(Vignette) 25 Minutes too Late (Aquarius Love Story)

req-chunniest2

req-chunniest2

LAYKIM @ Indo Fanfictions Arts
Title : (Aquarius Love Story) 25 Minutes too Late
Story by Chunniest
Genre : Romance, Sad
Lenght : Vignette
Cast :
* Kang Seung Yoon (WINNER)
* Shin Hye Jeong (AOA)
*Song Mino (WINNER)

FF ini diambil dari lagu MLTR yang judulnya 25 Minutes. Author suka bgt nih lagu keren…..
Coba readersdeul dengerin ya…. Untuk Lay Kim Gomawo buat posternya. Kirain masih lama jadinya.
Happy reading^-^

DON’T BE A SILENT READERS!!!!!

♣     ♣     ♣     ♣

I Love You

Kalimat yang sangat mudah diucapkan namun tidak bagi Seungyoon. Kalimat itu seakan seperti batu yang tertahan dalam tenggorokkannya. Bagi lelaki itu tidak mudah mengatakan kalimat itu dihadapan gadis yang disukainya, Shin Hyejeong. Tapi hati Seungyoon merasa tertekan jika lelaki itu tak bisa mengatakan kalimat itu.
Oppa.”
Panggilan lembut nan ceria mengalihkan perhatian lelaki yang memiliki rambut berwarna hitam legam. Mata Seungyoon terpesona melihat Hyejeong mengenakan gaun pengantin yang berpotongan lurus ke bawah mengikuti lekukan tubuh gadis itu. Gaun pengantin itu sederhana namun terlihat elegan.

8a646e70e280d0d1946d180c240f2c33
“Bagaimana Oppa?” Tanya Hyejeong menyadarkan Seungyoon.
Lelaki itu berdiri dan menghampiri Hyejeong. Tatapannya meneliti gaun itu seakan sebagai juri yang menilai penampilan Hyejeong.
“Lumayan.” Nilai Seungyoon.
Hyejeong berkacak pinggang menatap lelaki itu tajam.
“Tidak adakah kata selain kata ‘Lumayan’? Menurutku ini gaun yang cantik Oppa dan kau menyebutnya ‘Lumayan’?”
“Kau yang memintaku datang dan menilai gaun pengantin yang hendak kau pilih Hyejeong-ah. Dan itulah penilaianku. Lagipula gaun ini lebih bagus dari gaun pertama yang terlihat sexy ditubuhmu. Aku yakin Mino pasti akan mengucapkan terimakasih padaku karena sudah memilihkan gaun ini. Dia pasti senang melihatmu.”
“Apakah kau juga senang Oppa?”
Seungyoon yang hendak berbalik pergi berhenti di tempatnya. Diapun berbalik dan melihat Hyejeong menunduk.
“Kau mengatakan apa Hyejeong-ah?”
Gadis itu mendongak dan menyunggingkan senyuman yang selalu disukai Seungyoon.
“Tidak. Aku tidak mengatakan apa-apa. Gomawo Oppa sudah membantuku memilih gaun pengantinnya.”
“Ne.”
Seungyoon berbalik dan berjalan keluar dari toko itu. Wajahnya menunjukkan kesedihan berbeda dengan ekspresi yang ditunjukkan di hadapan Hyejeong. Lelaki itu mendongak keatas menatap langit yang begitu cerah berusaha mencegah air mata yang keluar dari matanya.
“Pengecut. Kau bahkan tak bisa mengatakannya dihadapan Hyejeong.” Kesal Seungyoon pada dirinya sendiri.

♣     ♣     ♣     ♣

Seungyoon meletakaan gelas di meja setelah meneguk wine. Lelaki itu tak memperdulikan musik yang berdentum keras memenuhi club malam itu.
“Lagi hyung.” Seungyoon meminta salah satu bartender untuk mengisi gelasnya.
Hyung sampai kapan kau akan minum? Kau bisa mabuk hyung.” Ucap Taehyun yang baru saja datang menghampiri temannya itu. Seungyoon tak menjawab ucapan lelaki yang lebih muda darinya itu. Dia hanya melihat sang bartender mengisi gelasnya dengan wine. Seungyoon hendak meminumnya namun Taehyun menahan tangannya.
“Hentikan hyung.” Larang Taehyun.
“Singkirkan tanganmu.” Perintah Seungyoon dengan nada dingin.
Shirreo.”
“Kau…”
Ucapan Seungyoon terhenti saat merasakan ada sesuatu yang mendesak keluar dari dalam perutnya. Seungyoon meletakkan gelasnya dan langsung berlari. Takut temannya terjadi apa-apa, Taehyun segera berlari menyusulnya. Benar saja sesampainya di kamar mandi Seungyoon tak tahan mengeluarkan isi perutnya. Taehyun memijat punggung Seungyoon membuat keadaan temannya semakin baik.
“Sepertinya aku harus membawamu pulang hyung.”
Shirreo. Aku masih ingin di sini.”
Seungyoon kembali keluar menuju tempat duduknya. Taehyun menghela nafas melihat sikap keras kepala temannya. Jika sudah seperti ini hanya ada satu cara untuk menghadapi temannya itu. Taehyun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
“Ada apa Taehyun-ah?” Terdengar suara Hyejeong menyapa Taehyun.
Noona. Kau dimana?”
“Aku sedang ada di rumah. Memang ada apa Taehyun-ah?”
“Ini soal Seungyoon hyung. Bisakah noona datang ke club malam Win?”
“Baiklah. Aku akan segera ke sana.”
Gomawo noona.”
Taehyun memasukkan kembali ponselnya dan berjalan keluar untuk menjaga Seungyoon yang sudah mabuk.

♣     ♣     ♣     ♣

“Telpon dari siapa chagi?” Mino memeluk Hyejeong dari belakang setelah gadis selesai menelpon.
“Dari Taehyun.” Mino mengernyitkan dahinya mendengar nama salah satu temannya.
“Memang ada apa Taehyun menelponmu?”
“Dia mengatakan ada sesuatu dengan Seungyoon Oppa. Aku harus pergi kesana Oppa.”
“Dan akan meninggalkanku bersama keluargamu? Aku rasa tidak.”
Hyejeong melepaskan pelukan kekasihnya dan berbalik menatap wajah tampan Mino. Bentuk wajah oval serta mata yang tajam, selalu membuat Hyejeong menggemari ketampanan tunangannya itu.
“Maafkan aku Oppa. Tapi Seungyoon Oppa adalah sahabat dekatku. Dia selalu menolongku dalam keadaan susah dan sekarang giliranku membantunya.”
Mino masih diam seakan tak rela membiarkan tunangannya pergi.
“Aku mohon Oppa. Seunyoon Oppa sangat penting untukku.”
“Apa aku tidak penting untukmu?”
“Tentu saja Oppa sangat penting untukku tapi, Seungyoon Oppa adalah sahabatku sejak kecil. Aku mohon Oppa aku harus menemuinya.”
Terdengar helaan nafas dari Mino. Lelaki itu menatap wajah tunangannya yang sedang memohon padanya.
“Baiklah. Tapi jangan terlalu lama. Kau pasti tidak ingin aku datang dan menyeretmu pulang bukan?”
Hyejeong mengangguk penuh semangat. Gadis itu langsung mengalungkan lengan di leher Mino memeluknya.
Gomawo Oppa. Aku pasti segera kembali.”
Gadis itu mengecup bibir Mino sekilas sebelum berlari meninggalkan lelaki itu. Terkadang Mino merasa bingung siapa kekasih Hyejeong. Karena selama ini Hyejeong lebih mementingkan Seungyoon daripada dirinya. Tapi sekarang lelaki itu tak lagi khawatir karena besok Hyejeong akan menjadi miliknya seutuhnya.

♣     ♣     ♣     ♣

Hyejeong memasuki Club malam Win yang semakin ramai dikunjungi. Mata gadis itu beredar dalam keremangan club itu mencari seseorang. Tatapan gadis itu terhenti saat melihat Taehyun melambai ke arahnya. Hyejeongpun menghampiri Taehyun. Dari dekat Hyejeong bisa melihat Seungyoon telah bersandar di meja. Melihat wajah Seungyoon yang memerah, Hyejeong tahu lelaki itu sudah mabuk berat.
“Mengapa dia melakukan ini?”
Taehyun mengangkat kedua bahunya menandakan lelaki itu tak memiliki jawaban yang diminta Hyejeong.
“Bisakah kau membantuku membawanya pulang? Sejak tadi aku sudah menyuruhnya berhenti minum tapi seperti biasa dia tak mau mendengar ucapan orang lain selain kau.”
“Baiklah. Ayo kita bawa dia.”
Taehyun menarik tubuh Seungyoon berdiri namun lelaki itu mengerang dalam mabuknya.
“Aku sudah bilang tak ingin pulang Taehyun-ah. Aku masih ingin minum. Hyung ambilkan lagi.” Teriak Seungyoon pada sang bartender. Hyejeong menggelengkan kepalanya melihat tingkah Seungyoon.
“Cukup Oppa. Kau sudah minum banyak. Sebaiknya kita pulang.” Seungyoon menoleh mendengar suara malaikatnya. Diapun tersenyum melihat wajah gadis itu dalam remang-remang.
“Kaukah itu Hyejeong-ah?”
Ne Oppa ini aku. Ayo kita pulang.”
“Jika kau yang berkata seperti itu baiklah.”
Taehyun menatap tak percaya lelaki mabuk di sampingnya. Sejak tadi Taehyun mengatakan jutaan kalimat untuk menghentikan Seungyoon untuk tidak minum lagi namun lelaki itu tak menggubrisnya dan sekarang giliran Hyejeong yang mengatakannya dengan ajaib Seungyoon langsung menurutinya. Hyejeongpun membantu Taehyun memapah Seungyoon keluar dari club malam itu.

♣     ♣     ♣     ♣

Taehyun dan Hyejeong bersamaan menjatuhkan tubuh Seungyoon ke ranjangnya. Lelaki itu sudah tak sadarkan diri karena minuman yang diminumnya di club tadi. Taehyun dan Hyejeong bersama-sama menghela nafas lega setelah berhasil membawa tubuh Seungyoon yang berat kembali kerumahnya. Hyejeong berlutut dan melepaskan sepatu yang dikenakan Seungyoon.
“Taehyun-ah. Kau yakin tidak tahu apa yang menyebabkan Seungyoon Oppa seperti ini?” Taehyun menggelengkan kepalanya.
“Jangan membohongiku Taehyun-ah. Aku yakin kau mengetahui sesuatu. Katakan padaku Taehyun-ah.”
Taehyun terlihat ragu menceritakan apa yang diketahuinya. Dia memandang Seungyoon yang sudah terlelap lalu memandang Hyejeong kembali. Ini demi kebaikannya, pikir Taehyun. Akhirnya Taehyunpun menceritakan apa yang membuat Seungyoon terlihat kacau. Wajah Hyejeong menunjukkan keterkejutan. Alasan yang membuat Hyejeong tak dapat membendung airmatanya.

♣     ♣     ♣     ♣

HHYYUUNNGG….” Sebuah teriakan menggelegar diiringi guncangan ditubuhnya membuat tidur Seungyoon terganggu. Lelaki itu hanya mengerang namun tak kunjung membuka matanya.
HHYYUNNGGG….” Kali ini Seungyoon membuka matanya dan kesal melihat Taehyun.
“Pergilah Taehyun-ah. Aku masih mengantuk.” Seungyoon menutup kepalanya dengan bantal.
Hyung kau harus bangun. Hari ini adalah pernikahan Hyejeong. Apa kau tidak mau hadir?”
Seketika Seungyoon melemparkan bantal dan terduduk. Dia melihat Taehyun sudah rapi mengenakan setelan berawarna hitam lengkap dengan dasi kupu-kupunya.
Hyung semalam Hyejeong dan akulah yang mengantarmu pulang. Hyejeong bertanya apa yang membuatmu kacau seperti ini.”
“Dan kau menceritakannya?” Taehyun menunduk seraya menganggukan kepala pelan.
“Demi Tuhan Taehyun-ah. Bukankah kau sudah berjanji padaku untuk tidak memberitahunya?”
“Maafkan aku hyung tapi setidaknya Hyejeong harus tahu perasaanmu hyung. Dan aku rasa Hyejeong memiliki perasaan yang sama denganmu. Dia menunggumu mengatakannya. Tapi kau begitu pengecut hyung.”
“Kau bilang apa?”
“Kau pengecut hyung.”
“Bukan itu tapi sebelumnya.”
“Hyejeong memiliki perasaan yang sama denganmu hyung.”
“Apa dia mengatakannya?”
Taehyun mengangguknya. Seungyoon segera berdiri lalu berlari ke kamar mandi membasuh wajahnya dan sikat gigi dengan kilat. Kemudian dia mengenakan setelan hitam yang sudah disiapkannya.
“Kau mau kemana hyung?”
“Tentu saja ke pernikahan Hyejeong.”
“Tapi hyung…..”
Sebelum Taehyun menyelesaikan ucapannya, Seungyoon sudah menghilang dari balik pintu.

♣     ♣     ♣     ♣

Nafas Seungyoon terengah-engah sesampainya di depan sebuah gereja. Dia melihat di sekitar gereja tampak sepi membuat lelaki itu berpikir salah gereja. Namun Seungyoon ingat betul ini adalah gereja yang diucapkan Hyejeong sebagai tempat pernikahannya bersama Mino.
Seungyoonpun melangkah masuk ke dalam gereja. Sama halnya dengan diluar, didalam gerejapun juga tampak sepi hanya ada ogadis yang mengenakan gaun pengantin tengah berlutut dan berdoa di depan altar persembahayangan. Kedua sudut bibir Seungyoon terangkat membentuk sebuah senyuman.
“Hyejeong-ah.”
Mendengar suara Seungyoon, gadis yang mengenakan gaun pengantin langsung berdiri dan berbalik. Sekejap Seungyoon terpesona dengan wajah Hyejeong yang sudah di make up. Hyejeong terlihat seperti bidadari yang sangat cantik. Namun Seungyoon bisa melihat air mata keluar membasahi pipinya.
“Hyejeong-ah….” Seungyoon menghampiri Hyejeong.
“Kau terlambat 25 menit Oppa. Aku sudah menunggumu sejak tadi. Tapi sayang kau tidak kunjung datang hingga akhirnya aku menikah dengan Mino Oppa.”
“Kau… Kau sudah menikah?”
Hyejeong mengangkat tangannya dan menunjukkan cincin di jari manisnya. Dunia Seungyoon seakan berhenti bergerak tak percaya dengan kenyataan yang baru saja dilihatnya.
“Tapi Hyejeong-ah….”
“Maafkan aku Oppa. Kita memang tidak bisa bersatu. Aku memang menyukaimu Oppa, tapi tetap saja kita tidak bisa bersama, Aku sudah berdoa pada Tuhan agar Tuhan bisa memberikan seorang gadis yang pantas untuk Oppa. Sampai jumpa Oppa.”
Hyejeong berjalan melewati Seungyoon yang masih diam mematung. Gadis itu menghampiri suaminya, Song Mino yang sudah menunggunya di depan pintu. Mino mengulurkan tangan dan Hyejeong tersenyun menerima uluran tangan Mino.
Maafkan aku Oppa, Ucap Hyejeong dalan hati kepada Seungyoon.

I find her standing in front of the church
The only place in town where I didn’t search
She looks so happy in her weddingdress
But she’s crying while she’s saying this

~~~END~~~

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s