(DRABBLE) Riding a Horse

img1444382088001

img1444382088001

Chunniest Present

.

Riding a Horse

.

Han Sanghyuk (VIXX) – Han Eunhee – Park Junghwa (EXID) as Han Junghwa

Genre: Familly  | Length: Drabble  | Rated: G

DON’T BE A SILENT READERS!!!!!

“Tak ada yang perlu kau takutkan, karena appa dan eomma akan selalu berada di sisi Eunhee”

Han Sanghyuk

.

.

Matahari sudah meninggi ketika sinarnya yang hangat merambah ke jendela sebuah rumah. Dinding rumah itu bercat orange cerah membuat rumah itu terlihat segar. Dinding-dinding serta meja dihiasi dengan foto seorang gadis dari bayi hingga berumur 2 tahun lebih 6 bulan. Bahkan dalam kalenderpun terlihat Han Eunhee bergaya dengan manisnya.

Sanghyuk mengambil topi koboi berwarna coklat kemerahan dan memasangkan di kepala mungil Eunhee yang sudah mengenakan pakaian ala koboi.

Yeoppeoda.” Puji Sanghyuk melihat betapa manis putrinya.

Gadis kecil yang dipuji itupun tersenyum melihat ayahnya puas. Tiba-tiba ponsel Sanghyuk berdering dan sang pemilikpun langsung meraih ponsel yang tergeletak di meja.

“Baru 30 menit kau pergi apa kau sudah merindukanku yeobo?” Goda Sanghyuk dan lelaki itu yakin saat ini wajah istrinya tersipu malu.

Aniyo. Aku hanya ingin tahu ke mana Oppa akan membawa Eunhee pergi? Dari tadi Oppa tak mau menjawab pertanyaanku itu.”

“Kupikir kau merindukanku chagi. Jika kau mengatakan itu aku pasti akan menjawabnya.” Sanghyuk berpura-pura kecewa dan dalam hati dia menghitung dari 1 hingga 3.

Terdengar helaan nafas Junghwa. “Aku merindukanmu Oppa.”

Seketika bibir Sanghyuk melengkung lebar mendengar kata-kata yang diinginkannya.

“Aku juga merindukanmu chagiya.”

“Jadi Oppa akan pergi ke mana bersama Eunhee?”

“Kami akan pergi ke peternakan. Kemarin Eunhee bilang ingin melihat kuda, jadi aku akan membawanya untuk melihat kuda secara langsung.”

“Kuda? Oppa apa itu tidak berbahaya bagi Eunhee kita? Bagaimana jika Eunhee takut, lalu bagaimana jika terjadi hal buruk dengannya saat di sana?”

“Tidak akan terjadi hal yang buruk chagi. Aku akan menjaganya.”

“Tapi Oppa...”

“Percayalah padaku.”

Junghwa kembali menghela nafasnya. Jika suaminya sudah berkata seperti itu,tak ada kata-kata lain yang bisa membalasnya.

“Baiklah. Aku percaya padamu Oppa. Tapi jika sesuatu terjadi segera telpon aku ne?”

Ne yeobo. Kau ingin berbicara dengan Eunhee?”

Ne.”

Sanghyuk melepaskan ponsel itu dari telinganya dan mendekatkan pada Eunhee yang asyik bermain dengan kancing rompinya.

“Eunhee-ah, say hi to eomma.”

“Hai eomma.” Sapa Eunhee dengan suara menggemaskannya.

“Hai Eunhee-ah, apa kau senang akan pergi dengan appa?”

Ne.” Eunhee mengangguk penuh semangat membuat Sanghyuk tak tahan untuk tersenyum.

“Jangan merepotkan appa ne? Jadi anak yang baik,kau mengerti Eunhee-ah?”

Ne eomma.”

Sanghyuk mengangkat ponsel itu ke telinganya. “Kau sudah mendengarnya bukan yeobo. Kami pergi dulu ne?”

Ne Oppa hati-hati ne?”

Ne. Saranghae chagiya.”

Na do Saranghae Oppa.”

Sanghyuk memasukkan ponselnya kedalam sakunya. “Kajja Eunhee-ah.” Sanghyuk mengulurkan tangannya yang langsung di sambut tangan mungil Eunhee.

.

.

.

Mobil Sanghyuk berhenti di tempat parkir yang sudah di sediakan. Lelaki itu mematikan mesin mobilnya dan menoleh ke belakang melihat Eunhee begitu antusias melihat kuda-kuda berlarian di atas lapangan.

Appa, kuda.”

Ne Eunhee-ah. Ayo kita melihat lebih dekat.”

Sanghyuk melepaskan sabuk pengaman dan keluar dari mobil. Dia memutar membuka pintu penumpang. Dia melepaskan Eunhee dari car seat-nya. Kaki Eunhee langsung melompat-lompat senang saat sang ayah menurunkannya.

“Ayo Eunhee-ah.” Sanghyuk mengulurkan tangannya dan menggandeng tangan Eunhee.

Mereka berjalan menuju lapangan yang sudah dipagari agar kuda-kuda yang berlarian tidak keluar dari batas. Seorang lelaki paruh baya menghampiri Sanghyuk dan Eunhee.

Annyeong hasseyo Lee ahjushi.” Sapa Sanghyuk menjabat tangan lelaki yang tersenyum ramah itu.

“Sanghyuk-ah. Lama kau tidak kemari. Ah.. Ini pasti Eunhee putri kecilmu ne?”

Ne ahjushi. Eunhee-ah beri salam pada Lee ahjushi.”

Eunhee membungkuk memberi salam. “Annyeong hasseyo Lee ahjushi.”

Paman Lee itu berlutut dan mengelus pipi Eunhee. “Aiiggoo… Kyeopta.”

Ahjushi, apakah ahjushi bisa menunggang kuda itu?” Tanya Eunhee.

“Tentu saja. Apa kau mau mencobanya?”

Eunhee langsung mengangguk penuh semangat.

Ahjushi, apa tidak berbahaya membiarkan anak berumur 2 tahun naik kuda?”

“Tentu saja tidak. Akan ada aku dan kau juga bisa menjaganya. Lagipula aku tidak akan memberikan Eunhee kuda yang besar, karena kuda dewasa lebih agresif. Jadi aku akan memberikannya kuda pony. Ayo Eunhee-ah, kita pilih kuda yang kau inginkan.”

Paman Lee mengajak Eunhee menuju kandang kuda bersama Sanghyuk yang mengekor di belakang.

.

.

.

Eunhee terlihat begitu kagum melihat banyak sekali kuda berjajar di kandangnya. Ukuran mereka yang besar berbeda sekali dengan kuda yang di lihat di layar televisi. Mereka berhenti di depan deretan kuda yang ukurannya lebih kecil.

“Kau ingin yang mana Eunhee-ah? Pilih saja salah satu dan ahjushi akan menyiapkannya untukmu.” Tawar Paman Lee.

Eunhee melihat lima kuda pony di hadapannya. Seketika mata gadis kecil itu tertarik dengan kuda pony yang berwarna putih bersih.

“Aku mau kuda yang itu. Kuda itu seperti di princess.” Ucap Eunhee menunjuk kuda putih yang diinginkan.

“Kuda itu bernama Bai (Dalam bahasa mandarin artinya putih). Kau bisa memanggilnya.” Jelas Paman Lee.

Eunhee memanggik nama kuda itu dan seakan mendengar namanya kuda itupun bersuara.

Ahjushi akan menyiapkan Bai untukmu, jadi Eunhee tunggu saja di luar ne?”

Ne ahjushi.”

Sanghyuk menarik Eunhee keluar dari kandang itu membiarkan paman Lee mempersiapkan pelana untuk kuda putih itu.

.

.

.

Sanghyuk menatap khawatir Eunhee yang sudah duduk dia atas kuda poni lemgkap dengan helm dan pengaman lainnya. Dia meraih tangan putrinya.

“Eunhee, kau tidak takut?”

Aniyo Appa.”

“Kau sudah siap Eunhee-ah?” Tanya Paman Lee selesai mengecek keamanan kuda itu.

Ne ahjushi.”

“Genggam erat ne?” Paman Lee menarik pelana kuda membuat hewan berkaki empat itu.

Eunhee tersenyum senang bisa merasakan bagaimana naik kuda. Berbeda dengan sanghyuk yang selalu berada di sisi putrinya karena terlalu takut Eunhee jatuh.

Akhirnya setelah beberapa kali putaran merekapun berhenti tanpa ada yang terluka.Sanghyuk langsung meraih Eunhee dan menurunkannya. Dia berlutut dan melepaskan helm Eunhee.

“Apa kau senang Eunhee-ah.”

Ne appa.”

Sanghyuk tersenyum bangga dan memeluk putrinya yang pemberani.”Kau memang hebat Eunhee-ah. Tak ada yang perlu kau takutkan, karena appa dan eomma akan selalu berada di sisi Eunhee.”

Sanghyuk melepaskan pelukannya dan berdiri. Merekapun kembali berkeliling dengan Paman Lee sebagai pemandunya.

~~~THE END~~~

5 thoughts on “(DRABBLE) Riding a Horse

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s