QUIT

FF taehyung BTS irene RV

QUIT

A Drabble

By Risuki-san

BTS’s V & RV’s Irene | Teenager | Romance, friendship, Fluff

© 2015 Risuki-san

.

‘Irene menatap bengis pada Taehyung yang hanya berkedip tanda kepolosannya, mari berhenti menjadi teman?’

.

QUIT

Taehyung adalah manusia paling menakutkan yang pernah hidup di bumi, frankenstein sang mayat hidup saja tak ingin melihatnya.

Sangat mengerikan.

Ia terbangun saat malam setelah pagi hingga sore sebelumnya berada di dalam kamar, menutup mata lalu berkelana mengelilingi galaksi.

Manusia normal menyebutnya bermimpi tapi Taehyung menyangkal mati-matian lalu berteriak meyakinkan dunia jika itu bukan hanya sekedar bunga tidur, tetapi perjalanan yang tidak semua orang berhak melakukannya.

Seperti Neil Amstrong yang menyentuh bulan.

Tidak, bahkan lebih keren.

“SAMPAI KAPAN KAU MAU TIDUR?!”

Taehyung akhirnya membuka mata, menyesali ketokan palu yang ia lakukan sebelumnya.

Keputusan untuk mengangkat telepon.

Taehyung baru saja terlelap setelah menonton siaran pertandingan bola, siaran di atas ring tinju, siaran motor balap MotoGP dan siaran wayang kesukaan ayahnya.

Sangat seru, sangat melelahkan.

“KAU BERJANJI AKAN DATANG, CEPAT BANGUN ATAU AKU AKAN SANGAT MARAH!”

Baiklah, Taehyung akan berangkat, demi janji suci, demi gadis manis yang sedang menunggunya dengan marah.

.

.

.

Taehyung menyukai burung hantu atau primata apapun yang terjaga saat malam. Banyak teman yang membuatnya merasa menjadi manusia, meski dengan sedikit perbedaan.

Dia yang membuka mata saat seluruh dunia terpejam.

Taehyung dan makhluk nokturnal.

.

.

.

Dua pasang kaki baru saja menyentuh tanah, berjalan pelan karena tak mengerti tentang arah. Mencari dengan sungguh-sungguh tempat seseorang yang sedang menunggunya.

Taehyung mulai melukis garis kerut pada kening.

Di dalam stadion sepak bola, mencari teman sekolah yang ia tahu sejak kecil.

Irene sangat bersinar.

Hanya Irene makhluk di dunia ini yang membuatnya silau.

Lalu dimanakah sumber cahaya itu sekarang?

“Kau sangat terlambat.”

Taehyung menemukannya, Irene yang bercahaya menepuk pundak miliknya lalu berjalan mengarah pada dua bangku kosong.

 “Kau mengecat rambutmu?”

Taehyung bertanya, menatap gadis di sampingnya dengan sungguh-sungguh.

Menanti jawaban.

“Berhentilah memutar siklus hidupmu.”

Iya, Taehyung akan berusaha.

Untukmu.

“Tidurlah saat malam, jangan menonton siaran yang tidak perlu.”

Iya, ia bilang akan melakukannya.

“Ka-u me-nge-cat ram-but-mu?”

Taehyung berbicara seperti mendikte siswa TK. Ia ingin Irene mendengar pertanyaannya dengan jelas.

“Sudah tahu kenapa masih bertanya?”

Bodoh.

Taehyung hanya senang jika Irene memperhatikannya, laki-laki itu mulai khawatir jika perasaan suka telah meluruskan sedikit lipatan di dalam otaknya.

“Aku suka warnanya.”

Blonde seperti rambutnya.

“Ya Tuhan, kita bahkan memakai warna pakaian yang sama!”

Taehyung mulai histeris dan menunjuk-nunjuk warna merah pada pakaian keduanya.

Lebih mendebarkan dari menerima medali emas dari presiden.

“Warna blonde tidak cocok denganku, aku akan mengecatnya lagi besok dan…”

“Apa?”

“Sejak awal aku memiliki firasat buruk saat memilih pakaian ini, ternyata benar.”

Gadis itu membuka suara, mengatakan kalimat-kalimat aneh, ujung matanya menatap bengis pada Taehyung yang hanya berkedip tanda kepolosannya.

“Makan ini, kau terlihat bodoh saat lapar.”

Irene memberikan makanan kecil lalu melukis garis senyum pada muka, menertawakannya,  mengakumulasi kebahagiaan Taehyung dengan senyum manis seperti gudang gula di seluruh dunia.

“Makan kue beras saat menonton bola, dasar aneh.”

Taehyung melakukan protes tapi mengunyah semua makanan milik  Irene.

Gadis itu hanya diam, mengabaikan Taehyung tapi sangat fokus pada pertandingan bola.

“Kau bukan lagi anak TK tapi masih saja makan dengan berantakan.”

Lalu Taehyung berusaha meraih posisi pertama dalam pikiran gadis disampingnya, membersihkan sisa makanan yang mengotori muka gadisnya, memaksa gadis itu untuk menyembunyikan debaran hebat pada jantungnya.

“Aku membenci dunia mimpi yang tidak membawaku pada luar angkasa, maksudku, kau tahu jika aku ingin menjadi astronot.”

Irene melihat pada satu titik, Taehyung yang melempar sesuatu padanya.

Bukan kasih sayang untuk seorang saudara.

“Aku juga membenci dunia mimpi yang tidak menempatkan dirimu di dalamnya.”

Kasih sayang untuk dia yang lebih dari sekedar teman.

“Mari berhenti menjadi teman?”

.

.

.

End.

A TO Z FANFICcopyright

28 thoughts on “QUIT

    • jd gini loh
      diawal cerita itu aku maksudnya menggambarkan taehyung yg siklus hidupnya terbalik (kalo malam terjaga kalo siang tidur, kaya hewan nokturnal). terus dia kn ditelpon irene krn udh janji akhirnya dia berangkat.
      trus ‘ayo berhenti menjadi teman’ itu maksudnya ‘jangan temenan lagi, ayo pacaran aja’
      kn sebelumnya ada tulisan kalo taehyung melempar sesuatu, itu kelebay-an ku aja sih, mksudnya itu perasaannya taehyung ke irene ‘kasih sayang untuk dia yg lebih dr sekedar teman’
      gitu ._.
      maaf yaa banyak yg ngerti :(

  1. “Mari berhenti menjadi teman.” asdfghjkl kata2nya jleb thor😂 bikin ngayal digituin sama chanyeol *eh xD. Lanjut nulis yaa thorrr semangatttt😄

  2. Bahasanya udah yahud, kak. Diksinya juga lancar :D. Sayang, alur ceritanya masih bikin bingung. Idenya simple tapi cemerlang. Kalau ada akun wattpad, boleh minta? Aku pengen follow ^^//

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s