ULTRA

FF BOGUM IRENE

ULTRA

A Drabble

By Risuki-san

Park Bogum & RV’s Irene |Teenager | Romance, Fluff

Note:

Itu judulnya maksa banget supaya a to z fanfiction segara terbayar XD

Ini ff yang aku buat gara-gara kontraknya Borene akan berakhir bulan ini :’(

.

‘Bogum adalah manusia ajaib yang berubah cepat seperti para superhero.  Juga  tak dapat dikejar seperti halnya menyalip cahaya matahari pagi’

.

ULTRA

Park bogum adalah manusia. Irene pun juga manusia. Tapi dunia kesulitan menggambarkan keduanya. Tidak seperti manusia biasa. Mungkin malaikat dari kahyangan. Sangat indah jika harus dideskripsikan.

IRENE-SSI!”

Park bogum meneriakkan sebuah nama. Dia berkata seperti sedang melaksanakan latihan sebelum sebuah acara live dimulai.

Hemm…”

Tetapi Irene hanya menjawab seadanya. Ala kadarnya seperti masakan tanpa garam apalagi bumbu penyedap.

Irene Bae…”

Sekarang Bogum menjadi serius tidak seperti sebelumnya. Sangat serius hingga tatapan mata yang dalam itu sanggup meluluhlantahkan hutan belantara.

.

.

.

Park bogum berpindah lebih handal dari seorang Jumper. Park bogum juga berkendara sangat cepat seperti musuh penjahat Joker. Park bogum pun bisa menerbangkan kekasihnya seperti alien yang berasal dari planet Krypton.

Park bogum manusia yang berubah dengan cepat seperti kedipan mata.

.

.

.

Dua pasang mata kini saling memandang. Bogum menunggu reaksi atas apa yang ia utarakan. Bahwa ia berencana berhenti menjadi pembawa acara dengan gadis di depannya.

Bukan karena dia ingin, terlebih bosan. Sangat tidak mungkin.

“Aku tahu…aku mendengar kalian bicara…kau dan manajermu.”

Irene berkata-kata dengan tanpa memandang Bogum. Teramat canggung jika harus menatap langsung.

“Lagipula aku juga berencana berhenti. Tak masalah.”

Tunggu.

“Kau berhenti karena aku?”

Bogum bertanya penuh antusias. Lelaki itu melempar Irene dengan senyum tanpa henti. Bahagia yang dirasa tak bisa disembunyikan sekalipun keinginan itu sanggup memenuhi ruang dunia.

“Bukan hanya kau yang sibuk. Aku juga sama.”

Irene menjawab sangat rasional. Seperti pemecahan soal eksakta. Tak terbantahkan.

“Benarkah?”

Bogum masih belum percaya. Bogum meyakini akan adanya alasan yang menyangkut dirinya dalam keputusan Irene.

Yahh…semacam narsistik.

Irene Noona~”

Dan Bogum yang merajuk adalah yang paling dibenci oleh Irene. Maka berhenti sebelum terlambat adalah pilihan tepat.

Irene Noona~ Bogum benar-benar ingin tahu~”

SRET

Park bogum, sudah bosan hidup?”

Dan pilihan Bogum adalah mati terbunuh oleh tangan seorang bidadari.

Sebelumnya Irene makan steak dengan tenang, lalu Bogum mengusik kesunyian. Maka menyodorkan pisau pada daerah leher penjahat itu adalah ketukan palu yang luar biasa hebat.

Bae Joohyeon.”

Bogum kembali ke dalam alam sadar. Bogum yang sok dewasa dan seksinya keterlaluan berdasar atas keterangan Irene.

Seperti yang telah di definisikan diatas bahwa Bogum adalah manusia ajaib yang berubah cepat seperti para superhero.  Dan tak dapat dikejar seperti halnya menyalip cahaya matahari pagi.

Bae Joohyeon tenangkan dirimu…relax…”

Bogum berkata-kata dengan leher yang masih ditempeli pisau. Sebelah tangannya menjauhkan tangan Irene yang menggenggam pisau dan selamatlah Park bogum dari ancaman kematian.

Lalu semuanya berakhir mulus. Tidak mungkin kan jika Irene benar-benar membunuh pangeran. Irene tidak cukup putus asa untuk membunuh dirinya sendiri.

“Kenapa selalu makan dengan berantakan?”

Bogum berkata dengan ekspresi serius. Dia mengulurkan sebelah tangan pada Irene yang berjarak satu meja atas dirinya. Seharusnya mereka duduk berdampingan, ini sedikit sulit.

Kemudian Irene sedikit menghindar karena Bogum berubah menjadi sifat lain lagi. Sebelumnya lelaki ramah, lalu lelaki yang sedikit lebih muda darinya, lalu laki-laki sok dewasa dan sekarang apa lagi?

Bae Joohyeon…”

Ternyata masih Park bogum yang sok dewasa.

.

.

.

Irene menutup mata saat Bogum akan menciumnya.

.

.

.

“Kenapa menutup mata?”

Bogum bertanya pada Irene yang terpejam. Tunggu.

Park bogum sedang tersenyum? Dengan bengis?

“Aku tidak suka pedas.”

Bogum berkata dengan membersihkan saus pada bibir Irene menggunakan tisu. Gadis itu masih merasa kosong. Belum sanggup mengalahkan keterkejutan. Bogum ingin tertawa sangat keras tapi Irene bisa murka lebih jahat dari sebelumnya.

Mungkin yang lebih buruk dari sekedar pembunuhan. Mungkin diikuti prosesi mutilasi.

“Jika itu es krim atau cappuccino mungkin ceritanya akan lain.”

Park bogum berkata dengan senyuman jahil. Kemudian memberikan sedikit sentuhan manis pada bibir Irene.

.

.

.

Bogum sungguh sedang mencium gadisnya. Detik ini juga.

.

.

.

End.

copyright

A TO Z FANFIC

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s