An Remember? Chapter 3 (END)

1

Title: An Remember? (CHAPTER 3)

Author: Kim Jaemi (@iimwae)

Cast: Exo

*Oh Sehun (Exo)

* Byun Baekhyun (Exo

* Kim Jaemi or You

Support Cast: Find them when you read it!!

Genre: Teen, Friendship, Romance

Length: Trilogi

Disclaimer: No Copas!! No Plagiarism! Happy reading guys ^^ #PeaceUp&V

An Remember? Chapter 3

—PENGORBANAN—

“Andwe!” Teriakku ketika melihat Chanyeol dan Ricky hendak menikam Krystal. Aku berlari dengan cepat berdiri di hadapannya. Mereka telah berubah menjadi vampire.

“Kendalikan diri kalian, dia teman kalian sendiri!” ucapku menyadarkan mereka. Vampire mana yang akan mendengarkan orang lain disaat mereka haus akan darah.

“Eoppa, halangi mereka!” perintahku pada Seokjin yang kebetulan juga sudah berada disini.

Ketika aku hendak meninggalkan Ricky dan Chanyeol bersama Krystal, tiba-tiba mereka terjatuh dengan memegang dada mereka. “Apa secepat itu mereka…?” tanyaku dalam hati.

“Krystal-ya bolehkan aku meminta bantuan padamu?” Sebenarnya tak seharunya aku meminta ini pada sahabatku Krystal. Aku menjelaskan padanya bahwa dalam kurun waktu dua jam mereka tak meminum darah manusia, maka mereka akan mati untuk selama-lamanya. Krystal mengiyakan permintaanku, mengingat Chanyeol adalah namja yang ia cintai selama ini. Ia rela jika darahnya diberikan untuk Chanyeol atau pun Ricky. Tapi dia meminta syarat padaku, sejenak aku enggan untuk menuruti syaratnya. Aku meminumkan darah pada mereka berdua, seketika taring dan kuku mereka menghilang, rasa sakitnya juga telah menghilang. Kini tinggal janjiku pada Krystal, ia memintaku untuk menggigitnya. Mana mungkin aku tega untuk melakukan itu. Mengingat dia adalah sahabat terbaikku. Tapi aku berpikir ulang sebelum hewan-hewan itu menggigitnya, lebih baik aku saja yang menggigitnya. “Mianhe Krystal-ya.” Aku menggigitnya dengan memejamkan kedua mataku.

#Sehun *Pov*

Ada yang aneh di hidupku, semenjak aku mendatangi rumah pimpinan vampire hatiku mulai tak tenang. Bahkan untuk beberapa waktu ini aku terus mengikuti yeoja yang harus kubunuh demi terbebasnya diriku dari kehidupan yang menyedihkan.

Beberapa tahun yang lalu seorang manusia serigala menggigitku, ia adalah anak pimpinan serigala. Setelah beberapa menit ada yang aneh di diriku, saat itu bulan purnama. Aku merasakan bulu tumbuh di sekujur tubuhku, kukuku mulai memanjang dan aku berubah menjadi serigala. Aku membunuh laki-laki yang berhasil menggigitku. “Jika kau ingin terbebas kau harus membunuh yeoja, anya maksudku meminum darahnya tanpa menggigitnya.” ucapnya di detik-detik terakhir.

Sejak saat itu aku tak ingat apa-apa tentang hidupku sebelumnya. Aku marah karena aku tak bisa mengingat satu pun dari kehidupanku. Dua tahun lamanya aku menghilang dari lingkungan manusia. Aku kembali untuk mencari yeoja yang harus kuminum darahnya. Kim Jaemi, yeoja itu bernama Kim Jaemi. Yeoja yang ingin aku ikuti kemana pun dia pergi, entah kenapa dengan diriku ini, setiap kali melihatnya aku selalu ingin melindunginya. Melindungi yeoja yang akan kuminum darahnya demi terbebasnya dari hidup yang menyiksaku. Ini benar-benar membuatku gila.

“Ingatanmu mungkin hilang, tapi tidak untuk hatimu.” ucap pimpinan vampire yang tengah terkapar di lantai.

“Mworagu? Dimana anakmu saat ini?” tanyaku dengan mencengkram lehernya.

“Kenapa anak bodoh itu bisa mencintaimu?” gumamnya dengan merintih kesakitan. “Disaat ingatanmu kembali, aku harap anakku masih bisa memaafkanmu.” tambahnya dengan menendangku, dia berlari menuju ruang bawah tanah. Langkahku terhenti tepat di depan pintu, entah kenapa aku tak bisa memasuki ruangan di depanku ini.

Ucapan itu selalu tengiang di benakku, apa yang sebenarnya dia katakan? Semenjak itu aku selalu mengikuti putrinya yang telah berubah menjadi vampire. Aku tak bisa mendekatinya karena kalung yang tergantung di lehernya.

“Kenapa kau disini?” tanya seorang yeoja yang menatap tajam mataku dengan mata merah miliknya. Aku hanya terdiam kemudian berlalu pergi.

“Neo nuguya?” tanyaku yang dengan cepat telah berdiri tepat di hadapannya.

“Kiyyo anya (apa kau lupa)? Aku adalah putri dari vampire yang telah kau bunuh.” jawabnya yang kemudian berlari meninggalkanku.

Aku melihat kearah punggungnya yang menjauh pergi. Entah kenapa denganku seketika aku merasakan sesak di dada melihatnya pergi menjauh. Kenapa sebenarnya denganku? Aku memegang kepalaku karena frustasi, berharap aku bisa mengingat kenangan yang pernah kulaluin dulu. Aku ingin cepat meminum darahnya agar aku bisa terbebas dari hidup yang mencengkramku ini.

@kampus

“Yaa Jaemi-ya!” Sapa Jae jin pada yeoja yang turut membuat teman-temannya menoleh kearah kami. Jaejin hendak berlari kearah mereka, dengan cepat aku menghentikan langkahnya karena aku mencium darah dingin dari mereka semua.

“Andwe… gaja..!”

“Wae? Lalu bagaimana dengan Jaemi?

“Apanya yang bagaimana? Gaja!” Aku mengajaknya pergi, jika tidak aku tidak tahu akan jadi apa temanku ini. Aku akan melindungi Jae jin dialah yang membantuku selama ini. Sikap polosnya membuatku ingin melindunginya. Dia seperti adik bagiku. (Adik!!! Hahaha)

#Author *Pov*

“Neo Jaemi johae (kau menyukai Jaemi)?” tanya Seokjin pada Jae jin yang tengah duduk sendiri di taman.

“Pergi!” tangkas Sehun yang tiba-tiba berdiri di samping Seokjin.

“Geojong hajima (Jangan khawatir).” Seokjin mendekati Sehun kemudian membisikinya. “Kau akan mati di tanganku pengkhianat.” Seokjin pergi dengan mengantongi tangannya. Jae jin terlihat bingung melihat mereka berdua.

“Apa kalian bermungsuhan? Setahuku dia pacar Jaemi, apa kau juga menyukai Jaemi Sehun-a!” tanya Jae jin membuat namja yang berdiri di sampingnya terkejut. Sehun tak menjawabnya ia hanya diam karena memang tak ingin membahas masalah yang menurutnya tak penting.

@Rumah Jaemi

“Nona! Manusia serigala mendekat untuk memulai pertarungan.” Jaemi menghela nafas mendengar tuan Song mengatakan hal itu.

“Aaah melelahkan… siapkan semuanya tuan Song!” Perintah Jaemi sembari meminum darah. Ia meremas gelas sampai pecah kemudian membantingnya.

“Bagaimana sekarang?” tanya Chanyeol, Jaemi hanya diam sembari menghela nafas panjang.

“Tidak bisakah kita hidup dengan damai?” geram Krystal. “Kenapa para serigala itu selalu mencari perkara dengan kita?” tambahnya yang turut menambah kekesalan Jaemi.

“Sikero!!! Aku tak bisa berpikir” ucap Jaemi yang mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. “Aaah… abeoji jigeum etteokhe (ayah sekarang bagaimana ini)? Apa ini yang kau maksudkan dulu?” mata Jaemi mulai berkaca-kaca ia tak bisa berpikir dengan jernih.

“Geojong hajima (jangan khawatir)! Aku ada di sampingmu.” Seokjin menepuk-nepuk bahu Jaemi menenangkannya. “Tak akan aku biarkan dia melukaimu.” tambahnya.

Para serigala-serigala itu semakin mendekat ke rumah Jaemi, para vampire telah bersiap-siap untuk adegan yang akan menakjubkan. Pertarungan hebat akan terjadi di rumah ini.

Para vampire berhasil mengalahkan serigala-srigala yang sudah berjatuhan di lantai. Sampai pada akhirnya Sehun datang dan mengalahkan semua vampire dengan sekali loncatan.

“Siapa yang menyuruh kalian datang ke rumah ini?” bentaknya marah pada anggotanya. “Jika ada orang yang akan membunuhnya itu adalah aku.”

“Lihatlah siapa yang datang?” geram Jaemi dengan melihat kearah Sehun yang telah membuat semua anak buahnya terbunuh tak tersisa. Jaemi berjalan sembari menancapkan jarum besi ke semua vampire yang telah mati. Ia tersenyum kemudian kembali menatap tajam mata Sehun.

“Neo… apa yang vampire lakukan pada serigala?” tanya Jaemi, Sehun hanya diam tak berkata apa-apa. Keempat teman Jaemi menatap marah kearah namja yang sedang berwas-was. Tuan Song telah datang dengan membawa banyak vampire lainnya. Peperangan hebat berlangsung lama. Dengan mudah teman-teman Jaemi membunuh para serigala. Mereka mengambil hati dan jantung dengan sekali tancapan.

Kini peperangan telah berganti di hutan, Jaemi melihat jari-jarinya yang tengah tergenggam dengan sekali kedipan semua jari Jaemi terbuka dengan kuku panjangnya, kemudian menatap serigala dengan tatapan mematikan yang dimilikinya. Sekali dia berlari telah membuat para serigala berjatuhan.

“Kalian bukanlah tandingan Jaemi.” ternyata selama ini ayah Jaemi membuat penelitian tentang serigala. Ia mencari cara untuk membunuh srigala dengan sekali hempasan. Dengan meminum ramuan tersebut serigala yang menyentuh Jaemi seketika akan mati. “Kalian para hewan ingin melawan vampire. Hewan adalah hewan manusia adalah manusia dan vampire adalah vampire. Hewan hanya akan jadi peliharaan manusia.” ucap Jaemi sinis.

“Wah kerja bagus Jaemi.” Krystal menepuk bahu Jaemi dengan tersenyum menang. Tak lama kemudian Jaemi melihat banyak vampire yang berjatuhan di tanah. Sehun tersenyum melihat kemenangan yang diperolehnya. Hanya tersisa sepuluh vampire termasuk Jaemi dan teman-temannya. Salah satu serigala hendak membunuh tuan Song, membuat Jaemi berlari dengan cepat kemudian memegang serigala itu dan membunuhnya. Melihat ini Sehun bingung harus berbuat apa. Dengan serigala dan vampire yang masih tersisa, pertarungan berlanjut sengit. Sehun dan Jaemi sedang memawas diri menunggu serangan dari masing-masing. Jaemi terkejut dengan Sehun yang bisa menyentuhnya. Kalung yang awalnya berwarna perak berubah menjadi abu-abu.

“Kenapa bisa terjadi seperti ini?” pikirnya dalam hati. Pertarungan terjadi dengan saling lempar melempar. Ketika Jaemi berhasil melempar Sehun ke tanah ia malah menanyakan keadaan namja itu. Sehun menendang Jaemi sampai terpental ke pohon.

“Yaa si pucat! Cepat bunuh dia!” perintah Krystal ketika melihat Jaemi berhasil mencengkram Sehun. Sesaat niatnya terhenti oleh beberapa kenangan-kenganan yang mengganggu pikirannya.

“Cepat bunuh dia! Jika benar dia namja yang pernah berada di hatimu, dia tidak akan pernah melupakanmu. Sekalipun dia harus kehilangan ingatannya dia akan tetap mengingatmu di hatinya. Dia bukan namja itukan? Palli Jaemi-ya!” ucapan Krystal mengingatkan akan kebodohannya yang telah menunggu namja ini untuk bertahun-tahun lamanya.

Vampire kalah jumlah teman-teman Jaemi telah tertangkap oleh para serigala. “Jika kau memerintahkan anak buahmu untuk membunuh teman-temanku, akan aku pastikan kau mati di tanganku.” ancam Jaemi terlihat frustasi.

Seokjin datang membebaskan Chanyeol, Krystal dan juga Ricky. Mereka memulai pertarungan kembali. Sehun berhasil melepaskan diri dari cengkraman Jaemi, namun dengan mudah Jaemi membuatnya tersudut di cengkramannya kembali. “Diam.”

Dari belakang Seokjin tertusuk pisau perak yang memang sengaja diarahkan padanya, ia merintih kemudian terjatuh ke tanah. “Eoppa.” teriak Jaemi yang berhasil menghentikan pertarungan kemudian berlari membunuh serigala itu lalu menidurkan Seokjin di pangkuannya.

“Domang ga (lari dan pergi)?” perintah Jaemi pada tiga sahabatnya yang masih berdiri tak percaya. “Domang garagu (larilah kataku)!” teriaknya lagi dengan melemparkan sebotol cairan kecil pada Krystal. “Minum itu dan cepat lari!” Krystal menangkap botol itu kemudian berlari diikuti oleh Chanyeol dan Ricky. Kepergian mereka juga diikuti oleh berapa srigala. Jaemi masih mencoba untuk menyadarkan Seokjin, ketika salah satu dari manusia serigala hendak menyerang mereka, Sehun menghentikan dengan isyarat tangannya. Ia ingin melihat sesuatu yang menurutnya melo drama sembari menyilakan kedua tangannya.

“Eoppa irreona (bangun)! Irreonaragu (bangun kataku)!!! An dereoso (Kau tak mendengarkanku)? Eoppa!” Perintah Jaemi yang melihat Seokjin kakanya terkapar. Dia hendak melukai tangannya dan meminumkan darahnya, tapi niatnya terhenti oleh tangan Seokjin yang kemudian memegangnya.

“Neo sarami anya (Kau bukanlah manusia).” suara Seokjin melemah.

“Eoppa gwenchana?” Seokjin menggelengkan kepalanya.

“Changkaman gidaryeo (tunggu sebentar saja)! Aku akan membunuh semua hewan ini dan menyelamatkanmu eoppa.” Lagi-lagi Seokjin hanya menggeleng-gelengkan kepala. “Eoppa bertahanlah, hanya kau satu-satunya keluargaku yang tersisa.” Dengan sisa-sisa terkahir Seokjin meminta agar Jaemi menancapkan jarum besi miliknya sepeninggalnya nanti. “Anya eoppa… sirheo (tidak mau). Kau harus hidup untukku.” tangan Seokjin sudah tak bergerak, matanya mulai menutup, ia menghembuskan nafasnya untuk yang terakhir kali. “Andwe…” teriak Jaemi sembari memeluk Seokjin dengan sangat erat. “Apa yang akan ku katakan pada Jiyeon eonni eoppa? Jebal irreona (aku mohon bangun)! Eoppa irreona!” Tangis beserta isak Jaemi yang tak tertahankanlah yang saat ini ia lakukan. Ia masih tak percaya kalau kakaknya telah tiada. Jaemi menyanyikan lagu yang biasa Sehun, Seokjin dan juga dirinya nyanyikan sewaktu masih bersama dulu. Lagu yang empat tahun lamanya selalu mereka nyanyikan bersama, sampai pada akhirnya Sehun menghilang untuk dua tahun lamanya. Sehun sedikit mengingat lagu yang tengah Jaemi nyanyikan, memang dia yang menciptakan lagu itu. Seakan ada yang menyuruhnya untuk menyanyikan lagu tersebut bersama seorang yeoja yang tengah meratap pilu, mereka berdua menyanyikan lagu ciptaan Sehun. Entah kenapa Sehun juga menitihkan air matanya. Jaemi membawa Seokjin lari dengan secepat kilat mengejar teman-temannya yang sudah kabur duluan.

#Jaemi *Pov*

@Rumah Jaemi

Aku meletakan Seokjin di lantai dalam rumahku. Aku berteriak-teriak memanggil namanya. “Jebal irreona… irreona ragu!!! Yaa namja jelek kenapa kau tak mendengarkanku? Kenapa kau bercanda seperti ini? Apa kau tau semua leluconmu ini sama sekali tak lucu. Cepat bangun jika tidak aku akan menjitak kepalamu!” Aku masih mendekapnya dalam pelukanku, aku masih tak percaya dengan semua ini. “Eoppa jebal irreona irreona ragu!” Aku berteriak penuh isak, aku tak pernah seterluka ini. Dialah yang selalu menemaniku saat aku terluka, dialah yang juga selalu membantuku berdiri ketika aku sedang terjatuh.

“Apa Seokjin baik-baik saja?” Tanya Krystal yang berada di sampingku. Ia memelukku sembari berkata “Gwenchana Jaemi-ya, gwenchana… kau masih punya kami bertiga.” mungkin dia juga ikut menangis karena aku mendengar suaranya yang juga penuh dengan isak.

“Bunuh aku Krystal-ya!” pintaku yang tak hentinya menitihkan air mata. Aku meringkuk di pelukan Krystal. Tatapanku kosong, aku masih mengingat-ingat permintaan Seokjin padaku. Aku semakin menitihkan air mata sembari memukul-mukul dadaku sendiri. Krystal mencoba menghentikan tingkah lakuku ini.

“Namja ini, eoppa jebal irreona! Katakan padanya untuk bangun Krystal-ya!” Aku memegang besi yang masih lengkap dengan penutupnya, aku merasakan dengan perlahan Krystal mengambil besi itu. “Kau tersenyumlah, kau benar-benar jelek jika menangis. Apa kau pikir kau ini anak kecil?” Aku mendengar Krystal mengucapkan kata-kata yang selalu Seokjin ucapkan padaku ketika aku sedang menangis. Krystal menancapkan besinya tepat di dada Seokjin, aku melihat Seokjin lenyap dengan seketika.

#Malam hari

Aku berdiri di kamar dekat gorden, melihat pemandangan di luar dari dalam. Masih memikirkan kepergian eoppaku beberapa hari yang lalu. Selintas aku melihat bayangan hitam di bawah pohon dekat rumahku. Bergegas aku berlari menghampirinya.

“Neo nuguya?” ucapku yang berdiri tepat di belakangnya.

“Na… Kris…” jawabnya yang kemudian membalikan badannya kearahku.

(Author: memakai tubuh Lee hongki (Ft Island))

“Neo wae yeogi-e (kenapa kau disini)? Semua karenamu, aku benar-benar membencimu dan sampai kapan pun aku tidak akan pernah memaafkanmu.”

“Aku datang kemari bukan untuk meminta maaf.”

“Mwo? Haah… bagiku kaulah mungsuhnya, kaulah biang dari semua ini. Geure, jangan pernah meminta maaf karena aku tidak akan memaafkanmu. Jeoldwe andwe (tidak akan pernah).” aku mencabik tubuhnya dengan kuku panjangku, ketika aku sadar telah membuat namja yang tak bersalah itu terkapar di tanah segera aku menggigitnya.

“Bukankah sudah kubilang, aku sudah pernah mati.” aku mendengar suara yang tak berwujud, mungkin itu Kris yang telah keluar dari tubuh namja tadi. Aku membawa namja tadi menuju rumah, sesampaiku disana Chanyeol dan Ricky membantuku untuk mendudukannya di sofa.

“Apa yang terjadi? Siapa dia?” tanya Chanyeol yang kemudian menidurkan namja itu.

“Ambilkan darah!” Ricky berlari mengambil darah yang di kemas di tempat infus. Aku meminumkan darah itu pada namja yang saat ini tengah mengerang-erang. Aku dapat melihat bola matanya berubah menjadi merah.

“Apa yang terjadi denganku?” tanyanya ketika mengetahui ada yang aneh di tubuhnya, Ia juga memegang dadanya. “Kenapa aku tak merasakan detak jantungku?” tambahnya. Ia juga melihat kearah kuku dan taringnya yang memanjang.

“Kiyeo anya (apa kau tidak ingat sesuatu)?” tanya Krystal pada namja ini.

“Neo Krystal-ssi I ye yo? Benarkan?”

“Eotteoke arro?” Krystal mencoba untuk mengingat-ingat namja yang masih bingung dengan keadaan sekitar.

“Tak perlu diingat-ingat, mungkin saja dia salah satu penggemarmu.” geram Chanyeol kemudian menarik tangan Krystal untuk pergi.

“Chah…” Aku berdecit kecil melihat tingkah laku Chanyeol.

“Selamat bergabung.” ucap Ricky.

#Krystal *Pov*

Aku masih heran dengan namja di samping Ricky, bagaimana dia bisa tahu namaku? “Ireumi eotteokhae arro (namaku bagaimana kau mengetauinya)?” tanyaku pada namja yang masih bingung dengan perubahan di dirinya. Entah dari mana dan kenapa si Jaemi itu menjadikan namja ini salah satu dari kami.

“Yaa… Yaa… Gaja!” Chanyeol memiting kepalaku, mungkin kali ini dia tengah cemburu pada namja itu.

Aku dan Chanyeol sudah berpindah tempat ke taman belakang.

“Jaemi kenapa? Apa kita tidak bisa membantu menyembuhkan luka di hatinya?” tanyaku sembari menyandarkan diri di tubuh namjachinguku.

“Kita tahu dengan benar bagaimana anak itu, aah… benar-benar kehidupan yang rumit. Sudah ditinggal appa dan eoppa tercintanya ia juga dikhianati oleh seseorang yang selalu membuatnya menunggu dan kesalnya aku baru mengetahuinya beberapa minggu yang lalu.” Saat ini Chanyeol tengah geram dengan keadaan yang selalu saja membuat kami sulit. Aku ingin cepat mengakhiri pertarungan antara vampire dan serigala.

Pagi ini eonniku menyuruhku untuk mengantarkan buku-buku pada siswa dan siswinya. Dengan diantar oleh Jaemi kami berdua pergi ke rumah semua siswa dan siswi itu. Aaah… kenapa tidak diberikan waktu masuk sekolah saja? Ini benar-benar merepotkan. Ketika kami sampai di salah satu rumah murid seorang yeoja, kami bertemu dengan dua namja. Salah satu dari mereka adalah namja yang selalu bersama Sehun dan satunya lagi namja yang selalu mengejar-ngejarku.

“Jaemi-ssi.” Sapa namja yang selalu bersama Sehun itu.

“Eoo Jae jin-ya.” balas Jaemi dengan tersenyum manis.

“Anyeong Cho Krystal.”

“Aanyeong.” Jawabku dengan nada malas dan melambaikan tanganku.

Choi wo bin itulah nama namja yang selalu mengejar-ngejarku. Dia mengajakku untuk ke suatu tempat, aku sudah menolak namun dia tetap memaksaku.

“Lalu bagaimana dengan mobilku?” tanyaku.

Namja yang bernama Jae jin sendiri sepertinya juga ingin mengajak Jaemi keluar. Dengan menghembuskan nafas aku mengiyakan ajakan Wo bin. Semoga saja si pencemburu Chanyeol tak tahu bahwa aku keluar dengan namja lain selain dirinya.

“Jaemi-ya!”

“Arro… ga!!!” Sahabatku ini tahu betul bahwa aku tidak suka jikalau barang-barangku disentuh oleh orang asing apa lagi mobil kesayanganku.

“Jaemi-ya!”

“Arraso… ga!!!”

“Syuut…. Bimilieyo (rahasia)?” aku menaruh telunjuk di mulutku kemudian memasuki mobil.

#Author *Pov*

Jaemi menyetir mobil milik Krystal. Jae jin mencoba untuk mengawali pembicaraan terlebih dahulu.

“Dari mana kau mengenal Sehun?” tanyanya yang sempat membuat Jaemi menginjak rem dengan tiba-tiba. “Waeyo? Apa ada yang salah?” tambahnya.

“Anya…” Jaemi menginjak gas kembali. Ketika mereka melewati sebuah terowongan panjang tiba-tiba braaak, Jaemi menabrak sesuatu. Ia keluar untuk memastikan apa benar ada sesutau yang tertabrak. Jaemi melihat bayangan hitam yang berjalan mendekat kearahnya.

“Jaemi-ssi apa ada sesuatu?” tanya Jae jin sembari keluar dari mobil.

“Jangan keluar!!! Tetaplah di dalam!” perintah Jaemi, mungkin dia merasakan ada yang aneh di tempat ini.

“Anyeong Jaemi-ya…” ucap seseorang bertudung hitam.

“Nuguya?”

“Kau tidak akan tahu siapa aku, aku dengar jika seorang serigala berhasil membunuhmu dan meminum darahmu akan hidup kekal dan abadi. Apa itu benar?” namja itu menghirup ada darah manusia yang masih segar. Ia melihat kearah dalam mobil kemudian tersenyum.

“Waah… kau pintar juga karena membawa darah segar kesini. Pertama aku akan meminum darahmu dan kedua aku akan memakan daging namja itu dan meminum darahnya.” ucapan namja bertudung ini membuat Jaemi muak dan kesal. Tak lama kemudian teman dari namja bertudung itu berdatangan. Jaemi kalah jumlah dengan mungsuh yang semakin banyak.

“Jangan keluar! Jangan keluar kataku!!!” perintah Jaemi ketika melihat Jae jin keluar dari mobil namun namja itu tak mendengarkannya. Ketika salah satu manusia serigala hendak mencengkramnya dengan cepat Jaemi berlari kearahnya dan menggigit lehernya. “Mianhe!” ucap Jaemi lirih, seketika Jae jin menjatuhkan tubuhnya di samping mobil. Dengan cepat juga Jaemi mengambil sekantong darah di pendingin mobil Krystal yang tadi sebelum berangkat di letakanya di dalam sana. Ia memang selalu memperhatikan hal-hal kecil seperti itu, mengingat dirinya akan selalu butuh darah untuk makanannya. Terlebih lagi dirinya yang sekarang ini bukanlah manusia. Segera dia meminumkan darah itu, ia juga melawan beberapa serigala yang mendekat. Jae jin merasakan perubahan di tubuhnya, taring keluar dari giginya dan kukunya mulai memanjang serta bola matanya juga berubah menjadi merah. Jaemi berwas-was dan sesekali melihat kearah Jae jin untuk memberi isyarat kabur. Setelah dirasa para serigala tidak mengejar mereka lagi, mereka berhenti untuk sejenak.

“Mianhe!”

“Aku kenapa?” tanya Jae jin heran

“Sekarang kau adalah salah satu dariku, vampire.” ungkap Jaemi menyesal, ia tak punya pilihan lain selain melakukan hal tersebut.

Jaemi mengajak Jae jin menuju rumah tempatnya tinggal. Sesampai mereka di sana Jae jin dikejutkan oleh adiknya yang tak pernah pulang ke rumah.

“Kau menjadikan adikku vampire juga?” ucapnya marah.

“Hyung…” Hongki memeluk kakaknya dengan sangat erat.

“Apa kau sebegitu membenci Sehun? Kenapa kau membalas dendam pada kami?” Jae jin tak bisa meredam amarahnya, saat ini ia tengah menatap Jaemi dengan mata merah miliknya.

“Mianhe… aku tak tahu kalau namja ini adalah adikmu. Bukankah aku sudah melarangmu untuk tidak keluar dari mobil? Kenapa kau malah keluar dari mobil?” Jaemi menghembuskan nafasnya dengan sangat kencang.

Beberapa hari telah berlalu Sehun mengetahui bahwa sahabatnya tengah berubah menjadi vampire. Saat ini ia benar-benar marah, ia tidak ingin diganggu oleh siapa pun. Ia bertambah marah ketika mengetahui dongsaengnya juga berubah menjadi vampire.

“Aaaa…” teriaknya sembari membanting gelas di sampingnya.

#Malam hari

Malam ini Sehun tengah berjalan seorang diri di sebuah hutan yang tak jauh dari rumah Jaemi. Yaah… ia berniat ke rumah yeoja itu.

Sesampainya di depan rumah, segera Jaemi keluar karena merasa ada sesuatu berada di depan rumahnya.

“Kenapa kau kesini?” tanyanya dengan melemparkan tatapan tajam kearah Sehun.

“Kenapa kau tak pernah bilang padaku?” Saut Jae jin yang tiba-tiba berdiri di samping pintu sembari menyandarkan diri dan meyilakan kedua tangannya. “Lihat dengan apa yang kau lakukan! Jika saja kau menjadikanku salah satu darimu pasti aku tidak akan menjadi mungsuhmu.” ungkap Jae jin dengan tatapan marah. “Aku tidak tahu apa yang terjadi diantara kalian berdua, yang jelas jangan menjadikanku dan adikku korban balas dendam kalian!” Jae jin menghantamkan pukulan pada Sehun dengan sekeras-kerasnya. Saat ini ia benar-benar marah, ia tak bisa berpikir dengan jernih. Ia berlari kearah hutan dengan sekencang mungkin.

“Kenapa kau melakukan ini padaku?” Sehun menatap tajam kearah yeoja di depannya. “Aku minta maaf atas apa yang menimpa kakakmu dan juga ayahmu.”

“Kita hanya korban… aku dan dirimu hanya korban dari Kris.” Jaemi menyibakan rambutnya dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. “Caah… gigitlah aku!” pinta Jaemi dengan menunjukan lehernya.

“Apa yang akan terjadi jika itu kulakukan?”

“Aku akan mati.”

Sehun memukul tiang tembok di rumah itu, ia benar-benar frustasi. “Apa benar kau yeoja yang pernah berada di hatiku?”

“Anya… lakukan saja dan jangan banyak bertanya! Dengan begitu pertarungan akan berakhir.” Jaemi menitihkan air matanya, sesaat ia membelakangi Sehun untuk mengusap air matanya yang terjatuh.

“Apa yang terjadi jika kau menggigitku?”

“Kau akan mati.”

“Baiklah… kau saja yang menggigitku!” Jaemi yang masih berkaca-kaca melihat kearah Sehun yang juga berkaca-kaca.

Mereka berdua sepakat untuk saling menggigit, ada suara berupa angin untuk melarang mereka melakukan hal tersebut. Sesaat mereka ragu untuk melakukan hal itu, kini Jaemi dan Sehun tengah berhadapan dengan saling menggigit leher mereka. Mereka berpelukan kemudian merasa kesakitan. Jaemi semakin mendekap namja di depannya begitupun Sehun. Di saat yang sama Krystal, Chanyeol dan juga Ricky keluar dari rumah dan melihat mereka tengah merintih kesakitan.

“Jaemi-ya…” Teriak Krystal melihat Jaemi perlahan menghilang bersama namja yang tengah memegang tangannya dengan sangat erat. Ia juga tersenyum pada ketiga sahabatnya yang sekarang hanya mendapati angin saja.

#Krystal *Pov*

Setelah aku Ricky dan juga Chanyeol menghabisi namja bernama Kris kami pergi menuju tebing, disana kami mengingat-ingat kisah tragis Jaemi dan juga Sehun.

“Kami akan berjanji menjadikan cinta kalian, cinta yang suci.” Janjiku sembari melihat kearah awan dan air terjun yang mengalir di sekitar.

“Jaemi-ya Seokjin-a bogossipo.” Ungkap Ricky dengan menghembuskan nafas. Aku dan namjachinguku saling berpelukan sembari tersenyum manis.

THE END

Terimakasih buat yang udah nyempetin baca…

2 thoughts on “An Remember? Chapter 3 (END)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s