SYNDROME

ff onew irene syndrome

SYNDROME

A Drabble

By Risuki-san

SHINee’s Onew & RV’s Irene | Teenager | Romance, Comedy, Fluff

© 2016 Risuki-san

ANOTHER LEADER COUPLE STORY XD

.

Jinki berteriak seperti bertemu dengan hantu, ia ketakutan seperti menjadi sandera para teroris, ia merinding karena otak kotornya memikirkan sesuatu

.

SYNDROME

Irene tak tahu arah mana yang harus ia lihat, pemandangan seperti apa yang ingin ia amati. Tak ada yang menarik, hanya 4 tembok 1 pintu dan beberapa properti.

Hanya Jinki dan dirinya di ruang VVIP.

“Kau tidak makan? Makanlah, jangan sampai sakit.”

Gadis itu hanya diam.

Maka Jinki berhenti melahap makanan, ia mengamati seseorang.

Irene yang sedang memandang pada dirinya, mengunci gerakan dan mengirimkan sinyal jika Jinki tidak sendirian.

Irene ingin diperhatikan.

“Itu ayam.”

Gadis itu mengucapkannya, seperti sedang mengajukan protes.

Jinki mengerti lebih dari siapapun, ia tahu melebihi langit yang memahami siang dan malam. Maka ia mengangguk paham.

“Kau bukannya alergi, itu karena kau tak berhenti memakannya.”

Sebelumnya tidak seperti ini, Irene memakan apapun yang diberikan padanya.

Tapi ayam.

Ia tak lagi bisa mencerna makanan itu, ia hanya takut, sedikit trauma karena Jinki.

Beberapa minggu lalu mereka makan ayam bersama, tanpa henti, seperti buku tanpa spasi.

Tak dapat dibaca dengan baik.

Ya, melakukan hal yang sama secara terus menerus, tidak menggunakan rem, jika itu mobil maka dapat dipastikan terjadi kematian yang lebih romantis dari kisah Romeo dan Juliet.

“Lagipula hanya diare.”

Jinki melanjutkan kalimatnya lalu melempar sedikit senyum, berharap menemukan matahari terbit meski dunia berteriak jika ini sudah larut.

Irene tidak tersenyum seperti harapannya, melainkan diam karena ini keterlaluan.

Jinki memahami ayam luar dan dalam tapi tidak memahaminya sedikitpun.

Ayam hanya alasan, tapi Jinki tak kunjung mengerti.

“Aku ingin duduk di se-”

Sebelahmu.

Gadis itu memutuskan untuk memanah tepat pada sasaran, tapi.

“TIDAK!”

Jinki menyela cepat.

Ia bukan cenayang profesional atau seseorang yang memiliki indera keenam, tapi Jinki tahu kalimat apa yang akan terucap.

Duduk disebelah Jinki.

Jangan harap.

“Diam dan makan atau aku akan menyuruhmu makan di ruang sebelah.”

.

.

.

Irene ingin duduk dengan manis.

Irene akan melipat kaki lebih anggun dari putri mahkota negeri manapun.

Irene akan menahan diri, berusaha lebih kuat dari pasukan Sparta dalam kisah bangsa Romawi.

Tapi Irene menyerah karena seperti sebuah fobia, seperti perasaan manusia, sebuah sindroma bukan hal yang bisa dipilih untuk iya atau tidak.

.

.

.

Jinki memerah karena menemukan Irene disampingnya.

Ia baru saja melemparkan ancaman tapi gadis itu mendadak buta dan tuli.

Atau mendadak bodoh?

“CEPAT PERGI DARI SINI!”

Jinki berteriak seperti bertemu dengan hantu, ia ketakutan seperti menjadi sandera para teroris, ia merinding karena otak kotornya memikirkan sesuatu.

IRENE! JIKA KAU MENYENTUHNYA AKU AKAN MENCIUMMU SAMPAI MATI!”

Gadis itu belum bergerak sama sekali, ia baru saja menempelkan tubuhnya diatas kursi.

Di samping Jinki.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

Jinki berteriak lebih ramai dan panjang dari bunyi kereta api.

Irene tersenyum oleh tingkahnya.

Jinki yang panik seperti semut diatas pasir saat hujan melanda menghadapi sindroma ajaib gadis disampingnya.

Jinki kehilangan sedikit akal sehat, tapi ia masih bisa berpikir, masih bisa menyusun taktik busuk untuk membuat gadis itu jera.

“KAU PIKIR AKU MAIN-MAIN?”

Gadis itu hanya tersenyum kecil.

Irene bahagia setengah mati karena berhasil menyentuh pantat Jinki yang empuk seperti bantal di dalam kamar.

Tubuh kecilnya perlahan mundur karena seseorang mendekat dengan cara yang tidak biasa.

Irene hampir kehabisan nafas.

.

.

.

Jinki menyerang, sangat kuat, tanpa ampun.

.

.

.

End.

A TO Z FANFICcopyright

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s