RADIO

RADIORADIO

By Risuki-san

Nam Joo Hyuk as Han Yi An | Kim So Hyun as Go Eun Byul

Teenager | High School Romance, Comedy, Family

© 2015 Risuki-san

Note :

Lagi suka nonton School 2015 jadinya gini XD

Aku pakai nama di drama karena belum terbiasa dengan nama asli hehehh XD

Sebenernya ini juga gara-gara liat scene yang iwaw banget XD

Scene yang mana?

Yang udah liat dramanya dan udah baca ff ini pasti tau XD

.

‘Eun Byul ingin memasang sebuah papan berisi tanya, sudahkah Yi An mendengarnya?’

.

RADIO

Go Eun Byul merasa berada di dalam medan perang, ia ingin pulang melebihi doa narapidana yang dikurung selama puluhan tahun. Gadis itu mencetak jutaan langka, berjalan cepat dengan menutupi sesuatu pada pakaiannya.

Eun Byul, mau kemana? Ayo ikut denganku.”

Sebuah suara membangun tembok, lebih tegar dari tembok raksasa milik rakyat China. Gadis itu terperangkap, tak dapat melanjutkan sisa perjalanan.

“Aku harus pulang.”

Ia  bersuara, menyuarakan keinginan yang terpendam lama.

Memijak tanah di depannya, meninggalkan teman masa kecil begitu saja.

“Ada apa? Kenapa terburu-buru?”

Eun Byul terdiam, pita suara indah seperti melodi tak lagi menyapa udara, hanya keping keringat yang terus jatuh, gadis itu sedang tidak baik-baik saja.

“Terjadi sesuatu? Ada apa? Seseorang mengganggumu?”

“…”

“Katakan padaku apa yang mengganggumu!”

Seseorang itu kehabisan kata sabar, apa begitu sulit berkata-kata? Masih begitu sulit meski sedikit kata akan meredakan perasaan khawatirnya?

Han Yi An! Berhenti menggangguku!”

“…”

“Apa aku kehilangan privasi karena mengenalmu sejak lahir?! Aku juga memiliki rahasia dan tak ingin membaginya denganmu!”

Lelaki itu perlahan mundur, dunia terbalik karena Yi An tak pernah lakukan ini sebelumnya, menciptakan sebuah jarak.

Dengan gadis di depannya.

“Apa itu mungkin jika ada rahasia diantara kita? Hal seperti apa hingga aku tak boleh tahu? Apa aku tidak cukup penting  untuk tahu segala tentangmu? Kau menyesali hidupmu karena bertemu denganku?”

“…”

“Atau  aku hanya sedang salah paham?”

Tentang hubungan ini.

.

.

.

Sedikit kata untuk meredakan marah.

Sebuah maaf.

Untukmu yang paling berharga.

.

.

.

Langit meredup, memanggil bulan untuk bermain bersama, bersama seorang gadis, melakukan penantian.

Lalu sepasang mata melotot pada satu titik.

BRAKK

Han Yi An! Kau sangat membenciku hingga ingin membuangnya?!”

Sangat mengejutkan.

Tangan putihnya meraih sebuah Headphone yang teronggok mengenaskan di dalam tong sampah, segera setelah Han Yi An menelantarkannya.

“Mana boleh ka-“

“Itu sudah rusak, kau mau menyimpannya?”

Jadi seperti itu.

Eun Byul masih berpikir, jadi karena rusak, bukan karena pesan yang lelaki itu dengar sebelumnya?

“Lagipula aku masih marah, aku tak ingin bicara denganmu.”

Bersuara dengan datar kemudian berlalu, lebih halus dari hantu yang tak terasa kehadirannya.

Meninggalkan seorang gadis manis dibelakang.

Membiarkan Eun Byul terperosok dalam, berdiri di bawah bulan, hanya dengan dirinya sendiri.

Kesepian.

Dalam hati ia bertanya-tanya.

Han Yi An mendengar, tidak mendengar, mendengar, tidak mendengar.

Sebuah pesan tulus yang ia terbangkan melalui radio.

“Apa yang kau lakukan?”

Gadis itu ingin memasang sebuah papan berisi tanya, sudahkah Yi An mendengarnya?

Dan hanya sebuah kalimat tidak jelas yang berhasil lolos.

“Apa?”

“Apa yang kau lakukan sejak pagi? Kau mendengarkan radio?”

“Dua minggu lagi adalah olimpiade nasional, apa ada hal lain yang harus aku lakukan selain latihan?”

Yi An menegaskan seperti bendera kemerdekaan yang berkobar diatas langit, iya benar jika ia seorang atlet, seluruh dunia juga tahu.

Dasar sombong.

“Begitu? Ya sudah.”

Gadis itu menjawab datar, meminta maaf adalah sebuah kesalahan.

Durian runtuh merupakan keberuntungan karena Han  Yi An tak mendengarnya.

Kakinya seperti mendapat sebuah dorongan, Eun Byul melangkah cepat, meninggalkan seseorang yang menyebalkan.

Han  Yi An makhluk berdarah dingin.

Tanpa belas kasihan.

“JIKA MENGIRIM PESAN MELALUI RADIO…”

Eun Byul melihat ke belakang, bukan perumpamaan untuk masa lalu namun Han Yi An yang benar-benar tepat dibelakang.

“…pastikan aku mendengarkan siarannya.”

Dasar bodoh.

.

.

.

Untuk seseorang yang berenang sangat baik, lebih baik dari Go Eun Byul.

Seseorang yang berhenti menggangguku disaat mengganggu aku yang sangat cantik adalah satu-satunya hal yang ia lakukan di sekolah.

Seseorang yang menolak untuk melihatku, menolak untuk menyapaku, menolak untuk menghampiriku.

Maaf…

Jangan marah lagi. Oke?

Aku hanya akan mengucapkannya sekali, kuharap kau mendengarkan dengan baik.

Yi An, Han Yi An.

Jika Go Eun Byul berpikir Han Yi An lebih dari sekedar teman, apa dia juga sedang salah paham?

Go Eun Byul-

.

.

.

“Jadi apa yang kau rahasiakan?”

Mendapatkan menstruasi pertama lalu mengotori rok seragamnya, haruskah Han Yi An tahu?

GO EUN BYUL!”

.

.

.

End.

Sudah tahu scene yang mana? Iya yang itu! XD

A TO Z FANFICcopyright

One thought on “RADIO

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s