FICTION chapter 3

Main Cast :

 

Choi Siwon

 

Im Yoona

 

 

 

Other Cast :

 

Taeyeon

 

Lee Seung Gi

 

Lee Joon Hyuk

 

 

 

Genre : Romance, Fantasy

 

 

 

Author :

 

Bayu Navanto

 

 

 

Length :

 

Chapter

 

 

 

Rating :

 

PG-13

 

 

 

Desclaimer :

 

Semua cast di fanfic ini adalah punyanya Tuhan yang di titipkan kepada kedua orang tuanya, tetapi fanfic ini karya aku yang di anugerahi oleh tuhan (?). Sifat, karakter para cast dalam fanfic di sini mungkin berbeda dengan sifat, karakter para cast dalam kehidupan nyata atau yang sesungguhnya.

 

 

 

Author Note :

 

Fanfic ini sebenarnya sudah dari awal tahun nangkring di private blog tetapi masih dalam bentuk naskah skenario lalu aku rombak sedikit mulai dari para cast sampai sedikit alur ceritanya tetapi untuk benang merahnya atau alur ceritanya masih tetap di pertahankan untuk sama seperti dalam bentuk skenarionya.

 

 

Siwon bingung kenapa Yoona lari setelah ia panggil langsung lari,akhirnya Siwon memutuskan untuk kembali ke apartemen,di apartemen Siwon memikirkan Yoona terus sampi ia ingat perkataan Taeyeon bahwa Yoona telah membunuh ayahnya Taeyeon,akhirnya Siwon memutuskan untuk memangil Seung Gi.

 

 

Di apartemen, Seung Gi berkata bahwa itu adalah salah paham yang sebernanya terjadi adalah saat itu Yoona sedang berkunjung ke rumah Taeyeon saat sedang disana Taeyeon sedang tidak ada di rumah dan saat itu tiba-tiba ayah Taeyeon mendadak sesak nafas, Yoona berusaha memberikan pertolongan pertama tetapi ayah Taeyeon tidak tertolong dan meninggal di pangkuan Yoona pada saat itu Taeyeon pulang dan ia kaget melihat ayahnya meninggal di pangkuan teman baiknya yaitu Yoona, dia langsung menuduh Yoona sebagai pelakunya, sebenarnya Yoona sudah berusaha untuk menjelaskannya tetapi Taeyeon tetap mengelak dan tetap berpegang teguh  bahwa Yoona adalah pelakunya sampai akhirnya Yoona yang mengalah dan ia pergi dan berusaha memenuhi permintaan Taeyeon yaitu jangan memunculkan batang hidungnya di hadapannya. Setelah Seung Gi selesai menjelaskan, Siwon kaget dan ia akan menemui Taeyeon dan mau mengklarifikasikan semua kesalah pahaman ini tetapi di halangi oleh Seung Gi

 

 

”mau kemana kamu”

tanya Seung Gi

 

”mau menemui Taeyeon dan mengklarifikasikan semua kesalah pahaman ini”

ucap Siwon

 

”sebaiknya jangan”

ucap Seung Gi

 

”kenapa?”

tanya Siwon

 

”percuma, dia tetap bersikukuh kalau Yoona adalah pelakunya”

ucap Seung Gi

 

”kan belum melakukannya siapa tahu berhasil”

ucap Siwon

 

”tetap percuma malah nanti Yoona yang akan menderita”

ucap Seung Gi

 

”Yoona menderita, kenapa?”

ucap Siwon kaget

 

”karena jika ada yang membelanya maka menurut pandangan Taeyeon bahwa Yoona menghasut mu untuk mencoba memaafkannya”

jelas Seung Gi

 

”benar-benar”

ucap Siwon yang kasal terhadap perilaku Taeyeon

 

“lebih baik kamu jangan bicara tentang Yoona terlebih dahulu, karena jika itu kamu lakukan maka akan memperkeruh suasana, jadi bersikaplah seperti biasa saja, aku mohon ini demi kebaikan kita semua”

ucap Seung Gi

 

“ok, aku akan mengusahakannya, terima kasih telah menjelaskan masalah ini dan mengingatkan aku, kamu memang sahabat yang baik, gak salah aku memilih sahabat seperti kamu”

ucap Siwon

 

“yah jelas, siapa dulu, Seung Gi, Lee Seung Gi, laki-laki pembela kebenaran hahahahaha”

ucap Seung Gi

 

“uuhhh pede gila, kamu ini bersikap seperti anak kecil saja pantas kamu sering putus sama cewek, gak tahan lihat tingkah laku kamu, hehehehe bercanda, jangan di masukkan ke hati, takutnya hati kamu gak muat nampungnya nanti jebol, bisa gawat”

ucap Siwon

 

“ikhh ada keperluan lagi gak, kalau gak ada silakan pergi”

ucap Seung Gi sewot

 

“yah marah, sorry – sorry hanya bercanda doang kan jangan gitu dong, ok broo”

ucap Siwon

 

“ok, aku pulang yah, sekali lagi terima kasih atas informasinya tadi”

lanjut Siwon

 

“yah sana, nanti malah ngehina lagi kaya tadi”

ucap Seung Gi

 

“yah – yah ini juga mau pulang, see you”

ucap Siwon

 

 

***************

 

 

 

ke esokan harinya, di studio, Siwon berusaha tidak tau apa-apa sesuai permintaan Seung Gi kemarin malam, Siwon berusaha bersikap seperti biasanya, saat berada di kantin Siwon melihat Yoona diluar, dia berniat untuk memanggilnya tetapi Siwon teringat perkataan Seung Gi untuk tidak bertemu dengan Yoona saat sedang berada di studio / kantor.

 

“itu bukannya Yoona yah, aku sapa ah”

ucap Siwon sambil berdiri

 

“ah aku lupa aku harus jaga jarak dengan Yoona, Siwon kamu ini kenapa mudah lupa sih”

lanjut Siwon

 

 

 

lalu Seung Gi dan Joon Hyuk datang

 

“ehem”

ucap Seung Gi

 

“eh, kamu Seung Gi”

ucap Siwon kaget

 

“lupa yah?”

tanya Seung Gi

 

“hampir, hanya hampir, belum terlanjur”

ucap Siwon

 

“baguslah kalau begitu”

ucap Seung Gi

 

“ada apa sih ini, lupa – hampir terlanjur, ada apa sih?”

tanya Joon Hyuk

 

“gak ada apa-apa”

ucap Siwon

 

“manager satu ini, banyak tanya yah, pingin tahu urusan orang lagi”

ucap Seung Gi

 

“nah lho, kenapa ? Memang tidak boleh, wajarkan seorang manager ingin tahu permasalahan artisnya, siapa tahu bisa membantu, iya kan”

ucap Joon Hyuk

 

“yah, bolehlah”

ucap Seung Gi

 

“kamu ini kenapa Seung Gi ?, kenapa akhir-akhir ini kamu selalu bersikap dingin dan sewot seperti itu?”

tanya Joon Hyuk

 

“hah, bersikap dingin dan sewot?, masa? Ah cuman perasaan kamu aja”

ucap Seung Gi

 

“sebenarnya ada masalah yang membuat aku seperti ini sih”

ucap Seung Gi dalam hati

 

“eh mau makan apa nih kita kali ini?”

tanya Seung Gi

 

“apa ajalah, perut sudah lapar”

ucap Joon Hyuk

 

“kamu apa Siwon?”

tanya Seung Gi

 

“aku?, aku terserah lah apa aja aku suka”

ucap Siwon

 

“baik kalau begitu kita makan bibimbab, pelayan!”

ucap Seung Gi

 

“BIBIMBAB????!!!!!!”

ucap Joon Hyuk dan Siwon bebarengan

 

“yah bibimbab memangnya kenapa?, tadi di bilang terserah yah kalau begitu jangan protes dong”

ucap Seung Gi

 

“mau pesan apa?”

tanya pelayan

 

“pesan bibimbab tiga”

ucap Seung Gi

 

“ada lagi”

tanya pelayan

 

“emm sudah cuman itu saja”

ucap Seung Gi sambil tersenyum

 

“akhh, kenapa harus bibimbab sih”

keluh Siwon

 

“hai, jangan protes tadi katanya terserah, salahin diri kalian dong jangan salahkan aku”

ucap Seung Gi

 

“akhh aku menyesal mengatakan perkataan tadi”

keluh Joon Hyuk

 

“sama”

ucap Siwon

 

lalu pelayan datang membawakan tiga porsi bibimbab

 

“terima kasih”

ucap Seung Gi kepada pelayan

 

“ok, ayo dimakan, awas kalau tidak dimakan, tamatlah riwayat kalian”

ancam Seung Gi

 

“yah, ini juga mau di makan”

ucap Siwon

 

“jangan di ambur – ambur gitu dimakan, di-ma-kan, ayo cepat dimakan”

bentak Seung Gi

 

“yah ini dimakan”

ucap Joon Hyuk sambil memakan bibimbab

 

“nah begitu dong, itu baru”

ucap Seung Gi

 

“baru apa? Kalau ngomong jangan di potong dong, baru apa?”

tanya Siwon

 

“ah, enggak, enggak ada apa-apa kok cuman ingin mengucapkan itu doang tanpa maksud tertentu dan makna tertentu”

jawab Seung Gi.

 

Merekapun melanjutkan makan bibimbab.

 

 

Di kantor

 

“eh Taeyeon kenapa kamu tidak kekantin padahal Siwon, Seung Gi dan Joon Hyuk ada disana lho, biasanya kamu selalu bersama mereka?”

tanya salah satu karyawan

 

“ah sedang ingin menyelesaikan tugas ini”

jawab Taeyeon

 

“ooohh”

ucap singkat karyawan tersebut lalu berlalu menuju tempat kerjanya.

 

“heh”

Taeyeon menghela nafas

 

“kenapa aku hidup selalu di kelilingi dengan masalah”

ucap Taeyeon yang terus pergi ke luar

 

saat Taeyeon sedang berada di lobi dia bertemu Siwon, Seung Gi, dan Joon Hyuk yang habis dari kantin.

 

“eh kamu mau kemana Taeyeon?”

tanya Seung Gi

 

“mau ke taman sebentar, kalian sudah makan?”

ucap Taeyeon

 

“yah seperti yang kamu lihat mereka berdua sampai kekenyangan seperti ini”

ucap Seung Gi sambil menunjuk ke arah Siwon dan Joon Hyuk

 

“ohh kalau begitu aku duluan yah”

ucap Taeyeon

 

“ehm”

gumam Seung Gi

 

lalu Taeyeonpun melanjutkan perjalanannya ke taman.

 

Di taman

 

“heh, kenapa aku seperti ini?”

ucap Taeyeon

 

“kenapa aku selalu berada di lingkaran permasalahan, aku – aku tidak bisa seperti ini terus, tapi bagaimana caranya, aku bingung?, ibu pergi meninggalkan aku saat aku umur lima tahun, ayah sudah tidak ada, sekarang aku mau berkeluh kesah kepada siapa?, aku sudah tidak mempunyai keluarga lagi”

ucap Taeyeon putus asa

 

“bahkan sahabat yang aku pikir, teman baik malah menusuk ku dari belakang, dia telah membunuh ayahku, kenapa aku hidup seperti ini, ingin rasanya aku mengakhiri hidup ini”

lanjut Taeyeon

 

lalu tiba- tiba ada seorang namja yang mendekatinya

 

“hai, kenapa merenung seperti itu? What happen?”

ucap laki – laki tersebut

 

“ah, sebelumnya perkenalkan namaku Gikwang, Lee Gikwang”

ucap Gikwang sambil menjulurkan tangannya

 

“Taeyeon”

ucap Taeyeon

 

lalu mereka berjabat tangan

 

“kamu sedang kenapa?, tadi aku lihat dari kejauhan kelihatannya lagi ada masalah?”

tanya Gikwang

 

“yah begitulah”

ucap Taeyeon

 

“emangnya masalah apa, mungkin aku bisa bantu, ah maaf, seharusnya aku tidak bertanya seperti itu, kita kan baru kenal, mana mungkin kamu mau berbagi cerita, sekali lagi minta maaf yah”

ucap Gikwang

 

“ah enggak, malah aku berterima kasih kalau kamu mau mendengarkan curhatannya aku, justru akunya yang takut kalau aku cerita kekamu takutnya kamunya malah ilfeel lagi ke aku, karena aku terlalu cerewet curhatnya”

ucap Taeyeon

 

“gak papa lagi, ayo cerita, aku siap menjadi telinga kamu yang selalu siap sedia mendengarkan cerita kamu, aku juga siap untuk meminjamkan tubuh ini untuk mu untuk membantu mengangkat beban yang ada di tubuh kamu”

ucap Gikwang

 

“kamu ini ternyata romantis dan humoris juga yah”

ucap Taeyeon

 

lalu Taeyeon menceritakan semua segala sesuatu yang ada di dalam hatinya.

 

“aoh seperti itu, menurut aku lebih baik kamu selidiki terlebih dahulu, apa benar memang itu kesalahan sahabat kamu yang sengaja membunuh ayah kamu atau mungkin itu kesalah pahaman, aku juga pernah mengalami situasi seperti kamu dimana aku merasa telah di hianati oleh sahabat sendiri, tetapi aku tidak gegabah untuk langsung menuduhnya aku selidiki masalah tersebut, walaupun itu malah membuat hatiku semakin terasa tercabik – cabik sakit memang itu rasanya, tetapi aku selalu berusaha untuk mengobatinya dengan menyelesaikan masalah ini, dan memang akhirnya dia tidak melakukan apa yang aku bayangkan, jadi sebaiknya kamu selidiki terlebih dahulu ok”

ucap Gikwang

 

KRINGGGGG………….KRIIINNGGGG ponsel Gikwang berdering, lalu Gikwang mengangkatnya.

 

Setelah menutup teleponnya

 

“maaf Taeyeon aku masih ada urusan lain”

ucap Gikwang

 

“jadi jangan langsung menuduh terlebih dahulu, coba selidiki terlebih dahulu, kalau butuh bantuan aku siap membantu ok, SEMANGAT!!!”

ucap Gikwang

 

“terima kasih”

ucap Taeyeon

 

“yah sama – sama, sudah dulu yah, sampai bertemu lagi”

ucap Gikwang

 

“yah”

jawab Taeyeon

 

 

 

 

 

***********

 

 

 

 

haripun sudah sore, semua orang di kantor berkemas-kemas untuk pulang, tetapi tidak dengan Siwon, ia menunggu suasana menjadi sepi, dan saat kantor sudah sepi Siwon baru pulang.

15 thoughts on “FICTION chapter 3

  1. Uwooo! Ada suamiku (re: gikwang) #Plakk! >.<

    Hore hore (?) tambah semangat baca FF ni gara" ada suamiku ^^

    (Mwohohoho, PD amat gueeehh xD)

    hohoho, lanjut nae!

    eh, bagian Gikwang-nya dibanyakin ya? xD
    #Bletakk (dilempar sendal sama Author) xD

    Lanjutt nae… Hwaiting! XD

  2. kok ga ada tulisan tbc-nya???
    hehehe *penting amat ya*
    #plakk

    wee ada gikwang!! asik ada member beast!! #plakk^^

    tapi makin bagus lho ceritanya^^
    lanjut ya, keep on writing^^

  3. Hehe selama ada taeyeon Unnie ff manapun aku tetep suka deh# meski g da taeyeon Unnie jg g masalah hehe.
    Makin penasaran
    Keep on writing y

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s