Broken Friendship

Broken Friend1

Title: Broken Friendship

Author: Kim Jaemi (@jaemi21)

Cast: Kim Tae Hyung (Bts)

*Kau

*Dia

Genre: Teen & Romance

Length: Ficlet

Apa yang sudah pernah kau lakukan adalah sesuatu yang fatal. Sesuatu yang tidak bisa kau perbaiki dengan mudah, seperti halnya membalikkan telapak tanganmu. Butuh waktu jika kau ingin kembali seperti sedia kala setelah apa yang sudah kau lakukan padanya. Dia pernah menangis karenamu, dia pernah melakukan apapun untukmu. Rasanya memang seperti mimpi melihat dulu kau yang selalu menghabiskan waktu bersamanya kini berjalan seolah saling tidak mengenal. Nafasnya terdengar menyakitkan setelah mendapati pesan masuk di ponselnya. Awalnya dia tidak berniat membukanya, hanya saja terasa egois jika dirinya tidak membuka pesan tersebut. Dibacanya pesan yang semakin membuatnya menghembuskan nafas.

Dia akan langsung membuka pesanmu begitu kau mengirimi pesan, dia akan segera datang begitu kau menyuruhnya datang. Tapi itu dulu, kini semuanya berubah. Dan kau yang sudah membuat perubahan itu terjadi. Jika kau merasa tidak terjadi apa-apa, maka kau salah. Pikirkan apa yang sudah pernah kau lakukan padanya, pikirkan dengan kepalamu. Menunggu berjam-jam lamanya tidak menjadi masalah baginya, padahal kau tahu sedang ditunggu oleh sahabatmu di rumahmu tapi kau malah asyik berduaan dengan kekasihmu. Menjemputmu setiap hari juga tidak menjadi masalah baginya, padahal kau tahu jika rumahmu sangat jauh dari rumahnya.

Jika berbicara masalah persahabatan, tidak akan ada habisnya. Setiap persahabatan pasti memiliki suatu konflik, permasalahan yang mungkin akan berakhir dengan pertengkaran. Bukan berbicara masalah pengorbanan, tapi berbicara mengenai kesetian dan kejujuran. Apa yang tidak kau ketahui darinya, apa yang tidak diceritakan olehnya? Semua tentangnya kau tahu dan semuanya diceritakan padamu. Hanya saja ia tidak begitu tahu bagaimana dirimu. Siapa saja kekasihmu, siapa saja teman-teman dekatmu hanya sedikit yang kau perkenalkan padanya. Kau tahu siapa saja lelaki yang sedang dekat dengannya, kau tahu siapa saja teman yang benar-benar teman baginya dan kau tahu siapa yang sudah membuatnya menangis. Segala hal kau ketahui, sampai masalah pelik yang dihadapinya kau juga tahu. Kau dan dirinya pernah pergi bersama-sama, menjelajahi setiap tempat. Banyak waktu yang kau dan dirinya lewati, banyak kejadian mengerikan juga yang pernah kau lalui bersamanya. Setiap kali kau salah dia selalu datang memaafkanmu, padahal kau tahu dia bukanlan seseorang yang dengan sangat mudah memaafkan seseorang. Apa kau ingat ketika kau marah karena salah satu lelaki yang kau cintai sedang saling bertukar pesan dengan sahabatmu? Dia bukanlah tipikal orang yang mudah minta maaf, tapi dia mau meminta maaf padamu dan kau masih marah padanya. Kau sepenuhnya tahu jika pesan tersebut membahas tentang dirimu, sama sekali tidak ada niatan baginya untuk merebut orang yang paling kau cintai.

Dia selalu menceritakan kejadian menyenangkan yang kalian lalui kepada sahabat-sahabatnya tanpa tahu bagaimana perasaan sahabat-sahabat lainnya. Begitu sempurna pertemanannya bersamamu sampai-sampai dia tidak pernah memikirkan untuk mengunjungi suatu tempat dengan sahabat-sahabat lainnya. Padahal dia juga memiliki sahabat lain di sekolahnya. Baginya kau sosok sahabat yang sangat menarik dan menyenangkan.

Mengingat kenangan yang begitu indah mungkin akan sulit melupakannya, bahkan sedikit pun tidak ada angan-angan ataupun niatan melupakannya. Hari-hari dimana kau dan dirinya lalui bersama, malu bersama, tertawa, bercanda dan bertingkah aneh serta berbuat gila bersama. Tempat mana yang tidak pernah kau dan dirinya kunjungi? Tempat mana yang kau dan dirinya lewatkan? Tidak ada, tidak ada satupun tempat yang kau dan dirinya lewatkan. Satu-satunya yang menjadi saksi bisu hanyalah kamera di ponselmu. Kamera yang mengabadikan setiap tindakan bodohmu bersama sahabatmu. Dan jika memori terformat maka hilanglah saksi yang mempertontonkan betapa luar biasanya persahabatanmu bersamanya. Kau menghancurkan segalanya, kau membuatnya benar-benar marah. Kau membuatnya traouma akan mempercayai sebuah ikatan persahabatan. Kau membuatnya selalu mencurigai setiap kali ada teman yang mendekat padanya. Kau membuatnya risih dengan kata “Bisakah kau menjemputku?” Untuk beberapa waktu lamanya.

“Sudah dua tahun jangan disimpan lagi!” satu tangan memeluk perutnya, dia mendongak menatap wajah kekasihnya. “Kau akan datang?” dia menghela nafas kemudian menganggukkan kepala. “Aku akan mengantarmu.”

“Tidak perlu Taehyung, aku bisa ke sana sendiri.” Dia mengelus wajah kekasihnya masih dengan menyunggingkan senyum di wajahnya.

Pesan yang kau kirim adalah undangan pernikahanmu, kau tidak sempat menemuinya dan kau hanya mengiriminya pesan. Kau tidak pernah tahu apa kesalahanmu padanya, kau menganggap seolah tidak pernah terjadi. Kau tidak pernah tahu tangisnya dua tahun silam yang memilukan. Dalam sebuah persahabatan dia sadar akan ada yang namannya pertengkaran. Wajar saja, karena di situlah letak tantangannya. Mempertahankan atau malah justru menghancurkan. Dia tahu dirinya terlahir sebagai gadis yang egois, dia tahu dirinya terlahir sebagai seseorang yang merepotkan. Hanya saja di depanmu ia mengesampingkan rasa egoisnya. Merepotkanmu pasti pernah dirinya lakukan karena itulah sebuah persahabatan. Dalam kamusnya tidak ada kata merepotkan selagi kau menjadi sahabatnya.

Kau tidak pernah ke rumahnya, selalu ada alasan ketika dia menyuruhmu ke rumahnya. Dia tidak pernah marah, dia menyadari jika kau tidak memiliki kendaraan yang akan kau pergunakan menuju rumahnya. Setiap kali kalian keluar dialah yang selalu menjemputmu. Setiap kali hari libur dialah yang selalu ke rumahmu. Kau ke rumahnya hanya sebentar, sedangkan dirinya berjam-jam. Kau ke rumahnya selalu bersama lelaki-lelaki yang mendekatimu tapi dirinya datang hanya seorang diri.

Hari selanjutnya dia mendapat pesan dengan teks yang sama di ponselnya. Kali ini dia memutuskan tidak membalas. Sampai saat ini tidak ada kata maaf darimu, ‘Baiklah lupakan saja’.

Masalahnya memang tidak terlalu rumit, hanya menunggu saja. Namun akan ada titik jenuh bagi dirinya menunggumu. Akan ada satu kata bosan jika terus-menerus dirinya yang mengalah dan menunggumu. Baiklah, dia bisa saja memaafkanmu, hanya saja rasa sakit itu sudah membekas dalam hatinya. Dia ingin mendengar kata maaf darimu, dia ingin kau mengakui kesalahanmu. Kau sudah berjanji akan menjemputnya dan dirinya sudah menunggumu dari pukul tujuh pagi. Kau mengatakan masih di jalan menunggu salah satu temanmu, dan dia menunggumu lebih lama lagi. Satu jam, dua jam dan bahkan tiga jam sudah berlalu. Jarum jam berada di angka sepuluh, dia mengintip gorden rumahnya. Kau belum juga datang, bahkan sampai jarum jam berada pada angka dua belas siang.

“Kalau tidak ingin datang jangan datang, kau bisa mengatakan jika kau sibuk.” Pintu kamar terbuka, Taehyung membawakan segelas air mineral pada kekasihnya yang akhir-akhir ini sibuk melamun. Dia tidak terlalu menanggapi Taehyung, jarang juga menjawab Taehyung.

“Kau tidak akan tahu, sejujurnya aku ingin seperti dulu.”

“Dia sudah memulainyakan, tinggal kau yang harus menerimanya kembali, atau kau justru malah lari seperti yang dirinya lakukan waktu itu. Kau tidak bisa memaksakan hatimu jika hatimu tidak ingin.” Taehyung memeluknya, menepuk-nepuk bahunya memberikan ketenangan yang selama ini dirinya rasakan ketika berada di samping Taehyung. “Lupakan semuanya! Jika dia memanfaatkanmu lagi maka kau tinggal pergi dan meninggalkannya, jangan lupa aku mencintaimu Im Jaemi. Jangan lupa juga bahwa sekarang kau punya sahabat.” Dia tersenyum sembari mengangguk. “Sahabatmu Choi Dae Zi yang seperti kakak bagimu, ada tiga lagi Jaemi, Yoon Se Na, Song Jit Ta dan Kwon Ji A, jangan lupa jika ada mereka di sampingmu.” Tambah Taehyung dengan mengeratkan pelukannya padanya.

“Kau pernah mengalaminya? Yang aku alami?” Taehyung mengangguk, perlahan Taehyung melepasnya. Dia menarik tubuhnya, menatap wajah Taehyung dengan lamat.

“Sebelum aku mengenalmu.” Taehyung menakup kedua pipinya seolah menunjukkan jika ada hal lain yang akan membuatnya bahagia. Termasuk ada Taehyung di sampingya, yang akan menemaninya dan yang akan memegang tangannya saat terjatuh.

~THE END~

2 thoughts on “Broken Friendship

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s