How to Review Fanfiction

Kali ini saya mau bahas tentang cara mengkomentari fanfic. Emang gak penting sih, tapi siapa tau ada yang gak ngerti tata cara supaya seorang Author gak kesel sama komentar kita, atau Author tak merasa terganggu dengan komentar yang dibuat, dan merasa di hargai oleh readers :)

1. Baca dulu ceritanya. Yaiyalaaaaah, gimana caranya mau ngereview kalo gak dibaca dulu ceritanya. Dan kalo ada hal yang menggelitik untuk dibahas, coba baca ulang bagian itu sekali lagi, atau ulang dari awal kalo perlu. Tidak semua author memasukkan penjelasan sekaligus dalam satu paragraf, mungkin dia memasukkannya di chapter yang berbeda. Hati-hati, soalnya kalo ada yang salah atau tercampur, yang ada malah bisa mempermalukan diri sendiri, dan kalo ternyata yang ditulis dalam review sebenarnya tidak terjadi di fanficnya, bisa jadi bahan ketawaan

2. Pastiin udah tahu apa yang mau ditulis. Karena review yang gak jelas sama sekali bener-bener bikin seorang fanfic-writer bete. Menuh-menuhin inbox e-mail dan mengecewakan. sebagai author, biasanya dengan antusias akan segera membuka e-mail dari ffnet tiap kali ada pemberitahuan review, tapi kalo isinya cuman emoticon XD atau sekedar kata ‘waaawww’…. Eng… it does nothing to me…

3. Gunakan kalimat yang baik, benar, dan bisa dibaca. Well, aku termasuk seorang yang sangat membenci bahasa @L4y. Menurut aku itu salah satu bentuk penghinaan terhadap Bahasa Indonesia dan salah satu penyebab rendahnya nilai Bahasa Indonesia dalam ujian nasional. Beberapa orang pernah menulis ke aku dengan bahasa ini, dan please… aku memerlukan waktu lama untuk bisa mengerti dan saat aku tanya temen-2 aku, mereka semua rata-rata juga gak mengerti. Review yang tidak bisa dibaca akan dianggap tidak perlu dibaca.

4. Tepat dan akurat. Langsung ke pointnya. Menambahkan hal-hal tak penting pada review tidak akan memberi keuntungan pada siapapun, baik reviewer(readers/komtator(?)) maupun Author

5. Singkat dan padat. Mirip dengan point diatas tapi agak berbeda ya. Gunakan kata-kata yang tidak berputar-putar. Panjang rata-rata review itu sekitar 50-300 karakter. Jika memang si author keblenger banget sampe perlu diajarin macem-macem, gunakan PM atau langsung cari e-mail dia dan lakukan ‘kuliah’nya lewat japri.

6. Berikan kritik membangun, jangan mengecam atau melempar api(flame). Saat mereview, sebaiknya gunakan kata-kata sopan. Pada awal review, beritahukan bagian mana yang disukai terlebih dahulu, lalu beri petunjuk bagian mana saja yang perlu ditambah, diperbaiki, dan dikembangkan. Mau contoh?

“OOC, oke. AU, oke. Mm… nggak ada salahnya kalo typo diedit dan diperbaiki, pasti lebih enak dibaca. Konsistensi penggunaan bahasa masih perlu diperhatikan, apakah hendak menggunakan istilah Korea atau istilah normal. Bagaimana sebenarnya Heehyo memanggil Ayahnya? Appa atau Papa?

Penggunaan EYD sudah bagus, tinggal disempurnakan beberapa ejaannya. Kata ‘cewek’ sebaiknya hanya dipakai dalam dialog, jika dalam deskripsi gunakan kata yang lebih baku seperti ‘yeoja’ atau ‘anak perempuan’ atau ‘wanita muda’ dsb

Yah, tidak dengan keinginan narsis juga sih. Itu jauh lebih enak dibaca daripada review yang isinya :

“Terserah anggep ini flame ato apa, tapi beneran lho, jumlah review yang kamu tentuin untuk meneruskan fic ini cukup membuat aku jadi malas nunggu lagi. padahal ini adalah fic pertama yang aku baca.

Segitu aja sih uneg-uneg aku yang sebenernya udah aku tahan lama banget. Mohon kamu juga mikirin lagi perasaan para reviewer kamu.”

Tips

– Istilah aku adalah junk review bagi review yang aku anggap kurang berisi. Kadang isinya cuman :

“Wah. .ayo update!”

“wuaaH sEru aBis nii cEritax, lAnjut d0nk,,”

“ah ayo dong mas update ><” (wtf, mas?! O_o)

Please, tinggalin komentar apapunlah. Tuliskan spekulasi, atau tuliskan bagian mana yang paling disukai, sesedikit apapun itu, asal jangan junk-review T~T

– Review yang bagus itu adalah review yang nyeni. Gimana itu nyeninya? Diawali dengan kesan setelah membaca keseluruhan cerita, lalu beri petunjuk dimana bagian yang perlu disempurnakan, contoh ; penulisan tanda koma, seru, ejaan, dan sebagainya. Dan akhiri dengan kesediaan menanti chapter selanjutnya. Nah, yang kayak gitu biasanya sukses memotivasi dengan baik

– Daripada nge-flame, lebih baik tunjukin salahnya disebelah mana dengan kata-kata yang tepat. Flame bisa direport.

– Jika si author meminta bantuan atau butuh bantuan, ya bantuin. Jika tahu situs referensi yang bagus, berbagilah. Jika si author mengalami kesulitan dalam pencarian beberapa fakta atau trivia, ya tolongin, misalnya; gak semua orang tahu siapa nama ayah dari Narcissa Malfoy, kalo tau jawabannya Cygnus Black, ya beritahukan pada si writer yang kira-kira membutuhkan info itu. Semua penulis akan sangat menghargai hal ini.

7. Hati-hati dengan komentar yang kamu buat. Terkadang, seorang author akan sangat sedih atau diejek dengan sebuah komentar, yang padahal niatnya itu memuji. Eumh, ini pengalaman pribadi saya… aku dulu bikin sebuah ff request, dan demi apa, ada yang baca, dan komentarnya seperti ini…

“ya… Lumayan… Udah saya save linknya”

“cuman segitu? pendek banget!”

dia orang yang sama, dan, soal komentar pertama, awalnya aku gak trima, dan aku buat status. Dia ngejelasin apa maksud dia. Jadi, maksud dia adalah, ff aku ‘bagus‘ buat dia, dan dia ngesave link-nya biat dibaca nanti-nanti. Yah, saya gak ngerasa malu sih yah, soalnya cara ngomong dia yang salah. seharusnya dia yang merasa malu. Udah pernah saya tag fanfic karena dia minta, tapi gak pernah komentar. mungkin buat kebanyakan orang, itu biasa aja, tapi saya author newbie… butuh komentar agar bisa lebih baik. Bahkan author yang udah profesional, yang noatabenenya author favorite saya saja komentar sepanjang gerbong kereta(?), lah dia, bikin fanfic aja gak bisa, di tag gak komen dan membuat saya, terpaksa mendelete dia di tag-tagan, dan ngetag orang yg jauh lebih mau komentar. waktu komen komentarnya gak jelas. Buat aku itu bukan sikap menghargai!*mian saya ngamuk-ngamuk sendiri#bow*

…Perhatian…

Hati-hati dalam menuliskan review untuk para fanfic pemula. Para penulis pemula biasanya sangat sensitif dengan tanggapan mengenai fanfic pertama mereka. Kadang beberapa review bisa mereka anggap flame meskipun sebetulnya tidak begitu. Dan juga jangan melakukan buli-buli mentang-mentang mereka mengaku masih newbie. Bedakan review untuk pemula dengan yang sudah professional. Jangan samakan standarnya

Jika yang direview adalah fanfic bahasa asing, gunakan bahasa yang ia pakai, dan jangan lupa perhatikan grammarnya.

Jangan memaksa writer untuk secepatnya upload chapter berikutnya. Kapan chapter berikutnya diupdate adalah terserah si writer. Setiap cerita dibuat berdasarkan proses yang panjang, pemikiran yang lama, riset yang ribet, dan memerlukan pendalaman karakter yang memadai untuk menjadi sebuah cerita yang menarik dan pantas disajikan pada pembaca. Aku sendiri penggemar beberapa fanfic yang masih bersambung, dan di setiap ending chapter aku seringkali menyelipkan kata I will be waiting for the next chapter, but please take your time, we all want the best from you’. Dan biasanya si writer akan dengan senang hati mereply dengan ucapan terimakasih karena aku menghargai bahwa mereka butuh waktu juga untuk menulis. Tapi kalau misal lama banget ampe lupa, mending tanya aja yah. Tapi siapa tau itu author lagi hiatus. Jangan langsung dipaksain itu author, nanti kalau hasilnya jelek, malah mengecewakan, ‘kan?

Gunakan kalimat yang enak, tapi juga jangan terlalu menjilat dibuat-buat. Para writer bisa ngebedain kok soal itu.

Nah, itu sedikit saran aku aja biar seorang Author ngerasa fanficnya dipeduliin, dan dianggap.

Cr: hacques.wp.com *dengan sedikit perubahan*

Ah, iya… spesial untuk seorang Author.

Tolong jika readers memberi komentar, jawab yah komentarnya~ Sipaya menghindari Silent Readers juga… Oke? ^^

~KimShirley_Khea~

50 thoughts on “How to Review Fanfiction

  1. yah~ gimana juga yah, untung2 klo readerx tuh sebelum mereview baca postingan ini dulu jadix udah tau carax :). tapi emang sebagai author kita kan harus sabar menghadapi segala review dari para reader, entah itu berbobot apa gak.
    sya sendiri hampir gak pernah nemu reader yang komentarx membangun, rata2 dari mereka cuman akan komentarin typo dan sebagainya. tapi yah, terserah mereka lah yang penting gak jadi siders aja. cuman emang bingungx klo komen cuman “wah bagus” itu juga sering bingung mau bales apa?

    • yups setuju banget ama chingu^^
      [mian ikut nimbrung aja]
      kebanyakan komen cuma “wah keren” atau “lanjut thor” kalau gitu pusing mau ngebales apa, trus ada juga yang pake bahasa @l4y sampe pusing bacanya^^
      tapi dengan ada comment aja sih aku udah seneng banget
      dan selama aku bikin FF di FKI untung aja sih komen yang @l4y atau ga berbobot itu cuma sedikit, sisanya bagus^^
      dan aku juga selalu berusaha untuk nge-reply semua comment^^

      eh btw, salam kenal chingu^^

  2. O M G

    *ngondek
    saya jd ikutan lemes bcnya,bener bener minhyun style (?) bnget. Tp y mngkin beberapa author anti galau (?) yg gak ngurusin mau gmana kek komenny yg pnting jadi top posting (?) kadang hrus hiatus lama bwt nungguin komen…kalo ada notif d bar atas,ternyata kmennya “lanjut thor!!”

    Galau lagi
    ._.

  3. setuju nih. saya paling gondok kalo komentarnya cuma gini “bagus thor, lanjut ya” wtfff. udah manggil thor, cuma segitu lagi. itu mah bukan komentar! itu cuma nyampah! haha. tapi kadang adalo author yang minta ‘wajib komen’ tapi abis di komen, ga dibales -_- nice post! ^^b

  4. *hening sesaat* *menarik napas*
    sebenarnya aku telah dilantik (?) sebagai reviewer sama guruku (?). well, itu udah lama juga sih, sekitar 5-6 bulan yang lalu. oke, hal di atas memang gak penting, tapi aku cuma mau ngeluapin (?) uneg” aku sebagai reviewer ‘senior’ yang kadang suka sakit hati kalo lagi ngereview author newbie yang (sorry) katanya niat jadi author, tapi gak mau dikasih koreksi. karena aku pernah ngasih tau kesalahan dia terletak di mana dan gimana nulis yang bener itu, eh, dia malah nge-claim aku itu sotoy lah, sombong lah, sok lah, dsb. gimana gak sakit hati coba apa dia itu ngomongnya di depan, bukan di belakang (walaupun sebenarnya diomongin di belakang itu gak enak, tapi… seenggaknya buat aku itu masih mending) dan gilanya, dia itu baca FF-ku dan ngebash FF-ku. gimana gak sakit hati coba, sialan tuh orang! oke, aku emang ngerti kalo author newbie itu sensi banget sama yang namanya kritikan atau cabe, tapi seenggaknya bisa gak sih gak perlu menyerang orang yang mau ngasih tau kesalanmu di mana? huh? lagian aku kalo ngereview newbie itu pake cara terhalus, gak pernah tuh aku ngereview newbie pake kata” yang kesannya maksain banget buat dibenerin. dan mulai sekarang, aku mulai jadi reviewer yang mau mengritik kalo ada permintaan, sorry, aku terlanjur sakit hati sama orang di atas.

    *menghela napas* *scroll up* ya ampun… komenku panjang banget, dan isinya cuman curcolan. aigoo~ admin yang cantik, yang baik, maafkan visitor-mu ini yang malah curcol di sini, ya, admin sista? mianhae…

    nb : komenku ini bukan untuk ngebash orang” tertentu, aku cuman mau ngasih disclaimer sama reviewer yang lainnya, harus hati” sama author newbie, atau kritikanmu sendiri. makasih #bow

  5. haaah, bener banget! duh, gimana ya.. aku seneng sih ada yg ngomen di ceritaku, cuman ya itu tadi.. rata2 yg komen plg cuman 3 kalimat biasa.. “bagus, thor.” atau “lanjutannya jangan lama-lama.” duh, aku yg jadi author jga bingung gt mau bls ky gimana -_-
    ga d bls salah, bls bingung -_- #dor..
    trs plg sebel SAMA READER YG UDAH MAKSAIN COUPLE MEREKA!duh, di salah 1 ffku ad yg sejenis cinta segibanyak gt, nah si readers pada maksa si cast ini hrs sm cast ini, ITU YANG PALING BUAT AKU KESEL SETENGAH MATI!
    yg buat cerita jga siapa, kan hak seorang author yg akan membuat cerita -_- kenapa jadi curhat sndr?
    ya, pokokny gtulah -_-

    • waduh ak setuju bgt sama yg ini.. maaf ya ikut nimbrung
      ak baru aj dpt review bash pertama ak tuh kmrn ya
      ak jg bkinny cinta segi bnyak gtu kan trus ya nih satu orng g terima klo main coupleny bkn yg dia sk.. trus dia jg g trima klo sampe idola yg dia sk dikcangin ato djadiin pihak k-3.. sotoy tu orng pdhl ak br bkn 1 chapter coba
      trus dia bawa” soal reader yg bkal jd anti chara boyband yg ak jadiin main characters.. dia sewot dan nyuruh ak buat gnti orang ktigany yg dr boyband ak itu.. dan g pke idola dia yg bkn dr boyband yg sama
      ya buset dah ini ff siapa.. eh dia ngatur”
      hak” kt kan sbg author buat nentuin cerita dan castny..
      trus kan ak bkinlah tu prnyataan pnjang lbr soal hak author mau nulis apa siapa castny.. plus plajaran spy orng” kyk dia tu bs nerima perbedaan couple dlm ff dan nghargai author.. jgn cm bisany bkn sakit hati
      eeehh ad yg komen klo ak tuh bsar kpala sbg author trus dia ilfil sma ak.. hellooo dia gtau prasaan author yg dgtuin.. sakit! salah fokus tuh orang
      makanya ak sneng bgt nemu page ini… berbagi unek” dlm nulis ff sama orng” yg ngerti.. g kyk orang yg blng ak bsr kpala lah.. haduuh ak curcol bgt ini
      makasih sudah mndngrkan huhu

      • hai, wintergee :)
        begini yaa aku mau kasih saran atau solusi nih sama curhat kamu ^^
        tiap orang itu berbeda-beda karakter. Jadi, kalau misal ada readers yang bash karena couple yang dia sukai ga jadi main couple atau ngga dijodohkan sama penulisnya, kamu biarin ajaa ^^
        misalkan saja dia shipper dari artis A sama artis X; kamu bilang gini aja ke dia.. “Maaf ya, artis A sama artis X bukan OTP aku. Aku menulis cerita ini berdasarkan OTP aku. Kalau kamu ngga suka, aku minta maaf sekali. Aku berterima kasih sama kamu karena sudah mau membaca cerita ini dan memberikan komentar.”
        intinya jangan ada kalimat sok menggurui yang bakal buat dia jengkel. kalau kalimatnya yang kayak di atas, insya allah dia ngga bakal nge-bash kamu lagi. Kalau dia ngotot minta pairingnya, mending ngga usah dibalas. Daripada masalah tambah panjang, toh nanti kamu dapet tanggapan miring gitu kan.

        segitu aja ^^ oh ya salam kenal yaa :)

        • halo Aviforszumi salam kenal jg ^^ makasih udah dngr curhat dan kasih saran ^^ seandainy ak k sni dlu sblm bkn prnyataan itu hehe tp ak dah trlanjur menggurui :( hbs dia ngomongny kasar bwa kata” author yg nglunjak dan g terima ak shipping coupleny antr boyband yg beda.. jujur klo dia ngomongnya rada halus ak jg g akan sewot tp tp nasi sudah mnjadi bubur.. ak cm ingin readers tu ga egois dan stidakny pikirin prasaan orng lain.. ya smoga aj moralny brubah jd lbh baik.. tp klo dia tambah ngbash lg ya ak ga kan peduli lg dah cape hati :(

          • hehe panggil Zuky ajaa :3
            yasudahlah, kalau emang udah terlanjur, yang penting jangan diperpanjang lagi masalahnya.. karena biarpun dia ngomong ngga enak tentang pairing di ff kita, tapi toh dia tetep membaca dan bahkan meninggalkan komentar. Itu tandanya dia peduli sama cerita kita dan pengen biar kamu menulis cerita dengan pairing yang dia suka :D hehe..

            yah, mungkin dia ngomong agak kasar karena dia bingung mau ngomong kaya apa. Jadikan ini sebagai pelajaran aja :) iyaa. kalau dia tambah ngomong ngga enak, biarin sajalah~~ kalau misal diurusin, ntar tambah panjang lagi :roll:

  6. Aah, setuju banget sama artikel ini.. Aq juga sering dikomen dengan sangat kejam dan pelit…
    Aq tau salah satu reviewer yang aku maksud ini nggak bener2 baca ff-ku… Atau mungkin malah gak suka… Pada akhirnya, di kolom komen, dia cuma nge-review: ‘bagus’. Gitu doang… Gila nggak tuh, daripada gitu mending nggak usah komen aja sekalian! Buat apa komen pada akhirnya cuma bikin authornya dongkol?! Nggak usah aja! Nggak ada komentar lo juga gue fine2 aje!!! *emosi *mian
    Kadang banyak reviewer yang nggak menghargai karya2 author… Dan Saya tau betul dari komen2 di ff saya mana yang bener2 excited ato yg cuman ikut2an komen… Helo, sbgai author kita itu orang yang peka tauk!!!
    Aq nggak maksain mereka mesti komen yng panjang kayk rel kereta kok… Aq cuma pengen mereka ngehargai dengan komen ttg bagus tidaknya, berkualitas tidaknya, atau ada yang ganjal dari ff-ku atau nggak.. Cuma itu yng aq pengen… Nggak berbelit-belit koq…
    Aq sebagai author juga pada akhirnya males nge-reply comment reviewer yang cuma se-encrit gitu… Mereka aja nggak nge-hargain author, ngapain mereka harus dihargain pula? *astaghfirullah *mian sekali lagi
    Maaf nyampah disini… Cuma pingin ngeluarin uneg2…

  7. setuju banget sama postingan di atas.
    suka gondok sendiri sama yang bash gak jelas padahal gak ngerti gimana susahnya nulis :(
    suka gak ngerti deh sama siders maunya apa, padahal aku pribadi sih gak masalahin sama yg commentnya dikit, seenggaknya itu udah ngehargain, jauh lebih baik drpd siders.
    untung readers di blog aku banyak yang comment2nya bagus hehe

  8. mau nanya nih, saya kan author baru di fanfiction.net, jadi saya buat cerita yg di ambil dari film.
    terus ada yg review, katanya saya niru cerita ff author lain tapi beda maint case.
    saya harus jawab apa ?
    tapi saya beneran nggak tau kalau cerita saya sama dengan author lain itu.

    • kalau saran saya, mending di disclamer nya kamu tulis cerita ini diambil dari sebuah film atau cerita itu murni dari imajinasi kamu dan jika ada cerita yang mirip itu sebuah ketidak sengajaan. yang paling penting sih kamu bikin sesuatu yang beda dari cerita itu yang di cerita mirip sebelumnya belum ada.

      saran saya ambil aman aja. berpikir dgn ide yang beda dari yang lain… bermain ekstrem :)

  9. thanks buat pencerahan nya. saya setuju sama artikel ini. terkadang ada aja komentar yang bikin kita males buat bikin fanfic. saya juga percaya, seorang author itu bukan penggila “pujian”. mereka lebih suka di kasih saran yang bisa membangun.tulisan mereka jauh lebih baik. tapi lebih dari itu semua, yang paling benalu bagi seorang author fanfiction itu mungkin silent readers. klo udh ngomongin hal yang satu ini maless gila… -_-

  10. Annyeonghaseyo, sebelumnya aku mau berterima kasih banget untuk page/artikel ini :) sangat membantuku untuk menjadi komentator yang lebih baik (?) hanya saja ada satu kebiasaan yang sulit kuubah, aku sangat ketat dengan tanda baca XD jadi agak susah juga ya kalo ada author yang terima masukan dariku karena masalah typo. Good article however!

  11. Terima kasih ya sangat membantu :) aku juga baru di ffn dan belum terlalu ngerti udah dapet komentar pedes :( sampe bully segala

  12. tapi kadang tuh suka bingung mau komen apa :(
    kadang kolo ffnya bagus bingung apa yang harus dikritik :( kalo komonnya cuman “bagusss” doang juga salah. aku harus gimana yaa tor?

  13. aku juga mau curhat nih. aku sedih, aku baru di dunia ff , baru bikin 2 ff, trus ada yang kampret bgt login sbagai guest, ngehina ff aku. dibilang bikin ngantuk lah, jalan cerita gak jelas lah, padahal kan bikin ff gak mudah, aku gak ngarepin pujian cuma klo bisa di kasih tau lah apa salahnya, mana banci banget lagi gak berani pakai nama. bukan aku gak trima kritikan cm dia mah bukan ngritik tapi sudah menghina. menurut kalian aku hrus gimana? aku newbie :'(

  14. wah itu kereen cingu…bnyak yg suka flame n bash..aplagi pk nama guest…aq jug kena hinaan..hm…kl kyk gt..aq cm bs nerusin aja karyaku..selama aq g plagiat…asli dari aq sendiri tetep aku lanjutin…buat temen2 tetep semangat berkarya apapun itu..in buat author..thanks a lot

  15. Admin, kalo boleh saran tolong dibuat ‘library’ dong buat memudahkan pencarian ff yang udah dibuat jadi ndk usah schroll page buat nyari ff yang diinginkan. Meski udah ada ‘category’ tapi kadang saya masih bingung, “Chapter ini lanjutannya yang mana ya?” dan sebagainya. hhe gomawo :D

  16. hmm…..apa reviews hrs di bls?. wa author newbie sih. g newbie juga sih cuma pas jd newbie bikin bbrapa cerita trus cuti setahun jadi utk para senior bisa tanya pertanyaan bodoh saya ?

  17. Mau tanya, boleh?:D
    Aku kan author ya, dan aku baru ngePublish ceritaku di ffn. Nah, kan ad riview yg masuk dari para readers yg baca. Sebelumnya emng gaada masalah. Tapi besoknya, tmen ku riview ke ff ku, kok gamasuk ya? Gaada riview baru yg masuk.
    Terus juga, aku riview di cerita orang, tapi riview aku gamasuk? Dan aku periksa di riwayat riview ku, emng gaada? Padahal aku riview di cerita itu.

    Jadi, ini akun akunya yg error, atau ffn nya yg error? Please, kalo tau, jawab ya. Hehe.

    Makasih:)

  18. min, aku seorang author di fanfiction, nggak tahu dimana letak kesalahannya, yang jelas aku nggak bisa mengakses review yang masuk ke story aku. padahal jumlah review yang masuk udah banyak untuk chapter terbaru yang aku update.

    kalo dulu bisa, cuma baru-baru ini gagal terus.

  19. secara keseluruhan aku setuju sama postingan ini. dan mungkin banyak orang yg berpendapat sama sama postingan ini. menurutku nulis komentar atau rivew itu emang susah2 gampang. susah2 gampang disini maksudnya gimana caranya kita bisa nyampaiin pendapat kita soal cerita secara keseluruhan ataupun ngasih kritikan -membangun- yg gk bikin si author tersinggung, gk suka, marah dkk. karena gimana pun juga terkadang pendapat, maksud dari rivew dan kritikan yg kita tulis belum tentu bisa satu ‘arti/pengertian’ sama orang yg baca komentar kita. baik author baru, lama maupun yg udah pro pasti pernah salah mengartikan komentar yg masuk bahkan terkadang mereka sendiri juga ngerasa kesusahan ataupun kebingungan kalo di suruh nulis komentar. jadi alangkah baiknya jika reader ataupun author sama2 belajar dan sama2 intropeksi diri masing2. karena apa yg kita angep bener belum tentu orang lain juga berpendapat yg sama.
    silent reader? reader hantu -kadang muncul kadang ngilang-? komen pendek? komen gk jelas? peninggal jejak sebatas like? semua itu bukan rahasia lagi kan. sebagai sesama author sih aku cuman bisa bilang yg sabar aja terutama buat yg baru terjun ke dunia ini. diemnya mereka itu belum tentu karena cerita kita yg jelek, aneh, absurd, dkk bisa aja diemnya mereka itu karena mereka bingung caranya komen ataupun bingung mau komen apa. intinya positif thinking aja terus. kalo aku sendiri sih anggep hal kayak gitu sebagai tantangan. kita sendiri kan yg milih terjun ke dunia ini ya kita harus terima dong semua resiko yg ada.
    sebagai seorang reader aku sendiri juga terkadang suka bingung mau komen apa dan kadang komenku malah di luar topik. tapi ya mau gimana lagi itu yg ada di otakku saat itu. kalo aku lebih baik ngungkapin apapun yg aku rasain dan apapun yg aku pikirin setelah baca cerita itu daripada gk komen sama sekali. sebagai reader kan kita pasti punya author favorit dan pasti kita hampir gk pernah absen di setiap postingannya jadi si author kurang lebih pasti tau kebiasaan kita itu apalagi kalo kita emang udah kenal author itu. cuman kalo kita belom ngenal si author ataupun sebaliknya ya jangan menulis sesuatu yg bisa bikin reader lain ataupun si author sendiri menjadi salah mengartikan apa yg kita maksud. dan mau kenal atau gk kita juga gk bisa komen seenaknya sendiri. maksudnya seenaknya sendiri itu kayak kita nge judge cerita mereka atau apapun yg menurut kita gk sesuai usai baca cerita mereka. kita juga gk bisa maksain kehendak terutama ngubah ubah alur sesuai keinginan kita. seorang author pasti udah mikirin semua alur yg akan mereka tuangkan sebelum membuat cerita baik itu yg oneshoot maupun chapter. kalo kita maksain alur sesuai keinginan kita hal itu justru bikin si author jadi unmood buat nulis karena mereka beranggapan bahwa alur yg mereka bikin jelek. banyak hal yg terkadang buat author jadi marah, unmood dkk setelah baca komen kita jadi kita juga harus bisa jaga perasaan mereka dengan menjadi reader yg baik, benar dan patuh. kritik boleh tapi kalo bisa ya kritik yg membangun atau -ini yg paling aku suka- kita ngasih tau author kalo ada typo ataupun bahasa yg baik dan benar. emng sih bahasa yg baik dan benar sesuai EYD dan KBBI itu agak kaku dan terasa aneh pas baca tapi menurutku itu seninya jadi author -bagi author yg suka pakek bahasa yg baik dan benar sesuai EYD dan KBBI-.
    soal bales komen panjang maupun pendek? aku awal2 jadi author semua komen aku balesin satu2 apapun komen mereka tapi sejalannya dengan waktu hal itu udah jarang aku lakuin. paling klo ada reader baru yg ngenalin diri atau reader yg ngajak interaksi baru aku bales. alasannya bukan karena sombong atau apa tapi lebih ke bingung mau jawab apa dan minimnya waktu buat balesin satu2.
    maaf ya kalo komen ini banyak ngelanturnya hehe dan maaf karena gk pakek bahasa indonesia yg baik dan benar karena aku lebih suka nulis pakek bahasa yg kayak gini kalo komen atau interaksi sama orang tapi kalo nulis aku emang ngusahain dengan amat sngat menggunakan bahasa indonesia sesuai KBBI dan EYD. dan terakhir maaf bila komentar ini tidak sesuai dan terima kasih atas curahan pendapat yg semoga saja berguna buat mereka yg baca. sekian.

  20. mau tanya, saya kan author di fanfiction. beberapa hari yang lalu saya update chapter baru dan reviewny nambah 15an tapi kok review yang ke submit cuma 3 ya? padahal tulisanya dari 423 jadi 439. jd waktu saya mau baca2 rview, yang ada cuma 3, padahal nambahnya 16 ? itu gimana ya ?

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s