Singing Got Better Chapter 1

IMG_20150724_211037

Title: Singing Got Better

Author: Kim Jaemi

Cast: Jackson (Got7)

*Min Daezi (Author chingu)

*Min Yoongi (Bts)

Support Cast: Find them when you read it!!

Genre: Romance

Length: Trilogi

Disclaimer: No Copas!! No Plagiarism! Happy reading guys ^^ #PeaceUp&V

(NOTICE: BTS BELUM MUNCUL HIDUNGNYA DI CHAPTER INI)

Singing Got Better Chapter 1

—PENGKHIANATAN—

#Jackson *Pov*

Aku adalah anak Hongkong yang merantau di kota besar Seoul. Jackson Wang Jia-er itulah nama pemberian kedua orang tuaku. Aku memiliki yeojachingu seorang idol bernama Min Dae zi. Dia adalah penyanyi solo dan juga actris yang sedang naik daun. Tentunya bukan hal yang mudah menjalin hubungan dengan seorang idol, terlebih lagi agensinya melarang kami untuk mempublikasi hubungan kami. Bahkan kami berdua sempat diminta untuk putus oleh menagernya, untungnya yeojachinguku itu seorag gadis yang setia. Dia mengancam akan berhenti dari dunia hiburan jika masih terus memaksa kami untuk mengakhiri hubungan. Aku juga seorang pemain dancer, tentunya itu dulu sebelum aku mengenal si dingin Dae zi. Yeojachinguku itu adalah seorang gadis pencemburu, ia tidak akan rela kalau aku dikrumuni dengan yeoja-yeoja cantik. Jadi dia memintaku untuk berhenti dari dunia malam dan menyuruhku untuk bekerja merawat bunga. Memang kedengarannya aneh jika aku seorang laki-laki bekerja sebagai perawat bunga.

“Jia-er… er… er-a.” aku mendengar seorang yeoja memanggilku. Sengaja aku tidak menjawab panggilannya agar dia mencariku. “Yaa pacar idol! Kau ingin menggodaku?” teriaknya terdengar kesal.

Di balik pintu kamar aku hanya tersenyum, ketika dia membuka pintu dan memasuki kamar aku mendekapnya dari belakang.

“Kau mencariku my love?” dia berdecit kecil sembari tersenyum malu.

“Anya…” jawabnya dingin, memang sudah khasnya jikalau dia tertangkap basah sedang mencariku, pasti dia akan memasang wajah masa bodohnya. “Caaa…” ia menghantamkan tas tenteng ke wajahku. Aku memasang wajah heran tanpa bertanya padanya. “Sudah buka saja!”

Aku membuka isi dalam tas itu, sebuah hem yang sudah terbungkus rapi serta masih ada harganya. Waah… yeojachinguku membeli pakaian semahal ini untukku. Yaah… aku tahu yeojachinguku tidak akan kerepotan jika harus membeli sepuluh pakaian seperti ini. Kini kami sudah duduk di atas ranjang, aku mengintip wajahnya yang kusut muram.

“My love kau kenapa?” tanyaku heran. Ia mulai menghirup nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kencang. “Wae?” aku memegang kedua pipinya agar melihat kearahku.

“Aku akan pergi ke Amerika untuk beberapa bulan.” aku terkejut dengan ungkapannya, memang sudah biasa aku ditinggal ke luar negeri tapi itu hanya beberapa hari atau paling lama seminggu.

“Kenapa lama sekali?”

“Bisakah kau saja yang pergi denganku? Aah… aku muak dengan namja itu.” keluhnya yang turut membuatku bingung. “Kami akan melakukan pemotretan dan pembuatan film disana.” lagi-lagi aku terkejut dengan ungkapannya.

“Gwaenchana itu demi kariermu…”

“Mwo? Haruskah aku berhenti saja dari dunia hiburan?”

“Andwe-andwe bukankah itu impianmu?” meskipun sebenarnya memang aku ingin dia berhenti dari dunianya yang saat ini. Aku tidak kuat jika harus melihatnya membuat video klip dengan namja-namja tampan dan terlihat mesra.

“Aku tidak ingin menjadi artis, kau tahu itukan? Aku hanya ingin menjadi seorang Pr (Public relation) di agensi itu.”

“Yaah aku tahu my love.” aku memeluknya untuk menenangkannya. “Tapi menyanyi juga hobymukan? Jangan pernah berhenti dari duniamu! Aku akan terus mempercayaimu dan mendukungmu. Kapan kau berangkat?”

“Besok.” aku membelalakan mataku tak percaya. Apa secepat itu dia akan pergi meninggalkanku sendiri disini? “Haruskah aku pergi?” aku tak pernah melihatnya sesedih ini, selama lima tahun aku menjalin hubungan dengannya baru kali ini aku melihatnya semurung itu. Dulunya aku pikir, aku hanya pelampiasan di hidupnya, kini aku sadar bahwa aku benar-benar berarti di hidupnya. Aku melihatnya mulai menitihkan air mata.

“Uljima… hei kau benar-benar jelek jika menangis.” aku mengecup keningnya agar dia tidak menangis.

Keesokan hari aku mengantarnya ke bandara, tentunya tidak semobil. Sudah banyak fans yang berteriak-teriak histeris. Dari kejauhan aku melihatnya memasuki bandara. Mataku benar-benar panas melihat namja yang berjalan di sampingnya yang berusaha untuk merangkulnya, sedangkan yeojachinguku berusaha untuk menurunkan tangan namja kurang ajar itu.

-Kling-

‘Aku akan menghubungimu sesampainya di Amerika, aku juga akan segera kembali, Jackson-a saranghae…’ Aku tersenyum lebar setelah membaca pesan dari yeojachinguku.

Aku menjalani hari-hari seorang diri. Biasanya jika pagi datang aku sudah melihat yeojachinguku bangun kemudian menyiapkan makanan untukku. Membangunkanku dengan teriakannya yang mungkin akan memecahkan gendang telinga jika mendengarnya. Rumah menjadi sepi tanpa hadirnya di sisiku. Di meja makan aku hanya bisa mengenang setiap omelan yang keluar dari mulutnya.

Aku baru sadar bahwa ini sudah seminggu lebih sejak kepergiannya, namun aku tak mendapat pesan atau pun panggilan telepon darinya. Apa dia sedang sibuk? Aku juga tidak tahu nomor barunya di luar negeri. Rasa rindu yang teramatlah yang saat ini kurasakan. Aku berniat ke agensinya untuk menanyakan nomor ponselnya namun tak ada satupun dari mereka yang memberi nomor ponselnya padaku. Apa yang sebenarnya terjadi di Amerika?

Hari-hariku benar-benar sepi tanpanya, aku tidak tahu apa yang dilakukannya disana. Aku tak pernah mendengar kabarnya lagi, aku semakin terpuruk dengan kesedihanku ini. Tanpa tahu dimana keberadaanya, tanpa tahu bagaimana kabarnya. Aku ingin berteriak sekeras mungkin, berlari sekencang mungkin untuk mencarinya. Tapi dimana? Dimana aku bisa menemukannya?

Sudah sebulan lebih aku menunggunya, namun masih tetap sama, tak satupun pesan masuk atau panggilan masuk di ponselku. Aku melihat video klipnya bersama seorang namja di salah satu acara music di Korea. Hatiku benar-benar sakit melihatnya menangisi seorang pria lain karena di tinggal pergi. Aku selalu mengikuti acaranya di televisi dan masih sama selalu menangis ketika melihatnya tersenyum di depan kamera. Apa dia tidak tahu disini aku menunggunya? Apa dia sudah melupakanku? Jika saja aku tahu akan seperti ini pasti aku akan melarangnya, jika saja aku tahu semua akan jadi begini pasti aku akan mengiyakan untuknya berhenti dari dunia hiburan.

Di kotak surat aku mendapat undangan, entah undangan apa itu. Aku masih membolak-baliknya karena aku bingung, selama ini aku tak pernah mendapat surat atau pun undangan. Apa mungkin itu surat dari eomma? Mungkin saja.

Aku membelalakan mataku dengan mata berkaca-kaca, aku tak percaya bahwa Dae zi akan melakukan ini padaku. Dia akan menikah? Dengan namja lain bukannya denganku? Aku meremas kertas itu kemudian membuangnya ke sembarang arah. Hatiku hancur– sehancur-hancurnya. Aku benar-benar namja yang bodoh karena menjalin hubungan dengan seorang idol. Seharusnya aku tahu seorang idol hanya akan bermain-main dengan scenarionya. Mereka benar-benar bakat dalam memainkan perannya. Aku menjatuhkan diri, aku berteriak-teriak frustasi. Baiklah Dae zi-a kau yang memulainya. Akan aku tunjukan padamu agar kau bisa melihat kearahku.

Aku berjalan dengan pandangan kosong, aku berniat menerima tawaran seorang produser untuk bergabung dalam sebuah boyband yang akan debut beberapa bulan ini. Aku dengar namanya adalah Got7. Jika aku mau bergabung dalam boyband itu aku akan jadi satu-satu member terakhir yang bergabung. Dengan ragu aku menandatangi kontrak bersama agensi besar bernama Jyp.

#Flashback

“Aku diterima menjadi seorang Pr di sebuah agensi.” Ungkap yeojachinguku sembari menunjukan kertas kontrak padaku.

“Jinjja? Waah chukae my love…”

Senyum kami memudar setelah membaca semua isi dalam kontrak tersebut, itu bukanlah kontrak yang menyatakan akan menjadi seorang Pr, melainkan kontrak menjadi seorang trainee di agensi itu.

“Igeo mwoya?” aku melihat raut wajah yeojachinguku memudar.

Kami berdua mendatangi agensi yang sudah membohongi yeojachinguku. Dengan entengnya produser malah mengatakan. “Kenapa tidak diteliti dahulu sebelum menandatangi kontrak? Oh ya mulai besok kau harus datang sebagai trainee Jangan coba-coba untuk kabur! Kau sudah terikat kontrak selama sepuluh tahu.”

“Mwo?” yeojachinguku menghembuskan nafas kekesalannya sembari memejamkan mata. “Sirheo.”

“Baiklah kalau kau tidak mau kau harus membayar denda.”

Yeojachinguku adalah seorang sarjana berjurusan ilmu komunikasi, dia paling pintar jika mendebat orang. Terlebih lagi dia yeoja yang banyak bicara dan cerewet.

“Aaah… kau kemaren juga ikut casting filmkan? Siapkan dirimu untuk menjadi pemeran utama di film perdana yang akan kami buat, dan satu hal lagi setelah kau debut sebagai penyanyi solo dan actris kau harus putus dengan namja di sampingmu.” Aku benar-benar geram, aku hendak memukulnya namun yeoja di sampingku menahanku.

“Pdnim… jangan pernah menyuruhku untuk putus dengannya. Aku tidak akan melupakan penipuan ini, baiklah aku mau tapi hanya untuk dua tahun. Setelahnya anda bisa mencari actris untuk menggantikanku.”

“Yaa… yaa…” aku bisa melihat ekspresi kesal di wajah pdnim itu. “Yaa berani sekali kau mengaturku.”

“Aaah…”yeojachinguku membalikan tubuhnya. “Aku tidak akan segan-segan menyobek kontrak ini jika anda berani menyuruhku untuk putus. Aku akan membayar berapapun denda atas penipuan ini, dan setelah aku membayar denda akan aku pastikan perusahaan ini tak akan bertahan lama.”

#Flashback end

Lihat saja aku akan balas demdam padamu. Kau tak lebih dari yeoja brengsek yang sudah mempermainkanku. Sandiwaramu benar-benar tak kentara dimataku. Baiklah Min Dae zi tunggu aku di duniamu yang indah itu.

Aku mulai menjadi trainee, keenam namja yang akan jadi satu boyband denganku membantuku dan mengajariku menari. Untungnya dulu aku pernah bergabung dalam komunitas dance kecil-kecilan. Dengan mudah aku mempelajari koreo, semua salut padaku karena aku memang terbilang baru. Niatku tak gundah, aku akan menunjukan pada dunia siapa diriku. Jaskson Wang Jia-er anak Hongkong yang telah dikhianatai oleh yeoja yang dicintainya.

#Satu Tahun Kemudian

#Author *Pov*

“Boy band baru sudah debut beberapa bulan lalu di agensi kita.” ucap manager, namun lawan bicaranya terlihat tak merespon. Ia tengah terduduk sembari melihati ponselnya. “Mereka bernama Got7.” tambahnya yang masih sama tak mendapat respon.

“Kapan kita kembali ke Korea?” tanya seorang yeoja dengan wajah dingin yang dimilikinya.

“Satu minggu lagi.” yeoja itu menghembuskan nafas kemudian mulai melangkah menuju kamarnya.

Di sisi lain seorang namja tengah melihati foto seorang yeoja di atas sofa yang berada di dalam ruang latihan.

“Jackson-a! Apa yang kau lakukan?” tanya Jr, yang ditanya hanya tersenyum pahit sembari melihat kearah foto. “Kau menyukai si dingin itu? Yaah… siapa yang tidak menyukainya, dia yeoja dingin yang tidak banyak bicara. Salah satu sunbae di agensi ini…” belum sempat melanjutkan Jackson sudah mendongakan kepalanya, ia tak pernah tahu bahwa yeoja itu juga bersandar di agensi Jyp.

“Kenapa aku tak pernah tahu bahwa dia di agensi ini?” ucapnya dalam hati. (Ketika Jackson dan yeojachingunya ke agensi ini belum seperti ini, bahkan pdnim yang dulu didatanginya bukanlah orang yang menawarkan kontrak padanya. Orang itu adalah asisten yang menggantikan tugas pdnim asli untuk beberapa bulan. Karena pada saat itu pdnim sedang bepergian dengan keluarganya).

“Kau kenapa?” tanpa menunggu jawaban dari Jackson, Jr terus saja mengoceh. “Kau tahu sunbae yang satu itu benar-benar luar biasa, sebenarnya aku iri dengannya. Aku lebih dulu ditrainee tapi dia yang lebih dulu debut.”

“Aku dengar dia sudah menikah.”

“Ne?” Sesaat Jr terkejut mendengar ungkapan namja di sampingnya. “Hei… maldo andwe… kau dengar dari mana gosip murahan itu? Mana mungkin dia sudah menikah, kalaupun dia sudah menikah pastinya semua wartawan sibuk mencari beritanya kesana-sini.” Sejenak Jackson berpikir ada benarnya ucapan Jr, namun bisa saja dia menikah secara diam-diam. “Pd-nim mengirimnya ke Amerika satu tahun lalu untuk mengerjakan pemotretan dan pembuatan film. Aku dengar juga dia mempunyai namjachingu, itulah sebabnya dia selalu menolak acara couple-couple seperti Wgm. Sudah berkali-kali pihak Wgm memintanya untuk mengikuti acara tersebut, namun selalu saja mendapat penolakan.” Jr mengambil ponselnya hendak menunjukan sesuatu pada Jackson, namun niatnya terhenti karena Young jae datang. Entah kenapa dengan pemuda yang satu ini, jika si namja yadong itu membicarakan yeoja bernama Dae zi yang tidak-tidak ia bergegas memasang wajah geram dan menyeringai. Seakan pemuda itu memiliki hubungan dengan wanita dingin yang tak pernah peduli dengan siapapun. Segara Jr menyimpan ponselnya kembali.

“Hyung apa kau membicarakan Dae zi sunbae lagi dengan Jackson hyung?” tanya Young jae menyelidik.

“Anya…” Jr hanya nyengir, ia memang bukanlah tipe namja yang bisa berbohong. “Memangnya kau ada hubungan apa dengan yeoja itu?” tambahnya. (Jr sudah lama ingin tahu apa yang terjadi diantara Young jae dan wanita yang memiliki tatapan dingin seperti Dae zi)

“Tak ada yang istimewa.” Jawab Young jae sekenanya.

Jr selalu berpikiran bahwa Dae zi menyukai si maknae yang memiliki suara emas seperti Young jae. Pasalnya ketika anak-anak Got7 menjadi trainee Young jaelah satu-satunya trainee yang diperhatikan olehnya. Di saat yang lain sibuk mencari perhatian pada sunbae mereka si maknae malah memengoskan wajahnya. Kejadian itu membuat Jr berpikir keras, apa si dingin Dae zi menyukai brondong dan mulai mengencanai mereka. Setidaknya itulah yang selalu berada di pikiran Jr.

“Hyung… aku dengar kau menandatangi kontrak Wgm ya?” tanya Young jae seakan ingin mengakrabkan diri dengan member terakhir Got7. (Jaemi said: Padahal member terkahir di Got7 Young jae) “Ya aku tahu itu akan terjadi. Mana mungkin pihak Wgm tidak menyertakanmu dalam acaranya, tapi hyung… siapa couplemu?”

“Molla… mereka tidak memberitahuku, aku dengar yeoja itu menolak untuk mengikuti acara tersebut.” Jackson tak ingin ambil pusing dengan siapa dia akan dipasangkan. Saat ini dia hanya ingin bertemu dengan seorang yeoja yang sudah setahun tak menemuinya. “Kapan yeoja yang kalian-kalian bilang dingin itu akan kembali?” semenjak Jackson menjadi anggota baru dan terakhir di Got7, ia tak pernah bersibuk ria untuk menggali informasi tentang artis lain. Bahkan ketika Jr sibuk menguliahinya tentang girlband-girlband baru ia hanya menanggapi dengan mengangkat bahu. Namun kali ini ia sadar bahwa situasinya berbeda, jelas bahwa ia akan menggali informasi untuk actris yang satu ini karena itulah alasan dia bergabung dengan Got7. Untuk balas dendam akan sakit hatinya.

#Daezi *Pov*

Aku sudah muak berada di agensi ini, mereka benar-benar membuatku sibuk dengan schedulle di akhir-akhir karierku. Aku akan segera berhenti di dunia ini, aku akan segera menemui seseorang. Seseorang yang sudah setahun lamanya tak pernah bertemu. Sebenarnya ada yang mengganggu pikiranku, setahun ini aku sibuk mengirim pesan padanya, menghubunginya namun ia tak pernah mebalas atau pun mengangkat panggilan teleponku. Apa yang dilakukan disana sampai-sampai ia mengabaikan semua pesan dan panggilanku?

“Eonni… minggu depan kau harus mengikuti acara Wgm dengan salah satu boyband di agensi kita.” Aku memusatkan pandanganku kearah yeoja yang baru saja membawakan makanan untukku. Dia adalah asisten yang selalu membantu keperluanku.

“Apa katamu? Aku tak pernah menandatangani kontrak dengan mereka.”

“Pd-nim yang mekakukannya, ia hanya mengatakan untuk ucapan perpisahan di dunia hiburan. Jadi… kau harus dan berkewajiban mengikuti acara itu.” aku menggigit ujung bibir bawahku. Aku semakin muak dengan kehidupan yang selalu diatur. Harus begini harus begitu tidak boleh ini tidak boleh itu.

“Siapa namja itu katamu? Jika dia orang yang saat ini berada di sebelah kamarku…” belum sempat melanjutkan yeoja di depanku sudah menyela dan memastikan bahwa bukan namja menyebalkan itu. “Siapa dia?”

“Aku kan sudah bilang bahwa dia boyband baru di agensi kami, beberapa bulan setelah kau pergi ke Amerika boyband baru debut, mereka bernama Got7.”

“Aku tidak tertarik katakana saja siapa namanya?”

“Aku tidak tahu eonni… aku hanya mendengar dia namja yang benar-benar tampan. Luar biasa tampannya, kaum hawa seperti kita pasti akan klepek-klepek di depannya.”

Aku tak berniat berlama-lama mendengarkan ocehannya, aku menyuruhnya untuk keluar setelah meletakan makanan.

Aku menuruni mobil pribadiku, berniat menemui Pdn-im di kantor. Aku sudah berada di Korea, mungkin sekitar lima jam yang lalu. Setelah aku beristirahat yang cukup untuk menemui orang tua itu. Aku memasuki kantor dengan meyilakan kedua tanganku, karena memang itu adalah khasku. Ada yang menepuk bahuku dari belakang sesampaiku di lobi. Aku membalikan tubuhku, tak ada siapa-siapa. Aku mengarahkan mataku kearah bawah, sudah ada sosok namja tampan yang tersenyum padaku. Aku mendengus pelan melihatnya melakukan hal itu.

“Noonha anyeong…” sapanya sembari berdiri. Dia merangkul lenganku untuk menduduki sofa di lobi. “Apa yang mebuatmu datang kemari?”

“Wae? Aku adalah artis disini apa aku tidak boleh datang kesini?”

“Bukan itu maksudku, hei… kau ini benar-benar yeoja yang sensitif. Pasti ada sesuatu untuk dikomplainkan?” aku hanya memiringkan bibirku. “Noonha… noonha… sekarang aku sudah menjadi artis, impianku tercapai.” Namja ini semakin merangkul lenganku dengan erat. Sebenarnya bukan itu yang ingin diucapkan padaku.

“Noonha aku sangat merindukanmu. Bukankah kau ingin mengucapkan itu Min Young jae?”

“Yaa… namaku bukan Min young jae tapi Choi young jae.”

“Kau lahir di keluarga Min.”

“Hiiss. Ibumu sudah menikah dengan ayahku yang bermarga Choi. Jadi namamu sekarang bukan Min dae zi melainkan Choi dae zi.”

“Yaa… ibuku juga ibumu bodoh…” aku memukul kepalanya. “tapi ayahmu bukanlah ayahku.” aku menggelengkan kepala padanya yang mulai melihat geram kearahku. Namja di sampingku ini adalah adik kandungku namun kami berbeada ayah. Ibuku menikah dengan seorang namja yang memiliki marga Choi. Sebenarnya aku menolak keras, namun sepertinya eomma sangat mencintai namja itu, aku bisa berbuat apa, menolak jutaan kali pun tak akan ada gunanya. Terlebih lagi aku juga senang karena aku memiliki adik tampan seperti Young jae.

“Kenapa kau ingin menemui Pd-nim?”

“Seperti yang kau bilang tadi, pasti akan ada yang aku berdebatkan dengannya.”

“Kau akan menolak Wgmkan?”

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Siapa lagi yang akan menolak si tampan hyungku kalau itu bukan dirimu. Ketika Jack hyung mengatakan bahwa yeoja yang akan dipasangkan dengannya menolak aku sudah tahu pasti itu dirimu. Noonha… kau terlalu setia dengan pacarmu itu, apa kau tahu bahwa dia juga akan setia sepertimu. Sampai kapan kau akan menyembunyikan cintamu itu dari publik?”

“Sebentar lagi akan berakhir.”

“Harusnya kau itu mengenalkannya padaku dan keluarga. Oh tidak… sudah berapa lama kau berpacaran dengannya! Sudah hampir enam tahun dan aku tidak tahu siapa bajingan yang sudah membuatmu meninggalkan keluarga di Mokpo.” aku menjitak kepala Young jae yang semakin kurang ajar. “Noonha… dulu kau …” aku berdiri tentunya masih ingin mendengar lanjutan yang akan dilontarkan Young jae, namun sampai saat ini aku tak mendengar apa-apa darinya.

“Kapan kau akan pergi ke dreamconcert?” tanyaku tanpa melihat kearahnya.

“Wae?” aku tidak menjawabnya melainkan pergi meninggalkannya. “Kenapa? Apa kau akan datang ke dreamconcertku? Jika kau melakukan itu kau akan menghancurkannya.” Aku menghentikan langkahku tepat di tengah lobi, aku melihat heran kearah adikku yang sedang berjalan mendekatiku. “Jangan melihatku seperti itu? Fansmu jauh lebih banyak dari pada fans Got7 mungkin saja mereka akan sibuk memerhatikanmu ketimbang boybandku.

“Apa yang membuatmu datang kesini?”

“Aaah… saat ini aku menjadi pelatih vocal untuk anak-anak trainee.”

“Heol… adik tampanku yang berbakat ini sudah berkembang rupanya.” Dia terus menceritakan pengalamannya selama menjadi trainee dan debutnya. Saat ini aku tak mendengarkannya, karena di layar lobi memutar sebuah lagu. Meskipun begitu aku masih melihat kearahnya yang terus mencerocos seperti burung beo.

“Lihat itu boybandku.”

Aku melihat sepintas kemudian memusatkan pehatian kembali pada layar, aku terus melihat namja-namja yang menari-nari di dalam kelas dengan menggunakan bawahan berwarna biru..

“Siapa itu?” tanyaku penuh dengan penekanan.

“Apa maksudmu? Itu aku, apa disitu aku sebegitu tampannya sampai-sampai kau tidak mengenaliku…”

“Bukan kau… yang memiting seseorang.”

“Aaah sudah pasti kau akan tertarik dengannya. Rupanya kau belum melihat siapa yang akan jadi pasanganmu di Wgm, dialah orangnya. Namja yang memiliki wajah tampan yang juga disukai oleh kaum hawa.” adikku ini memang suka sekali berbicara. Aku mendengus kesal karena dia tak kunjung memberi tahu nama namja berambut hitam itu. “Dia adalah Jackson hyung, pantas saja kau menolak karena kau belum melihat orangnya.” Aku membelalakan mataku tak percaya. “Dia member terakhir di boybandku, dia juga datang dari Hongkong.”

“Mwo?”

“Aaah pasti kau tidak akan mampu menolak ketampanannya.”

Bersambung…

2 thoughts on “Singing Got Better Chapter 1

  1. Oh jadi ceritanya jackson salah paham gitu ya thor? :D wah keren keren. Apalagi entar mereka jadi couple di wgm. Next dong thor yang cepet :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s