FRIEND ZONE

FF BOGUM IRENE (2)

FRIEND ZONE

A Drabble

By Risuki-san

Bogum Park & RV’s Irene | Teenager | Romance, Fluff

© 2016 Risuki-san

.

‘Aku cemburu padanya, apa kau akan menjauhinya?’

.

FRIEND ZONE

Hari ini Irene bertingkah sangat aneh.

Tidak normal layaknya kucing menggonggong atau ikan berlari.

Dia seperti sedang melihat Bogum tapi ternyata tidak melihat.

“Ada apa dengannya?”

Bogum dalam hati bertanya-tanya.

Apa yang salah? Adakah yang salah?

DUKK

Maka Bogum melempar bola basket yang merupakan properti syuting hari ini, seharusnya Irene menangkapnya seperti perasaan yang ia terima lalu menyimpannya di dalam kotak rahasia.

“Kau sedang marah?”

Bogum bertanya saat ia belum berhasil mengejar, Irene masih di depan melangkah seperti tidak mengerti jika seorang  lelaki tampan berusaha meraihnya.

Tetapi Irene bertekad menjauhinya, maka Bogum mengetuk palu memutuskan untuk menarik gadis itu.

SRETT

 “YAK!”

Tepat pada rambutnya.

“Dasar tidak sopan!”

Sudah dapat diprediksi, Irene marah dan menatap bengis.

“Jika ada masalah, katakan, jangan hanya diam, jangan menghindar.”

Karena Bogum tidak tahu bagaimana membaca isi hati perempuan.

DDRRTT DDRRTT

Suara ponsel memberikan suara saat Irene memilih untuk menutup mulut.

“Halo, Hyeri? Ada apa?”

“…”

“Sekarang? Menemuimu sekarang?”

Maka Irene menghela nafas.

Baiklah, takdir terlihat seperti memiliki kunci ajaib untuk membuka kotak rahasia tempat ia menyimpan perasaannya.

Baiklah, biarkan ia hidup tanpa Bogum.

Meski pasti akan sangat merindu.

“Pergilah.”

Irene merelakannya.

“Bicaralah, apa yang membuatmu marah?”

Tapi Bogum bertingkah tidak normal, dia menutup sambungan telepon lalu berkata-kata seolah dia takkan menemui Hyeri yang menurutnya tidak cantik itu.

Irene?”

“Kau tidak pergi?”

“Pergi?”

Hyeri memanggilmu.”

“Ada hal yang harus aku selesaikan, masalah kita.”

Eoh?

Jadi Bogum tidak memilih gadis lain?

“Ayo bicara.”

.

.

.

Sebuah ruang rahasia di stasiun televisi.

Irene dan Bogum bertemu diam-diam.

Kemudian jatuh cinta.

.

.

.

“Bagaimana jika karena Hyeri?”

Gadis itu membuka suara.

Menatap pada Bogum yang melempar pandangan pada banyak sudut ruang.

Seperti sedang tidak ingin terlihat oleh siapapun.

Bogum…”

Irene menarik pelan ujung pakaian lelaki di depannya.

“Bagaimana jika karena Hyeri?”

“…”

“Aku cemburu padanya, apa kau akan menjauhinya?”

Untuk gadis manis itu?

Maksudnya untuk Irene?

Kemudian Bogum mengukir senyum dan menyentuh sebuah permukaan kulit, mendorong dirinya untuk melakukan sesuatu yang manis.

Yang ia sukai sejak merasakan jatuh cinta.

Mencium gadisnya untuk sekejap.

Tetapi kemudian Bogum memberikan jawaban yang tidak ia inginkan.

“Aku tak ingin menjauhinya  karena dia temanku.”

Sehingga gadis itu terlempar ke dalam jurang, ia terluka sangat parah.

“Kami hanya teman, sungguh…”

Dan sepertinya Irene akan luluh seperti sebelum-sebelumnya.

Park Bogum sialan, Bogum menyebalkan.

“Hanya teman?”

“Hanya teman.”

Lalu Bogum menyentuh permukaan telapak tangan gadis di depannya,  Bogum tersenyum memberikan tanda paling meyakinkan di dunia.

Iya, hanya sebatas zona teman.

“Baiklah. Aku percaya…”

Irene yang malang. Dia kalah lagi kali ini.

“Sebuah pelukan?”

Sebagai tanda jika mereka sudah berbaikan.

Baiklah.

1…

2…

3…

Tapi…

… sebuah blitz melakukan interupsi.

“Apa…apa itu? Kamera? Wartawan?”

Jadi seluruh dunia akan mengetahuinya?

.

.

.

Iya, mereka pacaran.

.

.

.

Tapi kan rahasia.

.

.

.

End.

copyright

2 thoughts on “FRIEND ZONE

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s