One-Sided Love (Part 12)

picanta_psd820775_by_picanta-d7ke1w0

Tittle : One-Sided Love
Length : Chaptered
Rating : T
Genre : Romance, Drama
Author : yhupuulievya
Cast : Xi Luhan, Kim Jongin, Choi Ahri, Song Hera, and many more
Disclaimers : This Fanfiction is absolutely mine but the cast belong to themselves. Don’t ever plagiarize it.
Note : If you have some questions, feel free to mention me at @yhupuulievyaa

Apakah kau pernah berfikir, mengapa kita sering jatuh cinta pada orang yang salah?
Karena, kita tidak bisa memilih kepada siapa kita ingin jatuh cinta.
Hati, keinginan dan logika memang sering tak sejalan. Lalu mengapa Tuhan mempertemukanmu dengannya?
Tentu saja, Karena Tuhan mempunyai rencana lain yang tak pernah kau ketahui.
Everything happens for reason, right?

Hallo, maaf atas keterlambatan posting yang super sekali, tadinya aku ga bakal lanjut karena udah keburu end di blog pribadi. Tapi akhirnya aku mutusn buat ngepost sampai end.

Chapter sebelumnya bisa baca disini : 11 | 10 | | 8 | 7 | 6 | 5 | | 3 | 2 | 1 |

**

CHAPTER 12
(Graduation Day)

Ahri melepaskan mantel hangatnya saat memasuki aula dan segera duduk disebelah Sehun. Waktu rasanya berjalan begitu cepat, musim dingin akan segera berakhir mengingat pertengahan bulan Maret nanti musim semi akan segera datang.

“Rasanya waktu terlalu cepat berlalu” Ahri berbicara pada Sehun yang sedari tadi nampak murung

“Hmm, aku merasa baru saja berteman dengan mereka dan hari kelulusan sudah tiba begitu saja”

Sehun mengalihkan tatapannya pada Chanyeol, Kai dan Luhan yang duduk dibagian depan bersama para senior lainnya. Mendengar uacapan Sehun, wajah Ahripun berubah sedih, ia masih ingat bahwa setelah lulus, Luhan akan pergi ke Paris untuk belajar meneruskan bisnis keluarganya, itu berarti Ahri tidak bisa bertemu dengan namja itu setiap saat seperti biasanya.

“Itu benar” Ahri menunduk lemah dan Sehun menyadari itu

“Hey.. meski mereka akan segera lulus, masih ada aku disini”

Ahri tersenyum mendengar ucapan Sehun, akhir-akhir ini ia merasa begitu dekat dengan namja itu karena saat Luhan dan yang lainnya sibuk untuk persiapan ujian akhir, namja itu bersedia menemaninya. Benar-benar sosok teman yang baik, walau kadang tingkahnya kekanakan dan sedikit nakal.

Ahri dan Sehun kini tampak fokus pada kepala sekolah yang tengah memberikan pidatonya, setelah itu beberapa perwakilan siswa naik kepodium untuk mendapatkan piagam kelulusan. Hal selanjutnya yang dilakukan adalah Song-sa dan Dap-sa. Song-sa adalah pidato berdurasi lima menit yang disampaikan oleh perwakilan adik-adik kelas. Isi pidatonya mengenai kesedihan mereka atas kepergian senior mereka yang lulus, janji untuk bertemu lagi, dan janji untuk melakukan yang terbaik sepeninggalan kakak kelas mereka. Setelah itu, saatnya Dap-sa..

Ahri tersenyum lembut begitu melihat Luhan naik kepodium dan melihat kearahnya. Namja itu berbicara dengan sangat baik didepan sana, ia menyampaikan rasa sedih sekaligus rasa bangga akan sekolah tercintanya ini, tak lupa ucapan terimakasih diucapnya dengan sopan kepada para guru. Semua orang yang ada di aula kini bertepuk tangan saat Luhan menyelesaikan pidato kelulusannya.

Beberapa jam telah berlalu dan acara kelulusan sudah hampir berakhir, para siswa kini menyanyikan lagu kelulusan yang cukup sedih serta lagu himne sekolah yang sudah begitu melekat diotak setiap siswa Seoul High School. Hal selanjutnya yang dilakukan adalah penutupan dan sekarang, setiap orang disini sudah boleh berfoto dan merayakan kelulusan mereka dengan teman, guru ataupun keluarga.

Ahri dan Sehun segera berjalan dan menghampiri Luhan, Kai dan Chanyeol. Mereka berjalan keluar dan mulai mengambil beberapa foto sebagai kenang-kenangan

“Aku seharusnya tidak mengatakan ini, tapi wajahmu terlihat menyedihkan Sehun-ah” Kai terkekeh pelan diikuti Chanyeol dan Luhan

“Kau sedih, hm? Kau pasti benar-benar merasa kehilangan tapi tenang saja, kapanpun kau merindukan kami, kau masih bisa menghubungi kami atau mengirim pesan singkat” Chanyeol menepuk pundak  Sehun

“Siapa yang bilang aku merasa kehilangan kalian, huh? Aku hanya sedikit kesal karena setelah ini, aku tidak punya teman untuk pergi clubbing lagi. Kau tau sendiri, aku tidak mungkin mengajak Ahri”

“Tentu saja, karena aku akan menghajarmu jika kau berani mengajak Ahri ke Club malam” Luhan bercanda  pada Sehun

“Posesif sekali”

“Kalau begitu, aku hanya akan mencari teman baru” Sehun memutar bola matanya dan mereka semua tertawa

Ahri mempoutkan bibirnya

“Apa hanya aku dan Sehun saja yang merasa sedih? Sepertinya kalian sama sekali tak keberatan untuk berpisah dan meninggalkan kami. Kajja Sehun-ah kita temukan teman baru saja, seseorang yang lebih peka” Ahri dan Sehun hendak pergi namun Luhan menahan tangan gadisnya

“Hey, kau sensitif sekali Ahri. Aku hanya bercanda” Luhan menatap Ahri lekat

“Bercanda? Aku dan Sehun terus membicarakan tentang kalian dan berfikir bagaimana jadinya jika kita yang selalu pergi berlima pada akhirnya hanya tinggal aku dan Sehun. Itu membuatku sangat sensitif dan gege harus mengerti itu” Entah mengapa suasana disana berubah canggung begitu Ahri tiba-tiba meneteskan air matanya

“Maaf, aku hanya terlalu sedih” Ahri menghapus air matanya

Luhan tersenyum lembut lalu memeluk gadis itu.

“Kau tidak perlu khawatir Ahri-ya, seperti yang Chanyeol katakan tadi, kita masih bisa saling berbicara lewat telpon, webcam atau pesan singkat. Aku pasti akan selalu menghubungimu. Walau aku harus pergi ke Paris nanti. kau harus tau, aku hanya menyukaimu”

“Errrr.. sejak kapan kau berlebihan seperti itu Luhan? cheesy Luhan” Chanyeol melontarkan candaanya, membuat semua orang tertawa dan suasana kembali cair seperti semula

“Baiklah.. kita akan bertemu lagi nanti malam, aku sudah membooking restoran untuk perayaan kita”

“Sekarang aku harus segera pulang, Appa bilang ada beberapa hal yan harus ia bicarakan denganku” Tambah Kai

“Tapi sepertinya aku akan sedikit terlambat”

“eh? Waeyo?” Ahri bertanya lebih lanjut pada Chanyeol

“Eomma bilang dia ingin mengenalkanku dengan seseorang”

“Wow, perjodohan?” kini Sehunlah yang bertanya

“Entahlah, tapi jika aku tak menyukai gadis itu aku akan segera mematahkan hatinya” Chanyeol kembali tertawa namun mereka semua tau, namja itu hanya bercanda

“Kenapa kau sok sekali hyung? Bukankah kau sama sekali tidak punya pacar? Jadi lebih baik kau menyetujuinya” Ucapan Sehun kini membuat Chanyeol terdiam dan semua orang tertawa

“Baiklah baiklah, kita akan membicarakan ini lagi nanti. Aku benar-benar harus pergi sekarang” Kai membuka jaket almamaternya lalu segera berjalan pergi

“Annyeong Kai!”

Ahri berteriak dari jauh, membuat Kai kembali menengok kebelakang dan tersenyum pada gadis itu.

~Jika saja dua tahun yang lalu aku datang kepertemuan itu, apa ceritanya akan berbeda?

Kai tersenyum lemah lalu memandang sebuah gantungan teddy bear yang menggantung diponselnya, ia lalu kembali berjalan.

***

Kai kini beranjak duduk didepan ayahnya menunggu kalimat yang hendak disampaikan padanya

“Sepertinya kau tidak melakukan yang terbaik selama tiga tahun ini. Apa kau bersenang-senang setiap saat?”

“Bukankah masa remaja memang waktu yang tepat untuk bersenang-senang? lagipula aku masih ingat kata-kata appa, kau bilang aku bebas melakukan apapun karena aku tidak perlu mengurusi bisinismu lagi”

“Dan kau benar-benar melakukannya? Bagus sekali, bahkan kau banyak membolos. Seharusnya aku mengeluarkanmu sedari dulu dan benar-benar mencoret namamu dari daftar pewaris”

“Benar-benar mencoret namaku? Kau sudah melakukannya dua tahun yang lalu appa, kata-katamu sangat membingungkan”

Kyuhyun menghembuskan nafas beratnya, anak ini kadang membuatnya frustasi

“Dengarkan baik-baik Kai, karena aku hanya akan mengatakannya sekali, dua tahun lalu aku tidak benar-benar mencoret namamu, Kau tetap tertulis sebagai pewaris utamaku. aku memang memperkenalkan Suho disana, namun sebagai CEO dari cabang perusahaanku di New York. Setelah aku mengatakan itu, aku berpikir mungkin kau akan menyesal dan mulai memperbaiki kesalahanmu. Namun aku salah besar untuk berharap kau bisa bangkit dan belajar dengan benar lalu datang padaku untuk membuktikan bahwa kau adalah seseorang yang mampu untuk diandalkan”

“Kau benar-benar membuat appa kecewa Kai”

Kai hanya terdiam, ucapan appanya tadi seperti memukulnya telak, ia tak pernah tahu akan hal itu dan ini cukup membuatnya menyesal

“Aku memberikanmu kesempatan terakhir Kai. Belajarlah dengan benar di Paris, appa sudah menyiapkan tiket keberangkatanmu, kau bisa pergi dengan Luhan dan…”

“Jika kau mengecewakanku lagi, aku akan benar-benar mencoret namamu kali ini”

Kyuhyun meletakan passpor, tiket pesawat dan beberapa dokumen dimeja, setelah itu ia beranjak dari duduknya dan berjalan pergi. Kai hanya terdiam, lalu beberapa saat kemudian senyuman terkembang dibibirnya, andai ia tahu bahwa appanya tak benar-benar mencoretnya ia mungkin akan belajar dengan sungguh-sungguh, tapi apa daya? Kini ia sudah lulus dan apa yang harus dilakukannya sekarang hanyalah fokus dan membuktikan bahwa ia layak tertulis sebagai pewaris utama.

“Terimakasih” Kai berucap tulus pada appanya namun Kyuhyun hanya menengkok kebelakang dan melanjutkan langkahnya lagi.

***

Chanyeol’s manssion

07:00 PM

Chanyeol memandang siluetnya dicermin lalu merapihkan dasinya. Ia tersenyum bangga saat melihat figurnya yang sempurna terpantul dicermin yang berada tepat didepannya. Beberapa jam yang lalu Eommanya memberitahu bahwa ia harus datang ke restoran yang sudah disiapkan dan menemui gadis bernama Hana.

Chanyeol menghembuskan nafasnya, ia baru saja menyukai seorang gadis beberapa bulan yang lalu dan belum sempat ia mengutarakan perasaannya, eommanya sudah menjodohkannya dengan gadis lain. Hidup ini memang menyedihkan, seringkali apa yang terjadi tak sesuai dengan apa yang diharapkan terutama untuk orang-orang seperti mereka yang berasal dari keluarga berada. Segala sesuatu dalam hidupnya sudah ditentukan, masa depan, perjodohan dan hal lainnya. Itu mengapa Chanyeol lebih sering menghabiskan waktunya bersama Kai dan Sehun untuk pergi bersenang-senang karena setelah ini, ia harus mulai serius kedepannya.

Chanyeol turun dari mobilnya dan memasuki sebuah restoran. Di meja paling ujung seorang gadis dengan rambut diikat keatas dan gaun hitam berlengan pendek kini duduk membelakanginya. Tanpa lama-lama, namja itu segera menghampirinya

“Ekhm.. kau pasti Ha…” Chanyeol menghentikan ucapannya begitu melihat sosok yang duduk didepannya sekarang adalah gadis yang begitu ia kenal

“Hera? Apa yang kau lakukan disini?”

“Dan apa yang kau lakukan disini?”

Mereka berdua tampak terkejut karena situasi yang tak terduga tiba-tiba terjadi begitu saja

“Ibuku mengatakan aku harus menemui seseorang disini, tapi dia bilang nama namja itu adalah Channie dan aku tidak tau kenapa kau datang kemari”

Chanyeol hampir tertawa terbahak jika saja ia tak menahannya

“Channie adalah nama kecilku, Eomma masih sering memanggilku seperti itu dirumah” Hera mengernyitkan dahi

“Eomma juga menyuruhku datang kesini untuk menemui gadis bernama Hana dan …”

“Ini membingungkan, sebentar” Chanyeol mengambil ponselnya dan mendial nomor ibunya

~Yeobseo

~Umma, sebenarnya gadis yang harus aku temui itu siapa

~Aigoo Channie, umma sudah mengatakannya berapa kali, dia adalah anak dari temanku, Hana.. namanya Hera, Song Hera

Chanyeol memandang Hera sebentar, gadis itu juga sepertinya kebingungan

~Arraseo eomma, aku akan menghubungimu lagi nanti

Tututututut

Chanyeol memutus panggilannya.

“Hera-ya, apakah ibumu adalah nyonya Hana?”

Hera menatap Chanyeol sekilas sebelum menjawab

“Ne”

Chanyeol tersenyum dan kembali berbicara untuk menjelaskan situasi mereka sekarang

“Baiklah Hera sepertinya ada sedikit kesalah pahamandisini, gadis yang harus aku temui ternyata memang kau” Chanyeol tersenyum canggung pada gadis didepannya

“Jadi kita memang benar-benar dijodohkan?” Ekspresi Hera nampak tak terbaca namun kemudian gadis itu tersenyum lembut

“Hm.. sepertinya memang begitu. Aku tidak pernah menyangka pada akhirnya aku akan bertemu denganmu disini, dalam hal perjodohan”

“Dunia ini memang benar-benar sempit”

Mereka berdua lalu terkekeh

“Baiklah Miss Hera, apa yang ingin kau pesan?”

“Well, aku akan melihat menunya terlebih dahulu. Mr….Channie”

Chanyeol tersenyum manis saat mendengar gadis itu memanggilnya dengan panggilan masa kecilnya.

***

Luhan manssion’s

07.30 PM

Ahri tengah berdiri diluar, tepatnya didepan pintu. Ia tengah menunggu Luhan yang masih bersiap untuk perayaan pesta kelulusan nanti. Gadis itu kembali merapihkan pakaiannya dan sedikit terkejut saat mendapati sepasang lengan kini melingkar diperutnya, Luhan tengah memeluknya dari belakang.

“Maaf membuatmu menunggu, kajja!” Setelah kalimat tersebut namja itu mengecup pipi Ahri sekilas dan melepas pelukannya. Kini tangannya beralih menggenggam tangan Ahri dan menuntunya masuk kemobil

“Chanyeol dan Kai sepertinya akan sedikit terlambat. Mereka masih ada urusan, tapi Sehun bilang, ia sudah sampai dan menunggu kita disana”

“Sendirian?”

“Hmmm” Luhan masih tetap fokus menyetir

“Kalau begitu kita harus cepat-cepat kesana”

“Bukankah kita memang dalam perjalanan? Kau tidak perlu khawatir Ahri, dia bukan anak kecil lagi” Luhan terkekeh

“Ah benar..”

Hening

“Luhan ge, bukankah penerbanganmu ke Paris tinggal beberapa hari lagi?”

“Hmm.. tepatnya minggu depan”

Ahri mempoutkan bibirnya

“Kau pasti akan senang tinggal Paris, karena banyak gadis berambut pirang yang cantik-cantik disana”

Luhan terkekeh

“Kau cemburu?”

“Tidak” Ahri mengalihkan tatapannya keluar dan Luhan tau gadis itu tengah berbohong

“Kau tak perlu khawatir Ahri, aku pergi kesana untuk mulai belajar menjalankan bisnis keluarga, lagipula gadis-gadis itu tak akan berani menggodaku, aku sudah punya cincin tunangan yang melingkar disini” Luhan tersenyum dan mengangkat jari manisnya

“Hm! Aku sangat mempercayaimu” Ahri membalas senyum namjanya

“Nah, kita sudah sampai”

Luhan segera turun dan membukakan pintu mobil untuk Ahri

“Kajja!”

Luhan segera memeluk pundak Ahri dan mereka kini masuk kedalam, tak menyadari dua orang gadis yang tadi sempat berpapasan dengan mereka kini memandang dengan tatapan benci.

“Bukankah yang tadi itu Luhan? Siapa gadis menyebalkan yang ada disampingnya?” Gadis dengan mantel oranye itu bertanya pada teman yang berdiri disebelahnnya

“Entahlah.. mungkin itu gadis yang dijodohkan dengan Luhan sunbae-nim”

“Dijodohkan? Pasti Luhan terpaksa menyukainya, cih!”

“Kau benar, mungkin juga gadis itu menggoda sunbae kita”

“Hmm.. gadis dari kalangan atas seperti itu biasanya hanya mengandalkan tampang saja lalu menggodanya, benar-benar murahan”

“Kau benar ! gadis-gadis seperti itu hanya punya kekuasaan, lalu menghamburkan uangnya untuk bersenang-senang dan menjerat semua laki-laki untuk jatuh kedalam pelukannya. Benar-benar murahan”

Kedua gadis itu terus bergosip dan berhenti karena ada seseorang yang kini menghampirinya

“Kai-Sunbaenim!” Keduanya berujar kompak dan berubah ceria

“Kalian tidak punya kerjaan lain, hmm? Bagaimana kalau menemaniku saja?”

“eh? Umm tentu saja kami mau” Salah satu diantara mereka berbicara dengan pipi yang bersemu merah

“Tapi bukan hanya sekedar menemani melainkan…..”

“Bersenang-senang semalaman” Kai mengedipkan matanya membuat kedua gadis itu berteriak histeris

“Kalian mau?”

“HN!” Keduanya langsung beranjak dan memeluk lengan Kai, namja itu kini menyunggingkan smirk khasnya dan melepas pelukan kedua gadis itu

“Sayangnya sekarang aku sudah tak berminat”

“EH?” Gadis-gadis didepan Kai kini nampak terkejut

“Gadis yang kalian bicarakan tadi adalah Ahri, namanya Choi Ahri bukan gadis murahan, karena yang sebenarnya murahan adalah kalian sendiri” Kai tertawa pelan

“Dan aku tidak tertarik untuk bersenang-senang dengan gadis seperti kalian”

“Sampai jumpa” Kai memasukan tanganya kedalam saku dan meninggalkan dua gadis tadi dalam kekesalan. Gadis-gadis itu merasa dibodohi olenya.

~Aigoo kenapa perempuan terlihat menyeramkan saat bergosip

Pikir Kai

***

“Cheers!” Semua orang yang ada disana kini menggenggam gelas dan bersulang

Minuman yang tertuang disana kini mengalir membasahi tenggorokan mereka

“Kai kau benar-benar akan membayar semuanya untuk kami?” Chanyeol kembali bertanya

“Tentu saja, malam ini aku yang traktir”

“Katakan!” Luhan bertanya secara ambigu membuat yang lainnya terlihat bingung

“Apa yang harus aku katakan?”

“Ayolah Kai, aku sudah mengenalmu dari dulu, jika kau terlihat bahagia seperti ini, pasti ada sesuatu yang terjadi” Luhan kembali berkata dan Kai tersenyum senang

“Ayahku ternyata tidak mencoret namaku dari daftar pewaris”

“EHHHH?” Semua orang disana tampak terkejut, kecuali Kai itu sendiri

“Appa bilang, dia akan memberikanku satu kesempatan lagi dan minggu depan aku akan berangkat ke Paris bersamamu”

“Bersamaku?” Luhan membulatkan matanya

“Yoo man!” Kai berujar sumringah

“Itu bagus Kai! ” Luhan tak kalah senangnya

“Bagaimana dengan hyung?” Sehun melirik namja jangkung yang duduk disebelahnya

“Oh eomma menyuruhku untuk mengurus bisnis keluarga di Jepang”

“Itu keren, appaku juga mempunyai cabang perusahaan di Tokyo”

“Benarkah?” Chanyeol bertanya pada Ahri

“Nde. Mungkin kita bisa bertemu saat aku mengunjungi Jepang nanti”

“Oh tentu saja Ahri, aku akan mengunjungimu di Tokyo atau kau bisa menemuiku di Hokkaido” Chanyeol terus bergumam tanpa peduli pada ekspresi Luhan yang kini sedikit berubah

“ekhm!” Akhirnya Luhan mengeluarkan suaranya

“Ayolah Luhan, apa kau juga cemburu pada temanmu?”

“Shut up Yeol!” Luhan melemparkan tatapan sinisnya, membuat semua orang tertawa termasuk Ahri

“Tentu saja, aku akan terlebih dahulu mengunjungi gege di Paris”

Kata-kata Ahri membuat Luhan tersenyum

“Kau tidak perlu terlalu sering mengunjungiku, karena setelah kau lulus aku akan membawamu dan kita bisa tinggal bersama disana” Mendengar itu, tiga sahabatnya memutar bola mata

“Jinjja?”

“Hm” Luhan mengangguk dan tersenyum begitu Ahri memeluknya sekilas

“Ck, kalian..pesanlah kamar, jangan bermesraan disini, itu membuat mataku sakit” Kai berkata dengan nada bercandanya

“Otakmu tetap saja mesum Kai!” Ahri menginjak kaki namja itu, membuatnya mengaduh kesakitan

“Sudahlah Ahri, Kai hanya cemburu karena sampai sekarang dia belum juga mempunyai pacar, haha” Timpal Sehun

“Kau harus segera menemukan pacar Kai dan perkenalkan dia pada ayahmu, sebelum kau dijodohkan” ucap Luhan

“Kalau begitu aku akan memperkenalkan Ahri pada ayahku”

~Hening, ucapan Kai sontak membuat semua orang disana beralih menatapnya tak percaya, terlebih lagi namja itu tampak tak bercanda sama sekali

“Wow Kai, itu benar-benar lelucon yang bagus! Hhahahahahaha” Chanyeol mencoba mencairkan suasana dan Kai tau namja itu hanya mengalihkan topik pembicaraan

“Itu benar! Leluconmu bagus Kai! Itu cukup membuatku kaget”

Luhan menepuk pundak sahabatnya dan disana Ahri menatap Kai saat namja itu juga menatapnya, tapi Kai tak mengatakan apapun ataupun tersenyum membuat Ahri mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu saat mereka berlibur ke Busan.

“Hey hyung, berbicara tentang perjodohan, apa kau menyukai gadis yang dikenalkan eommamu?”

Pertanyaan Sehun sontak membuat Chanyeol tersedak makanannya

“Itu benar, siapa gadis yang dijodohkan denganmu? Kau seharusnya membawa dia kesini” Luhanpun sepertinya tampak penasaran

Chanyeol tampak ragu namun tak ada alasan untuk berbohong pada mereka, lagipula Song Hera memang menarik perhatiannya akhir-akhir ini

“Oh.. dia….”

Chanyeol menghela nafas

“Song..”

“Hera”

“MWOOOOOOO?” Semua orang disana membulatkan matanya

***

Ruang Karoke

Sehun, Chanyeol dan Luhan kini mulai memilih lagu untuk dinyanyikan, setelah makan-makan sepuasnya kini mereka memutuskan untuk pergike tempat karauke. Sedangkan Kai, namja itu sepertinya tidak terlalu antusias, karena ia hanya duduk dan meneguk minumanya. Oh benar, karena sedari kecil namja itu tidak terlalu suka menyanyi, baginnya dance jauh lebih menarik.

“Hyung aku akan menyanyikan lagu EXO!” Sehun tampak begitu semangat

“EXO?”

“Ne! Kalian tidak tahu? Itu adalah boyband baru dari SM Entertainment” Sehun menjelaskannya pada Chanyeol dan Luhan

“Tapi kenapa judul lagunya aneh? MAMA.. Apakah ini lagu tentang ibu?”

Sehun mendecih sebal mendengar ucapan Chanyeol

“Kau ini benar-benar ketinggalan jaman hyung, EXO sangat populer akhir-akhir ini dan member bernama Oh Yehet adalah member favoritku”

“Terserah. Pokonya aku akan memilih lagu 2Ne1”

“Kau tau? Sandara Park benar-benar sangat cantik” imbuh Chanyeol

“Eyyy terus saja berfanboy ria, Dara noona sama sekali tak mengenalimu”

“Dan kau juga sama sekali belum pernah bertemu dengan yehetmu itu”

“Tetap saja, EXO adalah yang terbaik” timpal Sehun

“Uh, 2Ne1 yang paling bagus!” Chanyeol tampak tak terima dan mereka malah terus berargumen, membuat Luhan menggelangkan kepala dan lebih memilih untuk melihat daftar lagu yang ingin ia nyanyikan nanti.

Ahri melirik Kai yang kini duduk disebelahnya. Sedari tadi namja itu tak bertanya ataupun mencoba untuk mengajaknya berbicara. Ia hanya menikmati minuman yang berada dalam genggamannya.

“Sudah aku bilang jangan menatapku seperti itu, atau kau akan jatuh cinta padaku”

Ahri sedikit terkejut, namun bukannya marah gadis itu malah tersenyum lembut. Ia masih ingat bahwa Kai pertama kali mengucapkan kalimat itu saat dulu ia menolongnya dimalam yang diguyur hujan dengan deras.

“Kau selalu saja mengatakan hal itu” Ahri tetap menatap Kai

“Tapi aku serius, mungkin kalau kau terlalu lama menatapku, kau akan benar-benar jatuh cinta nanti”

“Tapi buktinya, aku sama sekali tak jatuh cinta padamu sampai sekarang”

Kai menghela nafas

“Ah, itu benar” Membuat keduanya tertawa

“Apa kau bahagia?”

“Eh?” Ahri sedikit mengerutkan dahinya tak kala namja itu melontarkan pertanyaan seperti itu

“Apa kau bahagia bersama Luhan?” Kai mengulang pertanyaannya

“Hn! Aku sangat sangat bahagia, Luhan ge dan Nyonya Han benar-benar memperlakukanku dengan baik”

Kai membalas senyuman Ahri

“Baguslah, itu berarti kau tidak akan pernah datang lagi padaku untuk bercerita dengan wajahmu yang menyedihkan”

“Kau masih mengingatnya?” Ahri tersenyum malu saat mengingat dulu ia benar-benar sering bercerita tentang Luhan saat ia sedih, dan hal itu pertama kali ia lakukan saat melihat Hera memeluk Luhan dan pada akhirnya ia bercerita pada Kai, walau saat itu ia belum benar-benar berteman dekat dengan namja itu.

“Eh?”

Ahri tampak terkejut saat Kai memberikan sebuah gantungan teddy bear padanya

“Bukankah ini gantungan yang pernah aku berikan dulu?” Ahri tampak bingung

“Hm! Aku mengembalikannya padamu” jawab Kai lugas

“Tapi kenapa?”

“Gantungan ini adalah gantungan couple Ahri, teddy bear, sepasang pengantin. Kau seharusnya memberikan ini pada Luhan”

“Tapi aku lebih dulu memberikannya padamu bahkan sebelum kami bertunangan dan.. ini adalah imbalan karena kau menemaniku saat itu. Kau mengingatnya kan?”

“Hm.. tapi.. aku sudah tidak ingin memakainya”

Ahri terkejut, entah mengapa kata-kata Kai sedikit melukai perasaanya

“Maksudku mungkin Luhan akan salah paham tentang ini, jadi aku memutuskan untuk mengembalikannya padamu” Kai mengoreksi kata-katanya

“Ah.. baiklah.. jika kau tidak menginginkannya lagi” Ahri tersenyum dan mengambil kembali gantungan teddy bear itu. Entah mengapa sepertinya ada sedikit luka yang tersirat di mata mereka.

***

Incheon Airport

09.00

Luhan, Kai, Ahri dan yang lainnya kini duduk dibandara. Menunggu saat-saat penerbangan mereka ke Paris, Luhan dan Kailah yang hendak pergi kesana sedangkan Ahri maupun Sehun dan Chanyeol hanya datang untuk mengantarkan kepergian mereka serta mengucapkan salam perpisahan, tentu saja untuk bertemu kembali suatu hari nanti.

“Good Morning passengers. This is the pre-boarding announcement for flight 89B to Paris. We are now inviting those passengers requiring special assistance, to begin boarding at this time. Please have your boarding pass and identification ready. Regular boarding will begin in approximately fiveteen minutes time. Thank You”

Setelah mendengar pemberitahuan itu baik Luhan maupun Kai segera bersiap dengan passpor dan boarding pass di tangan mereka. Semua yang ada disana benar-benar terlihat sedih saat menyadari waktu untuk berpisah sudah tiba.

“Ahri-ya, hey…”

Luhan kembali berucap dan memandang gadisnya yang tengah menangis

“Dengar, aku akan segera menghubungimu begitu sampai disana, walaupun aku pasti akan sibuk nanti tapi aku janji akan menghubungimu setiap hari. Kau ingat kata-kataku minggu lalu? Saat kau lulus nanti, aku akan membawamu dan kita akan tinggal bersama disana”

Ahri hanya mengangguk karena ia sudah tak bisa berkata-kata lagi

“Aku mencintaimu, selalu dan selamanya”

Luhan menyentuh dagu Ahri, dan menghapus air mata gadis itu

“Saranghaeyo” ulangnya

“Nado saranghaeyo Luhan, ge” Meski masih terisak, Ahri berusaha untuk mengucap kata itu.

“Sehun-ah, aku memintamu untuk menjaganya, kau mengerti? Dan jangan pernah sekalipun membawanya ke Club malam, karena aku akan benar-benar menghajarmu nanti”

Luhan tersenyum pada Sehun

“Tentu saja, aku akan menjaganya. Kau tidak perlu khawatir” Sehun balik tersenyum

“Dan Yeol, maaf tak bisa mengantar kepergianmu nanti, karena penerbangan kami datang lebih awal” Kini Kailah yang berucap

“Tenang saja, aku tidak apa-apa, dan saat kau kembali nanti bawalah pacarmu Kai, temukan gadis yang baik disana” Chanyeol menepuk pundak sahabatnya

“Semoga hubunganmu dengan Hera juga berhasil” Kai balas menepuk pundak Chanyeol

“Dan kau.. ini adalah waktunya untuk serius, jangan pergi lagi ke Club malam dan mulai belajar dengan benar” Kai menatap Sehun lekat

“Sekarang kau terdengar seperti ibuku” ucapan Sehun membuat semuanya tersenyum tapi Kai sama sekali tak marah akan hal itu

“Dan Ahri..”

Ahri mengalihkan tatapannya pada Kai saat namja itu memanggil namanya

“Jangan ceroboh dan jangan keluar tengah malam sendirian”

“Hm! Aku janji” Ahri membalas senyum Kai

“Nah, aku rasa ini waktunya untuk pergi” Ucap Kai

“Jaga diri kalian baik-baik” Sambung Luhan

“Aku akan kembali Ahri”

Luhan melangkah mendekati Ahri, namja itu menyentuh pipi Ahri lalu mengecup kening gadisnya sepenuh hati

“Aku mencintaimu” bisiknya pelan

Setelah itu Ahri melihat Luhan dan Kai mulai pergi menjauh, mereka tak mengucap selamat tinggal satu sama lain karena suatu saat nanti mereka yakin dan berjanji untuk bertemu kembali. Sebenarnya jika bisa Ahri ingin menghentikan waktu agar mereka tak pernah berpisah. Namun ia bukanlah Tuhan yang mampu untuk melakukannya, oleh karena itu.. Ahri hanya bisa menatap kepergian mereka dari jauh. Entah mengapa ada semacam perasaan tak nyaman yang mengganjal dihatinya, sebuah perasaan yang mengatakan bahwa ini adalah pertemuan terakhir mereka dan hal ini membuatnya takut. Ahri memejamkan mata dan berdoa, semoga mereka akan baik-baik saja.

***

-to be continue-

One thought on “One-Sided Love (Part 12)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s