PSYCHOPATH

ff bogum irene

PSYCHOPATH

A Ficlet

By Risuki-san

RV’s Irene & Actor Park Bogum | PG 15 | Romance, Drama, Family, Hurt-Comfort

.

Kehilangan yang kau rasakan tidak sepadan dengan rasa kehilanganku. Kita berada pada level yang berbeda, aku kehilangan pria yang kucintai, kau kehilangan barang yang kau inginkan’

.

PSYCHOPATH

Bogum tidak menginginkan banyak hal di dunia ini. Ia hanya mendambakan seseorang untuk hidup bersama dirinya hingga ajal.  Bogum suatu kali pernah tersenyum saat menemukan seorang gadis, tapi kemudian berubah menjadi murung karena satu hal.

Irene Bae, setuju menikah denganku?”

Bogum terdiam mendengar suara itu dari jauh. Kedua telapak tangannya menggenggam, Bogum mencari cara untuk menciptakan jurang curam.

Agar Irene dan kekasihnya berpisah. Selamanya.

.

.

.

Bogum bukan orang normal. Bukan orang biasa. Seorang pengacara handal dan calon menantu idaman. Ia mendapatkan apapun yang diinginkan. Kekayaan, kekuasaan, popularitas.

Kecuali satu. Yang menjadi alasan Bogum tak bisa tersenyum bahagia.

Keluarga.

.

.

.

Tetapi Bogum akan memilikinya sekarang.

“Aku penasaran, apa aku akan melakukannya dengan baik? Aku sangat gugup meski hanya harus berkata aku bersedia di depan tuan pendeta. Irene-ssi, apa kau juga sama?”

Bogum menatap lurus pada seseorang. Ia menyaksikan diamnya Irene yang ia sayangkan. Tak bisakah Bogum mengubahnya, menjadi mencintainya.

“Kemarin aku menghubungimu.”

Bogum berkata dengan tanpa melihat Irene tetapi Bogum mengerti bahwa Irene bereaksi seperti yang ia prediksikan.

Gadis itu diam seperti sebelumnya, gadis itu bertingkah seperti sedang sendirian, seperti Bogum bukan manusia tetapi merupakan patung sehingga tidak perlu diperhitungkan keberadaannya.

“Aku menghubungimu…setelah melihat kalian. Kalian berdua. Kau dan Jinki Hyeong.”

Bogum mengerti saat begitu nama itu disebut, Irene tidak akan diam tetapi berubah menjadi menatapnya, memperlakukan layaknya Bogum adalah manusia yang hidup dan dirindukan keberadaannya. Irene selalu cepat bereaksi seperti stimulasi saraf pada tubuh mahkluk hidup.

“Kami hanya tidak sengaja bertemu. Kami tidak bicara apa-apa. Kau bisa mempercayaiku…”

Irene dengan cepat merangkai kalimat, merangkai alasan agar Bogum meluluh dan tidak marah seperti dulu.

“Aku ingin melakukan sesuatu padanya. Agar kalian tidak bisa bertemu. Membunuhnya mungkin.“

Bogum berkata dengan ringan. Ia masih tenang dan tidak terlihat marah. Berbeda dengan Irene dan alarm kebakaran yang menyala di dalam sistem tubuhnya.

PYARR

Bogum terlihat tenang saat kekacauan berada di depan mata. Ia melahap makan malamnya dengan nyaman meski Irene  telah berdiri setelah membuang sebuah gelas kaca.

“JANGAN MENGGANGGUNYA!”

“…”

“AKU AKAN BUNUH DIRI MESKI ITU HANYA UJUNG RAMBUT!”

Bogum meletakkan peralatan makan lalu melempar pandang pada Irene. Irene dengan serpihan tipis gelas kaca pada bagian leher. Irene yang sedikit berdarah karena gadis itu sedang tidak main-main.

Irene tidak mengerti dengan pria di depannya. Irene merelakan Jinki yang ia jatuh cinta padanya sejak lama. Jinki yang akan menikah dengannya tetapi kemudian Bogum muncul dengan kekayaan dan kekuasaan. Dengan ambisi dan tekad untuk memiliki Irene hanya untuk dirinya sendiri.

‘Aku takkan membunuh ibunya, satu-satunya keluarga yang dimiliki Jinki Hyeong. Dengan satu catatan. Kau menikah denganku. Deal?’

‘Aku takkan membunuhnya. Dengan satu catatan. Berhenti menemuinya. Deal?’

Mereka selalu membuat kesepakatan. Selalu Irene yang kalah dan tidak berdaya.

“Aku takkan mengganggunya lagi. Aku berjanji.”

Bogum berucap lalu menarik lengan kemeja putih yang ia gunakan. Irene hampir percaya tetapi Bogum kembali melempar gadis itu kepada kenyataan bahwa Jinki tidak pada kondisi yang tidak bisa jika tidak ia tangisi.

Lengan kemeja putih dengan noda merah.

“Aku melakukannya dengan mudah. Jinki Hyeong sama sekali tidak kesakitan. Malah aku yang kesakitan bahkan sedikit berdarah karena dia melawanku.”

Bogum baik-baik saja setelah melakukan tembakan akurat pada dahi seseorang. Bogum terbiasa melakukannya. Mengakhiri hidup seseorang bukan hal asing yang Bogum baru pertama kali hingga terkejut dan trauma.

Ia seorang psikopat.

“Bohong…kau bohong…”

Irene merasa penglihatannya memburam, ia merasa seperti perasaan dalam hatinya berlubang. Hatinya terasa tidak nyaman kemudian satu tetes air turun kepada pusat gravitasi. Gadis itu menangis dengan alasan. Ia tidak bisa jika tidak mempercayai perkataan Bogum. Karena Bogum adalah pembunuh dan bukannya pembohong atau penggertak.

Bogum bersedih karena Irene menangis untuk pria lain. Ia memeluk Irene yang hampir jatuh pada lantai dengan banyak pecahan gelas kaca. Irene tidak boleh terluka, itu yang selalu Bogum pikirkan.

“Sehatlah selalu. Ayo menjadi tua bersamaku…”

Bogum berkata dengan mengelus punggung Irene lembut. Ia merasakan Irene terdiam, Irene tidak menyentuh punggung Bogum sebagai balasan atas pelukan hangat yang diterima. Kemudian Irene melepas tautan diantara keduanya. Irene menatap lurus dengan mata yang memerah dan berkaca.

“Aku tidak tahan jika seumur hidup harus melihatmu.”

Irene berucap pelan tetapi juga tegas. Ia berkata seperti sumpah serapah untuk Bogum yang kejam. Irene hampir kehilangan kesadaran karena berhasil menghentikan jalur kehidupan, Irene membunuh dirinya. Dan Irene mengais sisa-sisa waktu kehidupan hanya untuk menyumpahi Bogum.

“Kehilangan yang kau rasakan tidak sepadan dengan rasa kehilanganku. Kita berada pada level yang berbeda, aku kehilangan pria yang kucintai, kau kehilangan barang yang kau inginkan. Aku berdoa agar kelak kau akan mencintai seseorang lebih aku mencintai Jinki Oppa, lalu kau kehilangannya. Aku ingin melihatmu bunuh diri sepertiku.”

Irene ingin Bogum sengsara melebihi rakyat Raja Firaun yang jahat. Irene bertekad memberikan Bogum kutukan seolah mantranya akan berhasil seperti milik penyihir hitam.

Bogum masih menatapnya. Ia menyaksikan Irene seperti melihat kesedihan, Bogum menjatuhkan air dari sudut mata, ia meraih serpihan kaca yang Irene gunakan untuk menyiksa perasaan dirinya.

“Aku bersungguh-sungguh saat mengatakan aku tak bisa hidup tanpamu.”

Bogum berkata pelan, ia melakukan hal yang sama seperti Irene beberapa detik lalu. Kemudian Irene mendapat jawaban atas doa yang dipanjatkan. Bogum membunuh dirinya sendiri.

.

.

.

End.

bogum sad

Mukanya Bogum kalo sedih itu sesuatuuuuuu XD

copyright

5 thoughts on “PSYCHOPATH

  1. hi there!

    aduh sedih endingnya :(
    psikopat berdarah dingin. tenang dan ngga ngerasa bersalah pas bunuh. huhuhuhu. Mas Bogum wajahnya kalau dingin bisa jadi peran psikopat ya (?)

    tapi nyentuh lo… abisnya pas irene bunuh diri, dianya nangis terus ikutan. kirain cuman nangis dan ngga peduli gitu huhuhuhu.

    see ya~

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s