Singing Got Better Chapter 2

IMG_20150724_211037

Pinginnya oneshoot tapi jadinya trilogi mian mian

*

Title: Singing Got Better

Author: Kim Jaemi

Cast: Jackson (Got7)

*Min Daezi (Author chingu)

*Min Yoongi (Bts)

Support Cast: Find them when you read it!!

Genre: Romance

Length: Trilogi

Disclaimer: No Copas!! No Plagiarism! Happy reading guys ^^ #PeaceUp&V

#Before

“Aaah sudah pasti kau akan tertarik dengannya. Rupanya kau belum melihat siapa yang akan jadi pasanganmu di Wgm, dialah orangnya. Namja yang memiliki wajah tampan yang juga disukai oleh kaum hawa.” adikku ini memang suka sekali berbicara. Aku mendengus kesal karena dia tak kunjung memberi tahu nama namja berambut hitam itu. “Dia adalah Jackson hyung, pantas saja kau menolak karena kau belum melihat orangnya.” Aku membelalakan mataku tak percaya. “Dia member terakhir di boybandku, dia juga datang dari Hongkong.”

“Mwo?”

“Aaah pasti kau tidak akan mampu menolak ketampanannya.”

Singing Got Better Chapter 2

—DUNIA YANG PENUH SANDIWARA—

Segera aku melangkahkan kaki menuju Pd-nim, di dalam ruangannya aku benar-benar marah aku tak bisa mengontrol diri sendiri.

“Bukankah itu keuntungan buatmu, kalian bisa mempublikasi hubungan kalian. Asal kau tahu saja seorang bintang hanya pantas untuk bintang. Setidaknya aku ingin membantumu.”

“Mwo? Bukankah dari awal aku tidak ingin terlibat dalam dunia seperti ini? Kenapa kau mengajaknya bergabung padahal kau tahu kontrakku akan segera berakhir?”

“Itulah trik, aku tidak ingin kehilanganmu sebagai actrisku.” aku melangkah pergi ke ruang latihan para trainee. Aku berniat menemui Young jae agar dia mengantarku ke dormnya.

“Aku tidak bisa noonha, kau tau sekarang aku sibuk.” ungkapnya.

“Kalau begitu beritahu saja dimana dormmu?” seketika Young jae memberitahu dimana tempat tinggalnya.

Aku menancap gas dengan kecepatan tinggi menuju alamat yang diberikan adikku. Setibanya disana aku memencet bell rumah yang tidak terlalu besar namun cukup luas. Rumah ini dulu sempat aku tempati, sebelum aku pindah ke apartemen.

#Author *Pov*

Dae zi menancap gasnya, ia mengemudikan mobil dengan tak aturan layaknya seorang pembalab yang kalab. Sesampainya di alamat yang di tuju segera ia menuruni mobil pribadinya yang berwarna merah tanpa mengunci terlebih dahulu. Rupanya apa yang dilihatnya di lobi tadi membuatnya tak bisa mengingat hal-hal semacam mengunci mobil. Wajah kesal serta kecewa terpapar dengan jelas di wajahnya. Rasa-rasanya ia siap membunuh siapapun yang menghalangi langkahnya dengan sekali tatapan.

Ia memencet bell rumah, sosok laki-laki membukakan pintu untuknya. Laki-laki itu tercengang melihat siapa yang datang ke dorm mereka.

“Oh sunbae, apa yang membuatmu datang kemari?” tanyanya girang.

“Kau bernama Jr kan? Apa namja bernama Jackson berada di dalam?” raut wajah Jr seketika berubah, dalam pikirannya terlintas kenapa semua yeoja selalu mencari Jackson.

“Aah si Jackson…” Jr sengaja berlama-lama agar bisa mengobrol dengan sunbaenya yang hampir tak pernah sekalipun bertatap muka. Mendengar namanya disebut, segera Jackson keluar dari dalam kamarnya. Ia berdiri terkejut tak percaya dengan siapa yang mendatangi dorm mereka. Dae zi sendiri masih berdiri dengan tatapan marah yang tak terelakan lagi. Tatapan yang hanya diluncurkan untuk seorang namja tampan yang berada di beberapa meter depannya, bahkan ia tak lagi menghiraukan Jr yang berdiri tepat di depannya.

“Wae irae?” Dae zi mulai mengajukan pertanyaan yang setahun belakangan ini berada di benaknya. “Aaah… mengenai pesan dan teleponku, kini aku tahu jawabannya apa. Rupanya kau sibuk menjadi trainee untuk meyiapkan debutmu.”

Saat ini Jr tengah bingung, ia tidak tahu mengarah kemana pembicaran yeoja dan namja yang tengah saling tatap satu sama lain.

“Yaa Jr-a pergi!” titah Jackson dengan nada dingin membuat Jr tersentak kaget, mana mungkin ia akan pergi mengingat ia selalu sibuk mencari info tentang artis di sampingnya. “Ga…” tambah Jackson dengan meninggikan suaranya.

Jackson berjalan mendekat kearah Jr yang tersentak dan Dae zi yang berkaca-kaca. “Dia akan menjadi pasanganku di Wgm.” jelasnya.

“Aaah… kalau begitu kau akan menolak Jacksonkan sunbae..?” Belum sempat melanjutkan Jackson sudah meraih tangan Dae zi untuk pergi dari dorm. Jackson membukakan pintu untuk yeoja yang benar-benar marah. Ia sendiri juga tak kalah marahnya. Segera ia menancap gas dengan tanpa tujuan. Dae zi melihat kearah depan, sedangkan Jackson mengemudi dengan kecepatan tinggi, seakan-akan mereka berdua siap untuk bertemu maut.

“Kenapa kau lakukan semua ini?” tanya Jackson memecah keheningan yang sedari tadi tercipta.

“Harusnya aku yang bertanya.” mendadak Jackson membanting setir kemudian menepikan mobil. Tak ada satu pun orang yang akan mempertontonkan pertengkaran mereka bahkan Jr sekalipun, karena saat ini mereka tengah dikelilingi oleh hutan. Jarang orang melewati jalanan yang sepi itu.

“Di saat kontrakku akan berakhir, kenapa kau malah menjadi artis?” Dae zi menatap tajam kearah Jackson, tentunya dengan tatapan marah yang tak terhindarkan.

“Aku rasa kau tahu jawabannya.” jawab Jackson tanpa melihat kearahnya.

“Mwo? Jadi selama ini aku sibuk menunggu balasan pesan darimu karena ini? Tak satupun pesanku yang kau balas, tak satupun panggilanku yang kau angkat, karena kau sibuk menjadi trainee?”

“Jangan berpura-pura, aku sudah tahu seperti apa scenario yang akan kau buat.” Jackson mengarahkan tatapan kebencian pada yeoja yang saat ini juga menatapnya.

“Cah… apa kau tahu akulah yeoja yang akan jadi pasanganmu di Wgm?”

“Tentu saja aku tidak tahu, aku dengar yeoja itu menolak.”

Dae zi menitihkan air matanya, ia tak habis pikir dengan namja di sebelahnya. Air mata yang menitih sudah tak terhitung lagi. Ia juga membuka mobil kemudian keluar. Ia menjongkokan diri sembari menangis sejadi-jadinya. Jackson mencoba mendekatinya namun yeoja itu mendorong dan mengatakan untuk tidak menyentuhnya.

“Aku tidak pernah mengikuti acara seperti itu, kau tahu karena apa? Karenamu, KARENAMU…”

“Kau tahu betapa jahatnya dirimu itu Daezi-a, kau biarkan aku menunggumu tanpa kabar sedikitpun. Aku memang berniat menjadi artis agar kau melihatku, agar kau melihat betapa sedihnya aku yang kau khianati. Bagimana aku tidak marah melihat undangan yang berada di kotak surat rumah kita. Sebuah undangan yang bertuliskan namamu dan namja lain.” Jackson mulai menitihkan air mata, namun cepat-cepat ia mengusapnya.

“Surat undangan? Bertuliskan namaku dan namja lain? Dan kau percaya! Apa kau meragukanku? Jika aku menikah pasti itu hanya denganmu seorang, menurutmu kenapa aku bertahan denganmu selama bertahun-tahun kalau pada akhirnya aku akan menikah dengan namja lain. Kau bilang tak pernah mendengar kabarku, apa kau mengganti nomor ponselmu? Lupakan! Aku ingin pulang.” Dae zi memasuki mobil, sepanjang perjalanan susana hening tercipta diantara mereka berdua. Tak satupun dari mereka mau mengawali pembicaraan.

“Aku akan menerima acara tersebut, setelah itu… aku akan mengucapkan selamat tinggal padamu Wang Jackson. Selamat datang di dunia yang penuh dengan scenario.” ucap Dae zi sesampainya di rumah yang tadi didatanginya, setelahnya ia segera menancap gas.

@Wgm

Dalam acara yang memang sudah lama direncanakan oleh Jyp, Jackson dan Dae zi terlihat dingin satu sama lain. Acara demi acara sudah dilaksanakan, mereka berdua benar-benar hebat dalam beracting. Saat ini mereka tengah bercumbu mesra di depan kamera, seakan mereka tidak mengingat lagi pertengkaran yang terjadi beberapa hari lalu.

“Waah… Nona Dae zi benar-benar terlihat menikmati ciuman itu, aku kira dia akan menolak scenario yang ku berikan padanya.” Ucap produser Wgm terlihat senang.

#Suga *Pov*

Manager memintaku untuk pergi ke acara Wgm mengantar surat yang entah berisi apa. Aku Min Yoongi seorang trainee di Bighit entertainment, anak-anak biasa memanggilku Suga. Byun shik pd-nimlah yang memberi nama itu padaku. Di perjalan menuju kantor Wgm aku masih memikirkan boybandku. Kapan aku bisa debut? Pertanyaan itu selalu mengganggu pikiranku. Aku memang sudah pernah perfome dengan kedua member lain, tapi itu belum dikatakan debut. Kami masih beranggotakan enam orang, aku dengar akan ada satu member lagi yang bergabung. Saat ini Jung kook, Jimin dan J-hope tengah membuat video cover milik Wizz kalifa. Member terakhir masih dirahasiakan. Oh tuhan aku harap, kami segera debut.

Bruukk

Aku menabrak seorang yeoja yang terlihat bersedih, bukankah itu Min dae zi.

“Juisonghabnida.” ucapku dengan membungkukan tubuh, yeoja itu hanya melihat sepintas kearahku sembari menyilakan kedua tangan. Aku melihat punggungnya yang terbalut blazer, yang juga melangkah pergi menjauh. Aku menghembuskan nafas, memang sudah biasa seorang trainee mandapat perlakuan seperti itu.

Aku melanjutkan perjalananku menuju ruang produser lalu memberikan sebuah amplop padanya. Aku membungkukan tubuh sekali lagi kemudian melangkah keluar.

Di ruang latihan trainee aku dan kelima member tengah menyantap makan malam kami. Di saat itu pula member baru datang, ia bernama Kim tae hyung. Seorang pemuda tampan, yang benar-benar tampan. Aku senang karena kami sama-sama berasal dari Daegu. Awalnya aku mengira dia namja yang pendiam, namun setelah lama mengenalnya dia bukanlah namja yang pendiam melainkan namja tolot yang cerewet. Kami sudah beranggotakan tujuh, apa lagi yang ditunggu?

“Kalian akan segera debut, aku harap kalian bisa bersabar. Tae hyung mulai sekarang namamu adalah V, kau sudah banyak berkembang, tapi juga masih banyak kekurangan. Rapmonster aku tahu kau member terlama di Bihgit, perbaiki menarimu.” ucap Byun shik pd-nim, kami mengangguk pelan. Sebelum beliau meninggalkan ruangan kami telah membungkukan tubuh kami terlebih dahulu.

#Jackson *Pov*

Rasanya aneh melihatnya tertidur di sofa dengan berselimutkan jas tebal. Aku berniat membawanya ke kamar, meskipun dirinya menjadi pasanganku di Wgm tak sekalipun dia mau berbicara padaku di luar scenario. Ini semua membuatku bingung harusnya aku yang marah padanya, kenapa malah kebalik? Setelah aku berhasil mengangkatnya, segera aku membawanya ke kamar yang memang sudah di persiapkan untuk peserta. Belum sempat membuka pintu kamar, yeoja itu sudah membuka matanya. Ia menjatuhkan diri dari gendonganku kemudian menamparku.

“Jangan pernah menyentuhku!” ungkapnya dengan menatap tajam kearahku. Ia membuka pintu kamar lalu menguncinya dari dalam.

Sudah hampir seminggu setelah acara Wgm. Aku tak pernah lagi bertemu dengan Dae zi di kantor. Apa dia pergi keluar negeri lagi? Aku melihat Jr tengah mendudukan diri dengan menopang dagu. Wajahnya kusut muram, seolah-olah baru saja mendengar berita duka. Aku tak berniat menanyakan sesuatu padanya, aku sendiri tengah memikirkan sesuatu. Sesuatu yang membuat kepalaku ingin pecah jika aku terus memikirkannya.

“Yaa Choi youngjae! Kau pasti sudah tahukan jika Dae zi sunbae keluar dari agensi?” ungkap Jr menuntut penjelasan. Youngjae tak menjawab ia hanya menggidikan bahu lalu kembali dengan aktifitasnya memandangi layar ponsel.

#Dae zi *Pov*

Aku duduk seorang diri di suatu tempat yang sunyi, tak ada seorangpun disini. Aku hanya mendengar suara binatang malam. Tanpa terasa air mataku terjatuh, mengalir dengan deras. Luka yang tak ada obatnya, sakit yang tak ada penawarnya. Harapan hanyalah tinggal kenangan, kehidupan indah yang ingin kulalui bersamanya hanya tinggal angan-angan. Menjadi ibu bagi anak-anaknya hanyalah sebatas rencana. Di Daegu kota yang sangat panas pada musim panas, di situlah saat ini aku berada. Semua orang tengah menuju ke pusat kota untuk menikmati festival Dongseongno. Sebuah festival wajib yang diadakan di bulan mei, terdapat berbagai pertunjukan dan penampilan para artis. Itulah sebabnya aku lebih memilih menyendiri di Taman Duryu yang seluas 170 km, dilengkapi dengan berbagai macam arena permainan, gedung pertunjukan dan pameran seni serta outdoor music hall. Biasanya di tempat ini sangatlah ramai namun karena di jalan Dongseongno tengah diadakan festival tempat ini menjadi sepi. Itu jauh lebih baik karena aku bisa bebas berekspresi. Di temani dengan beberapa bir kaleng aku melihat bintang, menghirup nafas kemudian mengeluarkannya dengan kencang. Berharap beban ini segera terlepas dari hatiku, tapi apa daya aku sangatlah mencintainya. Kenapa dia memasuki dunia yang penuh dengan sandiwara? Lagi-lagi aku memejamkan mata, sudah tak terhitung butiran air mata yang menitih. Mungkin saja mataku saat ini bengkak akibat terlalu lama menangis, hidungku yang merah membuatku terlihat seperti badut. Bir kaleng kosong berserakan di bawah bangku yang kududuki, tak terhitung jumlahnya. Aku sudah meminum habis semua bir kalengku, kepalaku benar-benar berat aku rasa aku mulai mabuk. Aku tersenyum pada bintang sembari berkata “Kau terlihat indah dari jauh padahal kau tak seindah kenyataannya.”

#Suga *Pov*

Menunggu apa lagi agensi itu? Aku benar-benar khawatir tak bisa debut. Aku sudah lama menjadi trainee di Bighit entertainment, bahkan kami juga sudah memiliki beberapa lagu. Lalu apalagi yang ditunggu?

“Yaa seuta (bintang)! Apakah sesulit itu mendapatkanmu?” Di saat yang sama ada yang mengucapkan kata bintang. Namun lebih terdengar seperti dia tengah mengumpat bintang. Aku mencari kearah sumber suara, apa di Taman Duryu ada hantunya? Heii… mana mungkin, tempat ini adalah tempat favoritku. Setelah aku merasa lelah dan frustasi menjadi seorang trainee aku memutuskan untuk kembali ke Daegu tempat asalku untuk beberapa hari. Aku merindukan kampung halamanku ini, tempat yang sudah aku tinggalkan beberapa tahun lamanya. Setiap kali aku pulang ke rumah aku selalu mendapat cemooh dari tetangga-tetangga karena belum juga debut. Aku anggap semua itu hanya tantangan yang harus aku jalani.

Setelah beberapa menit menelusuri taman aku melihat seorang yeoja tengah menunjuk-nunjuk bintang yang bersinar paling terang. Sepertinya yeoja itu tengah mabuk berat. Aku juga melihat di bawah bangku terdapat banyak sekali bir kaleng. Apa dia menghabiskan semua bir kaleng itu. Aku menghampirinya hendak menanyakan apa dia baik-baik saja.

“Eoh Dae si sunbae.” Aaah ini bukanlah di dunia entertain jadi aku tak perlu memanggilnya sunbae.

#Author *Pov*

Seorang yeoja terbangun dari minuman yang memabukan semalam. Kepalanya sedikit pusing, ia menyadari bahwa ia berada dalam kamar yang asing di matanya. Sebuah kamar yang berukuran mungkin empat kali lima meter dengan kasur lipat yang saat ini ditidurinya. Jendela kayu yang terbuka sedikit membuat cahaya menyringai masuk. Ia mencoba untuk mengingat-ingat kejadian semalam, namun semuanya sia-sia. Minuman itu membuatnya melupakan segalanya di malam hari itu, tak satupun ia mengingatnya.

Selang beberapa menit seorang wanita paruh baya memasuki kamar dengan sopan. Ia membawakan semangkuk sup haejangguk, sebuah sup yang terbuat dari iga babi, kubis yang dikeringkan, darah sapi yang sudah membeku, ebi atau udang yang dikeringkan serta beberapa jenis sayuran.

“Ahjumma apa yang terjadi padaku?” tanya Dae zi yang tak kalah sopannya.

“Kemaren malam anak laki-laki saya menemukan nona sedang pingsan di Taman Duryu. Nona terlalu banyak minum, makan ini agar pusing di kepala nona segera hilang.”

“Apa itu?”

“Ini adalah sup Haejangguk.”

“Aah Juisonghabnida saya tidak bisa memakan makanan itu ahjumma, karena di dalamnya terdapat daging babi. Saya alergi dengan daging babi, di dalamnya juga terdapat darah sapi yang sudah di bekukan saya tidak menyukainya. Maafkan saya ahjumma.”

Wanita paruh baya itu tak mempermasalahkannya, ia malah menyuruh Dae zi untuk istirahat kembali dan akan menyiapkan sarapan untuk yeoja yang sedari tadi memegangi kepala.

Di meja makan lesehan segi empat, laki-laki berkulit putih bermata sipit meminta pada ibunya agar menyiapkan makanan untuknya. Ibunya menyuruhnya agar membangunkan yeoja yang tengah menempati tempat tidurnya. Suga mengetuk kamar yang jelas-jelas adalah kamarnya, ia membuka kamar dengan sangat pelan. Seorang yeoja tengah memejamkan mata di jendela sembari membiarkan sinar matahari merambat lurus mengenai wajahnya.

“Yoongi!” Panggil ibunya karena anaknya tak kunjung juga kembali.

“Aah ne eomma.”

Dae zi membuka mata, ia membalikan tubuh pada seorang namja yang tengah berdiri. (Sebelumnya rasa kagum akan kecantikan yeoja di jendela itu membuatnya tak bisa berkata. Di tambah sinar matahari yang juga memperjelas wajah yeoja itu).

“Nona, ayo kita makan bersama!” Suga pernah mendengar bahwa yeoja yang diajak berbicara adalah yeoja yang dingin yang tak peduli dengan ajakan orang lain.

“Kau sugakan?”

Bersambung…

2 thoughts on “Singing Got Better Chapter 2

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s