BAECHU

FF ONEW IRENE

BAECHU

A Drabble

By Risuki-san

SHINee’s Onew & RV’s Irene | Teenager | Romance, friendship, Fluff, High School

© 2015 Risuki-san

YIPPI THIS IS MY NEW FAV COUPLE!

LEADER COUPLE!

.

Seperti bulu halus yang menyentuh permukaan kulitnya, Irene tersentuh oleh perasaan lembut untuk tiap detik yang ia lewatkan dengan memandang mata sabitnya

.

BAECHU

Irene bergetar mendengar degub jantung, ia berkeringat dingin karena seseorang memandangnya tanpa ampun.

Tanpa satu nanodetik pun terlewatkan.

Seperti samurai bergerak pelan, Jinki menyentuh hatinya, menyayat dengan penuh kasih sayang, membunuhnya dengan cara yang manis.

PLUKK

“Kau gila?!”

Jinki berdiri lalu menarik kerah pakaian seseorang.

Menatap satu pasang mata yang dielu-elukan semua orang, mereka menyebutnya tajam seperti mata elang.

Tidak.

Tidak lebih sempurna dari garis sabit miliknya.

CHOI MINHO! LEE JINKI! KALIAN BERTENGKAR LAGI? SEPAGI INI?!”

Guru tampan mirip Choi Siwon datang lalu memisahkan dua samudera yang berkuasa, membebaskan marah yang terpendam di dalam hati mereka.

“Saya ingin belajar, pak guru.”

Minho membuat alibi, membuat alasan agar hanya Jinki yang membuat langkah di atas tanah lapang.

Dihukum.

Setelah melempar penghapus keras tepat menyentuh kepala Jinki.

Tidak sampai meraba otaknya.

Hanya sebatas kepala.

Kenapa marah sekali?

JINKI, LEPASKAN!”

Jinki masih menggenggam kuat kerah pakaian Minho.

Ia hanya sedang marah.

Tunggu.

Jinki hanya sedikit, tidak, tapi sangat pemarah.

“SILAHKAN TUTUP PINTU DARI LUAR, LEE JINKI!”

Binggo.

Minho berhasil menyingkirkan Jinki dan mengambil Irene untuk dirinya sendiri.

Tapi.

BRAKK

Seseorang baru saja mendorong keras beberapa bangku, memberikan kesan berantakan dan suara berisik yang memekakan telinga.

Bae Joo Hyun?”

“…”

“Kau juga ingin dihukum?”

Gadis itu terdiam, otaknya kosong seperti gudang yang hanya berisi sampah. Isi otaknya tiba-tiba menjadi sangat tidak berguna.

“Saya belum mengerjakan tugas karena sedang malas…”

Irene sedang bodoh.

“…saya harus dihukum…sepertinya.”

Sepertinya ia memiliki alasan lain.

Untuk bersama Jinki?

.

.

.

Jinki hanya seseorang yang baru di dalam hidupnya.

Ia hadir seperti salju musim panas, tiba-tiba ada lalu mencoret warna-warna cerah.

Sangat luas, sangat lapang, sangat melegakan.

Irene berdegup hanya karena memikirkannya.

.

.

.

Gelombang cahaya menyusuri bumi, memberikan perasaan panas pada permukaan yang menyentuhnya.

Mereka berlari di bawah terik.

“Hei, Lee Jinki!”

Irene menyebutkan namanya lalu berhenti menekan tanah.

Berhenti berlari.

Gadis itu berdebar menunggu sepasang mata kembali menguncinya, Jinki memandangnya sangat lama.

Seperti sedang diberi bius mematikan.

Irene diam untuk sesaat.

“Kau menyukaiku ya?”

Irene lagi-lagi bertingkah bodoh, secepat kedipan mata ia menutup mulut lalu membuka mata lebar-lebar.

Dirinya sendiri pun terkejut.

Apa yang baru saja ia katakan?

“Aku bicara bukan tanpa alasan!”

Gadis itu membela diri.

Sepertinya ia kehilangan kendali.

“Kau sering melihatku, bukan sekedar melihat, tapi kau melihatku sangat lama…”

Seperti bulu halus yang menyentuh permukaan kulitnya, Irene tersentuh oleh perasaan lembut untuk tiap detik yang ia lewatkan dengan memandang mata sabitnya.

“…kau sangat pemarah dan aneh…”

Tapi Irene menyukainya.

Jinki sang murid baru yang penuh dengan misteri.

“Maksudku kau pasti mengagumi kecantikanku, aku yang tercantik di sekolah ini, justru aneh jika…”

Irene bermaksud menarik kalimatnya.

Bahwa dirinya berpikir Jinki menyukainya.

 “Bagaimana jika iya?”

Jinki bertanya, bagaimana jika iya?

Maksudnya?

“Bagaimana jika iya, aku menyukaimu, Baechu?”

Jinki memanggilnya, seperti seseorang yang ia kenal sangat lama.

Hanya kerabat dekat yang boleh memanggilnya seperti itu.

Irene seharusnya mengajukan protes atau memperkarakannya di pengadilan.

Tapi.

Bunga bermekaran saat namanya disebut dengan penuh sayang.

SREKK

Irene melangkah mundur, ia memandang ujung sepatunya dan sepatu lain dipisahkan oleh beberapa jarak.

Tunggu.

Sepertinya tak ada jarak.

Gadis itu mendongak, menemukan sebuah cerita indah.

Jinki membunuhnya dengan cara yang lebih hebat.

“Aku menyukaimu.”

Irene tak harus menjawabnya, ia hanya akan menerima.

Lalu menyentuh permukaan bibirnya.

Sangat sederhana.

.

.

.

Jinki menciumnya.

.

.

.

End.

A TO Z FANFICcopyright

4 thoughts on “BAECHU

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s