VALID

ff bogum irene

VALID

A Drabble

By Risuki-san

Bogum Park & RV’s Irene|Teenager | Romance, Fluff, Friendship

© 2016 Risuki-san

Note:

FF ini aku buat gara-gara liat perform nya Borene pas nyanyi One and Half, dan yang terpenting adalah…

Gara-gara WARM AND COZY!

Ada satu scene yg aku sukaaaaaa pake banget.

Kata-katanya juga ada yg aku ambil.

Yang pernah lihat drama itu pasti tau yg mana XD

Oh iya, ada cast favorit baru XD

Siapa dia? XD

<3

Benar, aku tak memiliki alasan. Benar, aku menyukaimu.’

<3

VALID

Hari dimana Irene adalah satu-satunya bunga mekar. Dia yang terindah disaat bunga lain masih kuncup bersembunyi di dalam kelopak.

Ada yang memahat senyum memikirkan seseorang.

Won Geun?”

Suaranya memanggil pelan, Irene beranjak dari lamunan panjang.

Sangat panjang.

2 jam untuk menunggu dia yang paling bersinar saat matahari masih damai bersanding bersama awan.

Lelaki itu berucap.

“Kupikir kau sudah pergi.”

“Aku menunggumu.”

Menunggu yang tidak biasa.

Irene tidak marah atau kecewa.

2 jam bukan apa-apa. Sungguh.

“Aku…sebenarnya…”

“Kau berjanji akan memberiku hadiah ulang tahun. Berikan aku hadiah.”

Gadis itu berucap singkat, ia bertingkah seperti tidak mengerti apapun.

Irene mengerti semua hal di dunia, termasuk gadis lain yang disukai lelaki itu.

“Pergi ke Lotte World, aku mau hadiah itu, ayo.”

Irene berkata lalu menarik sebuah lengan, membawanya pada dunia fantasi yang ia inginkan. Mengabaikan Won Geun yang Irene tahu sedang memikirkan sesuatu.

Sesuatu yang terdapat seseorang paling berarti di dalam hidup.

“Aku akan bertunangan.”

Gadis itu terdiam, genggaman yang ia lakukan terlepas begitu ringan.

“Mulai sekarang berhenti menungguku.”

Irene mulai kehilangan. Kata sabar.

“Aku menunggumu. 2 jam? Itu bukan apa-apa. Aku berencana menunggu kalian putus.”

Gadis itu berkata-kata dengan jelas.

Irene…”

Lelaki itu mendekat, tapi Irene memilih menolak.

Irene…kita teman…”

Baiklah, ini sangat menyebalkan.

Gadis itu menatap bengis pada Won Geun yang selalu terlihat tampan, bagaimana ia bisa marah pada malaikat yang jatuh dari langit?

“Kuharap kau menemukan orang lain, aku ingin kau bahagia.”

Pesan terakhir yang terucap, meninggalkan gadis seorang diri.

Tidak terpilih menjadi pendamping, seperti ada yang jatuh.

Hatinya hilang bersama malaikat yang tersesat di atas bumi.

Gadis itu.

Menangis. Sendirian.

.

.

.

“Kebetulan sekali.”

Situasi yang aneh.

Irene sedang menahan air di sudut mata, ia berpaling dari punggung seorang yang spesial.

Yang selalu ia sebut malaikat.

Tapi kemudian ia melihat seseorang.

Terasa sangat canggung.

Baechu, bantu aku.”

Park Bogum bodoh.

Gadis itu mengumpat.

“Kau dorong mobilku, sampai mesinnya menyala.“

Bogum tidak bertanya mengenai persetujuan.

Dia memberikan perintah.

Melangkah masuk ke dalam mobil, meninggalkan Irene yang ia tahu sedang sangat tidak baik-baik saja.

Irene sedang sakit.

Ia terluka karena malaikat mencampakan dirinya.

Lalu bertemu seseorang yang ia sebut tetangga sebelah rumah, bukan dokter yang meringankan gejala penyakit cinta, tapi benar-benar tetangga sebelah rumah yang sangat merepotkan.

Maka Irene mendorongnya.

Dia berusaha lebih keras dari melempar panah cinta pada malaikat sang pencuri hati.

DUKK

Gadis itu berusaha tapi muka Bogum sangat menyebalkan.

“Keluar.”

Gadis itu berhenti mendorong mobil, ia menghampiri Bogum di dalam mobil yang hari ini terlihat canggung.

Mungkin karena melihatnya menangis.

“Karena aku tak bisa marah pada Won Geun, aku putuskan marah padamu yang sangat menyebalkan!”

“…”

“Sebanyak apa aku mengenalmu? Bukankah kita cukup dekat hingga aku tahu kapan kau pertama kali mimpi basah, aku juga tahu celana dalam hijau adalah favoritmu tapi kau berhenti memakainya karena rumor hantu, kau sangat pintar bermain baduk tapi kau tak-”

…tak bisa melakukan apapun. Kecuali baduk.

Park Bogum yang tidak berdaya.

Baiklah, Irene akan berhenti.

“Sudahlah.”

Park Bogum memang tidak pernah peka.

Jangan berharap jika pemain baduk itu akan menenangkannya sebagai teman.

Lalu gadis itu perlahan melangkah.

Mengarah pada arah yang berjauhan.

“Hari ini kau sedang ulang tahun. Aku akan memberikan hadiah.”

Irene sedang tidak ingin hadiah apapun.

“Karena kau sedang marah, aku akan menjadi kantung pasir. Pukul aku.”

“…”

“Jika kau sedang sedih, aku akan menjadi teddy bear yang bisa menghiburmu. Peluk aku.”

Tidak tahu sejak kapan Park Bogum berada di depan, menghalangi Irene pada arah pulang.

DUKK

Bukan sebuah pelukan.

Lelaki itu meringis merasakan tendangan pada daerah kaki.

“Aku juga ingin memukul wajahmu, boleh?”

Irene berkata lalu melipat jari-jari tangan, matanya menatap bengis tanpa ampun, ia hampir memukul tapi.

SRETT

Bogum menahannya, menggenggam hangat.

Irene menatap penuh tanda tanya. Kemudian mereka melangkah, pada arah yang Bogum inginkan, bukan pada arah pulang.

“Apa Hyeri sangat cantik? Apa aku tidak lebih cantik hingga Won Geun lebih memilihnya?”

Maka Irene mulai bermonolog.

“Aku bilang akan menunggunya. Dia mencuri hati dan waktuku yang sangat berharga. Seharusnya aku menuntut ke pengadilan.”

Park Bogum hanya mendengarkan.

Ia menjawab monolog demi monolog melalui hatinya.

 “Dulu saat kita masih kecil, dia selalu membelikanku es krim…”

Itu karena Irene suka menangis.

“…memberiku tumpangan saat pergi jauh menggunakan sepeda…”

Itu karena Irene tidak bisa mengendarai sepeda.

“…dia peduli padaku.”

Itu karena…

Park Bogum berhenti, ia menatap seseorang disampingnya.

Irene memasang sebuah ekspresi.

Ekspresi lemah.

Ekspresi seseorang yang harus dilindungi.

“Sangat aneh. Aku bukan tipe orang yang bisa diabaikan. Semua orang menyukaiku-“

“Terlalu percaya diri.”

“Apa aku salah?”

Irene bertanya, maka lelaki itu berpikir sejenak.

“Kau tak menyukaiku?”

Gadis itu kembali bertanya.

 “Tak ada alasan kau bisa menolak pesonaku.”

“Benar.”

“Tentu sa-“

.

.

.

Maka debu bersama udara berhenti sekejap.

Dunia menyaksikan seseorang yang hanya mahir memainkan baduk rupanya bisa melakukan hal lain dengan benar.

“Benar, aku tak memiliki alasan.”

“…”

“Benar, aku menyukaimu.”

Sebuah pernyataan.

.

.

.

Dan sedikit ciuman.

.

.

.

End.

Siapa cast favorit baru? kekeke

YIPPI!!

LEE WON GEUN  XD

copyright

A TO Z FANFIC

9 thoughts on “VALID

  1. Awww… manis bgt… suka bgt sama gaya penulisan nya… ^^ jarang bgt ada ff bogummy… aku harap next project selanjutnya risuki-san bisa bikin ff bogummy yang lebih panjang dan semenarik kayak gini lagi…

    Fighthing!!!ciayo!!!

  2. woooaaalh,,borene,borene,borene
    aku suka banget,biasanya aku ga pernah coment ff org karna hpku nybelin,tp suka bgt yang inii,,mau borene lagi thor,yg genrenya serius gitu,hehe

  3. Keren banget ceritanya, tapi aku kurang ngerti sama alurnya, hehe… :)
    Tapi bagus kok ceritanya… :)
    Boleh ya… Aku mints saran untuk jdi Author yang baik itu kyk gmna? :)
    Gamsahsmnida…

    • wah makasih ya ._.
      alurnya buat bingung ya ._.
      saran jd author yang baik? hemm aku juga bukan author yg baik betewe XD
      kalo aku punya prinsip aku menulis untuk diriku sendiri *oke ini egois banget* ceritanya kapok nulis buat org lain, curhat (?)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s