Sajaegi Chapter 2

sajaegi1

Title: Sajaegi

Author: Kim Jaemi (@iimwae)

Credit: Gitawa @ Diamond of Paradise

Cast: Park Jimin (Bts)

*Han So Mi / Silla Geongju (Author Chingu)

*Baek Seung Hoon (Aktor)

*Im Jaemi or You

*Park Ri ni (Author Chingu)

Support Cast: Find them when you read it!!

Genre: Teen, Friendship, Romance, Bullying, Memorise and School Life

Length: Chaptered

Disclaimer: Story Request!!No Copas!!No Plagiarism! Happy reading guys ^^ #PeaceUp&V

“Eoppa aku takut kalau putri Silla tahu hubungan kita.” Ungkap seorang yeoja bersama namja tampan di lorong jalan menuju kolam renang. “Aku takut kalau dia akan menghancurkan girl bandku, sama seperti yang dilakukannya dengan 3icon.” 

“Tenanglah! Selama dia tidak tahu kita akan aman.” Jawab namja itu sembari mencium yeoja di depannya.

Di sisi lain seorang yeoja tengah mencari-cari seorang namja.

“Seung hoon-a.” Panggilnya.

“Eoppa itu suara putri Silla, bagaimana ini?” Yeoja dan namja itu panik mendengar putri Silla semakin mendekat kearah mereka. 

Sajaegi Chapter 2

—SATU BANGKU—

“Kau tenanglah! Keluarlah dulu aku akan bersembunyi.” yeoja itu keluar terlebih dahulu. Tepat di pinggir kolam ia berpapasan dengan So mi. Ia menunduk pada So mi kemudian tersenyum sok manis.

“Neo…” yeoja itu membalikan tubuh dengan ragu-ragu dan takut. “Heoksi (mungkinkah)… kau tau dimana Baek seung hoon?” yeoja itu menggeleng lalu menundukan tubuh sekali lagi dan bergegas pergi. Seung hoon masih bersembunyi di lorong, ketika Somi hendak memasuki lorong salah satu temannya memanggilnya.

“Apa kau sudah bertemu Seung hoon?” tanya Jaemi, yang ditanya hanya menggelengkan kepala. “Ya sudah kita kembali saja, acara tiup lilin akan segera dimulai.” mereka kembai ke dalam rumah untuk melanjutkan acara selanjutnya.

So mi sudah siap meniup lilin, ketika itu terjadi seorang namja menutup matanya dari belakang.

“Caa… saenge chukae Han so mi.” ucap namja itu sembari memberi sekotak kado pada yeoja yang tersenyum manis padanya. “Tiup lilinnya!” dengan tersenyum senang So mi meniup lilinnya.

“Im jaemi… aku memberikan suapan pertama untuk teman terdinginku.”

“Aah maafkan aku waktu itu.” Jaemi menyesal telah bersikap dingin diawal pertemuannya dengan yeoja di depannya. Jaemi melahab kue tar yang di suapkan So mi dengan memeluknya.

“Mwoya… harusnya kau menyuapiku terlebih dahulu.” gerutu Seung hoon sembari menjitak pelan kepala So mi.

“Yaa Seung hoon! Kau tidak ingin pergi ke sekolah?” tanya Jaemi.

“Aku sibuk dengan schedulle.” jawab Seung hoon terdengar malas.

“Benarkah?” So mi memasang wajah cemberut, sedangkan Jaemi mencubit pipinya. “Yaa Jaemi-a! Kau harus tidur di rumahku.”

“Bolehkah aku ikut juga?” kedua yeoja itu bergidik geli mendengar ungkapan Seung hoon. Semua orang tertawa melihat tingkah ketiga sahabat yang saat ini bercanda-canda di depan kue tar. Mereka bertiga bahkan tak menghiraukan semua orang yang berada di sekelilingnya.

Semua tamu sudah pulang ke rumah mereka masing-masing. Kini hanya tinggal seung hoon, So mi dan Jaemi di taman. Mereka bertiga mengobrol dan bercanda-canda.

“Apa yang Seung hoon berikan padamu?”

“Eum molla.”

“Cepat buka!” perintah Jaemi.

“Andwe… yaa Jaemi kau jadi orang kenapa ingin tahu apa yang ingin kuberikan pada sahabat terbaikku.” ucapan Seung hoon membuat So mi terdiam sejenak, “sahabat?” kata itulah yang mengganggu pikirannya saat ini.

“Waeyo?” tanya Jaemi membuyarkan lamunannya.

“Anya…” segera So mi memasang wajah cerianya sembari menggeleng-gelengkan kepala. Mereka duduk melingkar di taman dengan duduk bersila di atas rumput.

Jaemi mulai menidurkan diri di atas rumput sembari melihat langit yang cerah. Sudah ada bintang yang berkelap-kelip yang turut menghiasi langit. So mi juga melakukan hal yang sama, ia menidurkan diri di samping Jaemi kemudian diikuti oleh Seung hoon. Seung hoon memegang tangannya, seketika ia tersenyum lalu melihat kearah namja yang juga tersenyum padanya. Mereka bertiga mulai berisik tak jelas membicarakan bintang. Mereka juga saling berebut bintang yang bersinar paling terang.

Keesokan hari So mi berangkat ke sekolah bersama Jaemi. Seung hoon sudah kembali ke dormnya, ia tidak akan ke sekolah karena banyak schedulle.

‘Datanglah ke sekolah ini perintah, dengan begitu aku bisa melihat wajah tampanmu.’ 

‘Baiklah, aku pasti akan menuruti permintaanmu.’ balas Seung hoon.

@School

Semua yeoja tengah berteriak histeris melihat seorang namja yang baru saja menuruni mobil pribadinya. Ia membuka kacamata hitam lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling. Sebuah mobil berhenti tepat di belakang mobilnya, tiga murid turun dari mobil tersebut.

“Bukankah itu Baek seung hoon?” tanya Jimin.

“Yaa Seung hoon-a!” sapa Tae hyung dengan menghampiri Seung hoon kemudian mengajak namja itu untuk melakukan highfive. Memang dulunya mereka berdua adalah teman baik, itu terjadi sebelum datangnya yeoja bernama Jaemi.

“Aku minta maaf karena belum mengucapkan selamat atas kemenangan kalian di mcountdown.” ungkap Seung hoon terlihat menyesal. “Aku pergi dulu! Bisa gawat kalau…”

“Ya…ya… aku tahu.” sela Tae hyung kesal.

“Harusnya kau lebih berhati-hati waktu itu, kenapa kau malah menyanyikan lagu orang lain di kemenaganmu? Tapi selamat ya…”

“Pergilah kau brengsek!” ungkap Tae hyung semakin kesal karena Seung hoon mengingatkan akan kebodohannya. Seung hoon melangkah sembari tersenyum pada Jimin, Tae hyung dan juga Ri ni.

“Memang kau tahu apa? Yaa Tae hyung-a kau berteman dengan Seung hoon.”

“Lupakan!” ketiga murid berjalan memasuki sekolah, tadi Tae hyung menyuruh Jimin untuk melupakan pertanyaannya namun Tae hyung sendiri masih membicarakan dan menjawab pertanyaan Jimin. Ri ni memukul kepala namjachingunya karena namja itu benar-benar tolol. Tae hyung mengelus kepalanya kemudian memiting kepala Ri ni.

#Jimin *Pov*

Aaah selalu saja membuatku iri, lagi-lagi aku seperti prajurit yang mengawal ratu dan rajanya, menyebalkan. Aku tersenyum pada seorang yeoja yang duduk di depan kelas, namun dia malah membuang muka kearah lain. Jangankan dia membalas senyumanku, untuk menoleh kearahku saja rasanya enggan.

“Yaa Jaemi!” sapa yeoja yang kemaren membuatku geram. Aku dengar namanya So mi, siapa sebenarnya yeoja itu?

“Yaa Jimin-a! Apa kau hanya akan berdiri di situ saja? Ayo cepat masuk!” aku baru sadar bahwa aku menghentikan langkahku karena yeoja yang duduk itu. Aku berjalan masuk ke dalam kelas, yeoja bernama So mi melihat kearahku sedangkan aku membuang muka kearah lain.

Di dalam kelas, seperti biasa aku duduk sendiri melihat sejoli yang selalu membuatku iri. Tidak di dorm tidak diamana-mana bahkan di sekolah pun mereka selalu membuatku iri.

“Baek seung hoon masuk sekolah! teriak salah satu yeoja di luar. Waah… Seung hoon benar-benar beruntung, banyak yeoja yang mendambakannya. Aku melihatnya memasuki kelas dengan dua yeoja di sampingnya. Mereka bertiga terlihat akrab, bahkan yeoja bernama So mi juga merangkul lengannya.

“Tenang!!!” ucap seonsaengnim yang tiba-tiba berada di meja guru. “Sudah saatnya berganti tempat duduk.” tambahnya.

Banyak dari anak dalam kelas terlihat senang, bahkan yeoja-yeoja berbisik agar bisa duduk bersama Seung hoon. Apa tidak ada yang ingin duduk bersamaku? Aaah harusnya aku pindah ke luar negeri saja, dengan begitu keberadaanku akan dihargai.

Kini giliran aku, Ri ni dan Tae hyung berjalan ke depan untuk mengambil undian kemudian melihat nomor yang sudah ditentukan di papan tulis.

“Aaah… kita berpisah jauh, saem…”

“Andwe.” sela seonsaengnim sebelum Ri ni menyelesaikan ucapannya.

Aku berjalan menuju meja baruku, sudah ada yang menduduki di samping meja itu. Seorang yeoja yang tadi membuang muka padaku, aku tersenyum padanya tapi lagi-lagi dia hanya melihat datar kearahku kemudian membuang muka. Dengan ragu aku menduduki tempat duduk itu, aku mendengarnya menghembuskan nafas.

“Berbaiklah dengan teman sebangku kalian, arra?” guru wali keluar dari kelas.

“Pindah!” ungkap yeoja di sampingku.

“Ne?”

“Andeuroso, bikyeo ragu.” waah yeoja ini benar-benar memiliki tatapan yang mematikan.

“Kita belum kenalankan? Perkenalkan aku Jimin, kau sendiri sia..?”

“Yaa neo…” aku melihatnya berdiri menunjuk seorang yeoja berkaca mata yang duduk di samping Seung hoon. “Kau suka dengan!!! Siapa boybandmu?” ketika aku hendak menjawab mulutnya sudah terbuka, dia menjawab pertanyaannya sendiri “Yaah itulah.” yeoja berkaca mata itu mengangguk senang tapi kemudian menggeleng dengan cepat. “Tukar tempat duduk!”

“Yaa Jimin-a! Ada apa?” tanya Tae hyung yang kini menghampiriku. Ia melihat geram kearah yeoja yang berjalan menuju meja depan.

“Cepat pindah!” perintah yeoja itu dengan kasar. “Yaa Han so mi! Caaa…” Ia menyuruh yeoja bernama So mi untuk duduk di samping Seung hoon.

“Yaa! Kenapa kau melihatinya?” Ri ni memukul kepalaku yang juga berhasil membuatku melihat kearahnya. “Jangan menyukainya!!! Dia membenci kita, kau tahu dia adalah anti Bts. Yeoja itu, itu itu dan itu.” Ri ni menunjuk keempat yeoja yang salah satunya adalah So mi. “Dan yang itu dia benar-benar membenci Bts, entah kenapa.” jelasnya sembari menunjuk seorang yeoja. “Jaemi.” tatapan Ri ni berubah ketika melihat seorang yeoja yang tersenyum pada So mi. “Kenapa dia harus pindah ke sekolah ini?” gerutunya lagi. Tunggu-tunggu! Bukankah itu Re na? Jadi Re na juga tidak menyukai boy band kami?

“Re na?”

“Jangan tanya gadis penakut itu, kau tahu sendiri dia seperti apa?” Aaah… iya aku tahu dia gadis seperti apa.

#So mi *Pov* 

Aku mengintip Jaemi yang mendudukan diri di depan kelas, ia tengah menopang dagu sembari terlihat melamun.

“Yaa Jaemi-a.” aku berhasil mengejutkan sahabatku yang tengah melamun, dia mengelus dada kemudian tersenyum padaku.

Kami berdua melihat Ri ni, Tae hyung dan satu namja entah siapa itu, aku lupa dengan anak baru yang dulu berebut masuk denganku. Dia tersenyum pada kami, tapi segera kami membuang muka.

“Apa Seung hoon tidak akan masuk?” tanyaku dengan memasang wajah sedih.

“Lagi lagi dan lagi, jangan memasang wajah seperti itu!!!”

“Aaah kau benar.”

Tak lama kemudian aku melihat Seung hoon dari kejahuan sedang berjalan mendekat, aku mengetip-ngetipkan mataku tak percaya. Segera aku tersenyum lebar padanya yang melambaikan tangan pada kami. Bukankah dia bilang sedang banyak schedulle? Aku memiringkan kepala bertanda sedang berpikir.

“Ayo kita masuk.” ajaknya, kenapa dengan namja dingin ini? Kenapa dia merangkul lenganku dan Jaemi untuk memasuki kelas? Ini bukanlah dia, ini bukanlah Seung hoon yang ku kenal. Dia banyak berubah ternyata.

Di dalam kelas pasti Seung hoon tampanku jadi perhatian yeoja-yeoja. Dugaanku tepat sekali, sudah banyak mata yeoja yang ditujukan kearahnya.

“Tenang!!! Sudah saatnya berganti tempat duduk.” Aah… dari dulu wali kelasku selalu sama, kim seonsaengnim. Dulu waktu aku masih smp dia juga menjadi wali kelasku, setiap sebulan sekali pasti akan ada perubahan tempat duduk. Si tua itu selalu saja bertingkah sesuka hati.

Aku tahu pasti Jaemi tidak akan mau duduk dengan anak baru itu, aku bisa melihat tatapan dingin serta mematikannya.

“Yaa neo…” ucap Jaemi dengan menyilakan kedua tangannya pada yeoja yang duduk di sebelah Seung hoon. “Kau suka dengan!!!” Sejenak ia berpikir. “Siapa boybandmu?” tanyanya pada namja di depannya. “Yaah itulah.” tambahnya.

Jaemi berjalan ke bangku depan kemudian menyuruh yeoja itu untuk berpindah tempat duduk.

“Bikyeo! Yaa Han so mi! Caa…” dia menawariku agar aku duduk di sebelah Seung hoon.

“Lalu kau akan duduk dimana?” Sesaat ia melirik bangku di sebelahku, sudah ada tas Ri ni disana. “Kau akan duduk dengan Ri ni?”

“Aaah…”

“Shireo!!!” sela Ri ni sembari mendekat kearahku. “Aku tidak akan mau duduk dengan yeoja itu.”

“Na do.”

#Author *Pov*

So mi melihat kearah Ri ni sepintas kemudian mengalihkan pandangannya kearah lain. Ri ni sendiri masih melihat kearah So mi yang berusaha untuk mengalihkan pandangan.

“Biar aku saja yang duduk dengan Ri ni…” seorang yeoja berambut pendek sebahu menawarkan diri agar dirinya saja yang duduk dengan Ri ni.

“Kim seonsangnim kembali ke kelas.” Namja yang baru saja keluar dari kelas memberi tahu bahwa guru wali sedang menuju kelas kembali. Semua murid dalam kelas kalang kabut kemudian mulai asal menduduki bangku.

“Yaa Han so mi sudah berapa kali aku bilang, kau harus duduk terpisah dengan Seung hoon. cepat pindah ke sebelah Park jimin!”

“Nee?”

“Jangan banyak bicara cepat pindah! Jika kalian berpindah tempat duduk lagi aku akan menghukum kalian. Berapa kali harus aku katakan di dalam kelas kalian adalah soudara, dan kau Park ri ni jangan berpindah duduk di sebelah Tae hyung. Kau harus duduk dengan Jaemi untuk satu bulan ke depan.”

“Nee?” ungkap Ri ni terkejut.

“Aaah ini tidak akan baik menyatukan kalian untuk duduk bersama, kalau begitu Jaemi kau duduk bersama Seung hoon saja.” Jaemi melihat kearah seonsaengnim kemudian duduk di samping sahabatnya. Ri ni mengelus dada karena dia tidak akan duduk dengan yeoja yang beberapa tahun ini membuatnya muak.

“Haiis kenapa aku harus duduk dengan yeoja ini?” gerutu Jimin, rupanya perkataan So mi yang mengatai boybandnya melakukan sajaegi masih membekas di benaknya.

“Mwoga… semua namja menginginkan untuk duduk bersamaku, apa benar dia tidak tahu siapa aku?” tanya So mi pada diri sendiri, namun rasanya Jimin mendengar pertanyaan yang hanya diajukan untuk dirinya sendiri.

So mi melirik namja di sebelahnya kemudian mulai mengeluarkan buku-buku dalam tasnya. Oh tidak itu bukan buku melainkan album milik T.O.T.

So mi dan teman-temannya duduk-duduk di kantin sembari memakan makanan mereka. Jaemi melihat kearah anak kelas dua yang sepertinya terlihat asyik mendengarkan sebuah lagu. Ia melangkah kearah meja yang berada tak jauh dari tempatnya dan teman-temannya duduk.

“Eodi ga?” tanya So mi ketika melihat sahabatnya berdiri, ia juga berdiri kemudian mengikuti Jaemi. Bo kyung dan Re na mengikuti kedua sahabatnya untuk berdiri.

Jaemi menarik earphone yang melekat di telinga seorang namja kemudian memasangnya di telinganya. Ia mendengus sinis setelah mendengar lagu tersebut. Tanpa berkata apa-apa ia mengulurkan tangannya meminta sesuatu.

“Cepat berikan!” bentaknya yang seketika membuat namja itu memberikan ponsel padanya. “Yaa! Kau anak kalangan bawahkan? Berani sekali kau mengkhianati T.O.T dengan mendengarkan lagu seperti ini.” Jaemi menarik earphone kemudian memutar lagu yang baru saja di dengarnya. (Lagu We are bulletproof). Ia membanting ponsel dengan sekeras-kerasnya. Sesaat So mi terkejut dengan lagu yang juga didengarnya, lagu itulah lagu yang ia dengarkan di gedung belakang.

“Kau tahu karena siapa kau bisa bersekolah disini? Karena mereka T.O.T yang sudah menyumbang uang mereka untuk orang-orang yang tidak mampu sepertimu.” Jaemi menumpahkan makan ke wajah namja itu. “Yaa So mi lanjutkan! Aku akan ke kamar mandi sebentar.” tambahnya dengan berlari menahan rasa ingin buang airnya, tepat di pintu ia menabrak seorang namja yang tengah berjalan bersama kedua temannya.

“Yaa kau buta?” Jaemi melirik sini kearah tiga murid itu lalu segera berlari.

“Hiss aku benar-benar muak dengan iblis itu.” geram Ri ni hendak melangkah mengejar Jaemi, namun Tae hyung melarangnya.

Mereka bertiga masuk ke dalam kantin kemudian melihat murid-murid tengah berkrumun di salah satu meja. “Haa… ini benar-benar mambuatku muak.” gerutu Ri ni.

#Jimin *Pov*

Seorang yeoja menabrakku, bukannya meminta maaf dia malah memarahi dan mengataiku buta. Aku melihat punggungnya berlari menjauh. Setelah Ri ni mengatai yeoja itu dengan iblis, kami berjalan masuk. Sudah ada murid-murid yang mengerumuni salah satu meja makan. Aku berniat melihat ada apa di dalamnya. Seorang namja terlihat tengah menahan air mata dengan berdiri ketakutan. Aku melihat wajah serta bajunya kotor seperti habis ketumpahan makan.

“Apa yang sedang terjadi?” tanyaku heran, tak ada satupun dari kedua temanku yang menjawab pertanyaanku.

“Juisonghabnida.” ucap namja itu sembari berlutut di depan So mi yang sepertinya tengah melamun.

Aku menarik lengan seorang namja yang tengah berlutut untuk segera berdiri, aku juga mengambil ponsel yang sudah hancur berkeping-keping.

“Yaa! Apa yang kau lakukan?” geramku pada yeoja di depanku. “Berdirilah jangan pernah berlutut dan merendahkan dirimu sendiri di depan orang lain.”

Aku tidak terima melihat penindasan di depan mataku, aku tidak akan membiarkan orang menginjak-injak harga diri orang lain.

“Mwoga?” tandasnya dengan wajah datar miliknya. Untung kau seorang yeoja jika tidak aku pasti sudah menghantamkan pukulanku ini di wajahmu yang sombong itu.

Tak lama kemudian yeoja yang tadi menabrakku datang bersama Seung hoon. Ia melihat dingin kearahku, Seung hoon juga melihat kearahku yang berusaha untuk memarahi yeoja di depanku.

“Kau tidak apa-apakan So mi? Yaa Jimin-a apa yang kau lakukan padanya?” Seung hoon membolak-balik So mi yang jelas-jelas aku tidak melakukan apa-apa pada yeoja itu.

“Tanyakan sendiri pada yeoja di sampingmu, apa pantas dia disebut seorang manusia?” aku memberikan ponsel yang sudah hancur di tangan namja yang berdiri dengan menahan takut.

“Heei anak baru! Kau pikir siapa dirimu itu berani mengatakan hal seperti itu padaku?”

“Kau ingin tahu siapa aku? Lihat saja di televisi kau akan menemukan jawabannya.” jawabku lalu melangkah pergi.

“Heeei anak baru!” aku membalikan tubuhku pada sumber suara. Ini pertama kalinya yeoja itu memanggilku, ia melangkah kearahku kemudian mengambil ponselnya dan entah apa yang dilakukan dengan ponsel mahalnya. Ia juga mengambil memory serta kartu di dalamnya. “Kasihkan ini pada namja yang ingin kau lindungi sebagai tanda permohonan maaf telah merusak ponselnya.” tambahnya yang membuatku tak bisa berkata apa-apa.

“Andwe Jimin-a!” Tae hyung melarangku untuk menerima ponsel itu. Ia menggeleng-gelengkan kepala dengan cepat seolah-olah ia tahu akan terjadi hal buruk jika aku menerima ponsel tersebut.

“Jimin-a jangan diterima!” bukan hanya Tae hyung, kini Ri ni juga melarangku.

#Author *Pov*

“Heei… terima saja!” So mi menyuruh Jimin agar segera menerima ponsel yang berada di tangan Jaemi dengan tersenyum sinis.

“Andwe hyung…”

“Diam kau!” perintah So mi dengan menatap tajam kearah namja yang juga menyuruh Jimin untuk tidak menerima ponsel. “Terima saja! Apa susahnya hanya menerima sebuah ponsel?” yeoja itu berjalan mendekat kearah Jaemi kemudian merangkulnya dari belakang.

“Caaa… terima ini lalu berikan padanya!” Jaemi tersenyum pada Jimin sembari mengulurkan ponsel, dengan ragu-ragu Jimin menerima ponsel itu.

Bersambung…

2 thoughts on “Sajaegi Chapter 2

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s