The Day When You Born (SHY)

shy

Title: The Day When You Born

Sub Title: Shy

Author: Kim Jaemi (@iimwae)

Cast: Jung Ho Seok (Bts)

*Kim Na Yeon (Author Chingu)

Support Cast: Find them when you read it!!

Genre: Romance and School Life

Length: Oneshoot, Universe

Desclaime: Oke ff ini Universe, dimana sebelum ff Shy ada lagi ff yang lain The Day When You Born (Taehyung Birthday) dan Mwo? Pregnant!! (Taehyung Version) Tidak dipost di sini dengan alasan Rate M. Ff universe bisa dibaca karena ceritanya tidak terlalu berkesinambungan dengan ff yang lainnya, bisa juga membaca salah satu aja tanpa membaca yang lain. Tapi kalau mau tahu lebih jelas dan detail seluruh isi cerita dengan baik lebih baik dibaca semua.

Langkah kaki malas terseret di jalanan kota besar Seoul, gerutuan demi gerutuan juga mulai terucap di bibirnya yang mungil. “Sialan hanya karena aku pandai membuat poster jadi aku yang pergi ke percetakan.” Kim Na Yeon mendapat tugas kelompok membuat poster bersama teman-teman sekelasnya. Gadis yang gemar sekali mengotak-atik aplikasi photoshop itu berjalan malas menuju percetakan. “Hell!” Ia mendapat nomor antrian tiga puluh satu. Banyak sekali yang ingin mencetak. Pikir Nayeon.

Hampir satu jam dirinya duduk di kursi tunggu, nomor antrian pun juga masih di nomor dua puluh. Itu artinya aku harus menunggu sepuluh orang lagi. Nayeon benar-benar jenuh, ia ingin sekali pergi dan meninggalkan tempat percetakan.

~Drt…drt…drt~

Ponselnya berdering, rupanya ia enggan untuk menjawab panggilan telepon tersebut. Nayeon mengabaikan panggilan masuk dari teman-temannya. Pasti mau tanya apa kau sudah mencetak posternya? Ia memiringkan bibirnya dengan mendengus.

Sesaat mata gadis itu tertuju pada lelaki tinggi yang baru saja keluar dari ruangan kecil yang hanya diperuntukan untuk pekerja saja. Lelaki memakai jaket denim itu menunduk sembari membersihkan bajunya yang terkena tumpahan kopi. “Daebak.” Ia mengikuti laju lelaki itu sampai memasuki toilet. “Waaah tampan sekali.” Tak lama kemudian lelaki itu keluar dengan tersenyum ketika disapa oleh salah satu karyawan percetakan.

“Nanti saja, bos sedang tidak ada.” Kata lelaki itu dengan memukul pundak temannya.

Nayeon seolah melihat malaikat tak bersayap, ia sontak mengambil ponselnya lalu mencatat nomor pengaduan di dalam percetakan. ‘Aku ingin bertanya sesuatu.’ Nayeon mengirim pesan pada nomor yang tertera, nomor yang disediakan untuk mengadukan ketidak nyamanan ketika dalam mencetak.

‘Iya ada yang bisa saya bantu!’ Nayeon mendapat balasan dari nomor yang baru saja dikiriminya pesan. Ia menanyakan nama lelaki yang memakai jaket denim yang baru saja keluar dari ruangan kecil menuju toilet. Lama sekali tidak ada balasan, akhirnya Nayeon mengirim pesan lagi. ‘Mohon maaf kami hanya menerima pengaduan, jika nona atau tuan tidak nyaman baru boleh mengirim pesan atau menelpon kami.’

“Nomor tiga puluh satu.” Nayeon seketika terlonjak sehingga menjatuhkan ponselnya. Ia benar-benar malu karena menjadi pusat perhatian.

~~~~

Nayeon sudah ditunggu oleh sahabatnya di salah satu kafe. Jarum jam menunjukan di angka tujuh malam. Ia melambaikan tangan pada sahabatnya setelah memasuki kafe. Dirinya juga membawa poster di tangannya, ia menduduki tempat duduk di depan sahabatnya. Membelakangi dua lelaki yang mengenakan masker dan juga jaket parasut.

“Hyeong tadi aku mendapat pesan aneh dari pengunjung percetakan.” Suaranya lirih saat mengucapkan, lelaki itu duduk membelakangi Nayeon.

“Maksudnya?”

“Masa dia menanyakan siapa nama lelaki yang memakai jaket denim yang pergi ke toilet. Itukan aku.” Lelaki yang mengenakan masker itu tertawa.

“Sudah cepat makan aku harus pulang mengantar adikku pergi ke rumah nenek.” Lelaki yang mengenakan masker itu melihat ke arah dua gadis di belakang temannya. Kedua gadis itu sedang membuka poster besar dan tanpa sengaja dirinya melihat gadis di depan Nayeon.

“Yaa! Yaa! Kau tahu tadi ketika aku di percetakan aku bertemu dengan lelaki tampan.”

“Siapa namanya?” Tanya teman Nayeon dengan melihat ke arah lelaki yang mengenakan masker di belakang Nayeon.

“Molla, aku mengirim pesan ke nomor pengaduan tapi tidak diberitahu.” Ungkap Nayeon dengan mencemberutkan wajahnya.

“Hoseok-a! Gaja!” Ajak lelaki bermasker pada Hoseok yang sedang memasang indera pendengarannya. Nayeon bercerita dengan suara keras sampai-sampai Hoseok mendengar ceritanya.

“Syuut, hyeong duduklah!”

“Kau kenapa?” Hoseok tidak menjawab, ia menyuruh lelaki di depannya agar diam dan duduk kembali.

Teman Nayeon mengerutkan dahi, tidak biasanya Nayeon bersikap seperti itu. Gadis ini memang primadona sekolah, tidak ada yang mengalahkan kecantikan Nayeon. Rambut gelombang sepunggungnya yang berwarna cokelat, bibir tipisnya, matanya yang tidak terlalu sipit, serta wajah tirusnya yang membuat wanita manapun iri kepadanya. “Apa dia melihatmu?” Nayeon menggeleng, lalu teman Nayeon menambahi dengan, “bagaimana jika lelaki itu melihatmu ketika mengirim pesan? Bagaimana jika orang yang mendapat pesan mengatakan pada lelaki itu?”

“Mana mungkin hahahaha, aku sengaja mengirim pesan agar lelaki tampan itu tidak tahu yang mana aku. Lagiankan yang datang ke percetakan bukan aku saja. Jadi tenang!!! Repurtasi Kim Na Yeon akan tetap terjaga.” Hoseok tertawa pelan, lelaki itu merapatkan bibir dengan menutup mulut. Namanya Kim Na Yeon! Jadi dia seorang gadis? Hoseok menahan tawa, ia sangat ingin tertawa. Dirinya sangat ingin melihat dua gadis di belakangnya, namun diurungkannya.

“Hyeong gaja!” Ajak Hoseok, kedua lelaki itu menuju kasir. Itulah kesempatan Hoseok melihat gadis yang mengirim pesan padanya tadi sore. Ia terperenjat melihat gadis yang tengah tersenyum-senyum itu. “Waah cantik.” Ia sontak membalikan tubuh ketika Nayeon melihat ke arahnya. “Cepat hyeong!”

~~~

Sepulang sekolah Hoseok mengendarai motornya menuju tempat part timenya. Hoseok salah satu band bernama Bts di sekolah, ia juga bekerja di percetakan milik pamannya menjabat sebagai badan pengaduan dan keluhan custemer. Ia mengambil ponsel lalu mulai mencari nomor gadis yang kemaren mengirim pesan di ponsel kantor. Dia menyukaiku? Hahaha. Hoseok tertawa, sebentar lagi dirinya akan menunjukan pada Jimin jika ada juga gadis yang menyukainya. Lihat saja Jimin si raja yeoja.

“Yaa pregnant!” Panggil Hoseok pada Jaemi, gadis yang menghentikan langkah kaki yang saat ini juga berada di koridor melihat sinis ke arahnya. “Hahaha jadi kau tidak hamil, Taehyung benar-benar bodoh.”

“Diam kau Hoseok.” Jaemi terus berjalan menuju kelasnya, ia bahkan tidak menyapa Jungkook yang baru saja memasuki kelas. Jungkook lelaki usil, ‘sudah pasti akan mengerjaiku’. Ternyata tidak, Jungkook langsung saja duduk di samping Jaemi. ‘Kenapa dengan Jungkook akhir-akhir ini?’ Jaemi mengangkat bahu lalu mulai melihat ponsel di sakunya.

“Yaa byuntae!” Hoseok tersenyum puas, ia memasuki kelas lalu menduduki bangku di sebelah Jimin.

“Eo wae? Kau sudah punya gadis untuk malam ulang tahunmu?”

“Tentu.” Hoseok mengangkat dagunya, berusaha menyombongkan diri.

“Aku tidak mau mencarikan gadis lagi untukmu.”

“Tenang kali ini aku akan cari sendiri.” Jimin hanya melirik, terlihat sedang meremehkan.

~~~

Hoseok mulai menghubungi nomor Nayeon, gadis yang dihubunginya mengabaikannya. “Sial kemaren dia ingin tahu namaku dan sekarang….” Tidak mudah jika mengajak gadis berkenalan melalui ponsel lebih baik temui dia dan tunjukan siapa dirimu. Memang seperti itukan wanita? Kebanyakan seorang wanita tidak akan merespon lelaki yang mengajak mereka berkenalan melalui ponsel. Kim Na Yeon, sekolah dimana gadis itu? Hoseok mengacak-acak rambutnya frustasi. Apa di hari ulang tahunnya yang kurang satu minggu, dirinya akan sendiri lagi? Sial Jimin! Umpat lelaki itu dengan meraih jaket berniat pergi. “Eomma aku akan tidur di rumah Seokjin hyeong.”

Hoseok berjalan menuju supermarket, sebelum dirinya pergi ia memutuskan untuk menghabiskan bir kaleng yang dibelinya di depan supermarket. “Tenang saja! Mwo?” Hoseok tidak begitu mendengarkan suara gadis yang baru saja memasuki supermarket yang juga tengah memegang ponsel di telinganya. “Haiss, aku capek-capek buat dan mencetak dengan antrian nomor tiga puluh satu tapi lelaki sialan itu menolak? Haah.” Gadis itu sudah memasuki supermarket saat Hoseok melihat ke arah pintu. Lelaki itu menundukan wajah di atas meja. “Sial benar-benar sial.” Gerutu Nayeon yang baru saja menduduki salah satu tempat duduk di depan supermarket. Ia meletakan mie ramennya dengan sedikit kasar membuat tangannya terkena kuah. “Aaah appajo, bodoh kau Kim Na Yeon.” Hoseok mendongak, lelaki itu seperti tersengat listrik. Ia lantas melihat ke arah Nayeon yang tengah menggigit jarinya. Geu yeoja! Hoseok tersenyum licik, akhirnya dirinya bertemu juga dengan gadis itu. Hoseok berpura-pura menelpon Seokjin, ia melantangkan suaranya. “Hell.” Nayeon tersenyum lebar, ia bertemu dengan lelaki di percetakan.

“Hey nona! Aku dengar kau tadi berteriak. Ada sesuatu yang bisa kubantu?” Nayeon mencoba mengontrol diri, ia ingin berteriak. ‘Apa aku bermimpi, oh tuhan siapapun sadarkan aku?’ Nayeon mengatakan jika dirinya tidak apa-apa, hanya terkena kuah panas saja. “Aaah baiklah kalau begitu, kenalkan aku Jung Ho Seok! Kau sendiri?”

“Aaah aku Kim Na Yeon, anak Daebak School.”

‘Dae… Daebak!’ Hoseok sedikit terkejut, namun tidak begitu diperlihatkan. “Berjurusan apa?”

“Eum multimedia.”

“Waah kita sama, aku juga bekerja di percetakan.”

‘Sudah tahu.’ Nayeon tertawa kecil, Hoseok yang merapatkan bibir juga tertawa melihat Nayeon.

~~~~

Nayeon dan Hoseok sering bertemu, gadis itu meminta bantuan pada Hoseok agar membuatkannya poster yang bagus. Ia mengeluh jika gurunya menolak poster yang sudah susah payah dibuatnya. Tanpa babibu Hoseok langsung mengiyakan, lelaki itu membuatkan poster dan mencetakannya. Tidak butuh waktu lama sehari sudah jadi. Keduanya berbagi Id line, setiap malamnya keduanya sering mengobrol sampai larut malam. Jangan menyatakan cinta dulu! Ini baru tiga hari, ulang tahunku masih kurang empat hari lagi. Hoseok mulai merasakan gejolak aneh di dirinya. Ia tidak bisa tidak menghubungi gadis bernama Nayeon.

“Ya byuntae!” Ucap Jimin.

“Ibwayo-ibwayo! Siapa yang byuntae Jimin, kaulah lelaki terbyuntae di sekolah.” Namjoon menoyol pelan kepala Jimin, ia juga memiting kepala Jimin mencoba meminta untuk dicarikan gadis cantik.

“Cari sendiri! Memangnya aku agen wanita apa?” Kesal Jimin dengan melepas tangan Namjoon di lehernya.

~~~

Besok ulang tahun Hoseok semua teman-temannya berniat memberi kejutan. “Dia ingat hari ulang tahunnya, percuma saja!” Celetuk Jimin.

“Tenang aku punya kado terindah.” Seokjin menaikan satu alisnya, lelaki itu juga mengantongkan tangan di saku celana sekolahnya. Ia tahu jika Hoseok sedang mendekati gadis bernama Nayeon anak Daebak school. Hoseok memang dekat dengan Seokjin, saking dekatnya sampai-sampai mereka dibilang guy. Memang keduanya selalu bersama dan juga terbilang member yang jarang sekali mendekati wanita.

Hoseok berjalan malas menuju gedung belakang di sekolah. Ia sudah tahu jika teman-temannya akan merayakan hari ulang tahunnya di sana. Untuk apa lagi jika tidak untuk ulang tahunku? Hoseok membuka pintu, dugaannya tepat teman-temannya sudah berada di sana. Hanya satu yang tidak ada, ‘kemana Jaemi si kekasih Taehyung?’

“Saenge chukae Jung Ho Seok.” Jaemi menutup mata Hoseok, gadis itu mendudukan Hoseok di bangku usang. Ia mengisyaratkan pada gadis di sebelahnya agar menggantikannya.

“Ya Jaemi si pregnant! Ini tidak lucu.” Nayeon tertawa kecil, gadis cantik yang mengenakan seragam berbeda dengan murid-murid di sekelilingnya itu tersenyum manis.

“Sudah kubilang aku tidak hamil, kau sih Taehyung.” Jaemi mendengus yang juga memukul kepala Taehyung.

“Tapi dapat mobilkan akunya hahaha.” Taehyung tertawa membuat teman-temannya menatap jijik ke arahnya.

Perlahan Nayeon membuka tangannya yang sedari tadi menutup mata Hoseok. Jaemi melambaikan tangan, gadis itu duduk di sebelah Taehyung di atas meja depan Hoseok. Jaemi ada di situ lalu yang menutup mataku? Haseok mendongak, ia melihat seorang gadis tersenyum sembari mengangkat telapak tangan. “Bagaimana bisa?”

“Detektif Seokjin. Cepat tiup lilinnya!” Sebelum meniup lilin Hoseok memegang tangan Nayeon, ia memejamkan mata untuk berdoa kemudian meniup lilin.

“Terima kasih sudah datang.” Hoseok tersipu malu, semua teman-temannya pun juga turut menggodanya. Tidak biasanya Hoseok bertingkah seperti itu.

“Ayo kita pergi! Biarkan kedua remaja yang baru bertemu beberapa hari lalu ini berduaan.” Jaemi menjulurkan lidah pada Hoseok, gadis itu tak hentinya menggoda Hoseok.

~~~

Hoseok mengajak Nayeon ke tangga luar menuju atap gedung. Lelaki itu terlihat kaku untuk mengawali pembicaraan. “Eeum selamat ulang tahun Hoseok.”

“Aku mencintaimu.”

“Ne?” Nayeon mengetip-ngetipkan mata ketika mendapati bibir Hoseok menempel di bibirnya. Jantung keduanya pun berdetak di atas batas normal.

“Aku tidak pandai dalam bercinta, jadi aku….” Nayeon mencium bibir Hoseok, ia tersenyum kemudian mengangguk. “Artinya?”

“Aku tidak tahu apa kau benar-benar mencintaiku atau mengagumiku. Cinta atau kagum, bagaimana kalau kita jalani saja? Eum maksudku kita menjalin hubungan untuk saling mengetahui apa kita memang benar-benar jatuh cinta.”

~~~

Pukul tujuh malam Hoseok menjemput Nayeon mereka berniat pergi ke suatu tempat. “Sebagi kekasih baru, selamat ulang tahun Jung Ho Seok.” Nayeon membawa kue tar kecil, ia juga menyuruh lelaki itu meniup lilinnya.

Di Namsan Tower Hoseok meninggalkan ponselnya di sebelah Nayeon. Gadis itu mengotak-atik ponsel kekasih barunya. Ia membelalakan mata setelah membaca pesan terkirim di ponsel Hoseok. “Seolma, aaah jadi lelaki yang mengajakku berkenalan yang aku abaikan adalah Jung Ho Seok? Aaah bodoh kau Nayeon. Tapi dari mana Hoseok tahu nomor ponselku? Seingatku aku belum mengenalnya.”

“Dari percetakan.” Jawab Hoseok tiba-tiba, Nayeon yang kepergog sontak berdiri. “Aku bagian pengaduan di percetakan itu.” Nayeon membuka mata lebar-lebar, ia benar-benar merasa malu. “Dan aku bertemu kekasih cantikku ini ketika sedang bercerita di kafe bersama temannya. Aku di belakangmu waktu itu.” Nayeon semakin membuka lebar mulutnya. Pipinya memerah. “Repurtasi, hahaha.” Hoseok tertawa, ia lantas meraih tubuh Nayeon agar mendekat ke arahnya. “Kau benar-benar lucu.”

“Jadi kau tahu semuanya? Aaah mwoyaaa?” Nayeon memejamkan matanya, ia tidak bisa menggambarkan rasa malu dalam dirinya. Hoseok memanfaatkan situasi, ia lantas mencium bibir Nayeon. Keduanya saling melumat satu sama lain, menikmati indahnya malam dengan berciuman mesra di Namsan tower.

~THE END~

Next Yoongi x Daezi

Title: Why You so Swag?

Euum ini tidak akan di post di sini soalnya rate M, bakalan di post di wattpad.

Oke annyeong guys sampai ketemu bulan maret. Pamit dulu di ff THE DAY WHEN YOU BORN.

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s