Sajaegi Chapter 5

sajaegi1

Title: Sajaegi

Author: Kim Jaemi (@iimwae)

Credit: Gitawa @ Diamond of Paradise

Cast: Park Jimin (Bts)

*Han So Mi / Silla Geongju (Author Chingu)

*Baek Seung Hoon (Aktor)

*Im Jaemi or You

*Park Ri ni (Author Chingu)

Support Cast: Find them when you read it!!

Genre: Teen, Friendship, Romance, Bullying, Memorise and School Life

Length: Chaptered

Disclaimer: Story Request!!No Copas!!No Plagiarism! Happy reading guys ^^ #PeaceUp&V

#Jaemi *Pov*

“Jelaskan katamu, aku hanya percaya dengan apa yang kulihat dan aku tidak terima dengan pengkhianatanmu Baek seung hoon. Cepat pakai bajumu kataku!” bentakku pada yeoja yang tengah menitihkan air matanya.

Aku tak menghiraukan yeoja yang tengah menangis di atas ranjang. Aku menatap penuh dengan kemarahan pada Seung hoon lalu berjalan keluar. Aku mengemudikan mobilku dengan kecepatan tinggi menuju rumah So mi.

“Dimana Seung hoon?”

“Molla.”

Tak lama kemudian Seung hoon datang, aku hanya diam sembari menyalakan lilin di atas kue tar.

“Kalian kenapa?” tanya So mi yang tak kujawab. “Apa kalian bertengkar lagi? Yaa Seung hoon-a!” aku membanting kue tar ke lantai, memandang muak kearah Seung hoon lalu keluar dari kamar.

“Eooh Jaemi-ssi, apa yang membuatmu datang kesini?” tanya manager.

“Hanya ingin bermain-main saja, geunde manager-nim geu yeojaneun nuguyo?”

“Nugu? Aaah Bang min ah. Dia adalah maskot like a star, karena kau memutuskan untuk membatalkan debut entah dengan alasan apa, merekalah yang menggantikan kalian.”

“Memakai nama gbku?” aku melihat manager menganggukan kepala.

“Agashi aku masih sibuk, aku pergi dulu. Salamkan pada presdir Im.”

“Yaa neo.” aku menunjuk seorang make over, lalu memintanya untuk memberikan sebotol mineral pada yeoja bernama Min ah.

“Aku minta maaf pada kalian semua karena tiba-tiba berada di atas panggung.” aku membungkukan tubuhku pada penonton, kemudian berjalan kearah yeoja itu. “Bang min ah itu namamukan? Aku tidak berniat menghancurkan gbmu karena keempat temanmu tidak bersalah. Justru sebaliknya aku hanya akan menghancukan dirimu seorang.” bisikku tepat di telinganya.

Sajaegi Chapter 5

—AKU PENGGEMAR KALIAN, BTS—

Aku baru saja pulang ke apartement yang hanya kutinggali seorang diri, sudah ada yang menungguku disana. Orang itu menatap tajam kearahku.

“Apa ini?” tanya appa sembari menunjukan tablet yang berisikan diriku tengah menyanyi. “Terimakasih putriku.” appa memelukku dan mencium kedua pipiku kemudian memelukku kembali.

“Mwoya?”

“Kau menyelamatkan mereka.” tambahnya, aku bukan menyelamatkan mereka appa tapi aku menghancurkan mereka. Aku tersenyum miring di pelukan appaku. “Apa yang kau lakukan pada Min ah?”

“Tidak ada.”

“Jangan berbohong! Salah satu tata rias mengatakan padaku bahwa kau memberinya minuman.”

“Apa yeoja itu mengadu pada appa?”

“Dia adalah anak emas di Tc, kali ini appa ingin tahu apa alasanmu ingin menghancurkannya?”

“Tidak ada alasan.” aku melangkah menuju kamarku untuk merebahkan diri di atas ranjang.

Aaah si tua ini kenapa tidak pulang-pulang? Appa jebal, biarkan aku berbaring sejenak. Appa masih melihat tajam kearahku dengan menyilakan kedua tangannya.

“Appa! Tidakah appa ingin pulang?”

“Ini apartemenku, aku yang membelinya.”

“Baiklah-baiklah aku kalah, apa yang appa inginkan?” appa tersenyum tipis sembari berjalan kearahku yang memasang wajah kekalahan.

Appa gila, sedikit pun aku tidak berkeinginan menjadi trainee atau pun artis. Appa memintaku untuk bergabung dalam like a star menggantikan yeoja bernama Min ah. Pasti appa akan memanfaatkan situasi ini, aah si tua itu selalu saja bertingkah sesuka hati.

“Sirheo.”

“Baiklah jika kau tidak mau, aku akan menjual apartement ini dan kau pulang ke rumah.”

“Mwo?” haiis, lagi-lagi aku kalah.

“Appa sudah tua, tidak bisakah kau membantu keuangan keluarga?” Appa! Kau adalah salah satu pengusaha kaya raya, kenapa juga aku harus membantumu? “Selalu menghambur-hamburkan uang, berbelanja ini itu dan kau masih bisa bangga padahal kau masih meminta pada orang tua.” lalu aku harus meminta pada siapa kalau tidak meminta padamu? “Aku tidak mau tahu kau harus menjadi trainee dan masuk di like a star dan satu hal lagi appa tidak akan mentransfer uang ke rekeningmu, kau harus bisa cari uang sendiri.”

“Appa aku masih akan jadi trainee, dari mana aku mendapat uang untuk kebutuhan sehari-hariku.”

“Mudah saja kau akan menjaga kedai milik keluarga di Jeongseon ketika weekend tiba.”

“Mwo?” Aku harus apa? Menjaga kedai? Oh my God, apa tidak ada pekerjaan yang lebih bagus lagi?

“Kau ingin menjadi ob di kantor?” tidak ada uang, tidak ada transport dan aku harus menaiki bus kota. Tuhan… appa benar-benar sudah gila.

“Aaah, hukuman ini akan seterusnya jika kau tidak berhasil membawa So mi ke agensi kita. Semua salahmu, jika saja waktu itu kau tidak membatalkan pembuatan klip predebut putri Silla pasti kalian sudah menjadi bintang besar.” gumamnya dengan keluar kamarku.

#So mi *Pov*

Abamamma memberitahukan padaku bahwa Jaemi memutuskan menjadi artis. Aku sendiri masih melihatnya di You tube tengah menyanyikan lagu yang dulu akan menjadi lagu debut kami, aku, Ri ni , Bo na dan Jaemi. Banyak yang senang pada akhirnya dia akan bergelut di dunia yang memang bakatnya, namun tak sedikit pula yang menjudge bahwa dia hanya ingin berkarier sendiri tanpa aku. Aku tak mempermasalahkannya, karena memang aku tak ingin menjadi seorang artis. Aku ingin melihat lagu-lagu Bts selain We are bulletproof, aku mengetik nama Bts. Waaah… mereka sudah punya banyak lagu, bahkan mereka sudah memiliki lima album padahal mereka baru debut dua tahun yang lalu. Aku mendownload semua lagu milik Bts tanpa tersisa. Park Jimin dia cukup manis, oh tidak dia memiliki abs. Aku senyum-senyum sendiri seperti orang gila, Tae hyung benar-benar tolol. Di sekolah dia selalu berusaha cool tapi ketika di stage dia benar-benar tolol. Memang dia tolol dari dulu sih.

“Eook Seung hoon, kenapa malam-malam gini dia menghubungiku? Eoo Jungseyo!”

“So mi-a apa Jaemi berada disitu?”

“Eopso.”

“Aaah geure.”

“Wae…”

-Plip-

“Seung hoon-a.” aku melanjutkan ucapanku seorang diri, namja di seberang sudah mematikan panggilannnya.

Aku berjalan keluar dari kamar, terlihat abamamma tengah membaca koran di ruang keluarga. Aku meminta ijin padanya untuk menginap di apartement Jaemi. Aku beralasan akan membicarakan debut kami yang sempat tertunda.

@Apartement Jaemi

“Kode salah.” apa anak itu mengganti kode apartementnya? Aku menekan sekali lagi, rupanya benar dia merubah kodenya. Terpaksa aku memencet bell, aaah aku seperti bukan temannya. Bagaimana bisa gadis itu tak memberitahu kode apartemennya padaku.

-Tiit-

Segera aku membuka pintu kemudian memasukinya. Aku melihat Jaemi tengah berada di dapur mengambil air. Aku melepas sepatuku lalu memakai sandal milik gadis itu.

“Yaa! Kau mengganti kode apartementmu?” tanyaku sembari meletakan tas yang berisi seragam sekolahku. “Apa kodenya?”

“Brengsek.”

“Nee! Mulsuneyo?”

“Kau tanya apa kodenyakan?’Brengsek’ adalah kode apartementku.” Ia melangkah menuju kamar mandi, aku rasa tadi dia akan mandi sebelum aku datang.

Aku melangkah menuju kamarnya, ada sebuah laptop yang tengah menyala di atas kasur. Dia habis lihat album T.O.T, dia juga tengah membuat ff. “The Fuck Love” judul yang tengah dibuat oleh yeoja dingin itu.

“Eoo… kali ini dia membuat Seung hoon sebagai main castnya.” aku meminimize microsoft lalu mulai melihat-lihat isi dalam laptop.

“Hate.” aku melihat salah satu folder bertuliskan hate, banyak video di dalamnya. Aku mengklik salah satu video-video itu.

Lagu yang berjudul I Need You, bukankah ini Bts? Bukankah anak itu membenci anak-anak Bts, lalu kenapa dia mengoleksi video-video mereka? Jaemi keluar dari kamar mandi sembari mengeringkan rambut dengan handuknya.

“Yaa! Bukankah kau tidak suka anak-anak Bts?” tanyaku heran.

“Aaah itu, aku kan haters mereka jadi aku harus mengikuti perkembangan mereka untuk melihat seberapa jauh mereka melangkah.”

“Sebenarnya, kenapa kau membenci meraka?”

“Tidak ada alasan, memang sejak kapan aku punya alasan untuk membenci seseorang?” aaah yeoja itu benar, tidak ada alasan baginya untuk membenci seseorang.

“Banyak yang ingin kutanyakan padamu.”

“Apa? Masalah aku menyanyi kemaren?”

“Eum… kenapa tiba-tiba?” dia tidak memberitahuku apa alasannya, hanya mengatakan ingin saja. “Lalu kenapa kau dengan Baek seung hoon?” kali ini dia tak menjawab, ia hanya melirik kearahku lalu mulai mensisir rambutnya. “Melihat ekspresimu pasti kau sedang bertengkar lagi dengannya, aaah iya hari sabtu dan minggu aku ingin jalan-jalan denganmu.”

“Mian aku tidak bisa.” yeoja ini menjelaskan dia akan keluar kota di hari itu, dia juga akan menjadi trainee di Tc entertainment. “Apa kakimu sudah membaik?” aku mengangguk pelan sembari meraih cemilan di atas nakas.

“Besok aku mulai sekolah, aku sudah bosan di rumah untuk beberapa hari ini. Aku merindukanmu chingu-ya!”

“Cih…. baru kemaren aku pergi ke rumahmu.” Jaemi berjalan kearahku lalu merebut cemilan yang berada di tanganku. Kami berdua saling suap-suapan dan saling menggoda satu sama lain.

#Jimin *Pov*

Tae hyung tengah bergumam membicarakan Jaemi di ruang tamu. Dia juga mengumpat yeoja itu. Sedangkan yang lain terkagum-kagum dengan Jaemi yang tengah menyanyi di atas panggung sembari menari.

“Yaa! Kau berisik.” J-hope hyung membungkam mulut Tae hyung agar diam.

“Pengkhianat, dulu dia membatalkan debut bersama putri Silla tapi sekarang malah berkarier sendiri.” tambah Tae hyung yang semakin geram.

“Itu bukan salah nona Jaemi, jika saja putri Silla tidak kecelakaan pasti mereka sudah debut.” tandas Rapmonster hyung. Aku bagaikan orang bodoh yang tak mengerti apa-apa. Semua namja ini membicarakan Ri ni, Jaemi, putri Silla dan yeoja bernama Bo na yang juga satu kelas denganku. Dulu aku memang pernah dengar Ri ni akan debut di agensi lain, kalau tidak salah Tc entertainment.

“Aku tidak mengerti mengarah kemana pembicaraan kalian itu.” ucapku.

Jin hyung berjalan kearahku dan menduduki sofa tepat di sampingku. Ia menepuk bahuku sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kau memang benar-benar kudet, yaa Jimin-a! Jangan terlalu menyibukan diri dengan latihan! Kau itu sudah pandai menari, terkadang kau membuat kami khawatir. Siang dan malam kau selalu berlatih, istirahatkan tubuhmu itu.” ungkap Jin hyung yang mendapat pembenaran dari semua teman-temanku. “Aku tahu ini demi Bts, tapi tak seharusnya kau berlatih seorang diri.” Hyung aku harus menjadi yang terbaik, aku ingin menunjukan siapa Jimin pada dunia. Aku hanya diam sembari menundukan kepala, aku membiarkan diriku berbicara dalam hati. Memang Jin hyung selalu mengawatirkan keadaanku ketika aku berlatih lebih dari teman-temanku.

“Yaa Jimin-a! Apa kau tidak tahu siapa putri Silla?” tanya Tae hyung yang akhirnya mau berbicara padaku. Hampir dua minggu lebih dia tidak mau berbicara padaku.

“Putri Silla dan pangeran Jeoson adalah anak dari raja Seungji, mereka masih memiliki keturunan kerajaan korea.” aku melihat heran kearah Tae hyung, kenapa dia memberi tahu silsilah keluarga kerajaan padaku? Aku juga tahu kalau putri Silla dan pangeran Jeoson masih memiliki garis keturunan korea. Produk yang aku beli kebanyakan dari mereka, siapa yang tidak tahu keluarga kaya raya seperti mereka. Yaah… walaupun aku dengarnya melalui mulut ke mulut.

“Lalu?”

“Apanya yang lalu? Putri Silla adalah Han so mi teman dari yeoja yang kau sukai itu dan juga orang yang sudah kau salah pahami.”

“Apa? Putri Silla adalah So mi?” Aku menelan ludahku sendiri.

“Eoo anak orang yang disegani di korea.”

“Hyung jangan bilang selama ini kau tidak tahu yang mana putri Silla.” aku menggaruk-garukan kepalaku sembari tersenyum. “Haiis kau benar-benar tidak tahu?” tambah Jung kook.

Jadi So mi adalah putri Silla? Pantas saja dia sombong dan juga angkuh, ternyata dia adalah putri kerajaan. Sudah pasti kehidupannya penuh dengan kemewahan. Di atas ranjang aku melihat kearah langit-langit kamar, memikirkan sesuatu sembari senyum-senyum sendiri. Aku ingin agar cepat pagi, biar aku cepat pergi ke sekolah dan bertemu dengan yeoja itu. “Jaemi… hah.” aku masih tersenyum membayangkannya ketika memarahiku.

#Author *Pov*

Hari ini adalah hari jum’at, So mi tengah menggangu sahabatnya yang masih tertidur pulas. Jaemi mendorong-dorongnya agar segera mandi.

“Ayo mandi bersama!” ajak So mi dengan nada menggoda.

“Kau gila? Cepat mandi sana!” titah Jaemi sembari menarik selimutnya.

Dengan memiringkan kepala dan menaruh tangan di pinggangnya So mi melangkah menuju kamar mandi.

#Satu jam kemudian

So mi keluar dari kamar mandi dengan mengelap-elap rambutnya yang basah. “Aaah kapjage.” ungkapnya terkejut. “Kapan kau mandi?” tambahnya ketika melihat sahabatnya tengah membenarkan dasi. Memang sudah biasa jika So mi mandi pasti lama, hal itu terkadang membuat Jaemi jenuh.

“Cepat pakai seragammu!” Jaemi melemparkan seragam tepat di wajah So mi.

@School

So mi berjalan dengan sahabatnya di koridor, ia tak hentinya bicara tentang Seung hoon yang tak masuk karena akan pergi ke Jepang nanti malam. Jaemi tak menanggapi ocehan So mi, ia hanya melihat sahabatnya itu sembari menyilakan kedua tangannya. Sesampai mereka di kelas, Jaemi yang tengah tersenyum pada So mi menghentikan langkah kakinya setelah mendapati sosok namja duduk di samping bangkunya. Namja itu berdiri setelah melihat kedua yeoja itu memasuki kelas.

“Eook, Seung hoon! Bukankah kau bilang akan pergi ke Jepang?”

“Aku berangkat nanti malam.” jawab Seung hoon yang masih melihat kearah Jaemi. Jaemi sendiri melihat tajam kearah namja itu kemudian membuang muka. Rasa muaklah yang berada di dirinya saat ini.

“Yaa Han so mi tiba-tiba aku sakit.” Jaemi melihat kearah jam tangannya, belum terlalu siang untuk bolos sekolah. “Aku akan pulang saja sebelum guru wali memasuki kelas.” tanpa berkata banyak Jaemi melangkah pergi, So mi masih bingung melihat tingkah kedua sahabatnya hari ini. Ia melangkah menuju bangku Seung hoon untuk bertanya sesuatu.

Di sisi lain di koridor sedang berjalan tiga murid yang tengah bercanda-canda, hanya dua di antara mereka. Satunya lagi berjalan dengan diam sembari mengantongi tangannya. Di saat ia membenarkan headset tiba-tiba ia menabrak seorang yeoja. Kedua murid yang tadi bercanda-canda srantan menatap tajam kearah yeoja itu.

“Aaah… kau buta? Kenapa kau selalu menabrakku? Lain kali pergunakan matamu jika kau perjalan.” ungkap yeoja itu dengan ketus, segera ia melangkah keluar meninggalkan tiga murid yang melihat kearah punggungnya.

“Jaemi-ssi eodiga?” tanya Jimin yang sama sekali tak mendapat respon. Ia hendak mengejar yeoja itu, namun tangan Tae hyung menghalanginya. “Lepaskan aku!”

“Sudah kubilang jangan menyukainya!.”

“Itu hakku untuk menyukai siapa pun.” balas Jimin dingin dengan menghempaskan tangan Tae hyung lalu berlari keluar sekolah.

“Jaemi-ssi.”

“Aaah menyebalkan, pergi!!!” titah Jaemi di gerbang sekolah. “Berhentilah menggangguku!!! Asal kau tahu saja aku membencimu, aku tak pernah menyukaimu.”

“Aku tahu itu, tapi tak masalah karena aku tidak akan memaksamu untuk menyukaiku.”

“Namja bodoh.” umpat Jaemi kemudian menaiki bus kota yang diikuti oleh Jimin. Segera Jaemi mengenakan kaca mata dan topinya untuk menutupi identitasnya. Kejadian menyanyi di atas panggung beberapa hari yang lalu mungkin membuatnya sedikit terkenal, ditambah lagi dulunya dia sudah membuat video kilp predebut. “Apa kau tidak membawa kaca mata dan topi?” segera Jimin mengeluarkan kaca mata serta topinya kemudian memakainya.

#So mi *Pov*

Aku masih tak mengerti kenapa dengan mereka berdua? Apa yang sudah dilakukan Seung hoon sampai-sampai jaemi sebegitu marahnya? Aku berjalan kearah Seung hoon yang masih berdiri melihat sendu kearah sahabatku yang sudah pergi entah kemana.

“Yaa Seung hoon-a!”

“Aku mohon jangan bertanya Silla geongju.” Seung hoon banyak berubah, sejak kapan dia memanggilku Silla geongju?

“Baiklah, aku tidak akan bertanya jika memang kau tak ingin bercerita.” kedua temanku Re na dan Bokyung datang mengajakku untuk segera duduk sebelum guru wali datang. Aku menduduki bangku yang sudah tiga hari aku tinggalkan, tak lama kemudian aku mendengar suara Ri ni dan Tae hyung memasuki kelas. Namja yang memiliki abs itu tidak masuk? Aku rasa iya, karena aku tak melihatnya.

“So mi-ya mianhe!” ucap Seung hoon sembari menduduki tempat Jimin.

“Sebenarnya kalian kenapa? Apa yang kalian sembunyikan dariku?” tanyaku sendu dengan melihat kearahnya yang hanya menundukan kepala.

“Mwoya? Jaemi dan Jimin berjalan berdua, mereka bolos sekolah?” ungkap salah satu temanku yang membuat sebagian anak kelas berlari kearahnya dan yang sebagian lagi melihat kearah ponsel mereka.

“Dimana?” tanya yang lain.

“Di you tube.”

“Waah mereka berdua menaiki bus kota, apa mereka pacaran?”

“Tidak mungkin.” saut Ri ni dengan geram. “Itu hanya kebetulan saja.”

Aku memastikan apa benar Jaemi bersama Jimin namja yang memiliki abs itu? Seung hoon yang di sebelahku hanya diam, kali ini ia tidak angkat bicara.

“Aku rasa mereka memang pacaran, selama tiga hari ini mereka duduk bersama.” aku membuka mulutku lebar-lebar, mereka duduk bersama? Aku tidak percaya, benar-benar tidak percaya. Mana mungkin itu terjadi, aku tahu dengan jelas siapa Jaemi.

“Nona apa hubunganmu dengan member Bts ini?” di dalam video yang baru di unggah beberapa menit lalu terlihat Jaemi tengah mengenakan kaca mata serta topi, namja di sampingnya pun juga sama memakainya.

“Tidak ada apa-apa antara kami, hanya kebetulan saja kami bertemu sewaktu manaiki bus.” jawab Jaemi.

“Mana mungkin tidak ada apa-apa antara kalian berdua.”

“Jikapun ada memangnya kenapa? Apa ada larangan jika aku berpacaran dengan idol?” sisi kasar yeoja itu sudah keluar, aku tersenyum tipis namun masih mengawatirkan kariernya yang baru saja akan dimulai. Mungkin saat ini si wartawan itu tengah menelan ludah.

“Lalu bagaimana dengan Mark?”

“Sudah kubilang aku dan namja ini tidak ada apa-apa, kami hanya sekelas saja, tadi aku sakit dan dia berniat mengantarku apa jawabanku membuatmu puas?”

“Kami memang tidak ada apa-apa, kalaupun memang ada itu hanya teman saja. Nona ini benar aku hanya berniat menolongnya tadi.” Jimin tersenyum di depan kamera sembari membungkukan tubuhnya lalu mengajak Jaemi pergi.

Akhir-akhir ini banyak yang mengganjal di pikiranku. Seung hoon dan jaemi! Kenapa mereka berdua? Jaemi dan Jimin! Mereka duduk berdua? Aaah Jaemi benar-benar memiliki banyak rahasia. Sahabat apa aku ini? Tak satu pun aku mengetahui kehidupannya.

Di tangga luar menuju atap gedung aku tengah melamun seorang diri. Ada perasaan aneh yang bahkan aku sendiri tidak tahu perasaan apa itu. Aku tidak pernah kemari sebelumnya, tempat yang nyaman untuk memikirkan sesuatu.

Teng teng bell jam istirahat telah usai, aku melangkahkan kakiku menuruni tangga untuk menuju kelas. Aku hampir terjatuh karena lantai yang licin, untung saja ada Seung hoon yang tiba-tiba muncul dan menyelamatkanku.

“Kau baik-baik saja?” tanyanya.

“Aku tidak tahu kalau petugas kebersihan sedang mengepel lantai.” ungkapku. Di perjalanan menuju kelas aku masih melihat kearah Seung hoon yang sedari tadi hanya diam tanpa berkata.

@Kamar So mi

Aku menghubungi nomor ponsel Jaemi, namun dia tak mengangkat panggilanku. Aku melangkah keluar kamar, dari kamar pangeran Jeoson aku mendengar lagu yang tengah diputarnya.

“Lagu siapa itu?”

“Bts.” Jeoson menyodorkan dua album padaku, ia juga mengatakan masih ada tiga album lagi yang belum dikoleksinya. “Aku tidak punya uang untuk membeli ketiga album itu, jika abamamma tahu uang jajanku untuk membeli album-album ini matilah aku.”

“Kau masih terlalu kecil untuk menikmati lagu-lagu seperti ini.” aku mengambil dua album yang berjudul Dark and Wild dan School luv affair. Di dalam kamar segera aku memasukan cd ke dalam laptopku dan mulai memutarnya. Aku menghubungi seseorang untuk mencarikan tiga album yang belum dibeli oleh adikku.

“Jinjja?” aku menghembuskan nafas dengan sangat kencang setelah namja di seberang memberitahu bahwa tiga album terakhir Bts sudah habis terjual.

Ini sudah hamir dua hari, tetap saja masih tak ada kabar dengan si dingin itu. Dia bahkan tak membalas pesan dariku. Apa anak itu tidak tahu kalau aku tengah mengawatirkannya? Seung hoon masih berada di Jepang, ia mengatakan hari senin pagi baru pulang. Aku benar-benar bosan di rumah sendirian.

#Author *Pov*

Sore ini So mi tengah berada di kamar mandi, ia membersihkan tubuh yang sebenarnya tidak kotor sama sekali. Jaemi memencet bell rumah sahabatnya, ia membungkukan tubuh pada tuan Seungji yang tak lain adalah ayah So mi.

“Apa Silla geonju mau menjadi trainee juga?”

“Nee?” ungkap Jaemi terkejut. “Saya rasa tidak cheona (yang mulia).”

“Silla ada di atas kau langsung saja ke atas.”

“Nee…” Jaemi membungkukan tubuhnya kemudian mulai melangkah ke kamar sahabatnya yang berada di atas.

Sesampainya di dalam kamar yang tertata dengan rapi, bergegas Jaemi merebahkan diri di atas ranjang. Tubuhnya benar-benar lelah setelah dua hari berada di Jeongseon sebuah wilayah terpencil di propinsi Gwangwon. Disana ia bekerja menjadi penjaga kedai kopi milik seseorang. Sembari merebahkan diri, ia memukul-mukul pundaknya, tanpa sengaja ia melihat dua album di atas nakas. Ia membolak-balik album dengan menatap tajam kearah album tersebut.

“Eooh Jaemi-a, kau datang?”

“Ige mwoya?” tanya Jaemi dengan menunjukan album kearah So mi.”

“Aaah itu milik Jeoson…”

“Lalu kenapa berada di kamarmu?” Jaemi benar-benar marah pada So mi, So mi hendak menjelaskan bahwa ia mulai menyukai lagu-lagu milik Bts, namun kemarahan Jaemi sudah tak terbendungkan lagi. Yeoja itu masih menatap tajam, ia menggenggam tangannya dengan erat.

“Kenapa kau membenci mereka? Yaa Jaemi-a apa aku sahabatmu? Sedikitpun aku tidak tahu rahasia yang kau sembunyikan.”

“Mulsuneyo? Jangan merubah topik pembicaraan!”

“Kau selalu benar di mataku, tapi aku. Apa aku selalu benar di matamu? Dua hari belakangan ini apa kau menghubungiku? Apa yang kau lakukan, dengan siapa? Apa pernah kau memberitahuku?” Mata So mi berkaca-kaca, sejak dulu ia ingin menanyakan kata-kata ini pada sahabatnya. “Kau dan Seung hoon! Apa aku tahu penyebab pertengkaran kalian? Tidak Jaemi-a, kau dan Jimin! Kalian duduk berdua dan kau juga tidak bercerita padaku. Seolma… Kau pergi dengannya keluar kota?” Sesaat Jaemi hanya terdiam, ia melihat marah kearah So mi.

“Kau ingin tahu kemana aku pergi? Baiklah, aku akan memberitahumu. Aku mendapat hukuman dari appaku untuk bekerja menjadi penjaga kedai di Jeongseon. Selama aku tidak bisa membawamu ke agensi appaku, selama itu juga aku akan bekerja disana. Aku harus mencari uang sendiri untuk hidupku, kau tahu betapa menderitanya aku? Aku harus menjadi trainee dan aku harus bekerja. Aku tahu kau tidak akan mau menjadi artis, bukankah begitu Han so mi? Jika kau bertanya kenapa anak Bts itu duduk denganku, tanyakan padanya kenapa dia selalu menggangguku padahal aku tidak menyukainya. Masalah Seung hoon.” Jaemi menghentikan ucapannya. “Mana mungkin aku memberitahukan kebenaran padamu bahwa Seung hoon telah tidur dengan seorang yeoja.” ucapnya yang dilanjutkan dalam hati.

“Ada lagi yang ingin kau ketahui? Yaa Han so mi! Tidak selamanya kau harus mengetahui dengan siapa dan apa yang kulakukan.” Kini Jaemi melangkah keluar kamar.

@School

Jaemi, Re na dan Bokyung tengah tertawa-tawa di koridor sembari berjalan menuju kelas.

“Yaa Jaemi-ya! Bagaimana traineemu?” tanya Bokyung dengan merangkul Jaemi.

“Biasa saja.”

Sesampai mereka di kelas, Re na menyapa So mi yang sudah menduduki tempat duduknya. Jaemi membuang muka kearah lain.

“Yaa Jaemi-a! Cih gadis dingin ini.” So mi memegang tangan Jaemi, seketika Jaemi menghempaskan tangannya. Hal ini membuat teman-temannya terkejut.

“Jaemi-a wae irae?” Re na menolong So mi yang terjatuh di lantai. Di waktu yang sama Seung hoon datang kemudian membantu So mi berdiri.

“Gwaenchana?” tanya Seung hoon. “Yaa Jaemi-a kalian bertengkar?”

“Bukan urusanmu.” tandas Jaemi cepat.

“Sebenarnya kau kenapa? Jika kau marah harusnya kau marah padaku, jangan lampiaskan kemarahanmu pada So mi juga!”

“Wae? Yaa Baek seung hoon! Tanyakan pada yeoja di sampingmu yang sudah mengkhianati peraturan yang sudah dibuatnya. Peraturan yang tidak mengijinkan anak sekolah ini untuk menyukai boyband lain selain T.O.T.”

“Semua murid berhak menyukai boyband atau memilih fandom mereka masing-masing.”

“Joha… Chukae Han so mi.” Murid-murid dalam kelas terkejut setelah mendengar ucapan Jaemi.

“Jangan memberi ucapan selamat padaku! Meskipun sekarang aku Army kau akan tetap jadi sahabatku.”

“Sekarang tidak lagi.”

“Mwoya?” ucap Jimin yang baru saja memasuki kelas bersama Ri ni dan Tae hyung.

“Yaa Jimin-a! Apa aku boleh duduk di sampingmu?”

“Nee? Tentu.” Jimin mengangguk-anggukan kepalanya dengan heran. Jaemi melangkah menuju bangku di sebelah Jimin, ia membanting tas So mi ke lantai kemudian menduduki bangku tersebut.

Bell istirahat telah berbunyi, saat ini Jaemi tengah berada di tangga luar menuju atap gedung seorang diri. Jaemi membalikan tubuhnya ketika mendengar suara langkah kaki yang mendekat kearahnya. Ia menatap tajam lalu berjalan menuruni tangga. Tiba-tiba namja itu menarik tangannya dan mememuluknya. Jaemi meronta-ronta meminta dilepaskan, ia mendorong namja itu dengan kasar. Ketika ia hendak melangkahkan kaki kembali, namja itu menariknya lalu mengunci kedua tangannya di dinding belakangnya kemudian menciumnya dengan paksa.

Bersambung…

4 thoughts on “Sajaegi Chapter 5

  1. Wiii.. akhirnya udh muncul chapter 5! Penasaran sama cowo yg terakhir>< Author-nim kasih bocoran dong(?) Wkwk makin seru, ditunggu chapter selanjutnya!

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s