaceUp&V

Story ini murni karangan dari author, jadi maaf aja kalau gak masuk akal dan gaje hehehe. PERLU DIKETAHUI T.O.T DAN TC MURNI KARANGAN DARI AUTHOR BIAR TIDAK ADA SALAH PAHAM ANTAR FANDOM.

Sajaegi adalah istilah yang di gunakan oleh orang Korea untuk menyebut sesuatu seperti membuat produk tapi perusahaan itu sendiri yang membeli demi meningkatkan counting penjualan. Dalam Ff ini Bts dituding melakukan Sajaegi yang artinya pihak Bighit membeli album mereka sendiri.

Secara sederhana Sajaegi merupakan cara ilegal untuk menaikan popularitas dan pembelian sebuah lagu.

Sajaegi Chapter 1

—SAMPAI BERTEMU NANTI TEMAN—

#Author *Pov*

Di ruang keluarga seorang yeoja meminta pada ayahnya agar di sekolahkan di Amerika, seorang yeoja yang juga memakai Hanbook kerajaan.

“Noonha kau akan meninggalkanku?” tanya anak kecil yang juga sama memakai hanbook kerajaan.

“Hanya beberapa tahun saja pangeran Jeoson.” yeoja itu memeluk adiknya yang masih kecil. “Abamamma saya mohon setelah lulus dari smp kirim saya ke Amerika.” tambahnya dengan nada manja.

“Baiklah, tapi kau akan ditemani Han sanggun (pelayan Han) putri Silla.”

“Han so mi namaku adalah Han so mi.” laki-laki tua itu hanya tersenyum mendengar ucapan anak perempuannya.

#So mi *Pov*

Lee silla geongju (putri Lee silla) adalah nama asliku tapi aku tidak suka dipanggil nama itu, sejak kecil aku ikut dengan Han sanggun itulah sebabnya aku lebih suka dipanggil Han so mi.

“Maafkan aku teman-teman aku sudah daftar di Amerika dan akan pindah kesana.”

“Mwoya… kenapa kau pindah?”

“Apa kalian tidak bosan sekolah di Silla? Dari tk, sd, smp dan sma kalian juga masih ingin bersekolah disini?” Apa anak-anak ini tidak bosan, aku yang hanya tiga tahun bersekolah disini saja sudah bosan.

“Aku baru satu tahun setengah.” sela Jaemi dengan wajah datarnya.

“Yaah karena kau memang anak baru, tapi aku benar-benar bosan sekolah disini.” bagaimana aku tidak bosan, namaku sendiri adalah Silla dan aku bersekolah di Silla school. Ini kesalahan abamammaku yang menamakan semuanya dengan namaku. Mulai sekolah, restoran, hotel dan banyak lagi. Bisa menebak siapa aku? Aku di panggil geongju, aku memanggil ayahku dengan sebutan abamamma. Yaah… aku adalah anak orang kaya raya di Korea, terlebih lagi aku adalah putri Silla yang masih memiliki garis keturunan kerajaan Korea. Aku suka membuat cerita dengan bias-biasku. Aku dengar dari abamamma bahwa Tc entertainment akan mendebutkan namja-namja tampan dan salah satu dari mereka adalah sahabat kecil serta terbaikku bernama Baek seung hoon. Rencananya mereka akan debut di tahun ini, tahun 2012 akhir bernama T.O.T. Baek seung hoon adalah namja yang tampan, benar-benar tampan, aku menaruh hati pada sahabat tampanku itu. Saat ini dia tengah menjalani traine di Tc intertainment, hal itu membuatku jarang sekali bisa bertemu dengannya.

“Yaa Seung hoon-a! Aku akan pergi ke Amerika lagi.” ucapku melalui ponsel.

“Kapan?” 

“Seminggu lagi, nanti jika kau debut kau harus memberitahuku, arrachi?”

-Plip- 

Aku mematikan ponselku, saat ini Han sanggun yang seperti ibu bagiku tengah menyiapkan keperluanku untuk pindah ke Amerika.

@School

Sekolahku telah mengadakan wisuda untuk siswa dan siswinya yang akan lulus.

“Yaa Silla geongju! Benarkah kau akan pindah? Benarkah kau akan meninggalkanku sendiri di sekolah ini?” ungkap Jaemi teman terbaikku.

“Jangan panggil aku Silla geongju, namaku Han so mi, mian chingu-ya aku sudah bosan hidup di Korea.”

“Han so mi…” panggil seorang namja padaku yang sontak membuatku tersenyum lebar. “Benarkah kau akan pindah?”

“Kau kan masih traine kenapa ada disini?”

“Memangnya kenapa? Aku kan juga ingin menghadiri wisudaku.” tandasnya sembari memeting dan menjitak kepalaku.

“Waah itu Baek seung hoon.” girang yeoja-yeoja di koridor, aku kesal pada mereka, aku langsung merangkul namja tampan di sampingku ini, kemudian mengajaknya pergi.

“Yaa Han so mi! Kalau kau pindah bagaimana aku bisa membaca cerita-ceritamu?” teriak yeoja bernama Jaemi.

Im jaemi adalah sahabatku, aku mengenalnya ketika dia menjadi anak baru di Silla school sekitar satu setengah tahun yang lalu. Dia yeoja cantik yang juga banyak disukai oleh namja-namja. Dia memang tak sekaya diriku, namun dia termasuk salah satu Chaebol. Bahkan dia anak pemilik agensi Tc. Dulunya dia adalah yeoja yang dingin, benar-benar dingin.

#Flash back

“Appa… aku tidak suka tinggal di istana.” keluh seorang yeoja sembari menyibakan rambutnya.

“Ini sudah keputusanku kau harus di tinggal di istana dan berteman dengan putri Silla.” yeoja itu mendengus kesal. Aku bisa mendengar mereka yang tengah berdebat karena aku sedang berada di belakang bangunan. Aku mengintip karena mendengar keributan.

“Oh putri Silla. Sejak kapan anda berada di situ?” aku membungkukan tubuhku pada paman Im, ayah dari yeoja yang kini melihat sinis kearahku sembari menyilakan tangannya.

“Beri hormat pada putri Silla!”

“Tidak usah paman, aku dengar anda teman abbamamma saya.” paman Im menganggukan kepala dengan sopan.

“Appa…” aku bisa melihat kekesalan di wajah yeoja di depanku.

Aku bisa mengerti kalau yeoja ini tidak suka hidup di istana karena dia baru pindah dari London. Menurutnya istana adalah penjara dimana akan banyak peraturan yang membelenggunya. Aku juga mengira bahwa dia tidak menyukaiku, pasalnya dia selalu ketus padaku. Aku satu kelas dengannya, dia bahkan tidak menoleh padaku meskipun aku berusaha ramah padanya. Di sekolah dia banyak mendapat bingkisan dari namja-namja namun dia membuangnya ke tong sampah bahkan tak segan-segan memberikan hadiah itu kepada siapapun yang berada di dekatnya.

“Tidakah semua ini keterlaluan dan terlihat jahat, dia menyukaimu.”

“Anya… yaa… hais ini membuatku canggung untuk berbicara denganmu karena kau seorang putri.”

“Panggil saja aku Han so mi.” aku tersenyum padanya sembari membawa bingkisan yang tadi diberikan beberapa namja padaku.

“Han so mi! Aku rasa kaulah yang jahat dan keterlaluan. Kau menyukai Seung hoonkan tapi kenapa kau memberi harapan kosong pada namja-namja itu dengan tersenyum manis dan menerima semua pemberian dari mereka? Jika kau menganggapku jahat, lalu apa aku harus menerima mereka semua padahal aku tak punya rasa sedikitpun pada mereka?” Aku mengetip-ngetipkan mataku mendengar jawabannya yang panjang lebar.

#Flashback end

Gadis yang tak berperasaan, tapi memang ada benarnya kata-katanya itu. Aku yakin dia akan mengidolakan Boy band T.O.T yang akan debut beberapa bulan lagi, mengingat pangeran tampannya juga akan menjadi salah satu member Boy band itu. Mark yi eun tuan yang akan debut dengan nama ‘Mark’ itulah namja berkharisma yang luar biasa tampannya. Dia kakak tingkat di Silla, sudah kelas satu dan akan naik ke kelas dua. Sudah cukup aku mengoceh tentang Jaemi, masih banyak teman-teman lain lagi yang tak bisa kusebutkan satu persatu, yang jelas di sekolah ini aku memiliki tiga teman terdekat yaitu Jaemi, Re na dan Bo kyung.

“So mi-a… kau harus datang di debut pertamaku!” aku mengerutkan alisku mendengar permintaan namja di sampingku.

“Hahaha memangnya kapan?”

“Sebenarnya ini rahasia, hari rabu bulan depan.”

“Mwoya… aku sudah ada di Amerika bodoh.” aku menoyor kepala namja di sampingku kemudian berlari.

#Author *Pov*

Putri Silla yang tak mau dipanggil Silla berangkat menuju Amerika untuk memulai hidup disana.

#Dua tahun kemudian

“Yaa… cepat kesini!” titah siswi kelas tiga pada adik tingkatnya yang sedang menunjukan album salah satu Boy band Korea. “Boy band seperti ini tidak akan bisa mengalahkan T.O.T.” tambahnya sembari merebut album kemudian membantingnya. “Siapa lagi disini yang mengkhianati T.O.T?”

Suasana menjadi hening sesaat, anak kelas tiga itu menyiramkan minuman botolnya di wajah yeoja anak kelas dua.

Di perjalanan menuju kelas langkah Jaemi dan temannya terhenti. Mereka berdua melihat intens kearah namja yang menghalangi jalan mereka.

“Jaemi-ya caaa…” namja itu memberi bungkusan pada Jaemi.

“Igeo mwoya?” Jaemi menerima bungkusan kemudian membukanya. Ia membolak-balik album milik T.O.T. Semua anak di koridor melihat kearah mereka. Banyak yang berbisik-bisik “apa Jaemi akan menerimanya?”.

‘Jaemi-ya saranghae… Jika kau menerimaku letakan album itu di dadamu.’ Jaemi membaca surat di dalam album dengan suara keras dan lantang. “Yaa! Caaa.” Ia meletakan album tersebut di dada Bokyung lalu meremas surat dan mulai melangkah pergi kemudian membuang surat ke tong sampah. Namja itu hanya menundukan kepalanya, ia terlihat sedih dan kecewa. Tak lama kemudian Jaemi kembali untuk mengucapkan terimakasih sembari menepuk pipi namja itu. (Wajah mengejek terpapar dengan jelas di raut wajahnya, ia juga sedikit memiringkan bibirnya.)

“Aaah yeoja sombong itu selalu saja membuat namja-namja patah hati.” ungkap yeoja yang memandang sebal kearah dua yeoja yang sedang berjalan di koridor.

“Lihat saja jika putri Silla kembali aku rasa dia tidak akan senang…” belum sempat melanjutkan si yeoja tadi sudah terbungkam karena Jaemi berjalan kearah dua yeoja yang tengah membincangkannya.

“Mworagu?” Jaemi menjambak yeoja itu kemudian menghempaskannya dengan kasar kearah dinding. “Katakan sekali lagi!!! Kenapa aku harus tidak senang melihat sahabatku kembali? Aaah… apa kau beranggapan aku akan punya saingan?” lagi-lagi Jaemi menjambaknya dengan menatap dingin. “Bicara sekali lagi aku akan merobek mulutmu.

Di sisi lain seorang yeoja tengah melihat murid yeoja kelas dua menangis penuh dengan isak sembari mengambil album yang dengan susah payah ia dapatkan dari kerja kerasnya.

“Kau baik-baik sajakan?” tanyanya yang kini menghampiri yeoja itu.

“Aku baik-baik saja eonni.”

“Apa Jaemi yang melakukan semua ini?” tambahnya dengan geram.

“Anya Ri ni eonni.” yeoja bernama Ri ni merebut album itu kemudian mendatangi yeoja yang sudah membuatnya geram.

“Yaa…” teriak Ri ni pada yeoja-yeoja yang sedang memamerkan album-album idola mereka. “Kau yang melakukan semua ini?” geramnya.

“Eoo… wae?” jawab Jaemi dengan berdiri dan menunjukan wajah angkuhnya.

“Yaa Jaemi-a geumanhe!” pinta salah satu yeoja yang memiliki wajah sama dengan yeoja di depan Jaemi.

“Yaa Park re na! Lihat saja kau akan mati di rumah!” ancam Ri ni pada soudara kembarnya.

“Anya eonni aku tidak ikut-ikut membuli anak kelas dua itu.” jawabnya dengan setengah ketakutan, yeoja bernama Ri ni tak menghiraukannya dan malah melangkah pergi keluar.

“Apa kau ketahuan olehnya Jaemi-a?”

“Aku tidak tahu kalau Ri ni berada disana juga.”

“Jelas dia akan marah, namjachingunya salah satu dari member Boyband itu, aaah aku akan mati nanti.” Re na berlari keluar dari kelas untuk mencari soudara kembarnya.

 #Jaemi *Pov*

Apa-apaan Ri ni itu, berani sekali dia menunjukku dengan telunjuknya. Park re na dan Park ri ni adalah soudara kembar tapi memiliki kepribadian yang berbeda, satu penakut satunya lagi uuh menyebalkan. Ri ni adalah Army, fans dari Boy band yang melakukan Sajaegi di album barunya. Aku muak dengan Bts itu, setiap harinya si Ri ni itu selalu menemani namjachingunya yang bernama Tae hyung untuk berlatih. Agensi kecil itu memang mengijinkan anak didiknya untuk menjalin hubungan, berbeda dengan Tc entertainment. Setiap hari juga aku mendengar keluhan yeoja bernama Ri ni karena tidak bisa bertemu dengan namjachingunya yang sibuk dengan schedulle. T.O.T jauh lebih baik dari Boyband sajaegi itu umpatku dalam hati.

Saat ini aku tengah membaca ff milik sahabatku yang berada di Amerika, ff yang menceritakan dirinya dan Baek seung hoon salah satu member T.O.T.  Setelah selesai membaca aku juga membuat ff yang main castnya Mark dengan salah satu Girl band Korea.

#Author *Pov*

Seorang namja dan yeoja tengah berjalan dari arah berlawanan, tepat di pintu kelas mereka berebut untuk memasuki kelas terlebih dahulu.

“Neo.” tunjuk namja itu pada yeoja di sampingnya.

“Kau mengenalku?” tanya yeoja itu, “Aaah siapa yang tidak mengenalku?” tambahnya kemudian memasuki kelas.

“Perkenalkan nama kalian berdua.”

“Saem, anak-anak sudah mengenal saya.” ucap yeoja itu sembari tersenyum pada tiga temannya yang tengah terkejut dengan membelalakan mata mereka kemudian tersenyum lebar.

“Aaah iya-iya kau dulu pernah bersekolah disini dan pindah lagi kesini. Kalau begitu perkenalkan namamu!” Ketiga yeoja yang tadi tersenyum sontak merubah raut wajah mereka dengan tatapan geram dan muak.

“Anyeong haseyo nama saya Park jimin ibnida.” ucap Jimin sembari membungkukan tubuhnya. Seorang namja yang duduk di ujung dengan seorang yeoja melambaikan tangan padanya.

“Kenapa dengan kalian?” tanya yeoja tadi yang menduduki tempat duduk di samping Re na.

“Yaa Han so mi! Kenapa kau tidak bilang pada kami kalau akan kembali?” ungkap Jaemi sembari memeluk sahabat yang ia rindukan.

#So mi *Pov*

Segera aku menduduki bangku yang beberapa detik lalu ditinggalkan oleh murid lain. Aku duduk di samping Re na, gadis yang memiliki soudara kembar.

“Yaa Han so mi! Kenapa kau tak bilang pada kami kalau akan kembali?” tanya Jaemi yang sontak memelukku dengan sangat erat.

“Sengaja.” aku tersenyum pada ketiga temanku. “Siapa namja baru itu?” tambahku.

“Dia Boy band Sajaegi.” geram Jaemi.

“Maksudmu?”

“Dua tahun yang lalu setelah T.O.T debut tak lama setelahnya Boyband bergenre hiphop juga debut, mereka bernama Bts.” jelas Bokyung sembari menjejalkan roti ke mulutnya.

“Aah gereu yo?”

“Eum kedua namja itu dan itu adalah member Bts.”

“Tae hyung si namja yang memiliki suara menggelegar, si pacar Ri ni?” (SABAR THOR) Waah aku tidak menyangka bahwa Tae hyung si anak udik dari Daegu itu bisa menjadi Boy band. “Aku akan mengundang T.O.T besok malam, apa kalian mau ikut melihat?”

“Aah besok ulang tahunmukan?” tanya Bo kyung sembari memukul pelan kepalanya. “Aku iri, kau bisa mengundang mereka dan hanya kau nikmati seorang diri, kau bahkan tak pernah datang ke dream concert mereka.”

“Mana mungkin abamamma mengijinkanku ke dream concert, kau tahu sendiri kemana-mana saja aku harus dikawal.”

#Jimin *Pov*

Aku menduduki tempat duduk di belakang Tae hyung dan yeojachingunya. Aku dengar murid di sekolah ini adalah anti Bts, mungkin bisa dihitung yang menyukai Boy band kami. Lihat saja ketika aku menjadi anak baru di sekolah Tae hyung, tak ada satupun yang berantusias dengan kedatanganku. Malah meraka antusias dengan yeoja yang tadi berebut masuk denganku. Siapa dia? Apa dia artis? Kenapa aku tak pernah mengenalnya? Mungkin hanya Ri ni seorang yang berantusias dengan namja tampan di depanku. Aku melihat kearah yeoja-yeoja yang tengah memperlihatkan album milik sunbae kami bernama T.O.T. Aku juga melihat satu yeoja yang tengah menunjuk-nunjuk sembari mengelus-elus album itu. Dia juga anak baru di sekolah ini, tapi kenapa dia tidak ikut memperkenalkan diri? Aaah aku lupa dulunya dia pernah sekolah disini, itulah yang tadi aku dengar dari saem yang menyuruhku memperkenalkan diri.

“Yaa Jimin-a apa besok kita ada jadwal konser?” tanya Tae hyung mengagetkanku.

“Ada di M-countdown.” jawabku singkat.

Member di Bts yang masih bersekolah hanya aku, Tae hyung dan Jung kook yang masih kelas satu di Sopa. Kalau aku tahu sekolah ini seperti ini aku tidak akan pindah ke Silla school, bagaimana Tae hyung betah bersekolah disini? Keberadaan kami benar-benar tak dianggap oleh anak-anak disini. Aku tahu mungkin dia betah karena yeoja di sampingnya, apa yang disukainya dari yeoja galak seperti Ri ni. Aku iri dengan hidup Tae hyung, dia memiliki yeojachingu yang galak tapi perhatian padanya. Bahkan dia satu-satunya member yang diijinkan membawa yeojachingu ke dorm. Terang saja, yeojachingunya adalah anak pemilik agensi sekaligus produser.

“Aku mendapat teror kemaren.” keluh yeoja itu manja. Aaah aku muak dengan sejoli di depanku, salah sendiri pacaran dengan idol ucapku dalam hati.

“Kalian putus saja, jadi tak perlu pusing-pusing memikirkan teror.” ucapku yang seketika mendapat tatapan killer dari yeoja di depanku.

#So mi *Pov*

Aku memasuki rumah besar milikku, abamamma mendekatiku yang tengah memutar-mutar lagu-lagu milik T.O.T

“Silla geongju, aku akan memasukanmu ke Tc entertainment.” sudah lama abamamma menginginkanku untuk memasuki agensi itu, siapa yang tidak senang memiliki anak didik sepertiku, sebelum aku debut aku sudah terkenal karena aku salah satu anggota kerajaan, bahkan sejak lahir pun aku juga sudah terkenal.

“Aku tidak berminat menjadi artis.”

“Meskipun kau tidak ingin jadi artis lakukan ini untuk membantu Tc entertainment.” ungkapnya lagi, kenapa aku harus membantu agensi besar itu? Tanpa bantuanku pun agensi itu juga akan berdiri. Aku tidak bisa membayangkan jika aku menjadi idol, pasti aku akan pusing dengan jadwal dan para fans. Belum menjadi idol saja, jika aku berjalan di pusat pembelanjaan atau pariwisata sudah banyak yang meminta berfoto denganku apalagi kalau aku menjadi artis. Aaah ini akan memusingkan, terlebih lagi aku tidak akan memiliki waktu untuk membuat ff lagi.

“Sirheo appa.”

“Hiss anak ini, jika di luar jangan pernah berani memanggilku seperti itu!”

“Hmmm arraso.”

#Author *Pov*

Tiga murid memasuki mobil yang di sediakan oleh sebuah agensi.

“Aku bukanlah seorang artis tapi aku bisa memasuki mobil artis sekuka hatiku.” ungkap Ri ni dengan girang.

“Terang saja kau kekasih artis, untung saja kau tinggal di Korea, kalau kau tinggal di luar Korea aku tidak tahu akan jadi apa dirimu.” ledek Jimin.

“Apa kau tidak suka denganku? Kalau begitu aku akan menerima tawaran Park byun sik pdnim untuk debut solo.”

“Andwe… Andwe!” teriak Tae hyung sembari menyilangkan tangannya. “Kalau kau menjadi idol akan banyak yang menyukaimu, kau lebih cocok jadi Army.” tambahnya.

“Aah menggelikan.” ungkap Jimin kesal.

“Makanya kau cari pacar sana!” gumam Tae hyung sembari memukul kepala Jimin yang mulai memejamkan matanya.

“Mwoya… ‘Yeoja bernama Ri ni hanya mendongkrak popularitas dari eoppaku saja.’ Apa-apaan ini, sebelum namjachinguku menjadi artis kami sudah menjalin hubungan,” Gerutu Ri ni sembari membanting pelan ponselnya di kursi mobil.

“Sudah biarkan saja netizen itu.”

“Sajaegi, dasar Boyband sajaegi.” Ri ni semakin kesal dengan radio yang banyak memberitakan bahwa Boy band namjachingunya melakukan sajaegi.

“Sudahlah biarkan saja mereka, kan yang penting kami tidak melakukan itu.” Ri ni menganggukan kepalanya sembari tersenyum manis.

#So mi *Pov*

Aku menuruni mobil mewah milik keluargaku yang juga dibukakan oleh supir pribadiku, tak jauh dari sini aku melihat seorang yeoja yang juga dibukakan oleh seorang namja. Haiss mereka berdua membuatku iri saja, andai Seung hoon sekarang ada disini pasti dia akan melakukan hal yang sama untukku. Aku juga melihat satu namja lagi menuruni mobil itu. Bts siapa mereka itu? Apa benar mereka melakukan sajaegi? Aaah bodoh amatlah yang penting nanti malam aku bertemu dengan Seung hoon namja tertampanku.

“So mi-ya!” Aku mendengar suara yeoja, pasti itu Jaemi. Dugaanku tepat, yeoja itu sedang berlari kearahku kemudian merangkulku untuk memasuki sekolah. “Aaah mereka lagi.” Ungkapnya kesal.

“Kenapa kau membenci mereka?”

“Kau tidak tahu…? Mereka melakukan sajaegi, ayo kita hancurkan Bts dengan uang yang kita miliki!” Aku tersenyum tipis mendengar ungkapan yeoja di sampingku. Dia mengingatkanku dengan yang dulu-dulu, aku pernah menghancurkan girl band di Tc karena aku tidak menyukai mereka. Dan yaah aku berhasil menghancurkan girl band itu.

“Tc entertain memintaku untuk menjadi traine disana.” Aku memberitahu pada teman yeojaku yang tiba-tiba menghentikan langkah kakinya. “Wae?”

“Anya… chukae, memang sudah lamakan Tc memintamu untuk menjadi artisnya.” Aku mengangguk pelan, aku sendiri tak tertarik menjadi artis.

Bell istirahat telah berdering semua anak-anak pergi keluar termasuk ketiga temanku, aku sedang malas melakukan apa-apa, aku hanya ingin tidur untuk mencari inspirasi.

“Kau mau kemana?” Aku mendengar suara yeoja, itu adalah suara si jalang Ri ni.

“Kalian mau kemana?” Tanya namja entah siapa itu.

“Jangan berani-berani mengikuti kami!” Tambah jalang itu, aah mereka berisik sekali.

“Aku tidak punya teman selain kalian, teganya kalian padaku.”

“Bodoh amat, emang apa perduliku padamu?”

“Jimin-a miaenhe.”

“Yaa Tae hyung-a!”

Aku menegakan kepalaku kemudian melihat namja yang tengah berdiri dengan kesal itu.

“Yaa kau bisa diam?” Ucapku dengan sinis, namja itu meminta maaf sembari mengangkat tangannya dan menundukan tubuhnya dengan tersenyum sok manis padaku.

“Sajaegi.” Umpatku lirik kemudian keluar kelas.

“Mwo? Yaa!” Mungkin saat ini namja itu tengah kesal padaku.

“Katakan sekali lagi!” Kini aku benar-benar terkejut dengannya yang berlari kearahku dan menghalangi jalanku.

“Apa?” Tanyaku dengan wajah datar.

“Neon nuguya?” Apa namja ini tidak tahu siapa aku? Apa dia tidak punya televisi di rumah?

“Bukan siapa-siapa.” Aku mendorong tubuhnya dengan kasar kemudian melangkah keluar. Di lorong gedung aku mendengar lagu yang bergenre hip hop, aku cukup menikmati lagu hip hop Korea itu. Waah selama ini aku hanya mendengarkan hip hop barat, aku tidak menyangka bahwa di Korea ada juga lagu bergenre hip hop. Aku mendekati yeoja yang tengah memutar lagu itu, dengan tiba-tiba dia malah mematikan dan berlari menjauh. Kenapa dengannya?

“Yaa So mi! Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Bo kyung menghentikan aktifitas heranku.

“Eoh anya.”

Di dalam kelas lagu yang di putar oleh yeoja di lorong tadi masih terngiang di otak kecilku, siapa pemilik lagu itu? Nanti sepulang sekolah aku akan browsing dan mencari milik siapa lagu itu? Kalau aku tanya pada ketiga yeoja di sekelilingku pasti mereka tidak akan tahu karena mereka hanya tahu T.O.T saja.

#Malam hari 

Sudah banyak orang di rumah besarku, aku senang karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan Seung hoon pangeran tampanku.

#Author *Pov*

Pesta besar-besaran tengah berlangsung di rumah besar, yang dimeriahkan oleh semua artis di Tc entetainmen.

Seorang yeoja tengah tersenyum senang melihat sembilan namja yang tengah berada di atas panggung. Pandangannya tertuju pada satu namja yang melihat kearahnya sembari tersenyum manis.

“Aaah…”

“Kau kenapa?” Tanya Jaemi ketika melihat raut wajah yeoja itu.

“Aku ingin buang air kecil, tapi pangeranku masih perfom. Eotheoke?”

“Yaa… kau buang air kecil dulu, lagian kau bisa bertemu dengan Seung hoon kapan pun kau mau.”

So mi berlari ke kamar mandi, ketika ia kembali sembilan namja itu telah menuruni panggung.

“Dimana Seung hoon?” Tanyanya pada ketiga temannya.

“Tadi dia mencarimu.” Jawab Bo kyung.

“Eoppa aku takut kalau putri Silla tahu hubungan kita.” Ungkap seorang yeoja bersama namja tampan di lorong jalan menuju kolam renang. “Aku takut kalau dia akan menghancurkan girl bandku, sama seperti yang dilakukannya dengan 3icon.”

“Tenanglah! Selama dia tidak tahu kita akan aman.” Jawab namja itu sembari mencium yeoja di depannya.

Di sisi lain seorang yeoja tengah mencari-cari seorang namja.

“Seung hoon-a.” Panggilnya.

“Eoppa itu suara putri Silla, bagaimana ini?” Yeoja dan namja itu panik mendengar putri Silla semakin mendekat kearah mereka.

Bersambung…

KALAU DIKIT PEMINAT GAK AKU POST DISINI LANJUT DI LIST STORY

2 thoughts on “Sajaegi Chapter 1

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s