JISOO

jisoo

JISOO

Black Pink’s Jisoo & OC | Fluff, Family, Friendship, Romance, High School | Teenager

.

Dengan nilai seperti ini, Jisoo masih mampu jika disuruh bertani, iya ‘kan? Bertani tidak harus pintar, beruntung keluarga kita kaya.

.

Jisoo

Hari ini Jisoo bertekad untuk berubah menjadi siswi pandai di sekolah. Dia tidak lagi berteman dengan anak-anak nakal karena Jisoo telah menetapkan pendirian untuk menjadi yang pertama yang mengubah dunia. Jisoo bertaruh atas seluruh noda merah pada hasil belajarnya tahun lalu, ia akan mengubah Jennie, Rose, dan Lisa menjadi seperti dirinya untuk satu tahun mendatang. Sang pemimpin regu klub tari di SMU Stovia dengan hasil ujian nasional terbaik.

“Ayo berhenti melakukan tarian tidak berguna, ayo belajar dengan giat layaknya siswa, ayo menjadi  peringkat empat besar siswa dengan perolehan  nilai tertinggi ujian nasional tahun ini!”

Jisoo berucap sangat yakin dengan kepalan dan anggukan yang merupakan isyarat absolut atas keteguhan hatinya.

Kemarin malam Jisoo baru saja menerima pukulan paling keras dalam hidup. Ayah dan ibunya mengancam akan membelikan sebidang tanah di desa.

Dengan nilai seperti ini, Jisoo masih mampu jika disuruh bertani, iya ‘kan? Bertani tidak harus pintar, beruntung keluarga kita kaya.

Jisoo terkejut hingga nyawanya sejenak mundur kebelakang. Ia bersedih kenapa tidak terbunuh saja oleh serangan jantung. Jisoo seperti mendengar spoiler vonis hakim di depan matanya. Ayah dan ibunya mendiskusikan dan berpikir sangat keras dimana harus membeli tanah.

Maka Jisoo mengetuk palu untuk menormalkan masa depan.

“Visiku adalah menjadi lulusan terbaik saat ujian nasional. Misi pertama adalah…”

“…”

“Duduk dibangku paling depan.”

.

.

.

Jisoo berangkat ke kamar mandi lebih pagi dari ayam berkokok. Ia berangkat ke sekolah sangat awal hingga membuat dirinya menunggu petugas keamanan membukakan pagar sekolah. Tetapi ia tanpa sadar melotot karena terkejut oleh ruang kelas yang sudah penuh oleh banyak siswa.

Kemudian Jisoo menghela nafas, ia baru ingat bahwa setelah menembus pagar dengan penantian panjang,  ia tidak langsung berlari melanjutkan misi melainkan menengok tempat latihan yang ia rindukan. Jisoo hanya masuk sebentar lalu meletakkan dirinya diatas karpet hangat. Kemudian Jisoo melangkah pada dunia lain, ia terlelap karena hari ini bangun terlalu pagi.

“Maaf, ini tempat duduk temanku.”

Jisoo baru saja duduk diatas bangku, ini belum satu detik sebelum ia menempelkan tubuh diatas bangku urutan nomor dua. Jisoo tidak menghiraukan, ia hanya melepaskan tas punggung lalu meletakkannya diatas meja.

“Maaf…kau harus pindah.”

“Berisik.”

Jisoo kembali mengeluarkan sungutnya. Ia kesal tetapi berusaha untuk tidak mendengarkan siswi disampingnya.

“Hei, kau tuli ya? Ini tempat duduk temanku!”

Jisoo hanya melipat tangan lalu menundukkan kepala, dia sedang sangat mengantuk akan lebih baik jika membiarkan singa tidur dengan nyenyak.

HEI!”

Tetapi manusia yang satu itu sepertinya tidak mengerti. Yang kau ganggu itu spesies paling ganas di bumi. Aahhh, dasar murid baru.

“INI TEMPAT DUDUK JISOO, BODOH!”

Tunggu.

Iya ini tempat duduknya lalu kenapa masih mengganggunya? Dan siapa yang bodoh? Hanya karena nilai ujian penuh tinta merah juga bukan berarti bodoh ‘kan?

Belajar itu pilihan!

Sekarang katakan siapa yang bodoh?

Jisoo…”

Seseorang memanggilnya. Siswi disampingnya memanggil dirinya tetapi dengan nada yang berbeda. Ini membingungkan.

Jisoo, aku akan menyuruh gadis ini pergi. Tunggu sebentar ya.”

Semua menjadi sangat rumit dan memusingkan.

Ini Jisoo yang sedang duduk –diralat, dia sedang tidur dibangku- Lalu kenapa Jisoo harus pergi dulu supaya dirinya bisa duduk dibangku itu. Situasi ini membuatnya harus berpikir, tapi Jisoo sedang malas berpikir, dia sedang ingin tidur.

“Tak apa, aku bisa duduk ditempat lain.”

Suara lain itu.

Jisoo mengangkat kepala. Ia menoleh mencari-cari sumber suara. Lalu menemukan seseorang. Dia dengan rambut hitam dan sepasang mata yang sangat runcing, maksudnya sangat sipit, lelaki dengan seragam sekolah versi pria. Dia tersenyum dihadapan Jisoo yang mengantuk tetapi juga sedang terkejut.

Jisoo secara refleks berdiri. Dia menatap teliti pada siswa yang ia baru kali ini melihatnya setelah bersekolah disini selama dua tahun.

“Aku murid baru. Namaku Jisoo

Lelaki itu berucap dan dengan tersenyum. Jisoo tidak membalasnya melainkan menyembunyikan sesuatu. Ia meraih tas lalu melangkah pada sahabatnya yang seperti biasa duduk dibangku paling belakang.

Jennie, Rose, Lisa tolong sambut kepulangan gadis manis ini dengan hangat.

Jisoo dan Soo Ah, mereka murid pindahan dari SMU Sevit.”

Jennie berkata memberikan jawaban yang Jisoo pertanyakan hingga isi kepalanya hampir berduyun-duyun keluar.

Jisoo terdiam dengan tatapan kosong. Ia merasa ada yang aneh pada tubuhnya. Ia berdebar seperti orang yang jatuh cinta.

Dengan nama yang sama, Jisoo berpikir bahwa nama mereka akan terlihat lucu saat ditulis diatas undangan pernikahan.

Hah?

Yang benar saja, ia jatuh cinta pada seseorang yang baru pertama kali dilihat. Gadis itu berusaha menolak kenyataan bahwa ini ‘Love At The First Sight’.

Cinta bukan hanya perkara visual.

Jisoo yang lain itu juga tidak sangat tampan. Tapi dia cukup manis. Tapi mereka tidak saling mengenal. Tapi Jisoo yang lain tersenyum ramah pada orang asing. Tapi Jisoo bukan seseorang yang jatuh cinta karena bentuk fisik. Tapi Jisoo yang lain itu memiliki suara yang membuat dirinya terus mengingat dan ingin mendengar lagi.

Banyak kata ‘sepertinya’ berisi kemungkinan-kemungkinan baik mengenai Jisoo yang lain.

Ia terlihat manis, sepertinya hangat dan ramah, sepertinya sangat gentlemen, sepertinya pintar bernyanyi karena suaranya sangat lembut.

.

.

.

Misi hari pertama gagal tetapi  Jisoo mendapatkan satu senjata paling mutakhir. Tutor belajar yang gadis itu jatuh cinta padanya akan membuat suasana belajar seperti saat kencan.

.

.

.

“Dari yang kudengar, Jisoo itu sangat pintar. Dia kandidat  kuat calon mahasiswa KAIST.”

.

.

.

End.

5 thoughts on “JISOO

  1. hi there!

    double Jisoo! hahhhaha dan lucunya berkebalikan sekali ya mereka? lol! lucu unyu gituuu wkwkwk. gegara pas Jisoo cewek sadar murid barunya itu Jisoo juga namanya terus dia langsung macem fall for him hehhhe. sukiiii!!

    see ya~

  2. Hi! Numpang mampir xD

    Menyangkal love at the first sight tapi udah berpikir undangan pernikahan hahaha tapi lucu juga sih.
    Ah, cerita yg manis saya suka kekeke :D
    Jadi inget dulu waktu googling jisoo sebelum debut sbg Blackpink, yang muncul malah jisoo cowok :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s