[READ ME] WELCOME to FKI’s

ANNYEONGHASEYOO!

“WELCOME TO FANFICTION KPOP INDONESIA!”

Ok, This is the rule!

1. Tidak melakukan Bashing kepada Author atau Artis di dalam Fanfic!!

Kalo emang gak suka sama CAST-nya ya jangan dibaca!! Hargailah Authornya!! Buat diri kalian nyaman dan tambah cinta dengan FKI ^^

2. Tinggalkan jejak

Setelah membaca fanfiction disini, kalian saya harapkan dapat meninggalkan jejak kalian, Bisa dengan cara:

  • Pertama, Comment. Terserah sih mau comment apa aja, kritik, saran, pertanyaan, dengan senang hati kami akan menerimanya. Dan akan membuat kami semakin berkembang!
  • Kedua, Like.Jika kalian menyukai Fanfict kami kalian bisa kog nge-like **Dari Handphone bisa loohh**
  • Ketiga, Re-Share. Re-Share?? seperti apa itu? Reshare yaitu, “kalian liat gak ada tombol Twitt, Fb, Linked, Wp” nah kalian bisa Klik salah satu tombol itu untuk me-Reshare!

3. Tidak menjadi Plagiator!

Jangan memplagiat Fanfict di Blog ini. Kalau kalian menemukan Fanfict yang mirip dengan Fanfict disini di Blog lain, mohon langsung dilaporkan di post ini! Tapi cek dulu authornya ya, kalau authornya sama berarti itu BUKAN HASIL PLAGIAT!! :)

Kalau kalian mau tanya-tanya atau ngobrol, dengan sangat senang hati kami akan menerimanya. Silahkan Hubungi Contact person kami, bisa ke sebisa mungkin kami akan membantu dan melayani readers :)

Jadi, buatlah FKI ini menjadi rumah kalian sendiri^^ kami pasti sangat senang menerimanya~

Terimakasih untuk perhatiannya~

Sincerelly,

Admin _SeiraAiren_


Ok, Here the rule!

1. Dont Bashing Either Author or Cast !

If you dislike the character, the OTP, or the cast it self,  make sure you just dont read it!  Also do appreciate the Author! Make yourself comfortable and more in love with the FKI!! ^ ^

2. Leave a Comment

After reading fanfict here, I hope you can leave your comment, so the Author will get to know you, and notice how the fanfics goes. And that things will know how to appreciate our Author:

  •     First, Comment. I’m not BANNED a comment with criticism, but don’t be rude. suggestions or questions, we will gladly accept it. And will make us grow!
  •    Second, Like. if you like this Fanfict you just push the “like” buttons.
  •     Third, Share. Just push the buttons Re-Share? Reshare is, (The buttons like  Twitt, Fb, Linked, WP) So you can click one button to Reshare it to ur FB-Twitt or WP!

3. Don’t be a Plagiarist!

Don’t be a coward!! If you find a similar Fanfict here on another blog, please report that fics in this post! Give me the links. But check the author name first, If you find it same yeaa.. that means it’s the same Fanfict, NOT a plagiarism! :)

If you want to ask questions or chat wimme, Please Contact me asap. I will reply to you immediately if I have a time :)

So, make this FKI’s as your own house ^^ we must be very happy to receive a lot of your love~

Thank you for your attention ~

Sincerely,

Admin _SeiraAiren_

[CHAPTERED] Angel : Tenth Move

BG angel jadi 2
Tittle
:
Angel
Author : deerdewi
Main Cast : EXO, Apink, BAP, Girls Day
Genre : Fantasy, Supranatural
Length : Chaptered
Kata Author :
Pengen bikin review story nih buat para reader yang ga ngerti hehe
Thanks for all readers yang udah baca dan komen ^^
Keep supporting me~!  Kritik & Saran bisa mention ke @derah1994 ^^

PREVIOUS PART :

Yookyung sudah membongkar identitasnya. Benarkah hanya ia seorang?

Kembali para protector kehilangan mangsanya, kehilangan kesempatan untuk mengembalikan semua hal ke tempatnya. Namun benarkah tindakan yang mereka lakukan?

Satu persatu puzzle mulai terbuka, bisakah puzzle ini selesai tanpa adanya masalah berarti?

Missed the previous story?
Click PART 1 - PART 2PART 3 - PART 4 - PART 5PART 6 - PART 7PART 8PART 9

==============================PART 10 ====================================

“NAMJOO!!” Junmyun menaikkan nada bicaranya. “Kau sadar apa yang kau katakan?!”

“Tentu saja! Kau saksi yang melihat kematian Eunji eonni! Apa kau lupa?” Tanya Namjoo. “Eunji eonni dan oppa sedang jalan bersama sebelum kau diculik. Penculiknya meminta tebusan, eunji eonni mengorbankan dirinya menjadi umpan untuk menyelamatkanmu lalu nasib sial menimpanya. Ia berhasil menyelamatkanmu tapi kau melihat dengan mata kepalamu sendiri kalau Eunji eonni tertusuk dan nyawanya tak bisa diselamatkan!” Namjoo mengakhiri kata-katanya.

PLAKKK

Kata-kata Namjoo berputar dalam kepala Junmyun hingga tak sadar tangannya bergerak menghampiri pipi Namjoo.

OPPA!! Ada apa denganmu?” Tanya Namjoo dengan mata yang kembali basah. “Oppa… sadarlah! Aku tau kau selalu menyalahkan dirimu atas kematian Eunji eonni tapi kau harus tetap melanjutkan hidupmu!” Junmyun menatap tangan yang ia gunakan menampar wajah Namjoo.

Ani…Aniya Namjoo! Kau yang salah… Eunji masih hidup! Aku tak mengingat kejadian yang kau katakana sama sekali! Dan mataku tak mungkin salah!! Ani… Eunji masih hidup! Aku yakin yang kutemui itu Eunji!!” Junmyun melangkahkan kakinya menjauhi sosok Namjoo yang memanggil namanya.

***

“Rasa bersalah… penyesalan… tanggung jawab… rasa itu yang membuatku bisa menguasai empat elemen. Para protector hanyalah makhluk bodoh yang memiliki kekuatan dan tangguh dalam bertarung. Namun mereka sama sekali tak bisa berpikir”

“Yookyung… Selanjutnya apa yang harus kami lakukan?” Tanya sosok dibalik sayap Yookyung.

“Hmm… mereka tak memiliki guci, para makhluk bumi juga tak akan bisa menyentuh empat elemen, kita unggul dua langkah. Tetap lakukan sesuai rencana! Dan jauhkan empat elemen dari masalah” perintahnya.

 

***

MWOYA? KALIAN BILANG GUCI ITU SUDAH HILANG?” Yongguk masih bisa berteriak saat ia mendapat perawatan sana sini ditubuhnya.

“Tenanglah Yongguk!” Himchan bersuara. “Lalu apa kata dewa bumi?” Tanya Himchan.

“Ia sedikit marah saat aku curiga mereka adalah pihak jahat. Tapi ia meminta kita melakukan dengan lembut, jika kita tak bisa memaksa mereka melepaskan kekuatan itu kita harus menjadi teman mereka sehingga bisa meminta mereka melakukannya dengan suka rela” ucap Youngjae.

“Itulah yang selalu kukatakan! Kekerasan tak akan menyelesaikan semuanya… ingat apa yang terjadi saat makhluk kegelapan menyerang para angel? Kita tak mampu menyelamatkan para angel karena kita gegabah sehingga membuat apa yang seharusnya kita lindungi dalam bahaya. Tugas ini adalah hukuman sekaligus pelatihan bagi kita tolong lah jangan melakukan kesalahan lagi atau akibatnya akan lebih parah dibanding kehilangan para angel” Daehyun menanggapi.

“Karena Youngjae, Jongup dan Junhong belum terlihat oleh flame dan wind kalian yang bertugas mendekati mereka” perintah Himchan.

“Apa kalian bertemu wind juga?” Tanya Junhong. Daehyun, Himchan dan Yongguk hanya mengangguk. “Aku pernah bertemu dengan wind sebelumnya, ia tinggal di kompleks rumah tradisional. Benar kan?” Tanya Junhong lagi.

“Baiklah kau yang mengurusi wind dan flame! Kita harus segera menemukan sepuluh kekuatan lainnya segera!” titah Himchan.

***

Jongup melangkahkan kakinya perlahan sembari menikmati udara Seoul sore itu. Setelah pertemuannya dengan teman-temannya selesai ia kembali ke tempat persembunyiannya. Sesuatu yang berkilauan memenangkan perhatiannya. Jongup memincingkan matanya dan menunduk untuk melihat benda berkilauan itu.

“Buku?” Jongup mengambil benda yang berbentuk segi empat itu dengan sampul plastik di covernya.

“Oh disitu ternyata” seorang gadis mendekati Jongup dan merebut buku ditangannya. “Ini bukuku, gomawo” ucap gadis itu berlalu. Namun tiba-tiba saja langkah gadis itu terhenti sejenak dan berbalik untuk melihat namja dihadapannya dari ujung rambut hingga kaki. “Kau… kau namja yang ada di rumahku kan?” Tanya gadis itu.

“Oh jadi kau anak gadis yang selalu disembunyikan pemilik rumah?” Tanya Jongup padanya.

“Disembunyikan?” gadis itu mengerutkan dahinya tanda ia keheranan.

“Kita tak pernah bertemu, ah tidak, kita sudah bertemu tapi tak pernah berkenalan secara resmi atau berbicara atau sekedar menyapa sebelumnya. Aku Jongup” Jongup mengulurkan tangannya.

“Maafkan prilaku eomma dan oppaku tentang aku. Entah mengapa mereka emang agak protektif padaku. Namjoo” gadis itu menjabat tangan Jongup. Jongup bisa melihat gadis itu sangat bercahaya. “Aku permisi dulu” Namjoo berlalu.

“Ah tunggu” Jongup menahan langkah Namjoo. “Aku tahu ini tidak sopan, tapi kau sangat bercahaya. Buku itu juga bercahaya, siapa kau? Apa kau bukan manusia?” Tanya Jongup.

“Jika aku bukan manusia kau ingin bilang aku bidadari yang turun dari langit? Kau tahu itu rayuan yang sangat kuno. Jika taka da yang ingin kau bicarakan lagi aku akan permisi lagi” ucap Namjoo berlalu.

“Hmm… tapi yang tadi bukan rayuan! Siapa gadis itu, dia bercahaya aku yakin itu bukan cahaya biasa. Apa dia satu dari pemegang duabelas kekuatan?” Tanya Jongup pada dirinya. “Jika benar maka aku sudah sangat dekat. Hanya butuh lebih dekat lagi”

***

Naeun melangkahkan kakinya pelan menuju halaman sebuah gedung bertuliskan panti asuhan. Ia menatap gedung dua lantai itu dengan tatapan sendu entah apa yang ia pikirkan.

“Naeun” seseorang menghampiri sosok gadis berambut panjang itu.

“Oh Jongin, apa yang kau lakukan disini?” Tanya gadis itu lembut.

“Eyy… apa ada yang salah dengan kepalamu? Tumben sekali kau lembut padaku! Biasanya kalau aku menyapa kau hanya menjawab dengan ‘hmm’ atau tatapan membunuhmu” keluh pria bernama Jongin itu.

“Sesuatu mengusik pikiranku Jongin-ah” Naeun menatap tanah yang ia pijak. Ekspresi wajahnya menggambarkan begitu banyak hal yang ia ingin luapkan pada pria dihadapannya namun kata-katanya tak bisa keluar. Yang bisa ia lakukan menjaga ekspresinya tetap tenang, namun Jongin bisa melihat bahwa gadis itu ingin sekali menangis.

“Ada apa?” Jongin melangkahkan kakinya agar tangannya bisa menyentuh bahu Sang Gadis. Bahu Naeun bergetar, jelas Naeun sudah terisak. Jongin menarik Naeun kepala Naeun untuk bersandar dibahunya. “Ini seperti bukan dirimu Naeun-ah” Jongin mengusap punggung Naeun seakan mengatakan padanya ‘gwenchana…aku disini’.

Naeun kembali ke kamar putih polosnya. Tak ada pernak pernik khas wanita di kamarnya, tak ada foto terpajang atau poster atau apapun yang bisa membuat kamar itu terkesan lebih hidup. Naeun mengakhiri tangisannya dibahu Jongin tanpa sepatah katapun sebelumnya. Jongin pun pergi meninggalkan Naeun sendiri, menurutnya itu yang terbaik bagi Naeun.

TOK TOK TOK

Pintu kamar Naeun yang terbuka menarik perhatian seseorang untuk memasuki ruangan itu. Namun masih dengan sopan santun orang itu memberi isyarat pada Naeun bahwa dirinya akan masuk.

“Apa aku mengganggu?” Tanya orang itu.

“Kau tahu? Ini daerah khusus wanita, seharusnya pria dilarang ke bagian barat!” ucap Naeun ketus.

“Hmmm… kau masih sama seperti saat kita bertemu pertama kali. Kasar dan tidak bersahabat” ucap pria itu. Naeun me-refresh ingatannya untuk mengingat wajah pria dihadapannya.

“Oh kau pria yang ingin tinggal gratis disini kan?” Tanya Naeun. Pria itu sedikit tertawa mendengar ucapan Naeun. “Apa yang kau tertawakan?” Tanya Naeun.

“Oh itu… aku tidak tinggal dengan gratis Agassi. Aku bekerja, karena itu aku bisa masuk ke bagian barat dan tak sengaja melihatmu. Bukan salahku! Aku tak mengintipmu, pintumu terbuka jadi aku bisa melihat kau menatap kosong kearah luar jendela. Tadinya kupikir kau hantu perawan haha” pria itu kembali tertawa renyah dihadapan Naeun.

“Tidak lucu!” Naeun mendekat kearah pintu untuk menutup pintunya namun pria itu menahannya.

“Kau kelihatan sedih… kau harus bicarakan kesedihanmu. Mungkin tidak bisa hilang tapi setidaknya akan berkurang” ucapnya.

“Lalu apakah aku harus mengatakannya padamu? Aku bahkan tidak mengenalmu!” Naeun membanting pintu kamarnya dihadapan pria itu.
“Justru akan lebih baik jika kau bercerita pada orang yang tak dikenal” ucap pria itu lirih.
“Bodoh! kau tidak akan mengerti bagaimana jadi diriku!!” teriak Naeun. Naeun bersandar pada pintu dan meegangi dadanya yang terasa begitu sakit. “Aku ingin tahu bagaimana rasanya dikhawatirkan dan mengkhawatirkan orang lain. Aku tak pernah tahu apa alasannya aku tetap hidup dan dilahirkan sekarang. Aku tak pernah peduli… aku tak peduli jika orang lain menatapku dengan aneh atau membicarakan hal buruk tentang diriku. Aku tak peduli jika orang lain lebih bahagia dari aku atau mereka menemukan kebahagian yang kurasa fana. Aku tak pernah peduli pada orang lain karena aku juga tak pernah dipedulikan oleh orang lain. Tapi… hari ini aku melihat dirinya, aku melihat dia menangisi kakaknya, aku melihat dia mengkhawatirkan kakaknya, aku bisa merasakan kasih sayang yang dalam darinya untuk kakaknya. Saat itu… saat itu untuk pertama kalinya aku mengkhawatirkan seseorang, untuk pertama kalinya aku peduli pada orang lain, dan untuk pertama kalinya aku menangis untuk orang lain. Aku memang tak mempunyai keluarga yang bisa aku khawatirkan atau mengkhawatirkanku, namun aku baru sadar… aku sadar ada seseorang yang selalu mengkhawatirkanku dan menanyakan kabarku. Tak peduli dia sudah bahagia di tempat barunya, dia akan selalu datang untukku. Dan aku baru menyadari bahwa aku juga melakukan hal yang sama padanya, tak peduli sejahat apapun aku padanya aku akan selalu berlari untuknya dan dia akan menerimaku. Saat itu… saat itu aku sadar aku bersyukur memiliki seseorang seperti dia. Dan aku ingin mengatakan padanya, aku ingin mengatakan aku berterima kasih padanya namun egoku mengalahkan perasaanku. Aku tak sanggup mengatakan terima kasih padanya. Aku ingin sekali mengatakan aku sangat berterimakasih dia hadir dalam hidupku, dan aku bersyukur dia terlahir kedunia ini. Jika aku mengatakan itu apa dia akan mengatakan hal yang sama padaku? Aku takut… takut dia menghilang” Naeun mengungkapkan seluruh perasaan yang tak bisa ia katakan saat menangis di bahu Jongin.

“Kau harus mengatakannya… ia pasti senang mendengarnya. Mungkin alas an kau lahir ke dunia ini adalah untuk bertemu dengannya” pria sebelumnya berkata dari balik pintu. Naeun bisa mendengarnya dengan jelas suara pria itu memberinya nasehat. “Bukankah perasaanmu lebih ringan? Berbicara apa yang kau rasakan tidaklah sulit. Jika kau ingin punya teman bicara kau bisa menemuiku lagi. Meski tak harus bertatap muka seperti ini aku akan mendengarkanmu” ucapnya. “Ah, namaku Youngjae. Kau bisa menemuiku kapan pun, Son Naeun… Namamu Son Naeun kan?” Naeun mendengar suara langkah kaki menjauh dari kamarnya. Saat itu ia sadar bahwa pria itu sudah pergi dari tempatnya.

“Terimakasih sudah mendengarku”

***

Sojin, Minah, Hyeri, dan Yura mengunjungi tempat persembunyian Himchan dan Yongguk. Empat sosok itu muncul secara tiba-tiba ditengah gelapnya ruang tengah apartemen Himchan.
“Akhirnya datang juga! Kami sudah lama menunggu” ucap Sojin pada mereka berdua.
“Siapa kalian?” tanya Himchan.

“Dewa Bumi” ucap Sojin.
“Ah… ada apa mencari kami? Sepertinya mendesak sekali” ucap Himchan lagi. Yongguk hanya diam menatap waspada keempat gadis di ruangan itu. Sekarang ia tahu kenapa Youngjae merasa mereka adalah pihak jahat. Aura keempat gadis ini benar-benar kuat seakan mengintimidasi orang yang berada dihadapan mereka.

“Kau tidak perlu takut pada kami” Yura mendekati Yongguk dan berbisik pelan di telinganya. “Kami ingin memberikan informasi yang mungkin berguna bagi kalian” ucap Yura.
“Apa kalian masih menerima perintah dari Yookyung?” tanya Minah. “Angel terakhir yang kalian miliki”
“Tentu saja, ia adalah jembatan bagi kami dan Sang Dewi” balas Yongguk.

“Kurasa kalian harus hati-hati dengannya… sosok jahat yang kalian waspadai adalah dirinya” ucap Sojin. Mata Yongguk dan Himchan saling bertemu, mereka tidak percaya apa yang mereka dengar. “Jika kalian tidak percaya, datanglah ke istana kami. Ada bukti yang mungkin ingin kalian lihat… tapi kalian benar-benar sudah jauh tertinggal dibelakang mungkin akan sulit untuk mengejar ketertinggalan itu” tambahnya.

“Apa maksudmu?” tanya Yongguk.

“White Angel sudah berubah menjadi Black Angel! Jika kalian lihat baik baik, sayap Yookyung sudah mulai memudar cahayanya” Hyeri mencoba menjelaskan. “Yookyung menggunakan kekuatan terlarang bagi seorang angel… dia membangkitkan kematian. Harga yang harus dibayar ketika membangkitkan kematian adalah cahaya. Kematian menyerap cahaya Yookyung, cepat atau lambat Yookyung juga pasti akan mati”

“Apa?!” Himchan dan Yongguk bertatapan sebelum memandang Hyeri.

“Kalian bercanda bukan?” tanya Himchan.
“Yookyung memang berniat untuk mati sepertinya, ia ingin menghilang bersama angel lainnya” sahut Yura. Yongguk yang merasa dipermainkan menarik kerah Yura untuk mendapatkan jawaban yang ia inginkan. “Santai saja!” Yura melepaskan diri dari Yongguk. “Dia membangkitkan empat orang untuk mengusai empat elemen utama, semuanya adalah wanita yang menjadi kelemahan empat elemen. Tujuannya menguasai kekuatan-kekuatan itu adalah untuk membalas dendam pada kalian dan Sang Dewi jadi bersiap saja untuk peperangan karena hal ini sudah tak mungkin dihindari. Ketika perang terjadi akan banyak kehilangan baik bagi kami maupun bagi para makhluk langit kuatkan diri kalian, mungkin kalian akan lenyap nantinya” Yura menghilang dari sisi Yongguk disusul dengan Hyeri dan Minah.

“Dengarkan kami baik-baik, empat elemen utama sudah tidak mungkin dikuasai… usahakan sisanya dan bersiap dalam pertempuran” ucap Sojin.

“Tunggu!” Himchan menahan Sojin sebelum menghilang.

“Empat wanita yang menjadi kelemahan empat elemen utama apa mereka sudah berada sangat dekat?” tanya Himchan. Ia mengingat dua wanita yang ia temui saat melawan flame dan wind.

“Mereka sudah berada disisi mereka… wanita-wanita itu hanya mayat hidup sebenarnya. Namun bagi flame, wind, water, dan lightning wanita itu adalah hidupnya. Mereka bisa memberikan kehidupan mereka sekalipun demi melindungi mayat hidup itu” jawab Sojin.

“Apa mereka tidak sadar? Mereka punya kekuatan harusnya mereka bisa merasakannya kan?” tanya Himchan lagi. Sojin menggelengkan kepalanya.

“Yookyung sangat cerdik, ia memanfaatkan rasa penyesalan dan tanggung jawab dari empat elemen utama itu untuk menutup memori pahit mereka saat kehilangan wanita tersebut. Jika kau ingin berhasil jauhkan wanita itu dari sisi mereka, tapi rasanya sulit bukan? Kalian menyaksikan sendiri betapa kuatnya ikatan mayat hidup itu dengan pemilik kekuatan utama. Kukatakan pada kalian perang sudah tidak mungkin dihindari lebih baik persiapkan diri” jelasnya. Sojin pun menghilang dari pandangan Himchan dan Yongguk. Himchan merasa seakan seluruh tubuhnya tersambar petir hingga kekuatannya menghilang.

“Yookyung… apa mungkin?” tanya Himchan.

“Kau tidak bisa mempercayai empat wanita itu dengan mudah Himchan” ucap Yongguk.

“Namun mereka sangat logis… akhir-akhir ini aku begitu khawatir pada Yookyung karena dia tampak begitu lemah dan redup. Aku pikir ia bekerja terlalu keras membantu kita, tapi dia sedang mengorbankan dirinya hanya untuk membalas kita. Empat wanita yang mereka maksud adalah wanita yang sama dengan yang kita temui saat melawan flame dan wind. Aku merasakannya… aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan dua wanita itu. Mereka begitu kuat, apa ada manusia yang bisa selamat ketika mereka menghadapi kekuatan Sang Dewi? Maksudku mereka pasti tidak sengaja akan terkena dampak kekuatan itu bukan, tapi tidak ada tanda luka dimana pun dan ada getaran aneh saat aku menyentuh mereka. Ternyata mereka adalah mayat hidup…” Himchan menghela napasnya. “Semua cocok Yongguk… cocok sekali”

***

“Kurasa kita sudah ketahuan Eunji, Bomi, Chorong, dan Hayoung… identitas kalian sudah ketahuan oleh para protector” ucap Yookyung.

“Jadi kami harus bagaimana Yookyung?” tanya satu dari mereka.
“Cengkram erat apa yang kalian miliki jangan sampai kehilangan kekuatan itu… dan jangan sampai mereka menyadari bahwa kalian sudah meninggal. Jangan sampai berita apapun tentang kejadian meninggalnya kalian sampai ketelinga mereka atau kita akan berakhir” ucap Yookyung. Sehelai demi sehelai sayap Yookyung mulai rontok, ia sadar jika ia tidak segera memulai penyerangan dirinya yang akan lebih dulu menghilang. “Kita harus bergerak cepat”
***

Eunji dan Bomi memainkan perannya dengan sempurna, mereka sudah berhasil begitu dekat dengan water dan lighting. Bagi water dan lighting mereka berdua adalah cinta pertama… bagi seorang pria cinta pertama adalah segalanya. Karena itu Bomi dan Eunji berhasil menguasai mereka.

***

Langit telah berubah gelap, Eunji dan Bomi membereskan toko tanaman milik Eunji dibantu dengan Baekhyun dan Kyungsoo.

“Kau akhir-akhir ini terlihat bahagia… pria yang menghampiri kami saat di rumah sakit itu, siapa mereka?” tanya Baekhyun pada Eunji.

“Satu dari mereka adalah Junmyun. Ia teman semasa kecilku, kami bersahabat cukup lama namun aku baru tahu jika Junmyun menyukaiku sejak dulu dan hari ini ia menyatakan cintanya padaku. Karena itu aku bahagia” ucap Eunji.

“Apa Bomi juga mendapat ungkapan cinta?” tanya Kyungsoo yang mendengar Eunji.

“Tidak… tapi mereka memang sudah lama berpacaran hanya saja mereka berpisah. Pria itu siapa ya namanya…” Eunji mencoba mengingat nama pemiliki lightning.

“Jongdae… Aku dan Jongdae sudah berpacaran sejak lama. Namun karena sesuatu kami berpisah, hanya saja tidak ada kata pisah secara resmi dari mulutku dan Jongdae, jadi kami menganggap hingga saat ini kami masih berpacaran” Bomi menyahut.

“Kalian begitu bahagia… aku tak pernah melihat kalian sebahagia ini sebelumnya” ucap Baekhyun sinis.

“Apa baek-ku cemburu? Huhuhu aku masih temanmu baek kita masih bisa bermain bersama kok” Eunji mencoba mencubit pipi Baekhyun. Namun Baekhyun menepis tangan Eunji.

“Aku pikir kau suka padaku” ucap Kyungsoo pada Bomi.

“Aku suka padamu… kau benar-benar sahabat baikku!” balas Bomi.

“Kita kan sahabat, sekali sahabat akan selamanya bersahabat” Eunji dan Bomi merangkul Kyungsoo dan Baaekhyun hingga mereka berpelukan membentuk lingkaran.

“Ehem… apa aku menganggu?”

To be continue~~

[Oneshot] WISHPER!!!!

Cafe-download-30830401122326

Title     : Whisper

Author : Chunniest

Genre : Horror, friendship

Length : Oneshoot

Cast :

* Xi Luhan (EXO)

* Do Kyungsoo as D.O (EXO)

* Choi Minho (Shinee)

* Lee Jinki as Onew (Shinee)

Disarankan untuk yang takut jangan membaca ff ini soalnya authornya saja merinding buatnya apalagi habis selesai buat ff ini Author malah mengalami hal yang sama dengan yang Luhan rasakan. Happy reading!!!!^_^

DON’T BE A SILENT READERS!!!!!

#  #  #  #  #

  Baca lebih lanjut

THE ROOKIES [Eps.1]

EP 1

Title: The Rookies

Length: Chaptered

Rating: PG-13

Genre: Romance, Life, Friendship

Author: Stylejung

CAST/Main Cast: S.M ROOKIES S.A (OC), EXO Xi Luhan, INFINITE Kim Myungsoo (L), T-ara Park Jiyeon, BTS Min Yoongi (Suga), S.M ROOKIES Lee Eunhye (OC)

Support CastFind in the Story

A/N: Hello, greetings from FKI new author:) hope you enjoy the story yup. ah! THE ROOKIES is also published in my blog: shinstyle.wordpress.com PLEASE RESPECT THE AUTHOR by Giving comment and like at the bottom of the page. thank you:))

MOVIE TRAILER:

https://www.youtube.com/watch?v=qASM6wx-vdY

=====

Baca lebih lanjut

DON’T SAY GOODBYE

COVER - DON'T SAY GOODBYE

Tittle: Don’t Say Goodbye

Author: miithaayaaaa

Rating: PG-16

Genre: Romance

Length: One Shoot

Main Cast:

  • Yonghwa’s CNBLUE as Jung Yonghwa
  • Seohyun’s SNSD as Seo Joohyun

Disclaimer: Ini adalah asli karanganku, aku meminjam nama mereka karena aku mencintai mereka.

Note: Aku ingin membuat salah satu cerita Yongseo sedih disini. Jangan memarahiku ketika kau selesai membaca ini, aku hanya ingin membuat cerita seperti alur yang ada dikepalaku. Aku harap kalian memberikan apresiasi ketika kalian selesai membaca ini, aku akan sangat senang untuk membacanya. FF ini sudah pernah aku post di AFF dan ini versi Indonesia. Aku harap kalian akan menyukainya. Selamat membaca!! Don’t be silent readers guys!! :)

 

 

***

 

 

Lampu yang berada di ruang operasi kini berganti padam yang menyatakan bahwa operasi selesai. Beberapa dokter dan perawat keluar dengan membungkuk satu sama lain bertukar terima kasih atas kerja keras yang mereka lakukan saat operasi berjalan.

“Dokter Jung kau memang hebat!” asisten dokter mengacungkan jempol ke arah nya. “kau benar-benar tangan malaikat”

“Tidak, semua ini tidak akan berjalan lancar tanpa kalian. Terima kasih atas kerja keras kalian” Yonghwa kembali membungkuk berterima kasih.

“Kita melakukan operasi besar, haruskah kita merayakannya malam ini hyung?” Jungshin teman satu team Yonghwa menyandarkan lengannya kebahu Yonghwa berjalan menuju ruang ganti.

“Kau tahu aku tidak bisa Jungshin-ah” jawabnya sambil melepaskan sarung tangan. Ia membuka lokernya mengambil jubah putih dan memakainya.

Jungshin mendesah.

-selanjutnya>

[Oneshoot] I Can’t Say It

img1403754377092

Title     : I Can’t Say It

Author : Chunniest http://fandreamstory.wordpress.com/

Genre :Romance, Oneshoot

Cast     :

Byun Baekhyun (EXO)

Choi Yunsoo (OC)

Kim Taeyeon (SNSD)

 Disclaimer : Ide cerita ini milik author yang berasal dari imajinasi author sendiri.

Ini bukan ff pertama author, tapi ini adalah ff pertama yang author posting di FKI. Semoga readersdeul menyukainya, jangan lupa komennya pleasee!!!!! Happy Reading^_^

Baca lebih lanjut