LOVE STORY

LOVE STORY

LOVE STORY

By Risuki-san

SHINee’s Onew & IU

Teenager | Romance, Hurt-Comfort, Drama

© 2015 Risuki-san

Note :

.

‘Jinki terlalu indah hingga Jieun lupa untuk bernafas

.

LOVE STORY

Kotak kayu berdentum pelan, sepasang kaki melangkah perlahan, mata sabit bertautan hendak meneliti.

Jinki terdiam mendengarkan.

“Tolong buka…”

Lemari pakaiannya bergerak, suara halus merasuk ke dalam telinga.

Ada apa?

Jinki bertanya-tanya.

CEKLEK

Seseorang keluar.

DEG

Hantu?

Apa itu hantu?

Perempuan dengan pakaian putih dan bau tanah, untaian rambut hitam berantakan, bercak darah dan apapun yang paling mengerikan di dunia.

Tidak.

Bukan semua itu.

Hanya.

“Selamat ulang tahun~…selamat ulang tahun~…selamat ulang tahun Jinki Oppa~…semoga panjang umur~~~~”

Lalu nyanyian paling buruk di dunia, Jinki teringat satu hal, hari ini adalah 14 Desember.

Jieun bernyanyi dengan keping keringat pada daerah muka, tetap saja manis.

Seperti biasanya.

Jinki Oppa! Selamat ulang tahun! Semoga selalu sehat, selalu tampan, selalu…”

Dan doa paling indah yang dapat gadis itu pikirkan, dan yang terpenting.

Semoga Jinki selalu mencintainya.

“Apa yang kau lakukan di dalam lemariku?”

Jinki bertanya.

Dan jawabannya adalah.

Sangat panjang!

Gadis itu hanya berusaha bersekongkol dengan asisten rumah tangga Jinki, dia bilang akan sembunyi di dalam lemari.

Untuk menakuti Jinki.

Untuk kejutan ulang tahun.

Dia bilang jangan menguncinya, jangan mengunci lemari pakaian Jinki tapi Jieun berakhir di dalamnya, terkunci.

Sepanjang hari.

“…kupikir aku akan mati konyol di dalam lemari pakaian…”

Lelaki itu menggeleng pelan, menunjukkan pada dunia jika Jieun sangat sangat sangat bodoh.

“Ya, dan detik berikutnya kau bernyanyi seperti tidak terjadi apa-apa.”

“…”

“…dan dengan suara sumbang. Itu yang terpenting.”

Jieun membuang nafas sangat keras, sangat hebat.

Seperti seekor banteng menemui musuh bebuyutan.

“Dan dengan tulus. Itu yang terpenting.”

Dan Jieun menemukan satu kata yang tepat, yang mewakili hatinya.

Jieun benar-benar tulus.

Percayalah.

Seketika pertemuan itu menjadi sangat emosional, pernyataan cinta yang Jieun ungkapkan memberhentikan waktu, membekukan atmosfer hingga keduanya tak dapat berpikir.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Omo, omo! Jinki Oppa berusaha menggodaku!”

Jinki hanya membuka pakaiannya.

Menggoda?

PLUK

Membuang kemeja putih tulang di atas lantai, membeku bersama dinginnya porselen.

Jinki membuangnya dengan sangat.

Sangat indah?

Sangat abstrak karena nilai seni yang sangat tinggi?

Sesungguhnya tidak serumit itu.

Hanya.

Sangat seksi.

Jieun ingin meneriakannya.

Tapi mengurungkan niat karena berpikir jika itu terlalu vulgar.

Benar juga.

Lalu apa?

Apa yang terjadi selanjutnya?

.

.

.

Udara seketika hilang.

Seperti sebuah mesin mencurinya, seperti vakum udara.

Manusia membutuhkan udara, tapi.

Jinki terlalu indah hingga Jieun lupa untuk bernafas.

.

.

.

“Apa…apa…”

Jieun menjadi sangat bodoh.

Otaknya mungkin sembunyi karena menghindari pesona Jinki.

Jadi hingga sekeras itu?

Ternyata lebih berbahaya dari radioaktif.

Jieun perlahan mundur, ia melangkah karena seseorang di depannya terus bergerak, padanya.

Padamu yang tulus terhadapnya.

“Jangan bergerak.”

Jinki bersuara lalu menahannya, mengunci tangan dan kaki, semuanya.

Jieun berada pada genggamannya.

Sedikit lagi.

.

.

.

Jieun dengan yang lain.

Selama dua tahun.

“…”

Dan sebuah kata yang hanya terucap di dalam hatinya.

.

.

.

“Jangan bergerak.”

Jinki mendekat, menatapnya tanpa ampun, adam apple yang bergerak pelan.

Jieun menahan diri untuk tidak meledak.

Bukan otot bisep atau trisep seperti atlet, atau 6 kotak yang terpahat kokoh diatas perut.

Sangat indah.

Jinki sangat indah.

Tapi lebih dari itu, mata sabit yang mengunci penglihatannya, Jieun lebih tidak bisa menahannya.

Jinki mencintainya.

Ia tahu.

Tapi.

“Maaf…”

Jinki menjauh.

“…maaf…maaf…”

“…”

“…aku akan berusaha lebih baik, maaf semuanya…maaf…”

Jinki membungkuk pada semua orang.

“Pak Kim, boleh aku istirahat sebentar?”

Jinki bertanya pada seseorang, ia hanya sedang kacau.

Sangat kacau.

“Ya sudah, kita istirahat 15 menit.”

Lalu Jinki melangkah menjauhi lokasi pengambilan gambar.

Sendirian.

Seperti gadis itu tidak disana.

Bersamanya.

Jieun?”

Jinki berubah tidak seperti dulu lagi.

Tidak mengajaknya bercanda, tidak tersenyum padanya, tidak bicara padanya, tidak melihatnya.

Tidak seperti dulu lagi.

.

.

.

Sebuah kata yang terucap di dalam hatinya

Kecewa.

Bolehkah?

.

.

.

Jieun, ayo…”

Gadis itu menggenggamnya erat.

Pakaian Jinki yang ditinggalkan, tidakkah lelaki itu kedinginan?

Dia bisa sakit, tolong jangan sakit.

Tolong jangan membuatnya khawatir.

Jieun? Kau menangis?”

Dia hanya sedang bersedih.

.

.

.

Karena seseorang itu juga sedang bersedih.

.

.

.

End.

Sesungguhnya yang sedih bukan Jinki tapi akuuu :’(

A TO Z FANFICcopyright

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s