When I Feel Love

wifl

 

When I Feel

Bayunavanto

present

Mark Tuan – Hwang Aru (OC) | Ficlet (400word) |  Romance – Fluff (maybe) | G

Hujan adalah waktu yang pas untuk tidur, setidaknya itulah yang Mark bayangkan. Tapi sayang, bayangan Mark harus buyar karena sebuah telepon yang tidak di duga. Aru, teman sejak kecilnya meminta bantuan Mark untuk menemaninya berbelanja.

Konyol! Ya, itulah yang Mark pikirkan sesaat setelah menerima telepon Aru, tetapi entah mengapa Mark mau-mau saja menerima kemauan Aru. Di derasnya hujan kala itu, Mark menunggu gadis mungil yang mengganggu waktu berharganya itu di halte bus. Dia pikir Aru sudah ada di halte sehingga dia hanya mengenakan celana pendek dan sweter saja karena dia langsung bergegas pergi, tetapi kenyataannya dia harus menunggu. Sudah hampir lima menit Mark menunggu gadis yang selalu mencabik-cabik waktu berharganya.

Karena sudah mulai kesal terus-terusan menunggu, Mark mengambil satu langkah keluar dari halte tersebut berniat untuk pergi menuju rumah Aru, tetapi langkahnya terhenti begitu sosok wanita yang ia tunggu sedang berlari kecil membawa payung dan tak tertinggal tas gendong berwarna merah muda. Mark terhenti dan membeku begitu melihat Aru, entah mengapa Mark seperti merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

Flat shoes di pergelangan kakinya yang kurus itu membuat sebuah harmoni yang sempurna dengan kain Jins langsingnya, rambut panjangnya yang sedikit Berantakan dipadu padankan dengan senyum di wajahnya serta ekspresi wajahnya semua begitu indah dan tidak ada cacat di mana pun membuat hati Mark gemetaran.

“Mark?” Aru sekali lagi sukses membuyarkan bayang-bayangnya.

“A, Aru kau sudah sampai?” entah mengapa, Mark kini begitu terasa gugup.

Mereka akhirnya duduk di bangku halte menunggu bus datang, satu menit berlalu dengan hening. Mark melirik ke arah Aru, ia dapati Aru sedang membenarkan rambut-rambutnya yang sedikit basah dan berantakan. Indah, itulah yang Mark rasakan saat ini.

“Aru, bisakah aku menanyakan sesuatu?”

“Apa?”

“Di mana kamu belajar begitu elok? Cara berjalanmu, tutur kata yang kau ucapkan, kenapa begitu manis?”

“Mark?”

“Suara imutmu, senyum lembutmu,  bahkan ketika kau menguap kadang-kadang, aku sungguh menyukainya,”

“Mark Tuan!”

“ketika aku melihatmu, aku begitu cemas,”

“Mark, kau ini kenapa?”

“Sepertinya aku menyukaimu Aru, hatiku kewalahan setiap kali mendengar suaramu, setiap kali kau memanggil namaku, aku tidak bisa berhenti tersenyum. Aku tahu bahwa aku menyukaimu, Aru.”

“Mark…..”

“Aku memikirkanmu bahkan tepat sebelum aku pergi tidur, dari kepala sampai jari-jari kakimu, semuanya.”

“Mark, kau……” Perkataan Aru terpotong karena Mark secara tiba-tiba memeluk Aru erat-erat.

“Tidak ada waktu yang membosankan ketika kau bersamaku, mengapa kau baru datang sekarang, kau sempurna Aru, aku menyukaimu.”

fin.

 

a.n : OH,,,, ini apa? Entah mengapa niat membuat cerita no Love-love tetapi malah yang keluar malah kaya ini. “Jari, otak dan perasaan sedang tidak sinkron.” Semoga terhibur, reviewnya dong yah, lagi berusaha bangkit dari WB yang tak kunjung sembuh.

One thought on “When I Feel Love

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s